Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Perjuangan Kapten I Wayan Dipta Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah: The Values of Character Education in the Struggle of Captain I Wayan Dipta and Its Potential as a Source of History Learning Ida Ayu Putu Sri Udiyani; I Nyoman Bayu Pramartha; I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah perjuangan Kapten I Wayan Dipta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia; (2) Nilai-nilai pendidikan karakter pada perjuangan Kapten I Wayan Dipta; (3) Perjuangan Kapten I Wayan Dipta dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gianyar. Teori yang digunakan antara lain pembelajaran sejarah, pendidikan karakter dan teori konflik. Metode yang digunakan yaitu metode wawancara dan metode pengumpulan data baik berupa dokumen ataupun arsip. Teori maka digunakan metode historis yaitu heuristik, kritik sejarah, Interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini akan mengulas (1) sejarah perjuangan dari Kapten I Wayan Dipta dari masa sekolah hingga ikut masuk kedunia perjuangan, (2) Nilai-nilai pendidikan karakter pada perjuangan Kapten I Wayan Dipta yaitu dari Religius, Jujur, Toleran, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab; (3) Perjuangan Kapten I Wayan Dipta dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah, Proses pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan potensi-potensi siswa secara menyeluruh dan terpadu. Guru tidak hanya mengajar dan menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas tetapi guru juga harus mampu mengaktualisasikan peran dalam upaya membentuk karakter siswa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai moral yang nanti nya dapat memberikan dampak di masa yang akan datang.
Intervensi Pemerintah Hindia Belanda terhadap Kerajaan Klungkung tahun 1841-1849: The Dutch East Indies Government’s Intervention Againts the Klungkung Kingdom in 1841-1849 Tjokorda Istri Agung Rai Sintha Devi; Dewa Made Alit; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Intervensi Pemerintah Hindia Belanda terhadap Kerajaan Klungkung yang bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan bentuk-bentuk intervensi Pemerintah Hindia Belanda serta bagaimana dampaknya terhadap Kerajaan Klungkung. Sebagai penelitian sejarah maka didahului dengan pengumpulan data dengan data sekunder yang berasal dari berbagai buku. Dari data tersebut kemudian dikritik, diinterpretasikan dan dihubungkan antara fakta satu dengan fakta lainnya sehingga menjadi sebuah keterkaitan. Berdasarkan keterkaitan tersebut kemudian disusun menjadi peristiwa sejarah. Teori terkait penelitian ini adalah teori kekuasaan, teori hegemoni dan teori konflik. Kedatangan pemerintah Hindia Belanda ke Kerajaan Klungkung dengan tujuan penguasaan Bali dalam memonopoli perdagangan Nusantara menjadi tujuan bangsa Belanda. Kerajaan Klungkung sebagai sesuhunan raja di Bali dan Lombok memiliki kekuasaan yang cukup penting sehingga menarik perhatian Belanda untuk melakukan intervensi ke kerajaan tersebut. Melalui perjanjian kontrak pemerintah Hindia Belanda melakukan intervensi diplomasi untuk menguasai Klungkung. Keadaan yang terus intensif membuat intervensi militer juga dilakukan untuk merebut pelabuhan Kerajaan sehingga berdampak terhadap keadaan ekonomi dan politik Kerajaan Klungkung.
SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH LUAR BIASA BAGIAN A NEGERI DENPASAR BALI I Nyoman Bayu Pramartha
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015): HISTORIA: Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.221 KB) | DOI: 10.24127/hj.v3i2.274

Abstract

The research aims to determine: (1) Background The establishment of the School of Extraordinary Part A Denpasar. This study is fully refers to the method that has been prepared. The approach used in this study is qualitative descriptive. Determination of the informant by purposive sampling technique and developed with a snow ball technique. The collection of data through observation, interview and record-keeping. The results showed that the background of the establishment of SLB/A Negeri Denpasar caused by children with disabilities, especially blind children. Especially blind children are not getting an education. The education system in force in SLB/A Negeri Denpasar, Bali include: curriculum, educational goals, learning evaluation, education, students, educational tools and nurtured. All of these elements work together as a unit in order to realize the vision and mission of SLB/A Negeri Denpasar realize that professional and quality education for children with special needs.
Situs Goa Gajah Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Bali: Goa Gajah Site as a Source for Learning Balinese History I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengenenal Situs Goa Gajah; (2) Situs Goa Gajah Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Bali. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gianyar tepatnya di situs sejarah Goa Gajah. Teori yang digunakan antara lain pembelajaran sejarah, Teori tentang Situs. Dalam Usahan pencarian dan pengolahan data metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitan sejarah antara lain: heuristik, kritik sejarah, Interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini Menyimpulakan : (1) Goa Gajah Merupakan situs cagar budaya dans ejarah yang melambangkan kerukunan umat Beragama antar Hindu dan Budha. Bukti ini dapat dilihat pada peninggalan-peninggala cagar budaya dan sejarahnya yang terbangun secara berdampingan (2) SitusSitus Goa gajah merupakan salah satu situs sejarah penting di Bali. Situs Goa Gajah sangat relevan dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di Bali.
PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA CAGAR BUDAYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA SITUS CANDI TEBING TEGALINGGAH, GIANYAR BALI I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati; Dewa Made Alit; Putu Tejawati
Sewagati Vol. 1 No. 2 (2023): Sewagati
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.705 KB) | DOI: 10.59819/sewagati.v1i2.2894

