Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Phenomenology studies in junior high school students' enthusiasm in social studies learning in Universitas Malang Laboratorium, Indonesia Heru Wijanarko; I Dewa Putu Eskasasnanda; Bayu Kurniawan
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 7, No 2 (2020): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v7i2.31686

Abstract

Social science is a common subject given at every level of education. The Social Sciences junior high school curriculum is taught in an integrated manner to facilitate students' social science learning that is important in everyday life. Unfortunately, there are many obstacles encountered in social studies in practice, one of which is the lack of interest and enthusiasm of students in learning social studies. It makes students unable to grasp the importance of social studies. This research conduct on students and teachers of the Junior High School Laboratory State University of Malang. This study aims to analyze non-enthusiasm students in social classes learning. This research conduct using descriptive methods with survey research. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation data collection tools in observation guidelines and interview guidelines. This study's informants were 17 students taken at each grade level and supported by three informants from social studies teachers who were selected purposes study indicates that UM Lab junior high school students' unenthusiastic behavior when learning social studies is reading comics, singing, drawing, chatting, and joking with friends. The factors that cause it are the amount of material and assignments in modules that must be memorized and memorized. Students are dizzy and confused. It has an impact on their understanding, which is less related to social studies material.
Ibu rumah tangga dan peningkatan ekonomi keluarga: Pemberdayaan perempuan di Home Industry Batik Tulis Dewi Rengganis Kabupaten Probolinggo Nanda Widyasari; Siti Malikhah Towaf; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.334 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p1-7

Abstract

Today’s women are more free to move outside the home just like men. The phenomenon of working women occurs in different parts of the world, one of which is Indonesia. Women work because of the need for encouragement. Willingness and capacity and available employement opportunities and women’s access to employment opportunities. It encourages women’s demands pn equal rights with men or known as gender equality. The economic status pof womens is seen from their activities, access to factors of production, the level of income generated and the contribution to the family income. This article will discuss about the phenomenon of women working in the home industry batik Dewi Rengganis. in writing this article, the authors conducted research using descriptive qualitative method. The researchers act as observers. The research location is located in Jatiurip, Krejengan, Probolinggo Regency. Informants in this study are grouped into two, namely key informants and informats supporters. The data source used is primary data and secondary data. Perempuan masa kini memiliki keleluasaan untuk beraktivitas di luar rumah sama seperti kaum laki-laki. Mengikuti hal tersebut fenomena perempuan bekerja terjadi di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia. Perempuan bekerja dengan tujuan mencari nafkah terjadi karena dorongan kebutuhan, kemauan, kemampuan, serta kesempatan kerja yang tersedia. Selain itu, akses perempuan atas kesempatan juga sangat mempengaruhi. Hal tersebut mendorong terjadinya tuntutan yang dilakukan oleh kaum perempuan akan adanya kesetaraan gender. Status ekonomi perempuan dapat dilihat dari aktivitasnya dalam mencari nafkah, akses terhadap faktor produksi, tingkat pendapatan yang dihasilkan, dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai fenomena perempuan yang bekerja di Home Industry Batik Tulis Dewi Rengganis. Dalam penulisan artikel ini, penulis dalam melakukan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengamat penuh. Lokasi penelitian berada di Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Informan kunci dari penelitian ini adalah perempuan yang bekerja di Home Industry Batik Dewi Rengganis. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
Bentuk kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMPN 8 Malang untuk menumbuhkan kepedulian sosial siswa Martaningsih Martaningsih; I Dewa Putu Eskasasnanda; Agus Purnomo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.142 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p14-22

Abstract

Purpose this research is describing the activity of Red Cross Youth Volunteer in Public Junior High School 8 Malang to grow social concern. This research uses a qualitative approach with descriptive type research. Purposive technique is used to gather the informant's data. The procedure of data aggregation comprises of observation, interview, and documentation. This research found the activity of Red Cross Youth Volunteer are regular exercise, health alert, socialization to another extracurricular and social service. The activity purpose to increase student's social concern. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMPN 8 Malang untuk menumbuhkan kepedulian sosial siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan informan yang digunakan yaitu teknik purposive. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bentuk kegiatan ekstrakurikuler PMR SMPN 8 Malang diantaranya, yaitu latihan rutin, siaga kesehatan, sosialisasi ke ekstrakurikuler lain, dan bakti sosial. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial pada diri siswa.
Tenaga kerja wanita (TKW) dan perubahan sosial yang disebabkannya Eka Khoirul Ana; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.741 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p151-159

