Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Inspeksi Alat Pemadam Api Ringan dalam Upaya Mengidentifikasi Potensi Bahaya Yulistiyana, Laili Nurjannah; Herawati, Cucu; iklimah, putri; kristanti, iin; Arofah, Nur; Mutiah, Dewi; Taswidi, Didi
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v6i2.16728

Abstract

INSPECTION OF LIGHT FIRE EXTINGUISHERS IN AN EFFORT TO IDENTIFY POTENTIAL HAZARDS. Humans, environmental conditions, and management can cause fires. Fire is an uncontrolled fire, meaning it is beyond human control. APAR is a light fire extinguisher used to extinguish or control fires. Providing an APAR (very effective Light Fire Extinguisher) installation is one way to prevent and control fires. The purpose of this community service activity is to inspect light fire extinguishers in an effort to identify potential hazards. The methods used are Observation, interviews, and documentation studies. The APAR inspection activity was carried out on March 1-16, 2023, attended by SHE Department staff and the Fire Fighting Team. The priority problems obtained were to review the Job Safety Analysis (JSA) regarding the 2015 Safety Inspection and refresh the delivery of the JSA to the fire fighting team.
SCOPING REVIEW: PENGARUH ANEMIA KEHAMILAN TERHADAP DEPRESI PASCA PERSALINAN Khotimah, Husnul; Khasanah, Yosi Yusrotul; Arofah, Nur; Basrowi, Ray Wagiu; Nafilata, Ikrimah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43266

Abstract

Depresi pascapersalinan adalah gangguan suasana hati yang umum terjadi setelah melahirkan, ditandai dengan gejala seperti kecemasan, insomnia, dan perubahan berat badan, yang mempengaruhi sekitar 10–15% ibu di dunia dan berkontribusi signifikan terhadap beban penyakit global. Depresi pascapersalinan dapat dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis, termasuk anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh anemia kehamilan terhadap depresi pascapersalinan. Tinjauan cakupan ini dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan kerangka kerja PICOS untuk mengidentifikasi studi yang relevan mengenai anemia pada ibu hamil dan depresi pascapersalinan. Artikel diperoleh dari basis data PubMed dan Scopus, kemudian disaring secara ketat menggunakan perangkat lunak referensi untuk menghindari duplikasi dan memastikan kesesuaian dengan kriteria inklusi. Dari 112 artikel yang ditemukan, 14 studi akhir dipilih setelah proses penyaringan yang ketat berdasarkan relevansi, desain studi, dan populasi yang sesuai. Hasil telaah terhadap 14 artikel menunjukkan bahwa anemia kehamilan berkontribusi terhadap depresi pascapersalinan. Anemia selama kehamilan dan pascapersalinan dapat meningkatkan risiko depresi pascapersalinan melalui mekanisme perubahan neurotransmitter, stres oksidatif, hormon tiroid, serta sitokin inflamasi. Selain itu, kelelahan akibat anemia juga berkontribusi terhadap penurunan energi dan aktivitas, yang dapat memperburuk gejala depresi. Meskipun beberapa studi juga menemukan faktor lain seperti gizi, usia ibu, paritas, dan dukungan sosial sebagai penyebab tambahan. Pencegahan anemia selama kehamilan sangat penting untuk mengurangi risiko depresi pascapersalinan. Dapat disimpulkan bahwa anemia selama kehamilan berkontribusi terhadap depresi pascapersalinan, sehingga pencegahannya dengan suplementasi zat besi dan asam folat sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
Hubungan Pencahayaan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Area Packing Tunnel Tahun 2023 Yulistiyana, Laili Nurjannah; Dani, Awis Hamid; Maulana, Rangga; Arofah, Nur
Multidiscience : Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 2 (2024): June
Publisher : CV. Strata Persada Academia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59631/multidiscience.v1i2.223

