Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Metabolit Daun Kesambi (Schleichera oleosa) Berdasarkan Analisis Histokimia dan In Silico Tintrim Rahayu; Radita Intan Aisyah Pratiwi; Nurul Jadid Mubarakati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2021.v08.i01.p17

Abstract

Kesambi (Schleichera oleosa) merupakan tumbuhan golongan familia Sapindaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada daun kesambi melalui analisis histokimiadan in silico. Metode penelitian secara deskriptif eksperimental menggunakan sampel tumbuhan kesambi yang tumbuh di pulau Madura. Analisis histokimia dilakukan dengan preparasi daun segar melalui sayatan bawah daun dengan cara ditetesi reagen pendeteksi metabolit sekunder (CuSO4, FeCl3, Wagner, Sudan III, AlCl3 & FeCl3+NaCO3) kemudian diamati perubahan warnanya secara mikroskopis. Sedangkan pengujian in silico bertujuan untuk mengetahui interaksi senyawa aktif dengan ER? sebagai target terapi kanker payudara ER+ melalui molecular docking analysis. Web server pendukung yang digunakan yaitu KNApSAcK, Pubchem, Pass Online dan PDB ID serta software yaitu PyRx, PyMol dan Chimera 1.14. Hasil penelitian analisis histokimia menunjukkan bahwa daun kesambi mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, lipofil dan fenol. Hal ini dikonfirmasi dengan analisis in silico yaitu didapatkan senyawa aktif seperti scopoletin yang merupakan turunan dari fenol, (-)-beta-sitosterol, betulin, betulinic acid, lupeol, lupeol asetat, schleicheol 1&2, schleicherastatin 1-7 yang merupakan turunan dari terpenoid. Berdasarkan hasil molecular docking terdapat interaksi senyawa aktif dengan protein 3ERT, senyawa yang memberikan hasil paling efektif sebagai kandidat obat kanker payudara yaitu lupeol asetat dengan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) paling baik yaitu l.b 1.588 Å dan u.b 2.219 Å. Senyawa lupeol asetat diprediksi memiliki aktivitas sebagai inhibitor ER? terhadap kanker payudara ER+. Kata Kunci : Kesambi (Schleichera oleosa), histokimia, molecular docking dan ER?
Uji Kompatibilitas Persilangan Interspesies dan Resiprok Anggrek Dendrobium Reza Priski Dwi Jayanti; Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The compatibility of a cross is indicated by the formation of fruit. The compatibility of an interspecies cross or a cross between different orchid species is used to increase diversity. To compare and determine the power of compatibility, it is necessary to cross back and forth (reciprocal). The purpose of this study was to determine the compatible crosses between interspecies and reciprocals of Dendrobium orchids and to observe the growth of fruit from these crosses. The research procedure was to cross pollen on one orchid flower species to the stigma of another orchid species, then the variables observed were the time of fruit formation (days after pollination / DAP), sepal and petal wilting day (DAP), fruit length and diameter (cm) for two days. months of observation, cross compatibility, and fruit/flower fall. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of this study showed that the sepal and petal wilting days varied from 10-22 days. Formation of fruit from day 7-16. Days of fruit formation vary greatly depending on the species crossed. The shape of the fruit is determined by the female parent, while the size of the fruit depends on the nutrients contained in the plant. The compatibility of this cross is 75% and it can be said that the breeds used are compatible. Keywords: Crosses, Interspecies, Reciproc, Dendrobium, Compatibility.
Peranan BAP dan Air Kelapa pada Medium VW terhadap Organogenesis Dendrobium sp. Nindi Afifa Nisa; Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2021.v08.i02.p14

