Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Belajar Anak Melalui Program “Ujar Dacil” Dengan Environmental-Based Learning Ulwiyah, Nur; Mutaqin, Imam; Widiana, Galuh Tisna; Asiah, Siti; Nurjanah, Eka; Maftuhatin, Lilik; Syafi’i, Muhammad; Hakim, Dhikrul
Jurnal Dedikasi Pengabdian Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV Najmi Edu Creative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64008/50j9fw58

Abstract

Pendampingan belajar anak melalui program Unipdu Mengajar di Daerah Terpencil (Ujar Dacil) di Dusun Mungut bertujuan untuk meningkatkan minat belajar, keterampilan akademik, dan karakter anak-anak dengan memanfaatkan pendekatan environmental-based learning. Pendampingan ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu November 2024 s/d Januari 2025, dengan diikuti 32 responden. Program ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui eksplorasi lingkungan sekitar sebagai sumber utama pembelajaran. Pendekatan ini diambil karena lingkungan memiliki potensi besar sebagai media belajar yang interaktif dan dapat membantu anak-anak memahami konsep-konsep abstrak secara nyata. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pendampingan ini yaitu ABCD (Assets Based Community Development). Metode ABCD adalah konsep pengembangan masyarakat yang didasarkan pada aset lokal yang terdapat di Dusun Munggut. Metode ini diaktualisasikan melalui eksplorasi lingkungan, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan kegiatan kreatif berbasis alam. Anak-anak diajak mengenali elemen lingkungan, seperti tumbuhan dan ekosistem lokal, serta memanfaatkannya dalam aktivitas belajar. Selain itu, program ini juga melibatkan masyarakat lokal, termasuk tokoh masyarakat, guru TPQ, dan pengurus karang taruna, untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan minat belajar anak-anak, membangun kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kerja sama, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Anak-anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan, memahami konsep pembelajaran dengan lebih baik, serta menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kesimpulannya, program ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kualitas belajar anak-anak di Dusun Mungut melalui pendekatan berbasis lingkungan. Program ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan membangun kolaborasi antara berbagai pihak. Pendekatan environmental-based learning dapat dijadikan model pembelajaran di daerah terpencil lainnya untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Schools as the Foundation of Corruption Prevention: From Knowledge to Action Nurcahyani, Dwi; Bakri, Bakri; Najih, Aizun; Maftuhatin, Lilik; Zaki, Muhamad; Nidhom, Misbahun; Susilowati, Henny
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i2.93527

Abstract

This study investigates how schools can serve as strategic platforms for corruption prevention by synthesizing findings from a wide range of literature, including academic journals, policy documents, and anti-corruption education programs in Indonesia. The research addresses the growing concern that anti-corruption efforts remain abstract in educational settings, with a gap between knowledge and actionable behavior. Concrete actions identified in this study include student-led integrity projects, transparent class budgeting practices, and school-wide campaigns promoting ethical behavior. These practices illustrate how anti-corruption values—such as honesty, responsibility, and fairness—can be internalized through daily school routines and decision-making processes. The implementation strategies discussed are drawn from both documented best practices and theoretical frameworks. Notable sources include educational programs initiated by the Corruption Eradication Commission (KPK) and pilot schools implementing the Kurikulum Merdeka and Profil Pelajar Pancasila. These strategies include experiential learning, integration of anti-corruption themes into project-based curricula, digital platforms for school governance transparency, and teacher professional development focused on ethics education. Recommendations emphasize the need for a coordinated approach involving the Ministry of Education, school leaders, teachers, parents, and anti-corruption bodies like the KPK. Concrete suggestions include embedding anti-corruption modules in teacher training programs, establishing school-community integrity pacts, and forming regional networks to share successful initiatives. This synergy between policy, pedagogy, and local stakeholder engagement is essential to cultivate a generation committed to integrity and transparency.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Pembelajaran Ramah Anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Megaluh Jombang Arifin, Arifin; Solichin, Mujianto; Maftuhatin, Lilik; Nudin, Wahyu Rifwan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 8, No 3 (2024): Juli-September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v8i3.21542

Abstract

Education is a process of changing the attitudes and behavior of a person or group of people in an effort to mature humans through teaching and training. Islamic Religious Education is a conscious effort made by teachers in order to prepare them. In education, strategy means an outline of the direction that is carried out or taken to achieve a predetermined target. Teachers as sources who provide teaching and students as objects who gain knowledge. In this research, qualitative methods are used, where researchers want to get results directly from what happens in the field. The main objective is to find out the strategies of Islamic Religious Education teachers in Megaluh state elementary schools, as well as how to implement child-friendly learning in these schools, along with supporting and inhibiting factors in the implementation of learning. The methods used include field observations, interviews and existing documentation. And the results of the implementation of child-friendly learning at the Megaluh State Elementary School have gone well. This can be seen from well-structured learning, the teacher is the main supporter in achieving the expected learning goals.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Pembelajaran Ramah Anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Megaluh Jombang Arifin, Arifin; Solichin, Mujianto; Maftuhatin, Lilik; Nudin, Wahyu Rifwan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 8, No 3 (2024): Juli-September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v8i3.21542

Abstract

Education is a process of changing the attitudes and behavior of a person or group of people in an effort to mature humans through teaching and training. Islamic Religious Education is a conscious effort made by teachers in order to prepare them. In education, strategy means an outline of the direction that is carried out or taken to achieve a predetermined target. Teachers as sources who provide teaching and students as objects who gain knowledge. In this research, qualitative methods are used, where researchers want to get results directly from what happens in the field. The main objective is to find out the strategies of Islamic Religious Education teachers in Megaluh state elementary schools, as well as how to implement child-friendly learning in these schools, along with supporting and inhibiting factors in the implementation of learning. The methods used include field observations, interviews and existing documentation. And the results of the implementation of child-friendly learning at the Megaluh State Elementary School have gone well. This can be seen from well-structured learning, the teacher is the main supporter in achieving the expected learning goals.