Rizqa Ahmadi, Rizqa
Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, Jalan Ir. Sutami, Kentingan Surakarta,

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

INTERTEKS TERJEMAH AL-QUR’AN SEKTARIAN DENGAN GLOBAL AHLU AL-QUR’AN TRANSLATION: Kajian Atas Produk Terjemah Al-Qur’an Anti Hadis Indonesia dan Relasinya dengan Jaringan Global Rohmat, Rohmat; Ahmadi, Rizqa; Malik, Muhammad Khoirul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.8209

Abstract

Produk terjemahan Al-Qur’an Yayasan Tauhid Indonesia (YATAIN) menghasilkan terjemahan yang berbeda dengan terjemahan Mayoritas Muslim indonesia yang diwakili terjemahan Al-Qur’an oleh kementerian agama. Fokus penelitian ini diarahkan pada model terjemahan  yang menggunakan pendekatan faham inkar sunnah. Penelitian ini menggunakan teori intertekstualitas untuk menganalisis keterkaitan dan perbedaan antara produk tafsir Al-Qur’an kelompok inkar sunnah Indonesia (lokal) dengan kelompok terjemahan ahlu qur’an (global). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi teks. Data utama diperoleh dari terjemahan kelompok Inkar sunnah Indonesia yang dipelopori Nazwar Syamsu dan Minardi Mursid dengan terjemahan Ahlul-qur’an global. Analisis dilakukan dengan membandingkan terjemahan kata kunci tertentu seperti kata “sama’/langit” dalam konteks pengetahuan lokal dan global. Peneliti juga mempertimbangkan latar belakang sosio-kultural para penerjemah, metode terjemahan yang digukan dan dampaknya terhadap pemahaman pembaca. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pendekatan terjemahan. Nazwar Syamsu dan Minardi Mursid cenderung menggunakan metode tafsiriyah dengan konteks ilmiah modern. Sementara terjemahan ahlul-Qur’an global lebih condong pada pendekatan literal. Walaupun sama-sama penganut paham inkar sunnah, keterkaitan intertekstual kedua karya hampir tidak ditemukan. Penelitian ini memberi wawasan baru tentang bagaimana latar belakang penerjemah dan konteks pendekatan yang berbeda mempengaruhi hasil suatu produk terjemahan tertentu
Polemik Otoritas Hadis: Kontribusi Aisha Y. Musa dalam Peneguhan Hadis Sebagai Kitab Suci Ahmadi, Rizqa; Hefni, Wildani
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 10 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.516 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2020.10.1.27-47

Abstract

The polemic of hadith authority seems to be endlessly debated by Western and Eastern scholars, Muslims as well as non-Muslims. Aisha Y. Musa reconstructed the debate and discourse of the authority of prophetic traditions by looking at the early manuscripts of the hadith experts. Musa also presented the narratives of the opposition of hadith in the digital era. This debate shows that the authority of hadith did not always enjoy such widespread acceptance. Opposition to the hadith has emerged among Muslims from the first century and has not been limited to one era only, but until now in our contemporary digital era. The polemics are, however, not influenced by Western scholarship and orientalists. On the contrary, it is more response from Muslims to the elevation of the hadith along with the Qur’an as the duality of revelation.