Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakter Fenotip Beberapa Spesies Dendrobium Nur Ainiah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.956 KB)

Abstract

Phenotype character of orchid Dendrobium is known necessarily for the effective conservation to enhance the utilization of genetic resources. The phenotype kinship relationship is able benefit using in the crosses and orchid breeding program of Dendrobium. This research aims to know the phenotype character and kinship relationship some of Dendrobium orchid based on the phenotype character and stomata leaves in the orchid plantations, Batu, Malang East Java. The method of this research is descriptive by direct observation towards 10 species of Dendrobium orchid and refers to the guidebook of ornamental plants characterization of orchid then processed to be binary data and computed into program of PAST.3.5.1. The result of phenotype characteristic analysis obtained the big group, each of group or sub-group that can be elders as crosses sample those are D. strepsiceras, D. laxiflorum, D. liniale, D. secundum, D. sylvnum. The stomata are round and oval while epidermal cells are pentagon and hexagon shaped. Keywords: Dendrobium, stomata, phenotype character, kinship analysis ABSTRAK Karakter Fenotip anggrek Dendrobium perlu diketahui untuk melakukan konservasi yang efektif guna meningkatkan pemanfaatan sumber daya genetik. Hubungan kekerabatan fenotip bisa digunakan sebagai dasar keberhasilan dalam persilangan dan sebagai program pemuliaan spesies anggrek Dendrobium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan karakter fenotip beberapa spesies anggrek Dendrobium berdasarkan karakter fenotip dan sel epidermis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengamatan secara langsung terhadap 10 spesies anggrek Dendrobium dengan mengacu pada buku panduan karakterisasi tanaman hias anggrek kemudian diolah menjadi data biner dan dikomputasikan dalam program PAST. 3.15. Hasil analisis karakter fenotip mendapatkan kelompok besar, masing-masing dalam satu kelompok maupun sub kelompok yang dapat di jadikan tetua sebagai bahan persilangan yaitu pada spesies D. Strepsiceras, D.laxiflorum, D. Liniale, D, secundum, D. Sylvanum. Sedangkan cirri khas dari masing-masing spesies dapat diamati dari waran bunga, aroma bunga, bentuk petala, bentuk labellum, bentuk bunga, bentuk stomata dan sel epidermis. Stomata berbentuk bulat dan oval sedangkan sel epidermis berbentuk segi lima dan segi enam. Kata kunci: Dendrobium, stomata, karakter fenotip , analisis kekerabatan
Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh, Media dan Jenis Batang Pada Pertumbuhan Stek Tin (Ficus carica L.) Siti Milatil Hasanah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.286 KB)

