Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peran Bidan Dalam Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Berdasarkan Permenkes 1464/Menkes/Per/X/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan (Studi Kasus Di Kota Semarang) Siti Nur Umariyah Febriyanti; Endang Wahyati Yustina; Hartanto Hardjono
SOEPRA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.031 KB) | DOI: 10.24167/shk.v1i1.1289

Abstract

Masalah kependudukan dan kesehatan merupakan masalah yang dialami Indonesia. Beberapa wilayah Indonesia termasuk Provinsi Jawa Tengah belum mencapai target Total Fertility Rate (TFR) dan UnMeet Need (UMN) yang diharapkan. Begitu pula di Kota Semarang yaitu angka UMN dan Drop Out (DO) KB masih tinggi. Oleh karena itu peran bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan sangat besar dalam program KB.  Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier dan studi lapangan. Metode analisa data secara kualitatif.Peran bidan dalam Program KB didasarkan Permenkes 1464/Menkes/Per/X/2010 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan. Bidan berwenang memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. Peran yang dilakukan bidan dalam program KB meliputi peran wajib/imperatif dan peran tidak wajib/fakultatif. Peran bidan dalam pelaksanaan program KB di Kota Semarang sudah dilakukan berdasarkan kewenangan
Kesehatan Reproduksi WUS berbasis Vaginal Practice di Kota Semarang Rose Nurhudhariani; Siti Nur Umariyah Febriyanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.568 KB)

Abstract

Fenomena masalah keputihan, vagina bau, tidak keset membuatbeberapa penyedia perawatan vagina seperti salon dan klinik dokterspesialis kebidanan dan kandungan menawarkan perawatan untukmengatasi masalah tersebut. Perawatan yang sering ditawarkanadalah Ratus V (Salon) atau menggunakan Ozone (Klinik). Belumdiketahui keamanan ratus v untuk kesehatan reproduksi. Penelitian inibertujuan untuk mengeksplorasi manfaat, dampak, metode yangdilakukan, dukungan suami dalam vaginal practice dan vaginalpractice dalam kajian kesehatan reproduksi. Metode Penelitiankualitatif, wawancara mendalam, observasi perilaku saat wawancara,studi dokumentasi yang dilakukan kepada WUS yang telah mengikutiperawatan vagina di kota Semarang. Pengambilan sampel purposivesampling, didapatkan 5 (lima) informan utama, 6 (enam) informanpendukung (triangulasi) terdiri dari suami, pemilik salon, terapis salon,dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Analisis data menggunakancontent analysis. Hasil penelitian perawatan vagina/vaginal practiceberupa Ratus V dilakukan oleh WUS karena merasa lebih kesat, bersihwangi dan mengurangi keputihan. Vaginal practice menurut expertjudgement dokter spesialis kebidanan dan kandungan tidakdirekomendasikan dilakukan oleh tenaga non kesehatan karenaperawatan organ vagina harus berdasarkan indikasi dan kaidahkesehatan reproduksi yang benar, sehingga hasil yang diharapkandapat meningkatkan kesehatan reproduksi wanita. Perawatan vaginamenggunakan ozon merupakan O2 aktif mematikan bakteri (O2 murni)maka ozon tidak boleh diberikan secara berlebihan. Hasil pemeriksaanbakteriologi dan kimia bahan ratus vagina didapatkan mengandungbakteri dan jamur dengan melihat hasil ALT dan AKK menunjukkanangka yang lebih tinggi dari batas normal, memiliki kadar timbal0,784 Mg/kg dan kadmium sebesar 0,009 Mg/kg. Salah satu bahanratus mempunyai pH sebesar 5 yang lebih tinggi dari pH vagina <4,5.Bahan yang terkandung dalam bahan ratus tidak aman dipakai karenamengandung bakteri, jamur, pH melebihi batas normal, mengandungtimbal, kadmium yang bisa menjadi pemicu kanker.
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA SETELAH MENGKONSUMSI NUGGET IKAN TERI Siti Nur Umariyah Febriyanti; Nadia Nurfa’ida; Achmad Syaifudin
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i2.3623