Abstract

Anggrek Dendrobium merupakan genus favorit bagi pecinta anggrek di bandingkan dengan anggrek lainnya, karena kemampuan anggrek Dendrobium yang mudah beradaptasi di berbagai lingkungan. Produksi anggrek di Indonesia sangat lambat, sedangkan peminatnya dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga perlu di percepat dengan kultur jaringan secara in vitro. Perbanyakan tanaman secara in vitro ini menggunakan media VW sebagai faktor penentu, media VW adalah media yang sering digunakan pada perbanyakan tanaman Dendrobium sp. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan BAP dan air kelapa pada organonogenesis eksplan Dendrobium sp. Penelitian ini di dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan FMIPA, Universitas Islam Malang, mulai dari bulan September sampai November 2020, menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan dengan 3 ulangan, BAP 0,5 ml, 1 ml dan 1,5 ml dan air kelapa100 ml, 150 ml dan 200 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organogenesis tertinggi pada perlakuan BAP yaitu konsentrasi 1,5 ml dengan rata-rata 1,3 tunas, 3,86 daun, 0,86 akar dan panjang akar 0,4 cm. Sedangkan perlakuan air kelapa menunjukkan organogenesis tertinggi yaitu konsentrasi 150 ml, dengan rata-rata 0,63 tunas, 3,53 daun, 1 akar dan panjang akar 1,66 cm. Perlakuan air kelapa lebih efektif pada pemanjangan akar dengan jumlah akar 1 dan panjang akar 1,66 cm. Sedangkan perlakuan BAP lebih efektif pada pembentukan tunas dengan jumlah tunas 1,3 dan jumlah daun 3,86. Kata kunci: BAP, Bahan organik, Dendrobium, Organogenesis.
Studi Etnobotani dan Keragaman Pisang Buah (Musaceae) Pada Masyarakat Tradisional Pandalungan Desa Krai Lumajang Nilam Firdausi; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan tanaman rakyat yang dapat tumbuh di hampir seluruh tipe agroekosistem. Penggalian pemanfaatan suatu tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu ilmu botani yang lazim dikenal dengan Etnobotani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang tanaman pisang buah (Musaceae) di Desa Krai Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015. Metode yang digunakan adalah metode survey acak terpilih (purposive random sampling).  Sampel dilakukan di Desa Krai pada 3 Dusun yaitu Dusun Sentono, Krajan, dan Kebunan. Pengambilan Data  Dilakukan Dengan mengambil data berupa data pemanfaatan tanaman pisang dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan kuisioner kepada responden petani / pembudidaya tanaman pisang, pengolah /pengrajin dan pegguna pisang secara umum.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa persepsi masyrakata Desa Krai Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang di 3 Dusun yaitu sangat tinggi dalam aspek pemanfaatan tanaman pisang buah (Musaceae). Masyrakat banyak mengetahui manfaat semua organ tanaman pisang dari akar, batang daun, buah, bunga bahkan kulit yang dianggap limbah dapat dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman juga biasa digunakan sebagai adat istiadat pada saat pernikahan dan saat syukuran pindah rumah. Namun, masyarakat jarang sekali untuk memanfaatkan untuk keterampilan.
Perlakuan Asam Amino dalam Partikulasi Asap dan Hormon terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Zaitun (Olea europaea) Lutfi Niam; tintrim rahayu; ari hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman zaitun (Olea europaea L.) memiliki banyak manfaat. Ekstrak daun zaitun bisa digunakan sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti mikroba, murunkan tekanan darah, gula darah, kanker, mengencerkan darah yang telalu kental, kardiovaskuler dan penyakit degeneratif. Produksi zaitun di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan negara Mediterania sehingga budidaya zaitun harus terus dikembangkan. Budidaya zaitun dilakukan dengan stek teknik Microcutting. Keberhasilan stek dipengaruhi oleh aktivitas fisiologis tanaman. Asam amino dan hormon tumbuhan berpengaruh terhadap fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam amino dan hormon tumbuhan dalam pupuk cair biogen serta kombinasinya terhadap pembentukan stek pucuk zaitun (Olea europaea L.). menggunakan metode eksperimen  Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 20 perlakuan terdiri dari kontrol, asam amino triptofan fenil alanin, konsentrasi pupuk biogen 2,3,4 cc dalam 1 liter air. dengan frekuensi semprot satu minggu satu kali, dua kali dan dua minggu satu kali serta kombinasi asam amino dengan pupuk biogen. Data yang diperoleh diuji statistik menggunakan sidik ragam jika pengaruh dilanjutkan uji BNT 5%. Asam amino triptofan & fenilalanin, hormon dalam pupuk biogen berpengaruh terhadap pertumbuhan stek pucuk zaitun.     Kata kunci: Zaitun (Olea europaea L.), Asam Amino, Hormon.   
KAJIAN PEMBERIAN KOLKISIN DENGAN METODE TETES TERHADAP PROFIL POLIPLOIDI TANAMAN ZAITUN (Olea europaea) Dewi Rahayu Saraswati; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.949 KB)

