Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Studi Isotermal Proses Biosorption Emas Menggunakan Kitosan dari Cangkang Kepiting Prasetya, Dwi Sabda Budi; Ahmadi, Ahmadi; Pangga, Dwi; Khery, Yusran
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.909

Abstract

Kesetimbangan isotermal serapan emas oleh kitosan telah dipelajari melalui eksperimen. Kitosan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan biopolymer yang dihasilkan dari cangkang kepiting. Kitosan telah diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti pertanian, biomedical, farmasi, kosmetik, lingkungan, industri makanan, industri kertas, dan tekstil. Pada penelitian ini kitosan diaplikasikan sebagai filter penyerap Au. Hal ini dilakukan karena kitosan memiliki kemampuan yang baik menyerap ion logam di dalam larutan. Ada beberapa parameter yang menentukan kapasitas serapan kitosan yaitu : derajat deasetilasi, berat molekul, ukuran partikel, dan kristanilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji biosorption Au oleh kitosan yang diproduksi dari cangkang kepiting lokal NTB pada skala laboratorium. Isotermal kesetimbangan serapan pada penelitian ini dikaji menggunakan model kesetimbangan isothermal Langmuir, Freundlich, dan Temkin dengan variasi jumlah konsentrasi awal. Hasil penelitian menunjukkan model isothermal Freundlich dan Temkin paling dominan untuk menggambarkan proses biosorption ion Au oleh kitosan local NTB. Proses biosorption yang terjadi merupakan proses multilayer pada permukaan heterogen dan proses fisika.
Respon Mahasiswa Calon Guru IPA dalam Penerapan Pembelajaran Proyek Kimia Manasikana, Oktaffi Arinna; Khery, Yusran; Nufida, Baiq Asma; Ahzan, Sukainil; Efendi, Ismail
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1127

Abstract

Peristiwa pandemi covid-19 didunia termasuk Indonesia, menyebabkan perubahan sistem pembelajaran yang signifikan, biasanya tatap muka di kelas, kegiatan praktek di laboratorium berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Pembelajaran proyek menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA adalah mata kuliah wajib dalam fakultas ilmu pendidikan yang menuntut mahasiswa dalam keaktifan dan kreatifitas menguasai materi tersebut sehingga lebih aplikatif dimanfaatkan saat kelak menjadi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan teknik pengumpulan data secara observasi dan angket. Model Pembelajaran IPA SMP pada materi kimia mempunyai karakteristik pengetahuan yang abstrak bagi siswa SMP sehingga dibutuhkan keaktifan dan kreatifitas saat mengajar. Berdasarkan hasil angket  di dapatkan hasil sebagai berikut: persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 76.8; motivasi mahasiswa terhadap mata kuliah        model pembelajaran inovatif 78.40; pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 87,6; aktifitas dan kreatifitas mahasiswa dalam pembelajaran proyek 88,7; Kesan mahasiswa terhadap pembelajaran proyek adalah 84,6. Dari hasil rerata diatas 75.0 hal ini menunjukkan pembelajaran proyek efektif diterapkan pada mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA materi kimia SMP. Responses of Prospective Science Teacher Students in the Application of Chemistry Project Learning Abstract The Covid-19 pandemic in the world, including Indonesia, has caused a significant change in the learning system, usually face-to-face in class, and practical activities in the laboratory have changed to online or network learning. Project learning uses problems as the first step in gathering and integrating new knowledge based on experience in real activities. The science innovative learning model course is a compulsory subject in the faculty of education that requires students to be active and creative in mastering the material so that it is more applicable when they become teachers. This study uses an experimental approach with data collection techniques by observation and questionnaires. Middle School Science Learning Model in chemistry material has the characteristics of abstract knowledge for junior high school students, requiring activeness and creativity when teaching. Based on the results of the questionnaire, the following results were obtained: student perceptions of innovative learning model courses 76.8; student motivation towards innovative learning model courses 78.40; student understanding of innovative learning model courses 87.6; student activity and creativity in project learning 88.7; Students' impression of project learning is 84.6. The average results above 75.0 show that project learning is effectively applied to science innovative learning model courses in junior high school chemistry.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BAGI GURU DAN SISWA SMAN 08 MATARAM Hulyadi, Hulyadi; Ahmadi, Ahmadi; Khery, Yusran; Hatimah, Husnul; Indah, Dahlia Rosma; Hendrawani, Hendrawani
Abdi Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v3i1.2346

Abstract

kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambahkan kreativitas guru dalam melihat permasalahan lingkungan disekitar sekolah. Salah satu permasalahan yang dihadapi guru di SMAN 08 Mataram aroma tidak sedap dari limbah pengolahan tahu, limbah organik dari daun-daun pepohonan yang ada disekitar sekolah dan. Limbah cair yang terbuang secara langsung keparit sekitar sekolah menimbut aroma tidak enak. Aroma ini menyebabkan siswa terganggu dalam melakukan proses kegiatan belajar. Dibutuhkan teknologi untuk mengatasi masalah tersebut. Pengolahan limbah menjedi pupuk organik cair menjedi salah satu solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Pembuatan pupuk organik membutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik menjadi mineral yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Metode kegiatan berupa pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembautan starter dari limbah buah dan bahan organik yang kaya dengan mineral yang ada dilingkungan sekitar sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi guru dan siswa menunjukkan antusias yang besar terbukti semua siswa mengikuti kegiatan sampe selesai. Banyaknya pertanyaan dari guru dan siswa bagaimana aplikasinya lebih lanjutnya terhadap tanaman juga merupakan bukti ketertarikan guru dan siswa untuk mengaplikasikan pupuk yang akan dibuat. Guru dan siswa berharap kegitan ini bisa dilanjutkan proses pengabdian ini bisa diintegrasikan dalam pembelajaran IPA untuk mengsilkan proses pembelajaran yang lebih bermakna.
Ethnoscience Learning Ideas Oriented to Outcome Base Education (OBE) to Foster Entrepreneurial Competency Khery, Yusran; Hakim, Aliefman; Rokhmat, Joni; Sukarso, AA
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 12, No 6 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i6.14241