Abstract

 AbstrakLatar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah yang mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Cara untuk mengatasi dan mencegah anemia pada ibu hamil dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Kandungan zat besi yang tinggi pada ikan teri dapat direkomendasikan sebagai terapi non farmakologi untuk mencegah anemia. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan efektifitas konsumsi nugget ikan teri dan tablet tambah darah terhadap kenaikan kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode penelitian : Jenis penelitian kuantitatif berupa quasy experiment dengan pretest and posttest two group design, sampel penelitian 20 ibu hamil anemia secara purposive sampling dengan Independent T-test Hasil: Ada perbedaan efektivitas mengkonsumsi nugget ikan teri dan tablet tambah darah (kelompok intervensi) dan tablet tambah darah (kelompok kontrol)  terhadap kadar hemoglobin dengan nilai p value sebesar 0,00 0,05.  Kesimpulan: Kelompok intervensi nugget ikan teri dan tablet tambah darah lebih efektif menaikkan kadar Hb ibu hamil dibanding kelompok kontrol yang hanya mengkonsumsi tablet tambah darah.Kata kunci: anemia, ibu hamil, ikan teri, kadar Hb  CONSUMPTION OF ANCHOVY NUGGETS TO INCREASE HEMOGLOBIN LEVELS OF PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA ABSTRACT Background: Anemia in pregnancy is a problem because it reflects the value of the socio-economic welfare of the community and affects the quality of human resources. Anemia in pregnant women can increase the risk of premature birth, maternal and child mortality, and infectious diseases. Ways to overcome and prevent anemia in pregnant women with pharmacological and non-pharmacological therapy. The high iron content in anchovies can be recommended as a non-pharmacological therapy to prevent anemia. Research Objectives: To determine whether there is an effect of consumption of anchovy nuggets on the increase in hemoglobin (Hb) levels of pregnant women with anemia at Karangdoro Health Center Semarang City. Methods: This type of quantitative research is a quasi-experimental research with a pretest and posttest two group design, the research sample is 20 anemic pregnant women, taken by purposive sampling with  Independent T-test Results: There is a difference in the effectiveness of consuming anchovy nuggets and blood-added tablets (intervention group) and blood-added tablets (control group) on hemoglobin levels with an -value of 0 ,00 0.05. Conclusion: The anchovy nugget intervention and blood-added tablets group was more effective in increasing the hemoglobin of pregnant women than the control group who only consumed blood-added tablets.Keywords: anemia, pregnant women, anchovy, Hb levels                                          
STUDI FENOMENOLOGI PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TENTANG PERAWATAN VAGINA Siti Nur Umariyah Febriyanti; Rahayu Endang Palupi Natalia
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i2.1291

Abstract

Perawatan vagina adalah istilah yang mencakup berbagai perilaku yang dilakukan untuk berbagai motif, dengan melakukan beberapa tindakan pada pada labia, klitoris, vagina atau daerah vaginal. Alasan besar wanita melakukan perawatan vagina yaitu untuk meningkatkan hubungan seksual, vagina rapet dan keset. Di Indonesia peningkatan jumlah salon penyedia layanan perawatan vagina meningkat. Sebagian besar persepsi wanita tentang perawatan vagina masih keliru, sehingga perlu dilakukan penelitian yang mendalam tentang persepsi wanita terhadap perawatan vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi wanita usia subur tentang perawatan vagina di Salon” L” Pemalang. Desain penelitian yang digunakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian ini adalah Wanita Usia Subur usia 28-35 tahun, sudah menikah, dan pernah melakukan perawatan vagina minimal 3 kali. Menentukan jumlah populasi dengan saturasi data. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan panduan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman Wanita Usia Subur tentang pengertian perawatan vagina, jenis-jenis perawatan, waktu pelaksanaan perawatan vagina, manfaat perawatan vagina dan alasan wanita melakukan perawatan vagina masih keliru. Disarankan kepada wanita usia subur lebih memahami tentang perawatan vagina untuk sehari-hari dan cara melakukan personal hygiene yang baik.Kata-kata kunci : Perawatan Vagina; Persepsi Wanita Usia Subur
BIDAN DI ERA UU RI NO 17 TAHUN 2023 Putri Wardhani; Siti Nur Umariyah Febriyanti; Sutrisno; Widya Kusuma Ningsih
Smart Law Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v3i1.17