Abstract

The olive (Olea europaea) included in the family Oleaceae. Olive (Olea europaea) has 2n = 46 chromosomes. Accelerated evolution in higher plants can be characterized by an increase in the number of chromosomes as a result of polyploidy. Polyploidy can be done by duplicating the number of chromosomes and this can be caused by several antimitotic agent and the most common of which is colchicine. Colchicine many successfully used to obtain polyploidy in Olive plants for increasing secondary metabolite ingredients. This study aims to determine chromosome profiles olive plants after administration concentration of colchicine 0 %, 0.25 %, 0.50 %, 0.75 % and 1 % using drip method. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that administration of colchicine with a drip method can affect the olive plant chromosome profile. Observations at a concentration of 1 % indicate that chromosomes in the concentrations seen more. It can be used as an indication of polyploidy in Olive plants. Keywords: Polyploidy, Olives, Colchicine.ABSTRAKPohon zaitun (Olea europaea) termasuk ke dalam famili Oleaceae. Zaitun (Olea europaea) memiliki kromosom 2n = 46. Evolusi yang dipercepat pada tanaman tingkat tinggi dapat ditandai oleh bertambahnya jumlah kromosom sebagai hasil poliploidi. Kromosom dapat diduplikasi melalui mutasi sehingga memunculkan peristiwa poliploidi. Poliploidi dapat dilakukan dengan menggunakan kolkisin sebagai agen antimitosis. Kolkisin telah banyak digunakan untuk memperoleh poliploidi pada tanaman zaitun untuk meningkatkan kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kromosom tanaman zaitun setelah pemberian konsentrasi kolkisin 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1% dengan menggunakan metode tetes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian kolkisin dengan metode tetes dapat mempengaruhi profil kromosom tanaman zaitun. Hasil pengamatan pada konsentrasi 1% menunjukkan bahwa kromosom pada konsentrasi tersebut cenderung lebih banyak. Hal ini dapat digunakan sebagai indikasi adanya poliploidi pada tanaman zaitun. Kata Kunci: Poliploidi, zaitun, kolkisin
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI KOLKISIN DENGAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP RESPON FENOTIPIK ZAITUN (Olea europaea) Sirojuddin M. Rochmat; Tintrim Rahayu; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.95 KB)

Abstract

Olive plant is a plant that lives in the Middle East region, but also in Indonesia olive plant can grow. Olive trees can be propagated by using various ways such as using ovule (spheroplast) or stem cuttings. One effort that can be applied to improve plant genetic olive namely through the use of colchicine. Colchicine can induce chromosomal polyploidy, or doubling the olive set chromosome. The method of administration of colchicine can be done on the part of the plant that are actively dividing such as the root end. It can resulting in the appearance of plants that grow large. This study aimed to determine the effect of colchicine at various concentrations and soaking time of the olive plant phenotypic response. The method used in this study is an experimental method with a randomized block design. Treatment given soaking time is 1 and 2 hours and colchicine concentrations of 0% (control), 0:25% 0:50%, 0.75% and 1%. Units were divided into three groups and each group consisted of three replications. Analyses were performed using ANOVA two way analysis at α = 0.95.The analysis showed that the treatment of colchicine concentration and soaking time and no significantly effect on plant height and number of leaves on the olive, but significant effect on the increase of stem diameter at the treatment of 0.25% with a soaking time of 1 hour.Keywords: phenotypic response, olive, colchicine concentration, soaking timeABSTRAKTanaman zaitun merupakan tanaman yang hidup di wilayah Timur Tengah, tetapi di Indonesia tanaman zaitun dapat tumbuh. Pohon zaitun dapat diperbanyak dengan menggunakan berbagai cara seperti menggunakan bakal biji (spheroplast) atau pun stek batang. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki genetik tanaman zaitun yaitu melalui penggunaan kolkisin. Kolkisin dapat menginduksi poliploidi atau penggandaan kromosom pada tanaman zaitun. Metode pemberian kolkisin dapat dilakukan pada bagian tanaman yang sedang aktif membelah seperti pada ujung akar sehingga mengakibatkan kenampakan tanaman yang bertambah besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kolkisin pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman terhadap respon fenotipik tanaman zaitun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan lama perendaman yang diberikan adalah 1 dan 2 jam serta konsentrasi kolkisin yaitu 0% (kontrol), 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1%. Unit percobaan dibagi ke dalam tiga kelompok dan tiap kelompok terdiri dari tiga ulangan. Analisis dilakukan dengan menggunakan ANOVA dua arah pada P=0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi kolkisin dan lama perendaman tidak pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanaman zaitun, akan tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan diameter batang pada perlakuan 0,25% dengan lama perendaman 1 jam.Kata Kunci: Respon fenotipik, zaitun, konsentrasi kolkisin, lama perendaman
PERANAN PENAMBAHAN BAP DAN NAA PADA PERTUMBUHAN KALUS KEDELAI (Glycine max Merr) MENGGUNAKAN MEDIA B5 Hesti Nofanda; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.498 KB)