Abstract

This study recommends OBE-oriented ethnoscience learning to foster entrepreneurial competence carried out with 6 stages of learning namely ethnoscience observation activities. ethnoscience analysis, product ideas, production trials, production cost analysis and product presentation/presentation. This learning model is further introduced by the author as ethnoedusciencepreneurship. This learning step is relevant to the main outputs/outcomes of science learning, namely Content Knowledge (HBS1): Inquiry Skills and Scientific Processes (HBS2): Laboratory Engineering and Safety (HBS3): Science Communication (HBS4): Critical Thinking and Problem Solving (HBS5): Scientific Literacy and Ethical Considerations (HBS6): Lifelong Learning and Scientific Investigation (HBS7). The learning step can accommodate the needs of developing entrepreneurial competencies in students referring to SKKNI Number 53 of 2014 concerning Industrial Entrepreneurship.
Development of Nature-Based Practical Instructions to Improve Science Process Skills in Class XI MIA Acid-Base Material Sili, Jeniana Uba; Kurniasih, Yeti; Nufida, Baiq Asma; Khery, Yusran
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i3.7212

Abstract

practicum manuals available so students only used practicum guides from textbooks. This causes ineffective practicum activities which have an impact on students' low science process skills.The aim of this research is to develop nature-based practicum instructions, and determine the characteristics and feasibility of practicum instructions, as well as determine student responses to the practicum instructions developed. The research method used is Research and Development or R&D with the 4D development model (define, design, develop, disseminate). Data collection techniques use observation sheets and questionnaires. The research results obtained an average value from the validation of the expert team, namely 87.69% with very feasible criteria. Validation results from practitioners obtained an average of 96% with very feasible criteria. The results of the student questionnaire responses obtained an average of 82.75% with very feasible criteria and the results of observations of science process skills obtained an average of above 75% for each aspect with very feasible criteria. It can be concluded that the nature-based practical instructions that have been developed still need to be carried out in the next stage and are very suitable for use in experiments.
Ethnoscience Learning Ideas Oriented to Outcome Base Education (OBE) to Foster Entrepreneurial Competency Khery, Yusran; Hakim, Aliefman; Rokhmat, Joni; Sukarso, AA
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 12 No. 6 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i6.14241

Abstract

This study recommends OBE-oriented ethnoscience learning to foster entrepreneurial competence carried out with 6 stages of learning namely ethnoscience observation activities. ethnoscience analysis, product ideas, production trials, production cost analysis and product presentation/presentation. This learning model is further introduced by the author as ethnoedusciencepreneurship. This learning step is relevant to the main outputs/outcomes of science learning, namely Content Knowledge (HBS1): Inquiry Skills and Scientific Processes (HBS2): Laboratory Engineering and Safety (HBS3): Science Communication (HBS4): Critical Thinking and Problem Solving (HBS5): Scientific Literacy and Ethical Considerations (HBS6): Lifelong Learning and Scientific Investigation (HBS7). The learning step can accommodate the needs of developing entrepreneurial competencies in students referring to SKKNI Number 53 of 2014 concerning Industrial Entrepreneurship.
RESPON MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TERHADAP GAGASAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN KEPARIWISATAAN Junaeda, Siti Rahma; Daniar, Sonia Ely; Putri, Nirmayani; Khery, Yusran
Media Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v7i2.2006

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana respon mahasiswa pendidikan Matematika terhadap gagasan pembelajaran mobile berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan di UNDIKMA Mataram. Subjek ini menggunakan 40 orang mahasiswa program studi pendidikan matematika UNDIKMA Mataram TA.2019/2020 yang diambil dengan metode simple random sampling. Data respon mahasiswa tentang gagasan pembelajaran mobile berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan dikumpulkan menggunakan angket. Instrumen pengukuran yang digunakan yakni instrument angket pembelajaran berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan, angket pemanfaatan teknologi mobile, dan angket respon mahasiswa terhadap pembelajaran mobile berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa gagasan pembelajaran mobile berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan pada Prodi Matematika sangat diperlukan. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian pada tiap-tiap angket. Total rata-rata hasil dari observasi pembelajaran berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan sebesar 37.4 yang terbilang rendah, dan pada data hasil respon mahasiswa terhadap pembelajaran mobile berbasis kearifan lokal dan kepariwisataan pada mata kuliah- mata kuliah MIPA sebesar 64.30 yang terbilang tinggi, dan pada data hasil pemanfaatan teknologi mobile dalam pembelajaran sebesar 64.25 yang terbilang tinggi.