Abstract

The increasing public health status in Indonesia cannot be separated from the role of competent health workers Healthworkers are the government's extended arm to oversee a healthy community in accordance with the National Medium-Term Development Plan 2014-2019. Maternity care is an integral part of health care, aimed at realizing family welfare in order to achieve a quality family. Undang-Undang No 17 of 2023 concerning health, which is the latest, contains several new rules for health workers. In this law, midwives are referred to as healthcare workers With the issuance of this latest law, health services in Indonesia will automatically refer to this law, and several previous laws will become invalid or adjusted The issue to be examined is, what is the role of midwives in this latest health law era? The method used is qualitative descriptive, observation by conducting open interviews with a list of questions, comparing the results in the field with government regulations related to midwifery services The analysis used is narrative analysis built inductively from general to specific. The regulation related to healthcare workers, especially midwives, has not been specifically regulated in this law Midwives are categorized as healthcare workers who carry out health efforts in accordance with their authority A significant change in this latest law is the implementation of a lifelong professional license (STR) which previously only applied every 5 years and must be extended. This is what makes the pros and cons among professional organizations considering the science that must always be updated.
EFEKTIFITAS MEDIASI DI LUAR PENGADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGEKETA Siti Nur Umariyah Febriyanti; Widya Kusuma Ningasih
Smart Law Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v2i2.29

Abstract

Mediation is an alternative dispute resolution that can be chosen by both parties by involving a mediator as a neutral third party to assist in resolving disputes. The purpose of this research was to determine the effectiveness of out of court mediation in resolving medical disputes. This study uses a normative juridical method with analytical descriptive characteristics and uses qualitative data. Mediation is the most appropriate alternative to dispute resolution in civil cases because mediation process outside the court benefits both parties according to the agreement and runs peacefully.
TINJAUAN KONSEP MALPRAKTIK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN Siti Nur Umariyah Febriyanti
Smart Law Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v2i1.79

Abstract

Maraknya gugatan atau tuntutan malpraktik yang ditujukan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan merupakan salah satu dampak dari ketidaksepahaman persepsi tentang malpraktik yang dipahami masyarakat dan semakin tingginya kesadaran hukum masyarakat terkait hak pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas konsep hukum kasus malpraktik dalam pelayanan kebidanan. Metode penelitian berupa metode yuridis normatif kategori deskriptif analitis kualitatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, studi dokumentasi dan kepustakaan serta pendekatan kasus. Masalah yang kadang terjadi yaitu seperti gugatan pasien kepada bidan yang dituduh tidak memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien dan membeda-bedakan pasien dalam memberikan pelayanan kebidanan, hal tersebut terjadi karena konsep malpraktik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep malpraktik yang benar oleh masyarakat dan tenaga kesehatan khususnya bidan sehingga dapat melakukan hak dan kewajiban masing-masing untuk menghindari kasus malpraktik.
KAJIAN HUKUM REKAM MEDIS SEBAGAI ALAT BUKTI MALPRAKTIK KESEHATAN : LEGAL REVIEW OF MEDICAL RECORDS AS EVIDENCE OF HEALTH MALPRACTICE Siti Nur Umariyah Febriyanti; Anggi Aulia Sari
Smart Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v4i1.100

Abstract

ABSTRAK   Dokumen berupa informasi identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan layanan lain yang telah diberikan disebut rekam medis, dibuat menggunakan sistem elektronik yang dirancang untuk aplikasi rekam medis. Profesional kesehatan mempunyai kewajiban untuk membuat dan segera melengkapi rekam medis dengan menandatangani, mencatat nama pasien, waktu, dan detail terkait lainnya. Tenaga medis, tenaga kesehatan, dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan bertanggung jawab untuk menjaga kerahasiaan atas penyimpanan dokumen rekam medis, yang merupakan milik fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Setiap pasien berhak untuk melihat data rekam medis mereka. Fasyankes wajib melindungi kerahasiaan, ketersediaan, integritas, dan keamanan data rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis terhadap rekam medis sebagai bukti kesalahan medis. Data sekunder digunakan dengan mengumpulkan hasil investigasi dokumen dan literatur, desain penelitian berupa yuridis normatif deskriptif. Metode yang dipakai adalah analisis kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain mengumpulkan, mengkatalogisasi data sekunder dari kepustakaan, menganalisis bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder, dan tersier. Langkah terakhir adalah menyusun laporan deskriptif yang mencakup analisis dan kajian sebagai hasil dari penelitian mengenai rekam medis sebagai alat bukti malpraktik kesehatan. Kesimpulan penelitian ini adalah jika terjadi tindak pidana, termasuk malpraktik medis, rekam medis berupa RME dapat digunakan sebagai alat pembuktian.
EFEKTIFITAS MEDIASI DI LUAR PENGADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA Febriyanti, Siti Nur Umariyah; Ningasih, Widya Kusuma
Jurnal ADIL Vol 15 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v15i1.3632

Abstract

Penyelesaian perkara perdata melalui mediasi mulai banyak dipilih di Indonesia. Mediasi merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa yang sudah dikenal sejak zaman nenek moyang di Indonesia dan sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dengan melibatkan seorang mediator sebagai pihak ketiga yang netral untuk membantu dalam penyelesaian sengketa. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui tinjauan filosofis serta efektifitas mediasi di luar pengadilan dalam penyelesaian sengketa. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan memiliki sifat deskriptif analitis serta menggunakan data kualitatif. Mediasi memberikan manfaat bagi kedua belah pihak karena sesuai kesepakatan dan diterima kedua belah pihak.
Kesehatan Reproduksi WUS berbasis Vaginal Practice di Kota Semarang Nurhudhariani, Rose; Febriyanti, Siti Nur Umariyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena masalah keputihan, vagina bau, tidak keset membuatbeberapa penyedia perawatan vagina seperti salon dan klinik dokterspesialis kebidanan dan kandungan menawarkan perawatan untukmengatasi masalah tersebut. Perawatan yang sering ditawarkanadalah Ratus V (Salon) atau menggunakan Ozone (Klinik). Belumdiketahui keamanan ratus v untuk kesehatan reproduksi. Penelitian inibertujuan untuk mengeksplorasi manfaat, dampak, metode yangdilakukan, dukungan suami dalam vaginal practice dan vaginalpractice dalam kajian kesehatan reproduksi. Metode Penelitiankualitatif, wawancara mendalam, observasi perilaku saat wawancara,studi dokumentasi yang dilakukan kepada WUS yang telah mengikutiperawatan vagina di kota Semarang. Pengambilan sampel purposivesampling, didapatkan 5 (lima) informan utama, 6 (enam) informanpendukung (triangulasi) terdiri dari suami, pemilik salon, terapis salon,dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Analisis data menggunakancontent analysis. Hasil penelitian perawatan vagina/vaginal practiceberupa Ratus V dilakukan oleh WUS karena merasa lebih kesat, bersihwangi dan mengurangi keputihan. Vaginal practice menurut expertjudgement dokter spesialis kebidanan dan kandungan tidakdirekomendasikan dilakukan oleh tenaga non kesehatan karenaperawatan organ vagina harus berdasarkan indikasi dan kaidahkesehatan reproduksi yang benar, sehingga hasil yang diharapkandapat meningkatkan kesehatan reproduksi wanita. Perawatan vaginamenggunakan ozon merupakan O2 aktif mematikan bakteri (O2 murni)maka ozon tidak boleh diberikan secara berlebihan. Hasil pemeriksaanbakteriologi dan kimia bahan ratus vagina didapatkan mengandungbakteri dan jamur dengan melihat hasil ALT dan AKK menunjukkanangka yang lebih tinggi dari batas normal, memiliki kadar timbal0,784 Mg/kg dan kadmium sebesar 0,009 Mg/kg. Salah satu bahanratus mempunyai pH sebesar 5 yang lebih tinggi dari pH vagina <4,5.Bahan yang terkandung dalam bahan ratus tidak aman dipakai karenamengandung bakteri, jamur, pH melebihi batas normal, mengandungtimbal, kadmium yang bisa menjadi pemicu kanker.