Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter yang Terkandung Dalam Mitologi Jawa Tradisi Seret Gedhang di Desa Sumbersari Tumpang Pada Pembelajaran IPS SD Laili Lestari, Ely Fike; Utami, Prihma Sinta
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12 No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i2.9659

Abstract

Tradisi merupakan wujud pola perilaku dan aturan tidak tertulis yang ada dalam suatu masyarakat. Salah satu tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini yaitu tradisi seret gedhang di Desa Sumbersari Tumpang, Kabupaten Malang.Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1)Menggali nilai-nilai pendidikan karakter pada tradisi seret gedhang; 2)Menggali nilai mitologi Jawa dalam tradisi seret gedhang; 3)Mengintegrasikan nilai pendidikan karakter pada tradisi seret gedhang pada pembelajaran IPS SD. Penelitian ini dilakukan di Dusun Sumbersari, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Tumpang, Kota Malang.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi lapangan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ada 7 nilai pendidikan karakter dalam tradisi seret gedhang yaitu gotong royong, religius, toleransi, disiplin, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab 2) Nilai mitologi Jawa pada tradisi seret gedhang yaitu melalui alur neloni, mithoni, brokohan, dan seret gedhang; 3)Nilai pendidikan karakter pada mitologi Jawa seret gedahang dapat diintegrasikan pada pembelajaran IPS SD materi masyarakat dan budaya.
Game-Based Learning and Children’s Digital Literacy to Support Pervasive Learning: A Systematic Reviews Fadhli, Muhibuddin; Kuswandi, Dedi; Utami, Prihma Sinta; Sartika, Septi Budi; Mohamad Hardyman bin Barawi
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v25i3.38388

Abstract

In this study, we investigate the impact of game-based learning on children's digital literacy in processing and acquiring information, focusing on the generation of digital natives who excel in responding to multimedia information. Utilizing data mining and the PRISMA Protocol, we conducted a systematic review based on the keywords 'Game-based learning on children’s digital literacy.' Data from the years 2017 to 2019, extracted from Sagepub and Emerald databases, reveal strong empirical support for the enhancement of children's digital literacy, particularly through game-based learning interventions, as evidenced by a significant effect size of 0.66. This translates to children becoming better at deciphering visual cues, understanding audio narratives, and critically evaluating the information presented in a variety of multimedia formats. Furthermore, game-based learning fosters critical thinking and problem-solving skills, keeping children engaged and motivated to learn in this dynamic digital landscape.
Development of Evernoted Learning Media Center as Learning Innovation and Assistive Technology for People with Disabilities Novariyanto, Rizki Agung; Utami, Prihma Sinta; Bashofi, Ferdinan; Rahadian, Septa; Setiani, Puspita Pebri; Firdausi, Faizah Ulumi; Sunuyeko, Nurcholis
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 26 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v26i3.49654

Abstract

The development of Evernoted Learning Media Center aims to introduce inclusive learning innovations for people with disabilities. This study presents the design and implementation of an Evernoted-based learning platform with accessibility features. Employing the Research and Development (R&D) method, a need analysis was initially conducted through interviews with teachers and principals at three Special Needs Schools (SLB/Sekolah Luar Biasa) in Malang City. The analysis results were used to design an appropriate Evernoted Learning Media Center design. The platform incorporates accessibility features, including alternative text, contrast settings, and layer readers. Findings revealed that Evernoted could be configured into an effective learning medium, offering flexibility, personalization, and ease of  users access with various types of disabilities, especially deaf people. The analysis results demonstrated that Evernoted Learning Media Center could be an effective alternative for meeting the varied learning needs of students with disabilities, particularly deaf people, through two versions: an augmented reality (AR)-based Android application and a virtual tour-based website. Validation results indicated the platform’s feasibility at 83.17%, categorizing it as very feasible to be tested on students with disabilities.
Gerakan Aisyiyah Dalam Meneguhkan Identitas Kewargaannya Fitriana, Diyan; Sulton, Sulton; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 Extra (2020): September
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i2 Extra.429

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gerakan kaum wanita yang terhimpun pada organisasi Aisyiyah dalam meneguhkan identitas kewargaannya. Politik kewargaan adalah serangkaian hak–hak kewargaan yang diperjuangkan oleh kelompok sosial yang mengalami eksklusi politik, ekonomi dan kultural dan selalu bersifat politis. Dalam mewujudkan hak-hak kewargaan dapat dilakukan dengan melalui tiga upaya, antara lain yaitu memperjuangkan pengakuan kultural, keadilan sosial dan kesejahteraan, memperjuangkan demokrasi dan representasi politik secara bersinergi. Praktik demokrasi formal di Indonesia yang relatif berhasil ternyata jauh dari cukup untuk menjamin kewargaan yang lebih substantif. Terlebih proses demokrasi yang sedang berjalan menunjukkan tanda-tanda kemandekan, sehingga tidak heran jika demokrasi yang ada hanya memberi keuntungan utamanya bagi kelompok elit oligarki, sembari mendorong perjuangan individu dan kelompok non-oligarki dalam menggunakan tata aturan dan regulasi yang ada untuk menuntut hak-hak kewargaannya. Ada banyak organisasi atau gerakan di Indonesia yang berjuang untuk identitas kolektif mereka. Salah satu organisasi yang menghimpun gerakan-gerakan dalam ranah publik secara kontestan adalah dari kelompok perempuan. Kelompok perempuan pada dasarnya memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam memajukan bangsa Indonesia. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan kelompok perempuan sering kali termarginalkan oleh lingkungan bahkan oleh bangsanya sendiri. Memang eksistensi perempuan telah diakui, tetapi keadaan Indonesia kontemporer masih terbatas dalam mempertahankan kesejahteraan perempuan dan representasi politik terabaikan bagi kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang berusaha mengungkap fenomena secara sistematis dari berbagai kepustakaan . Penelitian ini fokus membahas bagaimana gerakan yang dilakukan oleh Aisyiyah dalam memperjuangkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah Pergerakan Aisyiyah dalam meneguhkan identitas kewargaannya serta menjelaskan faktor-faktor yang memperngaruhi pergerakan Aisyiyah dalam meneguhkan identitas kewargaannya.
Penguatan Civic Literasi Dalam Membentuk Wawasan Kebangsaan Tachyudin, Muhammad; Cahyono , Hadi; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 Extra (2020): September
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i2 Extra.434

