Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FENOMENA JUDI KARTU REMI DI DUSUN MEDANG DESA SAMPUNG KECAMATAN SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Prima Andika Saputra; I Dewa Putu Eskasasnanda; Sukamto Sukamto Sukamto
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 9, No 2 (2020): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v9i2.28933

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui apa  yang melatarbelakangi perjudian kartu remi yang berada di Dusun Medang Desa Sampung Kecamatan Sampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Sumber data yang digunakan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan tekhnik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Hasil penelitian faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan judi kartu remi yang terbesar adalah faktor teman atau lingkungan.
Causes and Effects of Online Video Game Playing among Junior-Senior High School Students in Malang East Java Eskasasnanda, I Dewa Putu
Komunitas Vol 9, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i2.9565

Abstract

Science and technology development causes a lot of changes in any fields including the form of popular games among the Junior and Senior High School students in Indonesia. The traditional games that are famous formerly have been replaced by the modern games like online video game. This article discusses the cause and effect of the online video game playing on the Junior and Senior High Schools students in Malang. This study reveal that students play video games online due to peers pressure; and  online video games are  liked because they are considered more modern, practical, realistic and varied. Initially,  students play online video games to relieve the fatigue due to studying at school, but subsequently, they are becoming addicted, and reach a condition that they find it  difficult to stop playing games. This condition will directly affect their achievement in school.
For Entertainment or Escaping From Reality: The Study of University Student Online Video Game Consumption in Malang, East Java Indonesia Eskasasnanda, I Dewa Putu
Komunitas Vol 12, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i1.19787

