Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH BOTTOM ASH SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DALAM PEMBUATAN BETON Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.622 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1226

Abstract

Penggunaan batubara sebagai sumber energi menghasilkan limbah padat berupa bottom ash dan fly ash dari hasil pembakaran.Pemanfaatan limbah bottom ash khususnya yang dihasilkan oleh PT. Styrindo Mono Indonesia masih belum optimal, maka perlu dilakukan penelitian sebagai aplikasi teknologi materialberkelanjutan, agar dapat mengatasi pencemaran lingkungan salah satunya sebagai bahan baku pembuatan beton.Penelitian ini membandingkan antara beton normal (tipe-A) dengan beton yang pemakaian agregat halus nya diganti oleh bottom ash, dengan variasi kondisi bottom ash yang masih alami (tipe-B), lalu kondisi dicuci dikeringkan dalam oven selama ± 24 jam (tipe-C), dan kondisi dicuci dikeringkan oleh sinar matahari (tipe-D). Jumlah benda uji beton sebanyak 60 buah, dengan variasi umur beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari dan 56 hariHasil penelitian ini menyatakan limbah bottom ash dapat difungsikan sebagai substitusi agregat halus dalam pembuatan beton, dengan dicuci (dibersihkan) terlebih dahulu untuk menghilangkan kotorankotoran organik dan menurunkan kadar karbon. Nilai hasil pengujian pada umur 56 hari menunjukan hasil rata-rata kuat tekan beton normal (tipe A) sebesar 23,64 MPa. Tipe B mengalami penurunan nilai kuat tekan dari beton normal yaitu sebesar 20,35 % dengan nilai kuat tekan sebesar 18,83 MPa. Beton tipe C menghasilkan peningkatan kuat tekan sebesar 5,09 % dari beton normal dengan nilai kuat tekan yang lebih besar diantara tipe lainnya, yaitu sebesar 24,84 MPa. Beton tipe D mengalami penurunan kuat tekan sebesar 3,59 % dari beton normal dengan nilai kuat tekan sebesar 22,79 MPa.Kata Kunci : Beton, Kuat Tekan, Bottom Ash
ANALISIS PERILAKU STRUKTUR PADA SISTEM GANDA APARTEMEN 9 LANTAI MENGGUNAKAN METODE TIME HISTORY ANALYSIS SESUAI PERATURAN SNI 1726:2012 Baehaki Baehaki; Soelarso Soelarso; Nurlaela Fitria
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.958 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3304

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah jalur gempa pasifik dan jalur gempa asia sehingga sangat berpotensi mengalami gempa, karena itu Indonesia termasuk dalam jalur lingkaran api pasifik. Besarnya parameter gempa dan respon spektrum diatur dalam SNI 1726:2012 yang merupakan revisi dari SNI 1726:2002. Penelitian ini membahas tentang sistem ganda apartemen 9 lantai yang meliputi dinding geser dan tigaelemen struktur utama yaitu balok, kolom dan joint, menggunakan analisis riwayat waktu dengan 3 rekaman gempa yaitu El Centro, Northridge dan Friuli yang disetarakan dengan gempa di Serang dengan tanah keras dan dimodelkan pada program ETABS v.9.6. Hasil penelitian ini menunjukan struktur gedung apartemen 9 lantai memiliki jenis sistem ganda dengan rangka pemikul momen khusus. Analisis simpangan pada gedung apartemen 9 lantai untuk arah x dan y tidak melampaui batas ijin yang ditentukan dalam SNI 1726:2012, translasi tanpa mengalami torsi terjadi di mode 1 dan 2, dan Gaya geser dasar yang didapatkan sebesar 11443.5 kNm untuk time history dan 3466.62 kNm untuk statik ekuivalen
ANALISIS STRUKTUR BETON BERTULANG SRPMK TERHADAP BEBAN GEMPA STATIK DAN DINAMIK DENGAN PERATURAN SNI 1726 2012 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.419 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1231