Abstract

Kelelahan kerja, yang sering disebabkan oleh pencahayaan yang tidak memadai, merupakan faktor utama kecelakaan kerja. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini meneliti hubungan antara pencahayaan dan kelelahan kerja pada pekerja di area Packing Tunnel PT Suri Tani Pemuka Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling dari 30 pekerja. Data tentang tingkat kelelahan kerja dan intensitas pencahayaan dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa 83% area kerja memiliki pencahayaan di bawah standar (<200 lux), dan 63% pekerja mengalami kelelahan kerja tinggi. Terdapat korelasi signifikan antara pencahayaan yang tidak memadai dan tingkat kelelahan kerja yang tinggi (p-value = 0,000). Semua pekerja di area dengan pencahayaan tidak memadai mengalami kelelahan tinggi, sedangkan pekerja di area dengan pencahayaan sesuai standar mengalami kelelahan ringan. Rekomendasi penelitian ini termasuk meningkatkan pencahayaan dengan pemasangan lampu tambahan dan penggunaan lampu LED dengan spektrum cahaya alami. Perusahaan juga dianjurkan melakukan pemeliharaan rutin sistem pencahayaan, menata ulang area kerja, dan menggunakan warna terang untuk dinding. Selain itu, penting untuk mengimplementasikan program pengurangan kelelahan, pemeriksaan kesehatan berkala, pelatihan tentang pencahayaan, serta edukasi kesehatan mata.
Kenali Diri pada Fase Adolescence dan Optimalkan Potensial pada Dunia Pendidikan Arofah, Nur; Khoirunnisa’il Fitriyah
At-Ta’dib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 02 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/attadib.v1i02.222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya pengenalan diri pada remaja awal tingkat SMP dan bagaimana hal ini dapat mengoptimalkan potensi mereka dalam dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 30 siswa dari tiga sekolah menengah pertama di Sidoarjo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pemahaman yang baik tentang diri mereka cenderung lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan kelas dan ekstrakurikuler. Selain itu, dukungan dari guru dan orang tua terbukti berkontribusi signifikan terhadap pengembangan potensi siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, yang pada gilirannya mendorong pencapaian akademik yang lebih baik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan yang lebih efektif dalam mengenali dan mengoptimalkan potensi remaja.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Asfiksia Neonatus: Studi Kasus Kontrol di RSUD Kabupaten Serang, Banten, Indonesia Khotimah, Husnul; Khasanah, Yosi Yusrotul; Arofah, Nur
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asphyxia in newborns is a common and serious cause of neonatal morbidity and mortality nationally and internationally. Risk factors for asphyxia can be seen from maternal and infant factors. The purpose of this study was to determine the risk factors in mothers and infants and to analyze which factors have the most influence on asphyxia. This study is a quantitative analytical study with a case-control approach. The number of case samples was 53 infants who experienced asphyxia and 53 control (1:1) infants so that the total sample was 106 infants. The variables studied were parity, Low Birth Weight (LBW), preeclampsia, and Premature Rupture of Membranes (PROM). Bivariate data analysis used chi square and multivariate data analysis used multiple logistic regression. The association value measured was the adjusted odds ratio (AOR), where AOR> 1 was interpreted as a risk. An increased risk was found in parity 1 and > 4 (AOR 3.824; 95% CI 1.220-11.994), LBW (AOR 11.726; 95% CI 3.282-41.898), preeclampsia (AOR 24.498; 95% CI 5.604-107.098), and PROM (AOR 18.821; 95% CI 4.377-80.928) with neonatal asphyxia. The dominant factor influencing neonatal asphyxia was preeclampsia with a value of 24.498 (AOR 24.498; 95%CI; 5.604-107.098), meaning that infants with a history of maternal preeclampsia had a 24 times greater chance of experiencing neonatal asphyxia compared to those without preeclampsia. There is an urgent need to develop strategies for early identification and management of birth asphyxia involving beneficiaries, health professionals and policy makers. Health workers should be trained to perform emergency obstetric care especially management of preeclampsia, LBW, PROM.