Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Pemasaran Digital dan Inovasi Produk Sulam Guna Meningkatkan Perekonomian Pengrajin Sulam Koto Gadang Sumatera Barat Nova, Siska Mitria; Ranelis, Ranelis; Washinton, Rahmad; Haq, Chairul; Pusvita, Cinta; Husni, Latifa; Rosmita, Ermi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i4.1186

Abstract

Kendala yang di hadapi oleh pengrajin dan UMKM di Koto Gadang antara lain terbatasnya inovasi produk dan pelaku UMKM belum memanfaatkan secara optimal platform digital untuk memasarkan produknya. Tujuan Kegiatan Kemitraan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas UMKM Sulam Koto Gadang melalui pelatihan pemasaran digital dan inovasi produk yang dihasilkan. Pada pengabdian ini proses sosialisasi dilakukan dengan memberikan informasi dan pemahaman tentang peningkatan kuantitas dan kualitas produk kerajinan sulam melalui pengembangan desain produk yang akan dihasilkan serta pengembangan pemasaran. Pelatihan dilakukan dengan cara demonstrasi, yaitu cara membuat desain yang kreatif dan inovatif harus dilakukan serta memberikan pelatihan bagaimana cara pemasaran secara online dengan memanfaatkan digital platform online. Dari hasil PKM dihasilkan berbagai produk sulaman dengan beberapa pengembangan motif yang dan produk yang dihasilkan semakin beraneka-ragam. Selain itu, dari hasil PKM ini pengrajin mulai memanfaatkan digital marketing sebagai saran promosi dan penjualan produk sulaman koto gadang melalui pemanfaatan sosial media seperti Facebook, Instagram, dll. Kesimpulan dari PKM ini adalah meningkatnya inovasi produk sulam koto gadang sehingga produk lebih menarik dan sesuai dengan selera konsumen serta pengrajin dapat memahami peran penting penggunaan digital marketing untuk menjual produk sulam Koto Gadang
Pemanfaatan Abu Pembakaran Sekam Batu Bata Sebagai Material Dekorasi Aesthetic Building Washinton, Rahmad; ranelis; Alipuddin
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 3 (2025): Besaung: Agustus-November
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i3.6065

Abstract

Contemporary design today increasingly emphasizes the importance of sustainability and the exploration of local materials as part of visual identity. The use of ash from burned rice-husk brick kilns as a decorative material in architectural design offers an approach that integrates aesthetic value, functionality, and sustainability. This research is motivated by the problem of abundant yet underutilized waste from rice-husk brick combustion, which has the potential to pollute the environment. The ash produced from brick-kiln rice husks possesses distinctive visual characteristics, including natural neutral colors, unique textures, and a rustic impression that can enrich both interior and exterior design expressions.The purpose of this study is to examine the potential of rice-husk ash as a decorative building element that carries aesthetic value while remaining environmentally friendly. The method used involves material experimentation and design based on local context, where the ash is processed into decorative components such as wall ornaments and aesthetic fence elements. The designs emphasize beauty through simplicity. Laboratory tests and field observations were conducted to evaluate color stability, texture, durability, and compatibility with common construction substrates.The results of the study show that the use of rice-husk ash not only enhances the visual character of buildings but also creates a meaningful design narrative rooted in local culture. Thus, ash from rice-husk brick combustion can serve as an innovative solution for creating architectural designs that are aesthetic, contextual, and environmentally friendly, while also expanding the horizons of material exploration in interior and exterior design. In addition, its application can reduce dependence on synthetic decorative materials, thereby lowering environmental impact and supporting sustainable construction practices.