Abstract

Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi akibat pelepasan energi yang menciptakan gelombang seismik. Indonesia merupakan Negara yang rawan terhadap gempa bumi karena memiliki tiga lempeng tektonik yang besar. Besarnya parameter gempa dan respon spektrum diatur dalam SNI 1726 2012 yang merupakan revisi dari SNI 03 1726 2002.Penelitian ini membahas tentang perencanaan struktur beton bertulang SRPMK dengan bangunan 9 lantai pada lokasi gempa di Serang dengan tanah keras dimodelkan pada program ETABS v.9.6. Material yang digunakan beton bertulang dengan f’c 30 Mpa. Pembebanan yang ditinjau meliputi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) sesuai PPPURG 1987 dan beban horizontal (beban gempa dinamik respon spektrum dan statik ekivalen) sesuai SNI 1726 2012. Struktur bangunan dianalisis terhadap, simpangan, prilaku struktur, p-delta dan torsi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada dimensi kolom utama 550 mm x 550 mm balok utama 300 mm x 600 mm struktur gedung sudah mampu memikul beban gravitasi dan horizontal sesuai dengan faktor kenyamanan dan keamanan . Simpangan maksimum yang terjadi yaitu sebesar 26.4 mm (akibat respon spektrum) dan 25.85 mm (akibat statik ekivalen) tidak melewati batas simpangan yang diizinkan yaitu sebesar 67.31 mm, translasi tanpa mengalami torsi terjadi pada mode 1 dan 2, dan gaya geser dasar yang terjadi sebesar 1743.41 kN (akibat statik ekivalen) dan 1481.9 kN (akibat respon spektrum).
ANALISA STRUKTUR ULA WELL PLATFORM TAHAP LIFTING DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SACS 5.2 Soelarso Soelarso
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.51 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1220

Abstract

Fungsi utama struktur anjungan lepas pantai (offshore platform) adalah mendukung bangunan atas beserta fasilitas operasionalnya di atas air laut selama waktu operasi dengan aman. Sebelum platform beroperasi, platform yang telah selesai dibangun di yard akan dibawa menuju lokasi penempatanmenggunakan barge. Setelah tiba di lokasi, struktur ini akan di angkat oleh crane untuk diletakan pada struktur jacket yang telah dipasang sebelumnya. Fase pengangkatan platform ini dinamakan Lifting. Pada dasarnya, analisa lifting itu sendiri dilakukan untuk menguji kekuatan struktur terhadap beban statis dan beban dinamis ketika proses pengangkatan berlangsung. Berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan analisa yang lebih detail untuk proses lifting. Media yang digunakan pada penelitian analysis platform tahap pra konstruksi adalah program SACS 5.2 (structural analysis computer system)yang akan membantu dalam pengerjaan platform pada proses lifting. Setelah melakukan analisis pada proyek PT. Bakrie Construction, didapatkan nilai COG dan beban maksimum pada sling di main deck kordinat (0,0;0,0), load 221.73 KN dan cellar deck kordinat (0,09;-0,08), load 71.04 KN. Semua batang pada platform memiliki UC dibawah 1 dan itu semua dinyatakan aman.Kata kunci : Lifting, COG, SACS 5.2
ANALISIS KOLOM BERBASIS VISUAL BASIC APPLICATION DALAM MENENTUKAN RASIO TULANGAN Soelarso Soelarso; Zulmahdi Darwis
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1702.373 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1228

Abstract

Pembuatan diagram interaksi secara manual membutuhkan banyak waktu karena perlu perhitungan beban nominal untuk beragam nilai eksentrisitas beban, serta dengan faktor reduksi kekuatan nominal yang bervariasi. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas desain dan analisis kolom beton bertulang, diagram interaksi umumnya dihasilkan dengan otomatisasi komputer, adapun penelitian ini mencoba untuk menambah wacana baru dalam dunia teknik sipil di dalam menentukan rasio tulangan longitudinal pada kolom betonbertulang dengan menggunakan Visual Basic Application. Visual Basic Application sendiri merupakan program aplikasi yang disertakan pada Ms Office , dimana didalam VBA ini terdapat banyak object seperti ; object model, worksheet, chart, pivot table dan sejumlah fungsi-fungsi lain, dengan VBA kita bisa bekerja dengan object -object tersebut dan mengembangkan prosedur yang ada di dalamnya Oleh karena untuk memudahkan perhitungan rasio tulangan (dengan diagram interaksi kolom) yang cepat dan relatif ekonomis dengan bantuan komputer, dimana diharapkan dapat meminimalisir kesulitan yang ditemui tanpa harus mengulang perhitungan dari awal biladibutuhkan dimensi dan material beton yang berbeda, akan tetapi komputerlah yang akan menghitungnya. Penelitian ini pun dilakukan dengan membandingkan hasil rasio tulangan dari perhitungan manual berbasis Visual Basic Application dengan software PCA Column, adapun hasil perhitungan setelah dibandingkan dengan salah satu software yaitu PCA Column ternyata memberikan hasil yang sama atau rasio tulangan yang dihasilkan relatif samaKata Kunci: Rasio Tulangan, Diagram Interaksi Kolom, Visual Basic Application
PENGARUH PENGGUNAAN PASAK DENGAN VARIASI JARAK (10cm, 15cm, 20 cm ) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK LAMINASI BAMBU ( Dendrocalamus asper ) Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.035 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1263