Abstract

Tin (Ficus carica L.) is a plant that has a wide range of benefits in healing various diseases. Many herbal medicines derived from the fruit of the tin. Some bioaktif compounds such as benzaldehyde, phenol, these Terpenoids, alkaloids and flavonoids, which are antioxidants and is able to inhibit the proliferation of cancerous cells. Response regulator substances usage is growing against the growth of root cuttings, the kind best stem cuttings to plant reproduction and suitable in media duplication plant cuttings tin (Ficus carica l.). This research was conducted with a random Design through experimental methods Group (RAK) 3 factors. First factor is the treatment of root growing up regulatory substances, type of stem cuttings and planting medium. Data analysis was done using the ANOVA analysis with level 0.05. If the effect is not real then conducted further trials Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% to find out response regulator substances usage grows on cuttings Rod tin (Ficus carica L.) with different media. The results showed the giving substance to balance growing may give a positive response toward the growth of the root cuttings so that affects the growth of cuttings next, the media that is suitable for the growth of the tin is a medium sand and type of stem cuttings produce the best growth is part of the middle and the bottom. Keywords: plant growth regulators, stem cuttings, Tin Plant (Ficus carica l.), different growing media ABSTRAK Tanaman Tin (Ficus carica L.) merupakan tanaman yang memiliki berbagai macam manfaat dalam penyembuhan berbagai penyakit. Obat-obatan herbal banyak berasal dari buah tin. Beberapa kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan alkaloid bersifat antioksidan dan mampu menghambat proliferasi sel kanker. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon penggunaan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan akar stek, jenis stek batang yang paling baik untuk perbanyakan tanaman dan media yang cocok dalam perbanyakan stek. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Kelompok 3 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan zat pengatur tumbuh root up, jenis stek batang dan macam media tanam. Analisis menggunakan ANOVA dengan taraf 0,05. Apabila berpengaruh tidak nyata maka dilakukan uji (DMRT) 5% untuk mengetahui respon penggunaan zat pengatur tumbuh pada stek batang tin (Ficus carica L.) dengan media yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan pemberian zat pengatur tumbuh dapat memberikan respon positif terhadap pertumbuhan akar stek sehingga mempengaruhi pertumbuhan stek selanjutnya, media yang cocok untuk pertumbuhan tin adalah media pasir dan jenis batang stek yang menghasilkan pertumbuhan terbaik adalah bagian tengah dan bawah. Kata kunci: zat pengatur tumbuh, stek batang, Tanaman Tin (Ficus carica L.), media tanam berbeda
Pengaruh Air Leri dan Emulsi Ikan terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggrek Dendrobium pada Tahap Vegetatif Devi Sugiarto; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.531 KB)

Abstract

Dendrobium orchids are a type of epiphytes that are easy to maintain and flower throughout the year. Fertilizer for the growth of orchid plants commonly used is NPK fertilizer or fertilizer with complete elements. Research has been conducted that aims to determine the effect of leri water and fish emulsion on the growth of Dendrobium orchids and to find out how leri water and fish emulsions differ in concentration to the growth of Dendrobium orchids at the vegetative stage. This study used a randomized block design (RBD) using 66% leri water treatment, 100% leri water, 0.4% fish emulsion, 0.6% fish emulsion, 66% leri water plus 0.4% fish emulsion, lime 66% plus fish emulsion 0.6%, 100% leri water plus 0.4% fish emulsion and 100% lyric water plus 0.6% fish emulsion. Observation data were tested by ANOVA and the results showed that 66% of leri water treatment affected plant length. Effect on plant length, leaf length and number of leri leaves added by fish emulsion at all concentrations affecting the leaf length. All treatments except 100% liquid water and fish emulsion and K1 (-) affected the number of leaves Keyword: leri water, fish emulsion, orchid Dendrobium, vegetative stage ABSTRAK Anggrek Dendrobium merupakan jenis epifit yang mudah dipelihara dan berbunga. Pupuk anggrek yang biasa digunakan adalah pupuk NPK atau pupuk dengan unsur lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air leri dan emulsi ikan terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium dan untuk mengetahui bagaimana air leri dan emulsi ikan dengan berbeda konsentrasi terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium pada tahap vegetatif. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan uji ANOVA. Menggunakan perlakuan air leri 66%, air leri 100%, emulsi ikan 0,4%, emulsi ikan 0,6%, air leri 66% ditambah emulsi ikan 0,4%, air leri 66% ditambah emulsi ikan 0,6%, air leri 100% ditambah emulsi ikan 0,4%, air leri 100% ditambah emulsi ikan 0,6%. Hasil penelitian ini adalah perlakuan air leri 66% pada panjang tanaman, air leri 66% ditambah emulsi ikan 0,4% pada panjang daun dan air leri 100% ditambah emulsi ikan 0,4% pada jumlah daun dan panjang akar. Kata Kunci: air leri, emulsi ikan, anggrek Dendrobium, tahap vegetative
Studi Etnobotani Tanaman Cabe Jamu (Piper retrofractum Valh) Di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Lutfiah sudarmaji; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.857 KB)

