Claim Missing Document
Check
Articles

Found 51 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Kebutuhan Produk Abon Ayam Asep Pos Menggunakan Integrasi Model Kano Dan Product Quality Pada Ukm Rizky Jaya Abadi Sri Yuni Oktarina; Yati Rohayati; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM Rizky Jaya Abadi adalah UKM yang memproduksi Abon Ayam Asep Pos yang didirikan dan dimiliki oleh bapak Asep sejak 4 tahun yang lalu dari tahun 2011 yang dipasarkan di daerah Pangalengan. Pada awalnya produk yang dijual yaitu abon ayam dan abon sapi, namun pada saat itu produk UKM Rizky Jaya Abadi belum terlalu dikenal dan skala penjualan masih rendah. Akan tetapi, dari tahun 2011 sampai 2014 usaha UKM Rizky Jaya Abadi mengalami peningkat penjualan terhadap produk Abon Ayam Asep Pos, hal itu dikarenakan semakin banyaknya masyarakat yang menyukai Abon Ayam Asep Pos, karena memiliki rasa yang enak, terbuat dari bahan-bahan yang alami dan tanpa pengawet. Hasil pengolahan data dari Integrasi Product Quality dan Model Kano diperoleh 8 atribut yang memiliki NKP (Nilai Kepuasan Pelanggan ) lemah atau NKP (-) dimana itu berarti atribut tersebut perlu untuk ditingkatkan / diperbaiki, pada integrasi ini juga ditemukan 10 atribut dengan NKP (Nilai Kepuasan Pelanggan) kuat atau NKP (+) yang perlu untuk dipertahankan. Rekomendasi diperoleh dari hasil pengolahan data dan analisis terhadap data pelanggan serta data UKM Rizky Jaya Abadi. Rekomendasi berisikan tentang atribut kebutuhan yang diprioritaskan kepada atribut yang perlu untuk ditingkatkan / diperbaiki sebagai True Customers Need. Kata Kunci : Product Quality, Model Kano, Integrasi Product Quality dan Model Kano, True Customer Needs.
Perancangan Pengukuran Kinerja Divisi Sdm Di Pt Xyz Dengan Pendekatan Human Resource Scorecard Lulu Kurnia Agustin; Fida Nirmala Nugraha; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kinerja divisi SDM di PT XYZ saat ini dilakukan dengan cara mengukur dari penilian individu belum sampai mengukur kinerja satu divisi. Divisi SDM memiliki peran penting dalam perusahaan yaitu menerapkan budaya organisasi, mengembangkan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan. Saat ini pengukuran kinerja divisi SDM di PT XYZ yang masih memiki banyak kekurangan, sehingga dibutuhkannya penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan metode Human Resource Scorecard (HR Scorecard) yaitu metode untuk merancang dan menerapkan sistem pengukuran SDM yang menghubungkan antara pekerja, strategi perusahaan dan kinerja yang dilihat dari empat perspektif. Pengukuran kinerja PT XYZ diawali dengan cara penjabaran visi, misi dan strategi ke dalam sasasran strategis, critical success factor dan indikator keberhasilan. Setelah itu dilakukan pembobotan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengukuran kinerja ini menghasilkan 49 indikator keberhasilan yang berpengaruh terhadap kinerja SDM dan memiliki hasil akhir kinerja secara keseluruhan 3.13 dengan kriteria baik. Kata Kunci : Pengukuran kinerja, Human Resource Scorecard, Analytical Hierarchi Process (AHP)
Perumusan Strategi Pemasaran Untuk Produk Air Minum Dalam Kemasan (amdk) Pt. Syahid Global International Dengan Analisis Swot Roby Akbar Maulana; Budi Praptono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Syahid Global International adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada industri AMDK di Indonesia yang baru mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2015. Pada awalnya PT. SGI bekerja sama dengan PT. Fenishelo Suryawijaya yang memiliki merek air minum Suli 5. Pada implementasinya penjualan suli 5 tidak pernah mencapai target penjualan, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Oleh karena itu, akan dibuat perumusan strategi pemasaran PT. SGI yang tepat