Abstract

This article aims to explain the cause and effect of excessive online video game consumption among university students in Malang City, East Java Indonesia. The informant of this study are university students who fond of playing online video games at late night and early morning in the internet cafe. The research discovers that: 1) living far away from parents, peers, and relatives often make university students feel lonely, this makes them use online video games to drive out their lonesome and boredom. By playing online video games, they can fulfill their social need by interacting with other players,  and finally, also get fun. 2) The negative side of online video games happens when the students play it excessively due to desire of escaping from real life problems. From this research, it can be revealed that there are similarity patterns among students experiencing online video games excessive consumption. These students are commonly suffering learning difficulties and they are isolated from friends because of taking study majors that are unmatched with their passion and interests. 3) No matter how harmful,  the games may endanger the student’s future, all of them feel not too worry. Life in young age and student status they still have made them no need to rush of thinking about their future. These facts are based on their opinion that  becoming an adult and finding a job are still too far away to go
Nilai-nilai religius dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Bintang Muhammad Sahara Efendi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the religious values contained in the Clean Nagari tradition in Tulungagung Regency. The research location is in Tulungagung Regency. The results of the study show that: first, the religious values contained in this tradition are expecting the pleasure of God Almighty by making pilgrimages to the tombs of the ancestors and praying for the ancestors. Second, the recitation of prayers at the closing of the main event of Bersih Nagari. This prayer is led by one of the elders of the Clean Nagari tradition. Prayer activities as a form of expression of gratitude to God Almighty. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi ini adalah mengharapkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan kegiatan ziarah ke makam para leluhur dan mendo’akan para leluhur. Kedua, pembacaan do’a yang dilakukan pada saat penutupan acara inti Bersih Nagari. Berdo’a ini dipimpin oleh salah satu sesepuh tradisi Bersih Nagari. Kegiatan berdo’a sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Konstruksi sosial makna Tari Gandrung Seblang bagi Desa Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Heri Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Ratih Pramesthi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The formulation of the problems in this study are (1) What is the history of the emergence of the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (2) What is the form of the Gandrung Seblang Dance and the meaning contained in the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (3) How is the Social Construction of the Gandrung Seblang Dance in Bakungan Village, Glagah District? This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The data collection technique uses a purposive technique. The results of the study show that: (1) There are two versions of the history of the creation of the Gandrung Seblang dance in the Bakungan community. The first version states that this tradition began as a ritual to honor the services of Mbah Djoyo, a village ancestor and to express gratitude to the village guard who was willing to be transferred for the development of the village area. The second version states that the Gandrung Seblang dance arose as a result of an ancient story in which many residents of Bakungan Village experienced disease outbreaks and crop failures. The researcher suggests researching "The Development of the Gandrung Dance Tradition in the Millennial Era" from a different theoretical perspective, besides that future researchers can also use research methods that are different from this research. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah munculnya tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (2) Bagaimana Bentuk Tari Gandrung Seblang dan makna yang terkandung dalam tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (3) Bagaimana Konstruksi Sosial Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat dua versi sejarah terciptanya tari Gandrung Seblang di masyarakat Bakungan. Versi pertama menyatakan bahwa tradisi ini bermula sebagai ritual untuk menghormati jasa Mbah Djoyo, seorang leluhur desa dan rasa terima kasih kepada dayang penunggu desa yang berkenan dipindahkan guna pembangunan wilayah desa. Versi kedua, menyatakan bahwa tari Gandrung Seblang muncul akibat kisah zaman dahulu dimana banyak penduduk Desa Bakungan mengalami wabah penyakit dan kegagalan panen. Peneliti menyarankan untuk meneliti “Perkembangan Tradisi Tari Gandrung di Era Milenial” dalam perspektif teoretik yang berbeda, selain itu peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan metode penelitian yang berbeda dengan penelitian ini.
Pemahaman tentang makna pacaran dan perilaku seksual pada remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Blitar Retno Wulandari; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Mely Kurnia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the meaning of dating for early teens in Gunung Jati Village, Malang Regency, early teens knowledge about sexual education and factors related to sexual behavior. The study used descriptive qualitative research. The results showed that: (1) the meaning of engage for early teens was based on feelings of love and fear of losing ones, for entertain, and sex experience, (2) early teens did not know about the concept of sexual education, (3) the factors of early teens do sexual behavior because of sexual maturity, feeling of being interested and they believe they will marry with their couple, obstruction of desire to marry cause of age, could not resist sexual desire, mass media influence and experience of sexual behavior with their couple. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pacaran bagi remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Malang, serta pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seksual, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja awal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna pacaran bagi remaja awal; dilandasi karena adanya perasaan suka serta takut kehilangan orang yang disukai, sarana hiburan, dan mencari pengalaman, (2) remaja awal tidak mengetahui tentang konsep pendidikan seksual, (3) faktor penyebab remaja awal melakukan perilaku seksual karena kematangan seksual, perasaan tertarik dan yakin suatu saat akan menikah dengan pacar, terhalangnya keinginan menikah karena umur, tidak dapat menahan hasrat seksual, pengaruh media massa dan pengalaman melakukan perilaku seksual dengan pacar.
JIMPITAN; TRADISI MASYARAKAT KOTA DI ERA MODERN Sari, Kiki Agustina Wulan; Eskasasnanda, I Dewa Putu; Idris, Idris
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p53-61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penghimpunan dana sosial melalui kegiatan jimpitan di Perumahan Griya Tanggung Asri Kota Blitar. Penelitian ini berfokus pada sejarah terbentuknya kegiatan jimpitan, bentuk pengelolaan kegiatan jimpitan dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan jimpitan. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Teknik pemilihan informan menggunkan teknik purposive. Purposive merupakan teknik pengambilan sumber data melalui pertimbangan yang sekiranya informan mengetahui tentang  informasi yang dicari, untuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan sebagai teknik analisis data dari penelitian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) sejarah terbentuknya kegiatan jimpitan, disebabkan keresahan masyarakat  adanya tindakan kriminal pada tahun 2014 di perumahan berupa pencurian barang berharga. Setelah itu semua masyarakat, ketua RT dan ketua RW mengadakan musyawarah untuk menyelesaikan permaslahan dan hasil dari musyawarah membentuk kegiatan ronda malam untuk mengamankan lingkungan. Untuk memberi semangat petugas ronda malam, masyarakat bersepakat mengadakan kegiatan jimpitan, 2) bentuk pengelolaan jimpitan dilakukan masing-masing RT. Bentuk pengelolaan dibagi menjadi dua yaitu, pengelolaan ronda malam serta kegiatan jimpitan  dan pelaporan hasil jimpitan yang dibagi atas tiga tahapan yaitu mingguan, bulanan dan akhir tahun, 3) manfaat yang diperoleh dari kegiatan jimpitan yaitu sebagai pendanaan kegiatan masyarakat dan lingkungan menjadi aman dan nyaman sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. 
Kesetaraan pendidikan: Memahami kompleksitas konsep sederhana Eskasasnanda, I Dewa Putu; Dwiningrum, Siti Irene Astuti
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 2 (2022): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i2.47384