Abstract

Tanaman cabe jamu (Piper retrofractum Vahl) merupakan jenis tanaman yang banyak digunakan di Indonesia yang tumbuh merambat. Tanaman ini memiliki banyak kandungan bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang morfologi, Distribusi dan aspek pemanfaatan tanaman cabe jamu di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif meliputi: Studi pustaka, pengamatan tanaman cabe jamu, wawancara, analisis data,kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi tanaman cabe jamu di desa Gapura Timur memiliki batang berbentuk bulat panjang 12 m, daun berbentuk bulat memanjang dengan lebar 14 cm dan lebar 5 cm dan buah berwarna merah. Distribusi Pesebaran tanaman cabe jamu yang terdapat di Desa Gapura Timur yaitu Dusun Pangabasen (74 %) dan Dusun Dik Kodik (26 %) yang paling sedikit dibandingkan dengan Dusun Pangabasen. Aspek persepsi masyarakat Desa Gapura pada pemanfaatan tanaman cabe jamu terbagi dalam keperluan seperti bahan pangan (1 %), tanaman hias (4 %) obat tradisional (37 %), dan untuk nilai tambah ekonomi (58 %). Bagian organ tanaman cabe jamu yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Desa Gapura Timur yaitu buah (65 %), daun (25 %) dan akar sebanyak (10 %). Kata kunci: Etnobotani, Cabe jamu (Piper retrofractum Vahl), persepsi masyarakat
Pengaruh Electrical Conductivity pada Sistem Hidroponik yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Akar dan Tunas Stek Krisan (Chrysanthemum sp.) Yaqutun Nafisah; Saimul Laili; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.086 KB)

Abstract

The increasing of consumptions demand of chrysanthemum (Chrysanthemum sp.), has spurred farmers and ornamental flowers entrepreneurs, especially chrysanthemums to increase their production. But in this case, farmers experienced various obstacles including the limited availability of quality seeds. To produce quality seeds, can be done by vegetative propagation, shoot cuttings on floating hydroponic system and substrate system. The objective of this study was of investigate the effect of electrical conductivity at different hydroponic systems and to determine the optimal value of EC on the growth of roots and shoots of chrysanthemum cuttings. This research uses experimental methods with Completely Randomized Design (CRD) with 4 factor and 1 control treatments, it is control (e0), EC 1,5 mS cm-1(e1), EC 1,8 mS cm-1 (e2), EC 2,1 mS cm-1 (e3), EC 2,4 mS cm-1(e4) and four repetitions. Parameters observed that the time arises root, root length, a lot of roots, while emerging buds, shoots high and abiotic factors. The results showed that floating hydroponic system and substrate system influences the growth of roots and shoots of chrysanthemum cuttings on each parameter that had analyzed. The treatment of e4: EC 2.4 mS cm-1 is EC optimal value for nutrient solution of floating hydroponic system and substrate systems. Keywords:Hydroponics, EC (Electrical Conductivity), Chrysanthemum Cuttings (Chrysanthemum sp.) ABSTRAK Terjadinya peningkatan permintaan konsumen terhadap bunga krisan (Chrysanthemum sp.), telah memacu para petani dan pengusaha bunga hias terutama bunga krisan untuk meningkatkan produksinya. Namun dalam hal ini para petani mengalami berbagai kendala diantaranya, keterbatasan tersedianya bibit yang bermutu. Untuk menghasilkan bibit yang berkualitas perbanyakan tanaman krisan dapat dilakukan secara vegetatif yaitu dengan stek pucuk pada teknik hidroponik sistem rakit apung dan substrat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh electrical conductivity pada sistem hidroponik yang berbeda dan untuk mengetahui nilai EC yang optimal terhadap pertumbuhan akar dan tunas stek krisan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan setra 1 kontrol yaitu kontrol (e0), EC 1,5 mS cm-1(e1), EC 1,8 mS cm-1 (e2), EC 2,1 mS cm-1 (e3), EC 2,4 mS cm-1(e4) dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan hidroponik sistem rakit apung dan sistem substrat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan akar dan tunas stek krisan pada setiap parameter yang diamati. Dan perlakuan e4 : EC 2,4 mS cm-1 merupakan nilai EC optimal untuk larutan nutrisi pada hidroponik sistem rakit apung dan sistem substrat. Kata kunci: Hidroponik, EC (Electrical Conductivity), Stek Pucuk Krisan (Chrysanthemum sp.)
Isolasi dan Analisis Koloni Bakteri Rizosfer Untuk Agen Pengendali Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Stroberi (Fragaria sp) Aza Zunairoh; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 1 (2019): Keragaman Populasi Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.403 KB)