untuk penjualan produk AMDK milik PT. SGI dengan merek Tirta One. Penelitian menggunakan pendekatan analisis SWOT dengan mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) PT. SGI, serta mempertimbangkan faktor eksternal (peluang dan ancaman) di industri AMDK Indonesia. Metode pengumpulan data yang dilakukan antara lain kuisioner, wawancara dan observasi serta data- data lainnya yang memiliki informasi terpercaya seperti buku dan literatur, yang akan diolah dengan beberapa pendekatan analisa yaitu, analisa bauran pemasaran, rantai nilai , 5 force porter, analisa lingkungan makro. Berdasarkan hasil analisis SWOT, bahwa strategi yang sesuai bagi PT. Syahid Global International adalah strategi pemasaran yang mengedepankan perluasan perusahaan dari segi peningkatan penjualan dengan melakukan penurunan harga jual produk dan meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas seperti melakukan penetrasi pasar. Artinya perusahaan terus melakukan strategi demi meningkatkan pertumbuhan penjualan produk, aset maupun profitnya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, AMDK, Analisis SWOT
Improving Business Process In Constructing Rencana Strategi Diskoperindag Using Business Process Improvement (bpi) Method(fulfilling The Requirements Of Minister Of Home Affair Regulation Number 54 Of 2010 And Iso 9001:2008 Clause 7.3) Romyah Bighoiri Romy; Sri Widaningrum; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract DISKOPERINDAG of Bandung Regency has a role in preparing the development planning documents; one of them is Renstra (Rencana Strategi). In existing condition, DISKOPERINDAG Renstra has compatibility issue with The Minister of Home Affair Regulation Number 54 of 2010. This research is aimed to improve the business process of constructing Renstra DISKOPERINDAG based on The Minister of Home Affair Regulation Number 54 of 2010 and the ISO 9001:2008 Clause 7.3, to ensure the Renstra to be able to meet customer’s expectation. This research was using BPI method to improve the business process of constructing Renstra. The improvement was started by performing activity analysis. The result of activity analysis shows that there are 14 RVA activities, 13 BVA activities and 0 NVA. Streamlining was performed to increase efficiency of the process. RACI matrix was used to determine the process owner of each activities. There are 5 activities in existing business process and 22 activities in the proposed business process. The proposed business process was trafered onto the SOP to facilitate a consistent conformance and to ensure a well-documented process. The result of this research is 1 SOP of Renstra Construction and 7 work instructions to support the SOP. Keyword: Renstra, ISO, BPI, RACI, SOP
Perancangan Sistem Manajemen Kinerja Di Ukm Xyz Dengan Menggunakan Metode Integrated Performance Measurement Systems (Ipms) Hizgion Dofesto Alsimanjuntak; Christanto Triwibisono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM XYZ merupakan UKM yang bergerak dibidang konveksi. Hasil yang diproduksi oleh UKM XYZ merupakan tas dan baju. Namun, UMKM ini memiliki kendala dalam terus meningkatkan performa produksinya. Manajemen kinerja yang berfokus pada finansial menjadi penyebab dari kinerja yang tidak baik, dikarenakan manajemen kinerja yang dilakukan pihak pengelola tidak komprehensif dan tidak memperhatikan stakeholder yang memiliki kontribusi terhadap UKM ini. Metode IPMS membagi organisasi dalam 4 level, yaitu Bisnis Induk, Bisnis Unit, Proses Bisnis, dan Aktivitas. Dari 4 level tersebut akan ditentukan stakeholder yang memiliki hubungan dengan organisasi tersebut. Proses selanjutnya adalah penulis akan merangkai stakeholder requirement, stakeholder objectives, dan hasil terakhir adalah KPI yang berfungsi bagi organisasi