Abstract

The focus of this research is to analyze 1) the characteristics of TKW; 2) reasons for the overseas mobility carried out by TKW; and 3) social changes that occur in the families of TKW. This research is located in Dawung Village, Ringinrejo District, Kediri Regency. A qualitative approach with this type of descriptive research is used to achieve the focus of this study. The results showed that the characteristics of TKW from Dawung Village were 1) productive age; 2) Low level of education, 3) Total dependable burden of more than 1 person; 4) the occupation which is mostly done is domestic servants; 5) Working in Asian countries. Income that is greater than working in the country is the main reason for TKW to travel abroad. They also want to have business capital, meet their children's educational needs, and are in debt. Social changes that occur in the families of TKW are in the form of changes in the role of family members, child care patterns, ways of communicating, and lifestyle. For further researchers, it is hoped that they can study the social changes of TKW families related to children's education. Fokus pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisis 1) karakteristik TKW; 2) alasan mobilitas ke luar negeri yang dilakukan oleh TKW; dan 3) perubahan sosial yang terjadi pada keluarga TKW. Penelitian ini berlokasi di Desa Dawung Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk mencapai fokus dari penelitian ini. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik TKW dari Desa Dawung yaitu 1) Berusia produktif; 2) Tingkat pendidikan yang rendah, 3) Jumlah beban tanggungan lebih dari 1 orang; 4) pekerjaan yang banyak digeluti adalah pembantu rumah tangga; 5) Bekerja di negara-negara Asia. Penghasilan yang lebih besar dibandingkan kerja di dalam negeri menjadi penyebab utama TKW melakukan mobilitar ke luar negeri. Selain itu, mereka juga ingin memiliki modal usaha, memenuhi kebutuhan pendidikan anak, serta terlilit hutang. Perubahan sosial yang terjadi pada keluarga TKW yaitu berupa perubahan peran anggota keluarga, pola pengasuhan anak, cara berkomunikasi, dan gaya hidup. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji mengenai perubahan sosial keluarga TKW terkait dengan pendidikan anak.
Konstruksi sosial: Aktivitas belajar siswa SMP Negeri 10 Malang korban school bullying pada kelas VII Nelly Isroy Camelya; I Nyoman Ruja; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.77 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p173-181

Abstract

This study aims to describe the characteristics of students victims of school bullying grade VII, (2) forms of school bullying, (3) social construction causes school bullying, (4) learning activities of students victims of school bullying, (5) social construction of teachers in providing social intervention and construction to school bullying. The research was conducted at SMP Negeri 10 Malang using qualitative approach with case study type research. The results showed that: first, victims of bullying in grade VII are different from students in general both physically and academically, victims of bullying have hurt their feelings and do not have many friends. Second, this form of bullying consists of physical, verbal, mental/psychological and electronic. Third, acts of bullying cannot be released from social construction because perpetrators, spectators and teachers justify bullying occurring because of the victim's fault. Fourth, bullying can make victims have learning difficulties. Fifth, the intervention taken by the teacher is to provide material about bullying, make the classroom atmosphere comfortable and make a picture about the prohibition of bully. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: (1) karakteristik siswa korban school bullying kelas VII, (2) bentuk-bentuk school bullying, (3) konstruksi sosial penyebab school bullying, (4) aktivitas belajar siswa korban school bullying, (5) konstruksi sosial guru dalam memberikan intervensi dan konstruksi sosial terhadap school bullying. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, korban bullying di kelas VII berbeda dengan siswa pada umumnya baik secara fisik maupun akademik, korban bullying pernah menyakiti perasaan temannya dan tidak memiliki teman yang banyak. Kedua, bentuk bullying terdiri dari fisik, verbal, mental/psikologis dan elektronik. Ketiga, tindakan bullying tidak dapat dilepaskan dari konstruksi sosial karena pelaku, penonton dan guru membenarkan bullying terjadi karena kesalahan korban. Keempat, bullying dapat membuat korban mengalami kesulitan belajar. Kelima, tindakan intervensi yang dilakukan guru adalah memberikan materi mengenai bullying, membuat suasana kelas nyaman dan membuat gambar tentang larangan mem-bully.
Festival mata air (resistensi budaya masyarakat dalam pelestarian sumber Mata Air Gemulo Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Tyas Tamara Aldilla; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.168 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p277-284