Abstract

Rhizosphere bacteria are soil microbes that can be isolated from the rhizosphere of strawberry plants (Fragaria sp). Rhizosphere bacteria are included in the group of antagonistic microbes which have the potential to inhibit the growth of the pathogenic fusarium sp fungi that infect plants that cause fusarium wilt in the roots of strawberry plants. This study aims to determine the diversity index of rhizosphere bacteria isolated from strawberry plants which are antagonistic to Fusarium sp. This study uses descriptive and experimental methods. The results of the analysis of the diversity of rhizosphere bacteria have a diversity index value of 1.35. This indicates that the diversity of rhizosphere bacteria isolated from the rhizosphere of strawberry plants is in the moderate category (1.0 <H '<3.322). Analysis of potential friendship of 5 types of colonies (R1, R2, R3, R4, R5) were obtained, rhizosphere bacteria R5 had a percentage of inhibition of 51.9%. So that this R5 bacteria has the potential and inhibits the growth of Fusarium sp fungi, because the R5 bacteria have the same macroscopic and microscopic characteristics and characteristics as those possessed by the bacterium Pseudomonas fluorescens. Keywords: Rhizosphere bacteria, strawberry plants, Fusarium sp ABSTRAK Bakteri rizosfer merupakan mikroba tanah yang dapat diisolasi dari rizosfer tanaman stroberi (Fragaria sp). Bakteri rizosfer termasuk dalam kelompok mikroba antagonis yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium sp yang menginfeksi tanaman yang menyebabkan penyakit layu fusarium pada akar tanaman stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keragaman bakteri rizosfer yang diisolasi dari tanaman stroberi yang bersifat antagonis terhadap jamur Fusarium sp. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimen. Hasil analisis keragaman bakteri rizosfer memiliki nilai indeks keragaman sebesar 1,35. Hal ini menandakan bahwa keanekaragaman bakteri rizosfer yang diisolasi dari rizosfer tanaman stroberi termasuk dalam kategori sedang (1,0<H’<3,322). Analisis potensi penghamabatan dari 5 macam koloni (R1, R2, R3, R4, R5) yang didapatkan, bakteri rizosfer R5 memiliki persentase daya hambat sebesar 51,9%. Sehingga bakteri R5 ini memiliki potensi dan menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp, sebab bakteri R5 memiliki ciri-ciri dan karakter makroskopis dan mikroskopis yang sama dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri Pseudomonas fluorescens. Kata kunci: Bakteri rizosfer, tanaman stroberi, Fusarium sp
Uji Antagonis Jamur Trichoderma viride dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Vira Ruainiah Ruswandari; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.666 KB)