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pasak bamboo dengan 3 variasi jarakpada balok laminasi bambu petung terhadap kuat lentur. Perbandingan ukuran balok antara tinggi dan lebarnya adalah dua banding satu yang berukuran (120 mm x 60 mm) dengan bentangbalok 180 cm. Selanjutnya diuji kekuatan balok dengan metode pembebanan lateral terhadap kapasitas lentur dengan penggunaan 3 buah variasi pasak bamboo dengan jarak yaitu 10 cm, 15 cm, dan 20 cm, untuk bambu laminasi menggunakan kulit luar bambu pada permukaan balok direkatkan menggunakan perekat labor 60# Multi Layer Double Glue Line (MDGL) di sisi balok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan pasak bamboo dengan variasi jarak yaitu 10 cm, 15 cm, dan 20 cm pada balok laminasi terhadap kekuatan dan kekakuan yang berbeda beda. Kekuatan Balok tertinggi adalah benda uji 15 cm dengan nilai rata-rata 11,18 kN,dibandingkan dengan balok jarak pasak 10 cm, dan 20 cm yang memiliki nilai rata-rata secara berurutan 8,99 kN, dan 8,34 kN. Kemudian pengujian balok lentur dengan jarak pasak 10 cm, 15 cm, dan 20 cm menghasilkan kekuatan lentur rata-rata secara berututan sebesar 25,739 Mpa, 35,041 Mpa, dan 28,027 Mpa. Hasil dari engujian ini terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu adanya pengaruh penggunaan variasi jarak pasak terhadap kuat lentur balok bamboo laminasi.
ANALISA SIMPANGAN PADA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI MENGGUNAKAN SNI 03-1726-2002 DAN RSNI 03-1726-201X Soelarso Soelarso; Zulmahdi Darwis Darwis
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.723 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1225

Abstract

Perencanaan gempa merupakan kajian untuk menghasilkan efisiensi dan desain struktur yang tahan terhadap gaya gempa. Kajian perencanaan gempa harus menggunakan prosedur dan peraturan perencanaan yang terbaru. Peraturan perencanaan struktur gedung tahan gempa di Indonesia sendiri umumnya selaludiperbaharui guna mengakomodir perkembangan iptek dan selalu menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan perencanaan struktur gedung. Peraturan perencanaan struktur gedung yang baru adalah RSNI 031726-2002 tentang Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Perencanaan gempa menghasilkan simpangan yang disyaratkan tidak boleh melebihi simpangan izin menurut peraturan yang digunakan.Perhitungan gempa pada struktur gedung 10 lantai dihitung dengan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung dan SNI 03-1729-2002 dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung Rumah Dan Gedung RSNI 03-1726-201X. Nilai gaya gempa yang didapatkan dianalisis menggunakan program bantuan komputer yaitu ETABS v.9.6. untuk mendapatkan simpangan yang simpangannya tidak boleh melebihi simpangan yang disyaratkan.Gaya gempa terbesar didapat dengan menghitung gempa menurut peraturan yang baru yaitu RSNI 031726-201X. Karena pada peraturan yang baru direncanakan dengan dengan kemungkinan terlewati besarannya selama umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2 persen. Simpangan terbesar berada pada gempa yang didistribusikan pada joint struktur sedangkan gempa yang didistribusikan pada pusat massa simpangannya kecil.Kata Kunci : Simpangan, SNI 03-1729-2002, RSNI 03-1726-201X
PARADIGMA MAHASISWA PEREMPUAN KULIAH DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu serta teknologi dibidang engineering memerlukan tenagatenagayang handal dengan kualifikasi yang memadai. Permasalahan muncul dalam bidang teknikakhir-akhir ini dirasakan semakin kompleks. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang teknikyang mempunyai kualifikasi yang memadai perlu dipenuhi dengan kualitas sumber daya manusiayang terus ditingkatkan. Perspektif orang ketika berbicara mengenai jurusan yang ada di fakultasteknik adalah lebih banyak melihat mahasiswa laki-laki dibandingkan dengan mahasiswaperempuan, bahkan ada anggapan bahwa fakultas teknik menjadi tempat belajarnya mahasiswalaki-laki, tetapi hal tersebut akan berbeda ketika kita melihat keadaan saat ini banyak mahasiswaperempuan yang berminat untuk melanjutkan kuliah di beberapa jurusan teknik. Berdasarkan latarbelakang tersebut, maka perlu analisa lebih lanjut terkait minat mahasiswa perempuan kuliah difakultas teknik. Penelitian ini dilakukan di enam jurusan yang ada di lingkungan fakultas teknikuniversitas sultan ageng tirtayasa, yaitu: teknik sipil, teknik mesin, teknik kimia, teknik industri,teknik elektro dan teknik metalurgi. Berdasarkan hasil penelitian perubahan paradigma di manafakultas teknik identik dengan laki-laki tidaklah berlaku di era sekarang, di mana kaum perempuanjuga banyak melanjutkan studi di fakultas teknik UNTIRTA. Faktor yang mempengaruhi motivasimahasiswi tersebut antara lain pertimbangan karier dan prospek ekonomi di masa depan, lapanganpekerjaan yang luas dan mudah mencari pekerjaan, serta ingin mempelajari pengetahuan yangbaru dan senang akan aplikasi dan ilmu terapan.Kata kunci: Paradigma, mahasiswa perempuan, fakultas teknik
PARADIGMA MAHASISWA PEREMPUAN KULIAH DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPesatnya perkembangan ilmu serta teknologi dibidang engineering memerlukan tenaga- tenaga yang handal dengan kualifikasi yang memadai. Permasalahan muncul dalam bidang teknik akhir-akhir ini dirasakan semakin kompleks. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang teknik yang mempunyai kualifikasi yang memadai perlu dipenuhi dengan kualitas sumber daya manusia yang terus ditingkatkan. Perspektif orang ketika berbicara mengenai jurusan yang ada di fakultas teknik adalah lebih banyak melihat mahasiswa laki-laki dibandingkan dengan mahasiswa perempuan, bahkan ada anggapan bahwa fakultas teknik menjadi tempat belajarnya mahasiswa laki-laki, tetapi hal tersebut akan berbeda ketika kita melihat keadaan saat ini banyak mahasiswa perempuan yang berminat untuk melanjutkan kuliah di beberapa jurusan teknik. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu analisa lebih lanjut terkait minat mahasiswa perempuan kuliah di fakultas teknik. Penelitian ini dilakukan di enam jurusan yang ada di lingkungan fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa, yaitu: teknik sipil, teknik mesin, teknik kimia, teknik industri, teknik elektro dan teknik metalurgi. Berdasarkan hasil penelitian perubahan paradigma di mana fakultas teknik identik dengan laki-laki tidaklah berlaku di era sekarang, di mana kaum perempuan juga banyak melanjutkan studi di fakultas teknik UNTIRTA. Faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswi tersebut antara lain pertimbangan karier dan prospek ekonomi di masa depan, lapangan pekerjaan yang luas dan mudah mencari pekerjaan, serta ingin mempelajari pengetahuan yang baru dan senang akan aplikasi dan ilmu terapan.Kata kunci: Paradigma, mahasiswa perempuan, fakultas teknik
Konservasi vegetatif kendalikan aliran permukaan daerah resapan mata air Restu Wigati; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Soelarso Soelarso; Bambang Adhi Priyambodho; Soedarsono Soedarsono; Heri Mulyono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17244