Abstract

Penelitian ini mengkaji manfaat civic literacy dalam membentuk wawasan kebangsaan guna menjadikan warga Negara yang baik (good citizen) dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai nilai nilai Pancasila. Tentunya dalam penelitian ini peneliti ingin memastikan bahwa penguatan civic literacy memang sangat di perlukan dalam mengantisipasi dampak arus globalisasi yang bisa kapan saja memberikan efek tidak baik terhadap warga masyarakat Indonesia. Krisisnya wawasan kebangsaan juga menjadikan pola hidup yang bisa membuat perilaku kurang baik dalam berbanga dan bernegara, tentunya upaya yang harus segera dibenahi ialah dengan meningkatkan kualitas literasi masyarakat kita. Metode yang digunakan yaitu studi kepustakaan, dimana hasil dari pembahasan merupakan analisa kajian teori dari berbagai literature, untuk mengolah teori dan kajian penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Hasil penelitian membuktikan bahwa dalam perannya civic literacy mempunyai peran dalam memingkatkan kualitas bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa.
Gerakan Pemuda Muhammadiyah Dalam memperkokoh Identitas Nasional Suharto, Afif Audio Wahyu Widhi; Cahyono, Hadi; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 5 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v5i2.576

Abstract

Penulisan artikel ini membahas tentang gerakan golongan muda yang terhimpun dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional. Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dengan suatu ciri khas yang menjadikannya berbeda dengan bangsa lain, yakni Pancasila. Nasionalisme paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air. Nasionalisme juga mengandung makna persatuan dan kesatuan. Lunturnya rasa nasionalisme berarti lunturnya pula kesadaran dan semangat cinta tanah air. Dewasa ini rasa nasionalisme masyarakat Indonesia pun mulai luntur, terutama dikalanagan remaja. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang sudah tidak menyukai budaya dan produk lokal. Dalam memperkokoh nilai-nilai identitas nasional dapat dilakukan dengan melalui tiga upaya, antara lain yaitu gerakan melalui aspek representasi politik, sosial budaya dan perjuangan demokrasi secara bersinergi. Ada banyak organisasi atau gerakan di Indonesia yang berjuang untuk memperkokoh nilai-nilai identitas nasional. Salah satu organisasi yang menghimpun gerakan-gerakan dalam ranah publik secara kontestan adalah dari kelompok pemuda. Kelompok pemuda pada dasarnya memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam memajukan bangsa Indonesia. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan kelompok pemuda seringkali abai terhadap lingkungan sekitarnya bahkan budaya bangsanya sendiri. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi literasi atau studi kepustakaan. Adapaun studi kepustakaan yang dilakukan didapatkan dari hasil kajian artikel, internet, berita atau buku yang relevan. Fokus dalam jaian ini adalah membahas tentang bagaimana gerakan yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah dalam upayanya memperkokoh nilai-nilai identitas nasional yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan menganalisa langkah-langkah pergerakan Pemuda Muhammadiyah era ini dalam memperkokoh identitas nasional serta menjelaskan apa saja faktor-faktor yang memperngaruhi pergerakan Pemuda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional.
Keberagaman Budaya sebagai Wujud Inklusi Pendidikan: Pengalaman Mahasiswa Papua dalam Pembelajaran Pendidikan Sejarah dan Sosiologi di Universitas Insan Budi Utomo Lamoonsuk, Yutasak; Pebri Setiani, Puspita; Putri, Vina Karina; Lestari, Puji; Utami, Prihma Sinta
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3428

Abstract

Keberagaman budaya merupakan salah satu karakteristik utama masyarakat Indonesia yang perlu diakomodasi dalam praktik pendidikan. Pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga mencakup penghargaan terhadap perbedaan budaya, etnis, bahasa, dan latar belakang sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman mahasiswa Papua dalam pembelajaran Pendidikan Sejarah dan Sosiologi di Universitas Insan Budi Utomo sebagai wujud implementasi inklusi pendidikan berbasis keberagaman budaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa Papua memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang multikultural. Interaksi akademik yang menghargai identitas budaya mahasiswa Papua mampu meningkatkan partisipasi, memperkaya perspektif sejarah, dan menumbuhkan sikap toleransi di kalangan mahasiswa. Namun, masih terdapat tantangan berupa stereotip budaya, perbedaan gaya komunikasi, dan adaptasi lingkungan akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap keragaman budaya agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.