Abstract

Trichoderma viride is a microorganism that is commonly found in moist soil and can be isolated from the root area of the shallot plant (Allium ascalonicum L.). The study aim was to determine the mechanism and the difference in percentage of inhibitory power by Trichoderma viride in inhibiting growth of Alternaria porri pathogen at pH 4.8 and 7. The descriptive method was used by descriptive method to isolate Alternaria porri and Trichoderma viride fungi and then purified, and the experimental method tested Trichoderma viride fungal antagonists against Alternaria porri with two PDA media treatments pH 4.8 that observed for 3 days and pH 7 observed for 4 days. The results of the percentage of inhibitory power on the day 1,2,3 were 9%, 34.2% and 35% (pH 4.8), and the results of the percentage of inhibition power of the day 1,2,3 and 4 were 1.9%, 29.9%, 35% and 39.4% (pH 7). The inhibition mechanism of Trichoderma viride in inhibiting Alternaria porri fungi through the stages of antibiosis, parasitism and lysis. Keywords: Trichoderma viride, Alternaria porri, shallot plants, pH 4,8 and pH 7. ABSTRAK Jamur Trichoderma viride merupakan mikroorganisme yang umum dijumpai dalam tanah yang lembab dan dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme dan perbedaan persentase daya hambat oleh jamur Trichoderma viride dalam menghambat pertumbuhan patogen Alternaria porri pada pH 4,8 dan 7. Metode yamg digunakan metode deskriptif dengan mengisolasi jamur Alternaria porri dan Trichoderma viride lalu dimurnikan, dan metode eksperimen melakukan uji antagonis jamur Trichoderma viride terhadap Alternaria porri dengan dua perlakuan media PDA pH 4,8 yamg diaamati selama 3 hari dan pH 7 yang diamati selama 4 hari. Hasil persentase daya hambat pada hari ke 1,2,3 yaitu 9%, 34,2% dan 35% (pH 4,8), dan hasil persentase daya hambat hari ke 1,2,3 dan 4 yaitu 1,9%, 29,9%, 35% dan 39,4% (pH 7). Hal ini diketahui bahwa hasil terakhir persentase daya hambat 35% (pH 4,8) dan 39,4% (pH 7). Mekanisme Penghambatan Jamur Trichoderma viride dalam menghambat jamur Alternaria porri melalui tahap antibiosis, parasitisme dan lisis. Kata kunci: Trichoderma viride, Alternaria porri, tanaman bawang merah, pH 4,8 dan pH 7.
Uji Antagonis Jamur Gliocladium sp dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Fusarium sp Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang (Musa paradisiaca L.) Taufiq Hidayat; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.078 KB)

Abstract

The fungus Gliocladium sp. is the microbial soil that can be isolated from the root zone of banana plant (Musa Paradica L.) Those fungi are included in the group of potentially antagonistic microbes in the growth inhibiting of Fusarium sp fungus which infects the plants and it cause disease on banana crops withered. This research aim was to know the difference of growth inhibiting percentage of Gliocladium sp, to the Fusarium sp. fungus at pH 5.5 and pH 7. This research uses experiment methods. The results of the growth inhibiting percentage in the last day was higher at pH 5.5 of 35.2% whereas at pH 7 of 14%. This indicates that the growth of the fungus is more suitable in pH acidic approach because of its nature which is able to adjust to the fungal metabolism. The inhibition mechanism of the Gliocladium sp. on fungus inhibiting of Fusarium sp. has the stages of the competition, lysis and mycoparasit. Keywords: Gliocladium sp., Fusarium sp, banana plants, pH ABSTRAK Jamur Gliocladium sp. merupakan mikroba tanah yang dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman pisang (Musa Paradica L.) Jamur tersebut termasuk dalam kelompok mikroba antagonis yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp yang menginfeksi tanaman yang menyebabkan penyakit layu pada tanaman pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persentase daya hambat jamur Gliocladium sp. dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. pada pH 5,5 dan pH 7. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimen. Hasil dari persentase daya hambat hari terakhir lebih tinggi pada pH 5,5 sebesar 35,2% sedangkan pada pH 7 sebesar 14%. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan jamur lebih cocok di pH mendekati asam karena sifatnya yang mampu menyesuaikan dengan metabolisme jamur. Mekanisme Penghambatan jamur Gliocladium sp. kepada jamur Fusarium sp. mempunyai tahap kompetisi, lisis dan mikoparasit. Kata kunci: Gliocladium sp., Fusarium sp., tanaman pisang, pH
Pola Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa untuk Retting-Embun Serat Kasar pada Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) Eka Prasetyowati; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 1 (2019): Keragaman Populasi Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.527 KB)