Abstract

Idealnya suatu daerah yang memiliki aset serta potensi sumber air bersih berasal dari mata air perlu adanya upaya perlindungan fungsi mata air untuk tetap berkelanjutan, salah satunya dengan melakukan kegiatan konservasi vegetatif. Kegiatan konservasi vegetatif dilakukan di sekitar mata air Cinyusu di Desa Tamansari Kabupaten Serang dengan menanam 120 bibit pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah pohon jati bongsor (Anthocephalus cadamba); pohon mahoni (Swietenia mahagoni); pohon kayumanis (Cinnamomum verum); pohon kayu ulin (Eusideroxylon zwageri); dan pohon sengon (Albizia chinensis) yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan dengan mengikutsertakan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan serta memotivasi masyarakat luas untuk sama-sama bergerak mensosialisasikan manfaat penanaman pohon. Kegiatan konservasi vegetatif mampu menyelamatkan mata air Cinyusu dari zat berbahaya serta bakteri sehingga terpelihara kualitasnya. Memberikan dampak terhadap proses resapan air ke dalam tanah agar dapat memicu munculnya mata air baru sehingga keberadaannya selalu tersedia sepanjang waktu. Ideally, an area with assets and potential sources of clean water from springs needs to protect the function of the springs from remaining sustainable, one of which is by carrying out vegetative conservation activities. Vegetative conservation activities were carried out around the Cinyusu spring in Tamansari Village, Serang Regency, by planting 120 tree seedlings. Tree seeds planted are big teak trees (Anthocephalus cadamba); mahogany trees (Swietenia mahagoni); cinnamon trees (Cinnamomum verum); trees ironwood (Eusideroxylon zwageri); tree sengonAlbizia chinensis) obtained from the Forestry and Plantation Service of Banten Province. Approach method Asset-Based Community Development is applied by involving the community to care about the environment and motivating the wider community to move together to socialize the benefits of tree planting. Vegetative conservation activities can save Cinyusu springs from harmful substances and bacteria to maintain their quality. It impacts the process of water infiltration into the ground so that it can trigger the emergence of new springs so that their presence is always available.