untuk mengontrol kinerja yang dimiliki organisasi. KPI yang telah didapat selanjutnya akan dilakukan implementasi, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan dari hasil manajemen kinerja dengan manajemen kinerja menggunakan metode IPMS. Berdasarkan hasil yang didapat adalah manajemen kinerja eksisting yang hanya memperhatikan finansial memiliki nilai pencapaian omset yang cukup baik. Namun demikian dibandingkan dengan hasil nilai pencapaian dengan menggunakan metode IPMS yang memiliki beberapa perspektif penilaian menunjukkan hasil yang lebih baik, hal ini dikarenakan metode IPMS dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami UKM seperti target produksi yang tidak tercapai, tingkat keterlambatan serta ketidakhadiran pegawai. Kata kunci: UKM, IPMS (Integrated Performance Measurement System), KPI (Key Performance Indicator) Abstract XYZ SME is an organization that makes garment products. XYZ’s product are bag and clothes. XYZ have a problem in improve the performance. Performance management that is focused on finance become the bad effect of bad performance, it’s all because performance management that did by owner not comprehensive and not concern with stakeholder that has a contribution with the SME. IPMS divided organization in 4 level, the business, business unit, business process, and activities. After that, the stakeholder for all level will determined. The next procedure is arrange the stakeholder requirement, the stakeholder objectives, and the last one is KPI that has a function to control the organization performance. The implementation has a goal, that is to compare the result of existing performance management with performance management that use IPMS method. Acoording to the result, an existing performance management that focus only to financial perspectives has a good result at achiving a turnover. But, compared with achievement result that come from the IPMS method that has few scoring perspectives has a better result. It because IPMS method can solve some of SME problems, like production target that not achived, rate of late, and also rate of absence. Keywords: SME, IPMS (Integrated Performance Measurement System), KPI (Key Performance Indicator)
Design Of Procedure To Fulfill Prime 3 Certification Using Clear Method For Land Preparation And Plant Protection Process In Abo Farm Small Medium Enterprise Juli Trisna Aisyah Sinaga; Yati Rohayati; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABOFARM is one of SME that applies pesticide application and cultivation with wise. This SME want to get Prime 3 Certification but have limited information, record, and procedure to fulfill the requirement. Therefore, the research is carrying out to formulate the design of procedure that are effective, efficient, and implement by ABO FARM SME in Ciwidey. This SME want to get Prime 3 Certification to enter modern market. Therefore, the research uses CLEAR Method  to  map  the  business  process  in  ABO  FARM  SME.  Method  to  collects  data  are  in-depth  interview  and observation. In addition, the research is also uses data from books literature, scientific publications, magazine published by the government, and website that have reliable information. From this research, provide results and evaluate of existing conditions that exist in ABO FARM SME. There are two processes must be evaluated to fulfill the requirements in Prima 3 Certification. Then provide the design of procedure utilizing results of business processes mapping. There are two procedures designed in this research. The contents from this procedure include of benefit, definition, reference, process description, performance measurement, record, and related document. Keywords: Design of Procedure, CLEAR Method, Prime 3 Certification.