Abstract

Soybean is known as a protein source for the nutrient content and protein content is very important and safe for consumption. The main cause is the decline in the quality of production of soybean production and pest attack. One way that is optimal for the regeneration of callus into shoots, therefore the researchers performed regeneration method callus into shoots through the stages in vitro. This method is by way of regeneration through callus through stages of organogenesis and embryogenesis. The resultof this study use experimental method and data analysis ANOVA test for a completely randomized design (CRD). Deuteronomy done three times, each given a BAP concentration control, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm and given the concentration control NAA, 0.2 ppm, 0.3 ppm, 0.4 ppm. Callus has been through the stages of subculture undergo different color changes this because the callus change  color because  there changes in pigment, light, part of the plant used as explants. This is due to inadequate nutrition which is in the media so that a callus treatment discoloration. The result showed that the concentrations of different hormones that give different results in the formation of callus. Callus formation varied between PGR concentration tested. The result of descriptive analysis showed that the average value of each treatment has not difference obvious. The result of ANOVA test obtained significance value of 0.99 and a significance value> α of 5%, the decision was taken H0is accepted, which there is no any significance difference of the four treatment groups.Regenerasi kalus dalam kultur jaringan, hal ini dapat berupa regenerasi kalus menjadi tunas dalam tahapan in vitro. Dalam regenerasi melalui kultur jaringan ada tahapan – tahapan organogenesis dan embriogenesis. Metode eksperimen dilakukan dalam penelitian, denganRancangan Acak Lengkap (RAL) sedangkan data dianalisismenggunakan uji anova. Penambahan BAP dan NAA berbagai kosentrasi BAP, kontrol; 2 ppm ; 3 ppm ; 4 ppm dan kosentrasi NAA, kontrol; 0,2 ppm; 0,3 ppm; 0,4 ppm.induksi kalus dilakukan dengan menggunakan hormon 2,5-D 4 ppm dalam media B5.BAP dan NAA dilakukan dalam subkultur dari kalus yang terbentuk. Hasil penelitian ini terlihat bahwa pertumbuhan kalus yang semula berwarna putih terjadi perubahan. Perlakuan BAP 3 ppm dan NAA 0,3 ppm kalus berubah menjadi hijau, hal ini menunjukkan warna hijau akan tumbuh menjadi tunas. Ternyata pemberian kosentrasi yang berbeda akan menghasilkan variasi warna maupun struktur kalus. Ternyata perlakuan kontrol menunjukkan warna hijau dengan struktur kompak, sedangkan perlakuan BAP 4 ppm dan NAA 0,4 ppm bewarna coklat kekuningan dengan struktur remah. Secara deskriptiv berat maupun diameter mengalami peningkatan pada BAP 4 ppm dan NAA 0,4 ppm mengalami peningkatan dari 0,63 g menjadi 4,21 g dan mengalami peningkatan diameter sebesar 0,38 g menjadi 0,67 g dibandingkan dengan perlakuan kontrol tidak mengalami peningkatan. Sehingga hasil yang terbaik pada kombinasi BAP 4 ppm dan NAA 0,4 ppm. pada hasil uji anova menunjukkantidak adanya perbedaan signifikan pada 4 kelompok perlakuan tersebut.
PERASAN MACAM BUAH ANGGUR (Vitis vinivera L.) SEBAGAI PENETRALISIR MERKURI (Hg) DENGAN METODE UVAL Siti Marhumah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.043 KB)