Abstract

Sansivieria trifasciata has a cell wall consisting of high cellulose components which are reinforced by lignin, pectin and hemicellulose. Separation of fibers from bonds that strengthen fibers is still a major problem because the cell walls that are owned are very strong and stiff. In the activity of separating selolusa fiber there needs to be a process called retting. Residues from the retting process with chemicals can pollute the environment, separation by mechanical means produces fibers that are still rigid, and with soaking requires a lot of water and causes odor. The purpose of this study is how long the Pseudomonas earuginosa used can show cell proliferation; get a graph of growth patterns in Sansevieria trifasciata leaf preparations by adding nutrients and fiber quality from dew retting. This study uses an experimental method; there are 2 treatments, namely the addition of nutrition and without nutrition with 6 replications time 5 days, 10, days, 15 days, 20 days and 30 days. The results of this study were the number of treated cells with the addition of nutrients and without the addition of nutrients experiencing the lag phase of the 5th to 10th day and the exponential phase starting from the 10th day to the 30th day. Pseudomonas aeruginosa can soften the cell wall with dew-retting ability obtained by 3.0 nutritional treatment scores and a score of 1.5 treatments without nutrition. In the regression analysis ≥ , where there is a significant influence between the number of cells per unit and the addition of nutrients and without the addition of nutrients. Keywords: growth pattern, Pseudomonas aeruginosa, coarse fiber, Sansevieria trifasciata ABSTRAK Sansivieria trifasciata memiliki dinding sel yang terdiri dari komponen selulosa tinggi yang diperkuat oleh lignin, pektin dan hemiselulosa. Pemisahan serat dari ikatan yang memperkuat serat masih menjadi masalah utama karena dinding sel yang dimiliki sangat kuat dan kaku. Dalam kegiatan pemisahan serat selolusa perlu adanya proses yang dinamakan retting. Residu dari proses retting dengan bahan kimia dapat mencemari lingkungan, pemisahan dengan cara mekanik menghasilkan serat yang masih kaku, dan dengan perendaman membutuhkan air yang cukup banyak serta menimbulkan bau. Tujuan dari penelitian ini adalah berapa lama Pseudomonas earuginosa yang digunakan dapat menunjukkan perkembangbiakan sel, mendapatkan grafik pola pertumbuhan pada sediaan daun Sansevieria trifasciata dengan penambahan nutrisi dan kualitas serat dari retting-embun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, terdapat 2 perlakuan yaitu penambahan nutrisi dan tanpa nutrisi dengan 6 ulangan waktu 5 hari, 10, hari, 15 hari, 20 hari dan 30 hari. Hasil dari penelitian ini jumlah sel perlakuan dengan penambahan nutrisi dan tanpa penambahan nutrisi mengalami fase lag hari ke-5 sampai hari ke-10 dan fase eksponensial dimulai dari hari ke-10 sampai hari ke-30. Pseudomonas aeruginosa dapat melunakkan dinding sel dengan kemampuan retting-embun diperoleh skor 3,0 perlakuan nutrisi dan skor 1,5 parlakuan tanpa nutrisi. Pada analisa regresi ≥ , dimana adanya pengaruh yang signifikan antara jumlah sel setiap unitnya dengan penambahan nutrisi dan tanpa penambahan nutrisi. Kata kunci: Pola Pertumbuhan, Pseudomonas aeruginosa, Serat Kasar dan Sansevieria trifasciata
Kajian Etnobotani dan Reproduksi Tumbuhan Obat Di Desa Jagalan Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Riadul Jannah; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 7 No 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.152 KB) | DOI: 10.33474/e-jbst.v7i2.305