Penentuan Prioritas Kriteria Pemilihan Kandidat Rektor Pada Perguruan Tinggi Swasta X Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (ahp) Nadira Cahya Utami Rusli; Budi Sulistyo; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini PTS X akan melaksanakan pemilihan rektor yang baru pada tahun 2019, hal ini menjadi kali kedua pemilihan rektor yang dilakukan untuk PTS X. Dalam proses rekrutmen dan pemilihan rektor yang dibutuhkan untuk membuat keputusan. rektor di PTS X. PTS X telah memiliki kriteria untuk menjadi rektor di dalam statuta, tetapi juga untuk tahun pertama 2013 yang kemudian diterbuskan ditahun 2019 nantinya. Kriteria pada statuta tersebut juga belum diketahui tingkat prioritasnya. Kriteria yang telah ada akan dibandingkan dengan persyaratan untuk menemukan yang dapat menghasilkan visi dan misi dari PTS X. Penentuan kriteria akan dilakukan dengan menggunakan ahli yang berpengalaman dan juga merupakan anggota senat PTS X. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kriteria yang dibutuhkan dari jabatan pada PTS X dan (2) Menentukan bobot harga pada setiap keputusan di PTS X berdasarkan kriteria yang memiliki bobot tertinggi. Data penelitian yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur, hasil penelitian sebelumnya, dan lain-lain yang sesuai dengan topik ini. Pengolahan data yang digunakan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan nilai dari faktor, aktor, tujuan, dan alternatif. Berdasarkan hasil pengolahan data, yaitu, yang baik (0.1748), profesional (0.1453), visioner (0.1264), berpengalaman dalam manajerial (0.1259), berwawasan luas (0.867), berintegritas (0.858). ) dan memiliki jiwa kewirausahaan (0,271). Kriteria-istilah inilah yang diperlukan dalam proses di PTS X. Kata kunci: AHP, Rektor, Kriteria, Bobot Abstract At this time PTS X will carry out the new Chancellor election in 2019, this is the second time the Chancellor election is held for PTS X. In the recruitment process and the selection of chancellors needed to make decisions. chancellor at PTS X. PTS X has the criteria to become chancellor in the statute, but also for the first year of 2013 which will be later released in 2019. The criteria in the statute are not yet known the priority level. Existing criteria will be compared with the requirements to find that can produce the vision and mission of PTS X. The criteria will be determined using experienced experts and are also members of the PTS X senate. The objectives of this research are 1) Identifying the criteria required of the position on PTS X and (2) Determine the weight of each decision on PTS X based on the criteria that have the highest weight. The research data collected consists of primary and secondary data. Secondary data is obtained from various literatures, the results of previous studies, and others that are in accordance with this topic. Data processing used is Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine the value of factors, actors, goals, and alternatives. Based on the results of data processing, namely, the good (0.1748), professional (0.1453), visionary (0.1264), experienced in managerial (0.1259), broad-minded (0.867), integrity (0.858). ) and have an entrepreneurial spirit (0.271). These criteria are needed in the process at PTS X. Keywords: AHP, Chancellor, Criteria, Weight
Designing Performance Measurement Instrument With Balance Scorecard Framework And Ahp Method (case Study At Pt. Bina Karya Persero) Riandi Aditia Darmayana; Budi Sulistyo; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: PT Bina Karya Persero is a company's State-Owned Enterprise (SOE) engaged in the field of multidisciplinary engineering and consultancy management. The company currently has implemented “Kriteria Penilaian Kinerja Unggul” (KPKU) to measure their performance that tends to be too general and not necessarily in line with the company’s goals. KPKU based on this measurement, the financial performance of the company experienced a fluctuation financial target have not been