Abstract

This research aims to describe the symbolic significance of the Spring Festival in Bulukerto Village, Bumiaji Subdistrict, Batu City as a form of Community Resistance to the construction of The Rayja Hotel. This research uses descriptive qualitative research approaches and types. The methods used in this study are with observation, interview and documentation. The results showed that: 1) Spring Festival is a form of community social movement to reject development that is not environmentally friendly, 2) As a form of gratitude of Bulukerto villagers for the abundance of water for greenness, 3) Increase public awareness of the importance of springs for life. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik Festival Mata Air di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sebagai bentuk Resistensi Masyarakat terhadap pembangunan Hotel The Rayja. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Festival Mata Air merupakan bentuk gerakan sosial masyarakat untuk menolak pembangunan yang tidak ramah lingkungan, 2) Sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Bulukerto atas berlimpahnya air bagi kehiduapan, 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber mata air bagi kehidupan.
Sahabat Alam berkolaborasi dengan nelayan Kondang Merak mengelola wisata alam berbasis konservasi di Desa Sumberbening Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Iis Tri Septyawati; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.062 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p293-300

Abstract

The research aims to describe (1) the historical pioneering journey of Sahabat Alam at Kondang Merak Beach, (2) the characteristics of Sahabat Alam, (3) an overview of conservation-based nature tourism at Kondang Merak Beach, (4) the role of Sahabat Alam in collaborating with Kondang fishermen. Peacock through conservation-based nature tourism through empowerment. The approach and type of research in this research is descriptive qualitative. The results of this study are that the role of Sahabat Alam in collaborating and implementing the empowerment of Kondang Merak fishermen through conservation-based nature tourism, namely opening new jobs for fishermen as local guides, providing new income allocations through natural tourism package services such as providers of mangrove tree seedlings, providers of reef media. reef and boat rental services. In addition, Sahabat Alam plays a role in providing education and various trainings on conservation and tourism. Penelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan (1) perjalanan rintisan sejarah Sahabat Alam di Pantai Kondang Merak, (2) karakteristik Sahabat Alam, (3) gambaran umum wisata alam berbasis konservasi di Pantai Kondang Merak, (4) peran Sahabat Alam dalam berkolaborasi dengan nelayan Kondang Merak melalui wisata alam berbasis konservasi melalui pemberdayaan. Pendekatan dan jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa peran Sahabat Alam dalam berkolaborasi dan pelaksanaan pemberdayaan nelayan Kondang Merak melalui wisata alam berbasis konservasi yaitu membuka lapangan pekerjaan baru bagi nelayan sebagai local guide, menyediakan alokasi pendapatan baru melalui jasa paket wisata alam seperti penyedia bibit pohon mangrove, penyedia media terumbu karang dan jasa sewa perahu. Selain itu Sahabat Alam berperan dalam memberikan edukasi dan berbagai pelatihan tentang konservasi dan wisata.
Pengaruh compulsive gaming terhadap learning outcome siswa SMPN 1 Porong Mokhammad Ilham Fuady; Siti Malikhah Towaf; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.866 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p361-367