Abstract

Kepemanduan wisata cagar budaya adalah salah satu program kegiatan pembelajaran sejarah yang memanfaatkan objek cagar budaya sebagai dasar implementasi kegiatannya. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini mengunakan metode ceramah, metode karya wisata, metode bimbingan, dan metode pelatihan. Materi-materi pelatihan dan pedampingan wisata cagar budaya ini berupa: Materi yang diberikan adalah dasar-dasar kepemanduan, cara menjadi pemandu wisata cagar budaya, dan objek wisata cagarbudaya yang bidsa dijadikan sebagai tempat pelatihan kepemanduan wisata cagar budaya. Dapat dijelaskan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, bisa ditarik kesimpulan materi yang diberikan kepada peserta pelatihan dapat diterima dengan sangat baik serta respon dari peserta pelatihan sangat positif. Hasil kegiatan pengabdian ini antara lain 1) memahami dasar-dasar dan teknik menjadi pemandu wisata cagar budaya, 2) mengetahui dan memahami tugas dan etika pemandu wisata cagar budaya, 3) berlatih menjadi pemandu wisata cagar budaya dari tahap pembukaan cara memandu, kegiatan inti di objek wisata cagar budaya, dan penutup dalam kegiatan pemandu wisata cagar budaya, 4) mampu menjadi peemandu wisata cagar budaya dan memberikan citra diri sebagai pemandu wisata cagar budaya yang profesional.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TRADISI LOGU SENHOR DI DESA SIKKA, KECAMATAN LELA, KABUPATEN SIKKA: Value Of Character Education In The Logu Senhor Tradition In Sikka Village, Lela District, Sikka District Aloysius Nong Ade; I Nyoman Bayu Pramartha; I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3112

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi yang beragam. Setiap budaya dan tradisi memiliki makna dan tujuan tersendiri. Salah satu tradisi di Nusantara yang memiliki nilai-nilai pendidikan karakter adalah tradisi Logu Senhor, yang berlokasi di Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang (1) Latar Belakang tradisi Logu Senhor; (2) Proses pelaksanaan tradisi Logu Senhor; dan (3) Nilai-nilai Pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi Logu Senhor.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Para informan penelitian meliputi pelaku tradisi Logu Senhor, tokoh adat, dan ahli terkait. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik resepsi, komparasi, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Logu Senhor memiliki berbagai nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam membentuk karakter bangsa. Beberapa nilai tersebut antara lain (1) Religius, (2) Jujur dan Amanah, (3) Toleransi, (4) Kerja keras, (5) Komunikatif,
Akulturasi Kebudayaan Hindu-Islam Pada Makam Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar: Hindu-Islamic Culture At The Tomb Of Raden Ayu Siti Khotijah In Pemecutan Sub-District, Denpasar Barat District, Denpasar City Faizaldy Fiqri; Ni Luh Putu Tejawati; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3640

Abstract

Makam keramat Raden Ayu Siti Khotijah atau biasa disebut makam keramat Pemecutan merupakan salah satu makam yang memiliki keunikan dalam hal arsitektur ataupun dalam penggunaan ornamen. Makam ini tidak mengikuti aturan baku dalam pembangunannya yang tentu menyebabkan memiliki bentuk yang berbeda dengan pemakaman muslim Bali lainnya. Arsitektur pada makam keramat ini dipengaruhi oleh dua unsur kebudayaan, yakni kebudayaan Hindu dan Islam yang memiliki ciri khas masing-masing. Unsur budaya dalam arsitektur makam keramat Pemecutan tercermin dalam rancangan ornamen dan bentuk arsitektur bangunannya yang menggabungkan karakteristik kebudayaan Hindu dengan elemen-elemen dari kebudayaan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bentuk Akulturasi Kebudayaan Hindu-Islam Pada Makam Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar (2) Nilai-nilai akulturasi kebudayaan Hindu- Islam pada makam Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Denpasar Barat tepatnya di Kelurahan Pemecutan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain teori akulturasi, teori ini digunakan untuk menganalisis dan menginterprestasikan mengenai hal-hal yang melatarbelakangi munculnya akulturasi budaya Hindu-Islam pada kompleks Makam Raden Ayu Siti Khotijah dan teori semiotika, teori ini digunakan untuk mengkaji hubungan antara konsep lambang atau tanda dalam penggunaan ornamen- ornamen kebudayaan Hindu dalam sebuah makam Islam. Penelitian ini menerangkan mengenai (1) Bentuk Akulturasi Hindu-Islam pada Makam Raden Ayu Siti Khotijah yang membahas mengenai penggunaan arsitektur maupun ornamen-ornamen yang terdapat pada makam tersebut. (2) Nilai-nilai akulturasi kebudayaan pada makam keramat Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat. Dalam kompleks Makam Keramat Pemecutan terlihat adanya perpaduan dalam berbagai aspek, seperti penggunaan arsitektur, ornamen, dan benda-benda yang dipilih dengan cermat. Setiap elemen tersebut memiliki tujuan tersendiri yang dipilih berdasarkan pengaruh dari kedua kebudayaan tersebut. Nilai-nilai tersebut memiliki peran penting dalam membentuk pedoman bagi masyarakat Kota Denpasar, terutama masyarakat Kelurahan Pemecutan, baik secara individu maupun kelompok.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Aci Tulak Tunggul di Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal: The Values of Local Wisdom in the Aci Tulak Tunggul Tradition at Taman Ayun Temple, Mengwi Village, Mengwi District, Badung Regency as a Source of Local History Learning Ngurah Yoga Narendra Putra; Dewa Made Alit; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4091