achieved. Therefore, this study aimed to design a performance measurement system using BSC method focusing on Financial Perspective, Customer Perspective, Internal Business Process Perspective, and Learning and Growth Perspective. The result showed that there are nine strategies, 13 strategic objectives, and 19 Key Performance Indicators (KPI). After implementing the weight for each BSC’s criteria, the Financial Perspectives made 30% of all criteria. Meanwhile the weight of the Customer Perspective is 21%, the weight of Internal Business Process Perspective is 29% and the weight of Learning and Growth Perspective is 20%. The BSC designed in this study should be implemented in the following year to improve the company’s performances. Keywords: Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicator, State-owned enterprises (SOEs), Analytical Hierarchy Process (AHP) Keywords: Balanced Scorecard, Performance, SWOT, Strategy Map, KPI, AHP
Rancangan Jumlah Kebutuhan Pegawai Logistik Di Pt. Xyz Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja Menggunakan Metode Work Sampling Dan Nasa-tlx Muhammad Fadli Auliyufliha; Atya Nur Aisha; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – PT. XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan obat dan alat kesehatan atau disebut Pedagang Besar Farmasi (PBF). Selama sembilan bulan pertama tahun 2018, bagian divisi logistik tidak berhasil memenuhi target pesanan obat dan alat kesehatan yang sesuai jadwal secara tepat yang sebabkan karena beban kerja pegawai divisi logistik yang terlalu berat yang disebabkan karena kurangnya jumlah pegawai petugas gudang, sehingga menyebabkan kelalaian dan kelelahan para pegawai. Analisis beban kerja dan kebutuhan pegawai diperlukan untuk memastikan pendistribusian obat berjalan dengan baik. Analisis kebutuhan pegawai dilakukan dengan metode work sampling dan NASA-TLX. Hasil dari analisis beban kerja menunjukkan bahwa urutan beban kerja paling ringan ke yang paling berat melalui metode work sampling adalah Administrasi Gudang (64.85% - underload) – Kepala Seksi Logistik (71.00% - underload) – Petugas Gudang (78.86% - overload) – Kepala Gudang (78.96% - overload). Sedangkan dengan metode NASA-TLX adalah Administrasi Logistik (58.33 – tinggi) – Kepala Seksi Logistik (61.67 – tinggi) – Kepala Gudang (68.33 – tinggi) – Petugas Gudang (75.00 – tinggi). Berdasarkan beban kerja yang diukur, perusahaan membutuhkan enam orang pegawai untuk divisi logistik. Jumlah tersebut lebih satu pegawai dari kondisi eksisting perusahaan yang memiliki lima orang pegawai. Kata kunci: beban kerja, work sampling, NASA-TLX, kebutuhan pegawai Abstract - PT. XYZ is a company engaged in the trade of drugs and medical devices. During the first nine months of 2018, the logistics division did not succeed in meeting the targets for the order of drugs and medical devices that were on the right schedule due to the heavy workload of the logistics division staff due to the lack of staff in the warehouse, causing negligence and fatigue of the employees. Analysis of workload and employee needs is needed to ensure the distribution of drugs is going well. Analysis of employee requirements was carried out by the work sampling method and NASA-TLX. The results of the workload analysis indicate that the order of the lightest workload to the most severe through the work sampling method is Warehouse Administration (64.85% - underload) - Head of Logistics Section (71.00% - underload) - Warehouse Officer (78.86% - overload) - Head Warehouse (78.96% - overload). Whereas the NASA-TLX method is Logistics Administration (58.33 - high) - Logistics Section Head (61.67 - high) - Warehouse Head (68.33 - high) - Warehouse Officer (75.00 - high). Based on the measured workload, the company requires six employees for the logistics division. The number is more than one employee from the existing condition of the company that has five employees. Keywords: workload, work sampling, NASA-TLX, manpower need