Abstract

This study aims to describe (1) the background of SMPN 1 Porong students playing clash of clans games, (2) the characteristics of clash of clans game players at SMPN 1 Porong, (3) the impact of clash of clans game on students' learning outcomes at SMPN 1 Porong. The research was conducted at SMPN 1 Porong Subdistrict Porong Sidoarjo which was designed using qualitative approach with descriptive research type. The results of this study are: (1) students playing clash of clans games due to the influence of friends, loneliness and supportive facilities; (2) The characteristics of clash of clans players at SMPN 1 Porong are male, have free time, players are economically well-off students; (3) The influence of clash of clans game addiction on the learning outcomes of SMPN 1 Porong students is that students become easily lost concentration so that their learning outcomes are less satisfactory, with average learning outcomes (80) and slightly above average (82). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar belakang siswa SMPN 1 Porong bermain game clash of clans, (2) karakteristik pemain game clash of clans di SMPN 1 Porong, (3) dampak game clash of clans terhadap hasil belajar siswa di SMPN 1 Porong. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Porong Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yang dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) siswa bermain game clash of clans dikarenakan pengaruh teman, kesepian dan fasilitas yang mendukung; (2) Karakteristik pemain game clash of clans di SMPN 1 Porong adalah laki-laki, memiliki waktu luang, pemain merupakan siswa yang berkecukupan dalam segi ekonomi; (3) pengaruh kecanduan game clash of clans terhadap hasil belajar siswa SMPN 1 Porong adalah siswa menjadi mudah hilang konsentrasi sehingga hasil belajar mereka kurang memuaskan, dengan hasil belajar rata-rata (80) dan sedikit di atas rata-rata (82).
Konstruksi sosial toleransi keberagaman dalam pelestarian budaya multikultural di Pesarean Gunung Kawi Angga Bayu Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; Pradani Maulidiyah Azzahroh
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) how the socio-cultural construction of religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi; (2) how is the social construction of the community in interpreting religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi; (3) and how the social construction of the community in maintaining religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The research location is Pesarean Gunung Kawi, Wonosari Village, Wonosari District, Malang Regency. The results of this study: (1) the condition of Wonosari Village consists of various religions adhered to by the community including Islam, Christianity, Confucianism, Hinduism, and Buddhism. The religion that first entered Wonosari Village was Islam. Meanwhile, Christianity entered in 1965 at the time of the G30S/PKI incident, while the followers of Confucianism, Hinduism, and Buddhism were not many in number because the majority of their adherents were immigrants who married local residents. (2) The people of Wonosari Village interpret tolerance as an attitude of how they can respect each other without losing their respective characteristics. (3) The process of maintaining tolerance is carried out by the government and also the community. The local government has intensively carried out socialization, which was carried out at informal events such as RT meetings, RW meetings, and community gatherings. In addition, the government and the community have special events held to maintain tolerance, namely the 1 Suro ritual celebration. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bagaimana konstruksi sosial budaya toleransi keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi; (2) bagaimana konstruksi sosial masyarakat dalam memaknai sikap toleran keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi; (3) dan bagaimana konstruksi sosial masyarakat dalam menjaga toleransi keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pesarean Gunung Kawi Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Hasil penelitiannya yaitu: (1) beragam agama yang di percaya oleh masyarakat Desa Wonosari seperti Islam, Kristen, Khong Hu Cu, Hindu, dan Budha. Agama yang pertama kali masuk ke Desa Wonosari yaitu agama Islam. Sedangkan agama Kristen masuk pada tahun 1965 pada saat peristiwa G30S/PKI, sedangkan pemeluk agama Khong Hu Cu, Hindu, dan Budha tidak banyak jumlahnya dikarenakan kebanyakan penganutnya adalah pendatang yang berjodoh dengan penduduk setempat. (2) Masyarakat Desa Wonosari memaknai toleransi sebagai suatu sikap yang dapat saling menghargai satu sama lain tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing. (3) Pemerintah serta masyarakat setempat gencar-gencarnya menjaga sikap toleran yang ada, seperti gencar melakukan sosialisasi, yang dilakukan pada acara-acara tidak formal seperti saat rapat RT, rapat RW, dan tahlil warga. Selain itu pemerintah dan masyarakat memiliki ciri khas atau acara khusus yang dilaksanakan guna menjaga toleransi yaitu gebyar ritual 1 Suro.
Membangun kepercayaan dalam usaha online fashion di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Lutfitasari Lutfitasari; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda; Sukamto Sukamto; Novian Candra Kurniawan
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the efforts of FIS UM students in building consumer trust. This research method uses a qualitative approach with a type of descriptive research. Informant aggregation used in snowball sampling technique. Data aggregation procedure comprised of data aggregation through observation, interview, and documentation. This research resulted that there are three efforts that college student's used to gain their consumer's trust, those are gave accurate information, provide high qualified goods, and utilize buyer's testimony. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya mahasiswa FIS UM dalam membangun kepercayaan konsumen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan informan yang digunakan yaitu teknik snowball sampling. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat ditemukan bahwa terdapat tiga upaya yang digunakan mahasiswa FIS UM untuk membangun kepercayaan konsumen yaitu memberikan informasi yang akurat, menyediakan barang yang berkualitas, dan menggunakan testimoni pembeli.