Abstract

Ethnobotany is a botanical science that studies the use of plants in the needs of daily life and tribal customs. The use of plants as traditional medicine (herbal) has been known for a long time by the people in Desa Jagalan. This study aims to identify medicinal plants, utilization of medicinal plants, and reproduction of medicinal plants by the people of Jagalan Village, Kwanyar District, Bangkalan Regency. This research was conducted in May-2019 using qualitative methods. Qualitative methods are used to collect data through interviews. Respondents were selected using purposive sampling, namely community members who knew about medicinal plants, especially for parents with an age range (35-80 years). Research shows the average data of respondents encountered 150 respondents. There are 14 types of medicinal plants used in Jagalan Village, namely Bingbuluh (Belimbing wuluh), jeih (ginger). Kencur (kencor), Sere (Sirih), Molabek Temulawak), Moereng (Temuireng), Binahong, Meronggih (Kelor), Konyek (turmeric), Mores (Soursop), Jembuh (Guava), Orange Porot (Lime), Kodduk (Noni), Blimbing (Starfruit). Reproduction is divided into two parts, namely asexual and sexual, bingbuluh, merongguh, gembuh, orange porous, mores, codduk, and blimbing including the generative and vegetatf reproduction, jihor, kencor, molabek, moereng, binahong, and konyek including rhizoma reproduction (rhizome, live root) is a stem that grows horizontally in the soil resembling roots and then in sere including artificial vegetative reproduction by grafting and ducking.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd Chalim Asnawi Afif Hilmi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Ainur Rofiq Ainur Rofiq Ainur Rohmah Alifia, Ersa Alik Maulidiyah Ana Li'atul Mufidah Anisa, Khoiria Ari Hayati Ari Hayati Arifyani, Laily Febrian Arinto Y.P Wardoyo Asnawi, Abd Chalim Aza Zunairoh Budi Santoso Devi Sugiarto Dewi Anjar Setyowati Dewi Rahayu Saraswati Dewi, Lina Purnama Dionysius J.D.H Santjojo Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dita Agisimanto Dwi Budi Santoso Edi Santoso Edi Santoso Eka Prasetyowati Emeliya, Emeliya Fadhil, Ilnia Farah Aida Qotrun Nada Fitri, Hanin Rahma Garnis Mufarrohah Rohmah Garnis Mufarrohah Rohmah Gatra Ervi Jayanthi Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayanti Gatra Ervi Jayati Gumiwang, Wulan Dari Neng Hadi, Muhammad Sholikhul Haikal, Muhammad Wildan Hasanah, Rochmatul Hesti Nofanda Hesti Nofanda, Hesti Hilmi, Afif Hosnia Sari Ilnia Fadhil Istifadah, Hayati Istiqomah, Nuri Lailatul Khoiria Anisa LAILATUL MAGHFIROH Lailatul Maghfiroh Lailatul Mufairoh Lutfi Niam Lutfi Niam, Lutfi Lutfiah sudarmaji Ma'rifatul As'adah Mai Suroh Majida Ramadhan Marista, Bilqis Mawardi, Azis Mochamad Ircham Firmansah Mufairoh, Lailatul Mufidah, Ana Liatul Muhammad Ni&#039;amul Albab Mustakim, Moch Nada, Farah Aida Qotrun Nilam Firdausi Nilam Firdausi, Nilam Nindi Afifa Nisa Nisa, Kholisatun Nur Ainiah Nurul Jadid Mubarokati Oey, Ulfi Abdul Rahman Oktavia Rahayu Puspitarini Pratiwi, Radita Intan Aisyah Purnamasari, Viska Puspa, Andria Putri, Nela Vede Rhofa Radita Intan Aisyah Pratiwi Rafida Azizah Reza Priski Dwi Jayanti Riadul Jannah Saimul Laili Salsabilla, Dyah Ajeng Saraswati Subagyo Sari, Hosnia Setyowati, Dewi Anjar Sirojuddin M. Rochmat Siti Marhumah Siti Marhumah, Siti Siti Milatil Hasanah Siti Rahmah Suhnin, Zuhria binti Suroh, Mai Syafitri, Fitria Indah Taufiq Hidayat Ulfi Abdul Rahman Oey Vira Ruainiah Ruswandari Winda Tul Habibah Wulan Dari Neng Gumiwang Yaqutun Nafisah Yuliana Ratna Sari, Yuliana Ratna Zuhria binti Suhnin