Perancangan Beban Kerja Operator Sewing Di Pt Lgi Menggunakan Metode Work Sampling Dan Nasa-tlx Raisa Nurfadila; Atya Nur Aisha; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Leading Garment Industries (LGI) merupakan perusahaan manufaktur di Indonesia yang bergerak dalam bidang pembuatan pakaian jadi dalam skala besar. Tingginya permintaan produksi pada PT LGI membuat perusahaan harus merencanakan jadwal dan target produksi setiap hari. Namun, Target yang ditetapkan perusahaan kepada operator sewing terlalu tinggi, tetapi operator belum mampu menyeimbangkan kemampuan yang dimiliki. Dikarenakan, pekerjaan yang diberikan kepada setiap operator sewing memiliki kompleksitas yang berbeda, dari rendah, sedang, hingga tinggi sehingga, output yang didapatkan oleh tiap operator sewing bervariasi. Selain itu, tidak ada standar pekerja untuk operator sewing. Analisis beban kerja digunakan agar operator sewing memiliki beban kerja yang merata. Metode yang digunakan pada analisis beban kerja adalah work sampling dan NASA-TLX. Dalam mengkombinasikan kedua metode tersebut diharapkan secara bersamaan mendapatkan hasil objektif dan subjektif. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja terhadap 27 operator sewing dalam tiga line menyatakan bahwa beban kerja tinggi terdapat pada line1 kategori kompleksitas tinggi dan line3 kategori kompleksitas tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beban kerja tinggi adalah pekerjaan yang memiliki kompleksitas tinggi. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengoptimalkan beban kerja operator sewing yaitu penyusunan kriteria operator sewing yang spesifik berdasarkan faktor penyesuaian pada Westing House dan menenetukan treatment agar mendukung operator menjadi tenaga kerja yang ahli. Kata Kunci : Kategori Kompleksitas, Beban Kerja, Work sampling, NASA-TLX, Penyusunan Kriteria Operator
Co-Authors ., Yassierli Adhijaksa, Nanda Fachry Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra, Alan Arif Alfian Kusuma Aji Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida, Annisaa Ari Hendriyanto Aulia F. Hadining Aulia F. Hadining, Aulia F. Azi Ginanjar Nugraha Budi Praptono Budiarto, Sulistyo Chandra Alamsyah Chanita , Olivia Akma Christanto Triwibisono Devi Pratami Devia Resty Putri Dewi Larasati Dian Ayu Septina Dinni Rifani Dita Ayu Wandira Dwi Wahyuni Edwina Edwina Eko Faiqurridho Endang Chumaidiyah Erif Rifki Rediana Fakhrurrozi Fakhrurrozi Febrilyn, Rebeca Anika Fida Nirmala Nugraha Gandawijaya, Indra Gavrila, Tobey Ghea Okta Audina Hizgion Dofesto Alsimanjuntak Ilham Reza Prasetyo Iman Sudirman Iman Sudirman Inayatullah, Adinda Aulia Indah Kusuma M Noor Intan Permatasari Iskandar, Taufan Fadhilah Joe Monang Juli Trisna Aisyah Sinaga Lestari, Ni Made Ayu Aghata Widya Litasari W Suwarsono Litasari W. Suwarsono Litasari Widyastuti Litasari Widyastuti Litasari Widyastuti Suwarsono Litasari Widyastuti, Litasari Lulu Kurnia Agustin Maharani , Azka Marina Yustiana Lubis Mohamad Bangun Monang, Joe Monang, Joe Muhammad Fadli Auliyufliha Muhammad Ilham Maulana Muhammad Rizki Apriliansyah Nabila Vidya Ariani Nadira Cahya Utami Rusli Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Novita Permata Sari Nugraha, Azi Ginanjar Nursyahbani, Annisa Pamoedji Hardjomidjojo, Pamoedji Permatasari, Tiara Dewi Pramesti Intan Meuthia Prantia Amanda Prasetyo, Ilham Reza Pratami , Devi Rachmat, Mochamad Daffa Praditia Raden Roro Asri Ismaya Putri Raisa Nurfadila Riandi Aditia Darmayana Roby Akbar Maulana Romyah Bighoiri Romy Rr. Asri Ismaya Putri Rr. Asri Ismaya Putri, Rr. Asri Ismaya Ruri Yandilasari Sanjaya, Manasye Surya Sari Wulandari Silvi Rushanti Widodo Siswanto, Joko Siti Hadijah Sjaruddin, Ade Sri Widaningrum Sri Yuni Oktarina Suci Rachma Sari Sudirman, Iman Suprana, Zidan Akhsan Titi Melinda Widodo, Silvi Rushanti Wodhantyo Prabhasworo Yassierli Yassierli Yassierli Yassierli Yassierli Yassierli, Yassierli Yati Rohayati Yati Rohayati, Yati Yesica Berliana Chrismadora Yona Rizkita Cindo Yussi Perdana Saputera Zahroh Oliviany Fadilah Thomas Zalina Fatima Azzahra