Abstract

Mercury (Hg) is heavy metal can be free radicals and in nature are toxic if accumulates excessive in the human body. Grape (Vitis vinifera) is plants which can overcome negative impact because it contains vitamin C as antioxidant and capable of preventing free radicals .There are different types of grapes (red , black , and green) that have the vitamin C in contrast to the potential of Hg neutralization. This research aims to review the role of grapes on the most effective in decreasing free radicals and grape is most potent as mercury neutralization in 10 ppm HgCl2 solution using Uval tested methods. The design used the two factors experiment. First, it is concentration of grapes; 1 % , 2 % , 3 % , 4 % , 5 % , and 6%. The second factor is kind of grapes (red, black and green). Control is HgCl2 10 ppm cause full black circle of spot. Data analysed a sort of descriptive set quantitative and qualitative to circle of spot according to the scale 1-6 and measuring area of spot on aluminium foil. The result showed red grape has smallest area of black spot at 4%. Red, black, and green grapes have influence as mercury neutralization and no black spot area on aluminium foil or clean in 5 % concentration.Merkuri (Hg) merupakan logam berat yang dapat menjadi radikal bebas dan bersifat toksik jika terakumulasi berlebihan dalam tubuh manusia. Anggur (Vitis vinifera L) merupakan tanaman yang dapat mengatasi dampak negatif tersebut karena mengandung vitamin C sebagai antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas. Ada beberapa jenis buah anggur (anggur merah, anggur hitam, dan anggur hijau) yang kandungan vitamin C nya berbeda dengan potensi penetralisir yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran buah anggur pada konsentrasi yang paling efektif dalam menimalisir radikal bebas dan anggur paling berpotensi sebagai penetralisir merkuri pada larutan HgCl2 10 ppm dengan menggunakan metode uji UVAL. Metode percobaan digunakan eksperimental dengan 2 faktor. Pertama konsentrasi dari buah anggur; 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%. Faktor kedua jenis anggur (anggur merah, anggur hitam dan anggur hijau). Sebagai kontrol adalah HgCl2 10 ppm menyebabkan lingkaran noda hitam penuh. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif  kepada noda berdasarkan skala 1-6 dan mengukur luas noda pada alumunium foil. Hasil penelitian menunjukkan pada anggur merah memiliki luas noda hitam paling kecil pada konsentrai 4%. dari semua anggur yaitu anggur merah, anggur hitam, dan anggur hijau berpengaruh sebagai penetralisir merkuri dan tidak ada noda hitam pada aluminium foil atau bersih pada konsentrasi 5%.
METODE PEMBERIAN KOLKISIN TERHADAP RESPON MORFOLOGIS TANAMAN ZAITUN (Olea europeae L.) Ma'rifatul As'adah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.075 KB)