Abstract

Tradisi Aci Tulak Tunggul di pura Taman Ayun merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali oleh masyarakat desa Mengwi. Tradisi ini sarat akan makna dan nilai sehingga sangat manarik untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah pelaksanaan tradisi Aci Tulak Tunggul, (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul, (3) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Teori yang dipergunakan antara lain (1) teori religi, untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan tradisi, (2) teori nilai, untuk mencari nilai dalam tradisi dan (3) teori pendidikan untuk mengkaitkan nilai-nilai tersebut sebagai sumber pembelajaran khususnya sejarah lokal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada empat yakni teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan (1) tradisi Aci Tulak Tunggul merupakan bagian dari sistem kepercayaan masyarakat di desa Mengwi yang berkaitan dengan keperluan irigasi pertanian. Tradisi ini dilaksanakan untuk menolak bencana jebolnya tanggul yang dapat merusak lahan pertaninan. (2) tradisi Aci Tulak Tunggul mengandung nilai-nilai kearifan loka yang terdiri dari nilai religi, gotong royong, ekonomi, seni dan pelestarian lingkungan. (3) Nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal.
DINAMIKA TRADISI MABUUG-BUUGAN DI DESA KEDONGANAN, KECAMATAN KUTA, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI: Dynamics Of The Mabuug-Buugan Tradition In The Village Kedonganan, Kuta District, District Badung, Bali Province Ni Putu Rahayu Mahadewi; Ni Putu Yuniarika Parwati; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4089

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas beragam ras, suku, adat istiadat dan tradisi yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Khususnya Bali yang menjadi salah satu bagian daerah provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai pulau dewata, memiliki beragam tradisi di kehidupan masyarakatnya. Seiring perkembangan jaman, suatu tradisi akan mengalami suatu perkembangan dan perubahan yang terjadi. Terlebih jika dilihat dari berkembangnya teknologi dan pariwisata akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas tradisi di Bali, salah satunya tradisi mabuu-buugan. Sehingga, akan dapat dijumpaiperubahan yang terjadi atau disebut dengan dinamika. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui (1) Bagaimana sejarah Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali; (2) Bagaimana dinamika pelaksanaan Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode historis yaitu heuristic, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedonganan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah teori perubahan sosial karena tradisi Mabuug-buugan ini terdapat kaitannya dengan kehidupan sosial, dan dalam tradisi Mabuug-buugan ini terjadi perubahan-perubahan dalam pelaksaaannya yang dikaji dalam periode waktu untuk dapat melihat perubahan tersebut.
Analisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Materi Kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Analysis of Problem Based Learning Model in History Subject, Grade XI Material Proclamation of Indonesian Independence I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem based learning pada mata pelajaran sejarah mater kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Analisis Penerapan sintaks Model Pembelajaran Problem based Learning dapat dianalis pada perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru sebelum proses pembelajaran dimulai. Metode ini menggunakan metode kualitatif yang meggunakan teknik wawancara dengan guru sejarah kelas XI dan analisis RPP atau modul ajar yang digunakan oleh guru dalam merncanakan proses pembelajaran di kelas, serta materi dari buku teks mata pelajaran sejarah di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima fase sintak 1 sampai dengan sintak 5. Fase tersebut meliputi Orientasi Peserta Didik Pada Masalah, Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Peserta Didik Secara Individu Maupun Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisa & mengevaluasi proses pemecahan masalah. Analisis ini menunjukkan bahwa analisis model pembelajaran PBL mempunyai karakteristik student center. Dimana siswa lebih aktif dalam penyelesaian suatu masalah yang terimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas