Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KONSENTRASI ANAK USIA PRASEKOLAH DI KB AS SIDIQ Febriyanti, Siti Nur Umariyah; Wahyuningsih, Riska; Widiyaningsih, Widiyaningsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3217

Abstract

Abstract  Background : Learning concentration is a factor that determines a person's success whether studying in class, study groups or studying independently. The low concentration of a person in learning will cause a decrease in one's learning outcomes. There are several methods that can be used to increase concentration in children. One of them is Brain gym. Brain gym was chosen as one of the methods to increase concentration. Research Objectives : To analyze the effect of Brain Gym on the concentration of pre-school children in As-Sidiq Playgroup. Research Methods: this type of quantitative research is quasi-experimental. The research design used Pre and Posttest one group design. Total 19 respondents. The research instrument used was the Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) observation sheet. The results: The results of the statistical test using Wilcoxon (P-value = 0.000 0.05) means that there is an effect of Brain Gym (brain exercise) on concentration in children preschool age at As Sidiq Playgroup. Conclusion : Brain Gym (brain exercise) can improve concentration in preschool age children at As Sidiq Playgroup. Keywords: Preschool Children, Brain Gym, Children Concentration
EFFECTIVENESS OF BREASTFEEDING ANALGESIA AND HUGGING THERAPY ON PAIN RESPONSE DURING INFANT IMMUNIZATION Mei Lia Nindya Zulis Windyarti; Nur Azizah; Siti Nur Umariyah Febriyanti; Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/h6vp6126

Abstract

Background: The infant immunization program aims to ensure every infant receives complete basic immunization. Immunization is one of the main sources of pain and suffering that causes anxiety and trauma. Breastfeeding techniques and hugging therapy, which can be used as an alternative method to reduce pain in infants during injections (immunization). Research Objective: To determine the effectiveness of breastfeeding analgesia and hugging therapy on pain responses during infant immunization. Research Method: Quasi-experimental two-group post-test only design. The population in this study were all infants who underwent MR immunization totaling 68 infants. The sampling technique was purposive sampling with a sample size of 50 respondents. Instruments observation sheets FLACC. The analysis test used the independent t-test.Research Results: Pain response during infant immunization in the group given breastfeeding analgesia averaged 4.9. Pain response during infant immunization in the group given the hugging technique averaged 2.0. There was a difference in pain response during infant immunization between those given breastfeeding analgesia and hugging therapy with p-value = 0.007. Conclusion: hugging therapy is more effective than breastfeeding analgesia and on pain response during infant immunization
BIDAN DI ERA UU RI NO 17 TAHUN 2023 Putri Wardhani; Siti Nur Umariyah Febriyanti; Sutrisno; Widya Kusuma Ningsih
Smart Law Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing public health status in Indonesia cannot be separated from the role of competent health workers Healthworkers are the government's extended arm to oversee a healthy community in accordance with the National Medium-Term Development Plan 2014-2019. Maternity care is an integral part of health care, aimed at realizing family welfare in order to achieve a quality family. Undang-Undang No 17 of 2023 concerning health, which is the latest, contains several new rules for health workers. In this law, midwives are referred to as healthcare workers With the issuance of this latest law, health services in Indonesia will automatically refer to this law, and several previous laws will become invalid or adjusted The issue to be examined is, what is the role of midwives in this latest health law era? The method used is qualitative descriptive, observation by conducting open interviews with a list of questions, comparing the results in the field with government regulations related to midwifery services The analysis used is narrative analysis built inductively from general to specific. The regulation related to healthcare workers, especially midwives, has not been specifically regulated in this law Midwives are categorized as healthcare workers who carry out health efforts in accordance with their authority A significant change in this latest law is the implementation of a lifelong professional license (STR) which previously only applied every 5 years and must be extended. This is what makes the pros and cons among professional organizations considering the science that must always be updated.
EFEKTIFITAS MEDIASI DI LUAR PENGADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGEKETA Siti Nur Umariyah Febriyanti; Widya Kusuma Ningasih
Smart Law Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mediation is an alternative dispute resolution that can be chosen by both parties by involving a mediator as a neutral third party to assist in resolving disputes. The purpose of this research was to determine the effectiveness of out of court mediation in resolving medical disputes. This study uses a normative juridical method with analytical descriptive characteristics and uses qualitative data. Mediation is the most appropriate alternative to dispute resolution in civil cases because mediation process outside the court benefits both parties according to the agreement and runs peacefully.
TINJAUAN KONSEP MALPRAKTIK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN Siti Nur Umariyah Febriyanti
Smart Law Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya gugatan atau tuntutan malpraktik yang ditujukan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan merupakan salah satu dampak dari ketidaksepahaman persepsi tentang malpraktik yang dipahami masyarakat dan semakin tingginya kesadaran hukum masyarakat terkait hak pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas konsep hukum kasus malpraktik dalam pelayanan kebidanan. Metode penelitian berupa metode yuridis normatif kategori deskriptif analitis kualitatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, studi dokumentasi dan kepustakaan serta pendekatan kasus. Masalah yang kadang terjadi yaitu seperti gugatan pasien kepada bidan yang dituduh tidak memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien dan membeda-bedakan pasien dalam memberikan pelayanan kebidanan, hal tersebut terjadi karena konsep malpraktik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep malpraktik yang benar oleh masyarakat dan tenaga kesehatan khususnya bidan sehingga dapat melakukan hak dan kewajiban masing-masing untuk menghindari kasus malpraktik.
Urgensi Sosialisasi tentang School Bullying Febri, Siti Nur Umariyah Febriyanti; Ardianto
Info Abdi Cendekia Vol. 8 No. 2: Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v8i2.178

Abstract

Setiap anak memiliki hak untuk bertahan hidup, tumbuh kembang, berpartisipasi, terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, hak-hak sipil, dan kebebasan. Oleh karena itu, upaya diperlukan untuk memastikan bahwa hak-hak anak terpenuhi dengan baik, salah satunya adalah memastikan bahwa anak-anak bebas dari perundungan yang mungkin terjadi di sekolah. Memberikan edukasi dan sosialisasi adalah salah satu cara untuk mencegah perundungan di sekolah. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang perundungan agar mereka dapat menghindari menjadi korban perundungan di sekolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan komunitas, dan komunitas yang dimaksud terdiri dari 23 perwakilan siswa dari SMA Muhammadiyah Purwodadi. Model penyampaian materi dalam program pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, dengan dilakukannya pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman siswa sebelum dan setelah intervensi, menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif. Hasil implementasi PkM ini adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang perundungan, yang dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata pre-test dari 59,13 menjadi skor rata-rata post-test 87,48.
KAJIAN HUKUM REKAM MEDIS SEBAGAI ALAT BUKTI MALPRAKTIK KESEHATAN : LEGAL REVIEW OF MEDICAL RECORDS AS EVIDENCE OF HEALTH MALPRACTICE Siti Nur Umariyah Febriyanti; Anggi Aulia Sari
Smart Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v4i1.100

Abstract

ABSTRAK   Dokumen berupa informasi identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan layanan lain yang telah diberikan disebut rekam medis, dibuat menggunakan sistem elektronik yang dirancang untuk aplikasi rekam medis. Profesional kesehatan mempunyai kewajiban untuk membuat dan segera melengkapi rekam medis dengan menandatangani, mencatat nama pasien, waktu, dan detail terkait lainnya. Tenaga medis, tenaga kesehatan, dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan bertanggung jawab untuk menjaga kerahasiaan atas penyimpanan dokumen rekam medis, yang merupakan milik fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Setiap pasien berhak untuk melihat data rekam medis mereka. Fasyankes wajib melindungi kerahasiaan, ketersediaan, integritas, dan keamanan data rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis terhadap rekam medis sebagai bukti kesalahan medis. Data sekunder digunakan dengan mengumpulkan hasil investigasi dokumen dan literatur, desain penelitian berupa yuridis normatif deskriptif. Metode yang dipakai adalah analisis kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain mengumpulkan, mengkatalogisasi data sekunder dari kepustakaan, menganalisis bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder, dan tersier. Langkah terakhir adalah menyusun laporan deskriptif yang mencakup analisis dan kajian sebagai hasil dari penelitian mengenai rekam medis sebagai alat bukti malpraktik kesehatan. Kesimpulan penelitian ini adalah jika terjadi tindak pidana, termasuk malpraktik medis, rekam medis berupa RME dapat digunakan sebagai alat pembuktian.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN DALAM PEMBERIAN OBAT YANG SUDAH KADALUWARSA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN: PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN DALAM PEMBERIAN OBAT YANG SUDAH KADALUARSA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN Wasiul Maghfiroh; Febriyanti, Siti Nur Umariyah
Smart Law Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v5i1.140

Abstract

Pemberian obat kadaluarsa dalam pelayanan kesehatan di Indonesia menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan pasien, bahkan berpotensi membahayakan nyawa pasiennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlindungan hukum bagi pasien terkait pemberian obat kadaluarsa dalam pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum normatif yang di dalamnya mengandalkan analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan sumber hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pasien diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang secara tegas melarang peredaran obat kadaluarsa dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran yang dapat merugikan pasien. Sanksi yang dapat dikenakan kepada pihak yang terbukti lalai meliputi sanksi administratif, pidana, dan perdata. Penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya pengawasan yang ketat terhadap fasilitas kesehatan dan pengelolaan obat, terutama dalam memastikan obat yang diberikan tidak melebihi tanggal kadaluarsa dan tetap aman untuk dikonsumsi pasien. Selain itu, hak-hak pasien sebagai konsumen harus dilindungi dengan menyediakan mekanisme pengaduan yang efektif. Dalam konteks ini, tenaga medis dan tenaga kesehatan berperan penting dalam menjaga mutu obat dan keselamatan pasien. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan fasilitas kesehatan lebih giat meningkatkan pengawasan, penegakan hukum yang lebih tegas, serta edukasi kepada tenaga medisan kesehatan serta masyarakat mengenai pentingnya kesadaran terhadap obat kadaluarsa. Kesimpulannya, perlindungan hukum terhadap pasien terkait obat kadaluarsa memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak untuk memastikan keselamatan dan keadilan dalam pelayanan kesehatan.