Abstract

Olive ( Olea europaea L. ) is a species native to the Mediterranean growing since 4000 BC. Colchicine (C22H25O6N) Represents white alkaloid derived from tubers of plants (Colchichum autumnale L.). These compounds can block the formation of threads spindle in cell division, causing cells can not divide and forming individual polyploidy. Polyploidy are organisms that have more than two sets of chromosomes or genome in the cell somatisnya. This study aims to investigate the response of plant morphological olive (Olea europeae L.) to the method and the concentration of colchicine. Experimental research methods used were designed using a randomized block design (RAK) factorial and consists of two treatment factors, namely droplets, immersion, and the combination of (drip and immersion), the second factor is the concentration of colchicine 0.25%, 0.5%, 0.75%, and 1%. The results showed that the concentration of colchicine effect on plant morphological olive (Olea europeae L.), the best response to the morphological olive crop is the drip method either a drop or two drops on plant height, diameter and number of leaves. The results of the analysis (ANOVA Test) also states that provide significantly different results then performed LSD (Least Significant Differences) to know the difference between methods.Zaitun (Olea europaea L.) merupakan jenis tanaman asli daerah Mediterania yang tumbuh sejak 4000 SM. Kolkisin (C22H25O6N) Merupakan senyawa alkaloid berwarna putih yang diperoleh dari umbi tanaman (Colchichum autumnale L.). Senyawa ini dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada pembelahan sel, sehingga menyebabkan sel tidak dapat membelah dan terbentuklah individu poliploidi. Poliploidi adalah peristiwa penggandaan krmosom sehingga mempunyai lebih dari dua sel atau genom dalam sel somastisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologis tanaman zaitun (Olea europeae L.) terhadap metode dan konsentrasi pemberian kolkisin. Metode penelitian yang digunakan eksperimental yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dan terdiri dari dua faktor  perlakuan yaitu tetesan, perendaman, dan kombinasi (tetes dan perendaman), faktor kedua yaitu konsentrasi kolkisin 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi pemberian kolkisin berpengaruh pada morfologis tanaman zaitun (Olea europeae L.), respon terbaik pada morfologis tanaman zaitun adalah dengan metode tetesan baik satu tetes maupun dua tetes pada tinggi tanaman, diameter, dan jumlah daun. Hasil analisis (Uji Anova) menunjukkan bahwa memberikan hasil berbeda nyata selanjutnya dilakukan uji LSD (Least Significant Differences) untuk mengetahui perbedaan antar metode. Metode tetesan merupakan metode terbaik dalam pemberian kolkisin dilihat dari tinggi tanaman, diameter, dan pertambahan jumlah daun dibanding dengan perendaman, maupun kombinasi (tetes dan perendaman).Kata Kunci: Zaitun (Olea europeae L.), Kolkisin, Metode.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd Chalim Asnawi Afif Hilmi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Ainur Rofiq Ainur Rofiq Ainur Rohmah Alifia, Ersa Alik Maulidiyah Ana Li'atul Mufidah Anisa, Khoiria Ari Hayati Ari Hayati Arifyani, Laily Febrian Arinto Y.P Wardoyo Asnawi, Abd Chalim Aza Zunairoh Budi Santoso Devi Sugiarto Dewi Anjar Setyowati Dewi Rahayu Saraswati Dewi, Lina Purnama Dionysius J.D.H Santjojo Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dwi Budi Santoso Edi Santoso Edi Santoso Eka Prasetyowati Emeliya, Emeliya Fadhil, Ilnia Farah Aida Qotrun Nada Fitri, Hanin Rahma Garnis Mufarrohah Rohmah Garnis Mufarrohah Rohmah Gatra Ervi Jayanthi Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayati Gumiwang, Wulan Dari Neng Hadi, Muhammad Sholikhul Haikal, Muhammad Wildan Hasanah, Rochmatul Hesti Nofanda Hesti Nofanda, Hesti Hilmi, Afif Hosnia Sari Ilnia Fadhil Istifadah, Hayati Istiqomah, Nuri Lailatul Khoiria Anisa LAILATUL MAGHFIROH Lailatul Maghfiroh Lailatul Mufairoh Lutfi Niam Lutfi Niam, Lutfi Lutfiah sudarmaji Ma'rifatul As'adah Mai Suroh Majida Ramadhan Marista, Bilqis Mawardi, Azis Mochamad Ircham Firmansah Mufairoh, Lailatul Mufidah, Ana Liatul Muhammad Ni'amul Albab Mustakim, Moch Nada, Farah Aida Qotrun Nilam Firdausi Nilam Firdausi, Nilam Nindi Afifa Nisa Nisa, Kholisatun Nur Ainiah Nurul Jadid Mubarokati Oey, Ulfi Abdul Rahman Oktavia Rahayu Puspitarini Pratiwi, Radita Intan Aisyah Purnamasari, Viska Puspa, Andria Putri, Nela Vede Rhofa Radita Intan Aisyah Pratiwi Rafida Azizah Reza Priski Dwi Jayanti Riadul Jannah Saimul Laili Salsabilla, Dyah Ajeng Saraswati Subagyo Sari, Hosnia Setyowati, Dewi Anjar Sirojuddin M. Rochmat Siti Marhumah Siti Marhumah, Siti Siti Milatil Hasanah Siti Rahmah Suhnin, Zuhria binti Suroh, Mai Syafitri, Fitria Indah Taufiq Hidayat Ulfi Abdul Rahman Oey Vira Ruainiah Ruswandari Winda Tul Habibah Wulan Dari Neng Gumiwang Yaqutun Nafisah Yuliana Ratna Sari, Yuliana Ratna Zuhria binti Suhnin