Abstract

Konsep pemerataan pendidikan menarik dan banyak dibahas dalam kajian pendidikan. Pemerataan pendidikan, meskipun tampak sebagai konsep yang sederhana, ternyata mengandung masalah yang cukup kompleks yang sulit diatasi secara memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompleksitas mengenai konsep pemerataan pendidikan. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari artikel ilmiah yang tersedia di empat situs penyedia artikel open-access. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerataan terdapat banyak permasalahan dalam pendidikan karena sarana dan tenaga kependidikan yang tersedia masih sangat terbatas dan tidak sesuai dengan jumlah penduduk. Penyetaraan pendidikan bukan berarti berusaha memberikan jumlah pendidikan yang sama bagi setiap orang, tetapi memberikan pendidikan kepada orang-orang yang layak untuk mendapatkan pendidikan itu sendiri. Kemiskinan tidak dapat dipisahkan dari persoalan pemerataan pendidikan. Beberapa pihak berpendapat bahwa pendidikan dapat mengatasi masalah kemiskinan, sementara pihak lain berpendapat bahwa kemiskinan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan upaya pemerataan pendidikan.AbstractThe concept of educational equity is exciting and much discussed in educational studies. Although it appears as a simple concept, equitable education contains quite complex problems that take more work to solve satisfactorily. This study aims to examine the complexity of the concept of educational equity. This study uses a systematic literature review of scientific articles available on four open-access article provider sites. The results of this study indicate that there are many problems with equity in education because the educational facilities and staff available still need to be expanded and match the population. Equal education does not mean trying to provide the same amount of education for everyone but providing education to people who deserve to get the education itself. Poverty cannot be separated from the issue of educational equity. Some parties argue that education can overcome the problem of poverty, while others argue that poverty must be resolved first before making efforts to equalize education.
Pengembangan Monopoli Zaman Praaksara sebagai Media Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pakis Putri, Aguwin Tarissa Putri; Eskasasnanda, I Dewa Putu
Media Komunikasi FPIPS Vol. 24 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v24i1.93361

Abstract

IPS adalah salah satu mata pelajaran sekolah yang memiliki peran besar untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan karakter peserta didik untuk hidup bermasyarakat. Seringkali kegiatan belajar IPS di sekolah monoton sehingga tidak diikuti secara bersemangat oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menciptakan media pembelajaran IPS pada tema Pembiasaan Manusia Zaman Praaksara. Media Monopoli Zaman Praaksara dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian Research dan Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE. Instrumen penelitian berupa lembar angket validator dan respons peserta didik. Analisis data diperoleh dari hasil uji validasi oleh ahli materi dan ahli media serta respons peserta didik menggunakan rumus distribusi frekuensi dan disimpulkan berdasarkan kualifikasi penilaian validitas. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah media yang dibuat sangat layak sebagai media pembelajaran IPS kelas VII tingkat SMP/MTs. Penggunaan media Monopoli Zaman Praaksara diketahui dapat menciptakan suasana belajar yang membuat peserta didik mengikuti mata pelajaran IPS secara antusias. Implikasi dari pengembangan Monopoli Zaman Praaksara bisa digunakan sebagai alternatif media yang menyenangkan serta membantu guru dalam menyampaikan materi agar mudah dipahami peserta didik. .