Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK POLY ETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PEMBUATAN BETON Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso; Tb Ahmad Faisal
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6670

Abstract

Pertumbuhan teknologi beton yang semakin berkembang, berbagai penelitian telah banyak dilakukan baik oleh kalangan praktisi maupun dari kalangan peneliti. Berbagai jenis teknologi beton telah diperkenalkan dan digunakan, kini secara umum seperti penggunaan serat baja dan Poly Ethylene Terephthalate(PET) sebagai substitusi agregat kasar. Memanfaatkan limbah sampah dengan pengolahaan atau daur ulang sampah untuk dijadikan bahan substitusiagregat dari botol kemasan plastik Poly Ethylene Terephthalate(PET). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan bahan agregat kasar buatan dari limbah botol plastik minuman kemasan ulang atau Poly Ethylene Terephthalate (PET), dan mempelajari pengaruh dan efektifitas akan penggunaan bahan pengganti agregat kasar buatan (PET) sebagai bahan pembentukan beton. Penelitian ini menggunakan komposisi penggantian Agregat Kasar dengan Plastik Poly Ethylene Teherphtalate (PET) sebanyak 50% dan 100% , dengan kuat tekan beton rencana 20 MPa. Jumlah sampel sebanyak 45 sampel yang terdiri dari 3 variasi. Sampel di uji pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan dengan umur rencana 28 hari, di dapat kuat tekan menurun dari beton yang menggunakan substitusi agregat kasar buatan Poly Ethylene Terephthalate(PET) terhadap beton normal, hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut beton normal Tipe N (0% PET) sebesar 24,56 MPa, Tipe A beton (50% PET) sebesar 18,90 MPa, Tipe B beton (100% PET) sebesar 18,26 Mpa. Pencapaian hasil dari agregat kasar buatan Poly Ethylene Terephthalatedapat memudahkan pelaksanan pembuatan beton. Pelaksanaan yang dimaksud adalah proses penimbangan bahan, cara pembuatan, pengadukan, pencetakan, pemadatan, penggetaran beton dan penyelesaian beton.
Redesign Struktur Balok pada Gedung Kuliah FT. UNTIRTA berdasarkan SNI 1726-2012 dan SNI 2847-2013 Baehaki Baehaki; Soelarso Soelarso; Subandi Subandi
Jurnal Teknika Vol 15, No 1 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i1.5961

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (ASP) DAN TAWAS PADA KUAT TEKAN BETON F’C 17,5 MPA Soelarso Soelarso; Zulmahdi Darwis
Jurnal Teknika Vol 7, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i1.6707

Abstract

Indonesia dikenal sebagai daerah agraris dengan tanaman padi sebagai pertanian masyarakat. Pertanian padi menghasilkan limbah sekam padi yang saat ini hanya dimanfaatkan sebagai pembuatan abu gosok. Pemanfaatan tersebut hanya menggunakan sebagian kecil dari jumlah limbah sekam padi yang ada sehingga nilai ekonomis yang didapatkan juga masih relatif kecil. Tawas sendiri merupakan alumunium sulfat yang dapat digunakan sebagai penjernih air (water treatment) seperti sedimentasi karena tawas yang dilarutkan dalam air mampu mengikat kotoran dan mengendapkan kotoran dalam air sehingga menjadikan air menjadi jernih. Menurut penelitian yang pernah dilakukan tawas juga dapat mempercepat reaksi hidrasi semen.Penelitian dengan variasipenambahan tawas sebanyak 1,5%, 2,0% dan 2,5% dari berat semen dengan abu sekam padi sebanyak 15% dari berat semen.
PEMANFAATAN LIMBAH BESI SPON (PELLET) SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA KUAT TEKAN MORTAR Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso
Jurnal Teknika Vol 7, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i1.6708

Abstract

Mortar merupakan bahan bangunan yang berfungsi untuk merekatkan pada pekerjaan pasangan pondasi, pasangan batu bata ataupun pada pekerjaan dinding. Kebutuhan manusia akan perumahan semakin meningkat dan di sisi lain semakin mahalnya harga bangunan, sementara limbah industri yang begitu besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan khususnya Limbah besi spons sebagai bahan isian pada mortar semen yang kemudian akan diteliti sifat-sifatnya, yaitu dengan menguji kekuatan tekan pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran dengan perbandingan persentase 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% limbah besi spons sebagai pengganti agregat halus.Material yang digunakan semen type 1 dengan merek tiga roda, agregat halus berasal dari daerah Jalupang Rangkas, Limbah Besi Spons (pellet) berasal PT. Krakatau Steel . Sampel yang diuji memiliki bentuk kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm untuk pengujian kuat tekan dengan mengulang pengujian sebanyak 3 kali dan di uji tekan menggunakan alat Compression Testing Machine. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umur 28 hari hasil rata-rata kuat tekan mortar normal sebesar 85,7 Kg/cm2 kemudian terjadi kenaikan kekuatan tekan mortar dengan persentase pengganti 20% limbah besi spons menjadi 102,0 Kg/cm2, pada persentase pengganti 40% terjadi penurunan sebesar 82,0 Kg/cm2, pada persentase pengganti 60 % terjadi penurunan 77,5 Kg/cm2, pada persentase pengganti 80% terjadi penurunan 71,8 Kg/cm dan padapenurunan yang terkecil didapatkan pada persentase pengganti 100% sebesar 65,3 Kg/cm.
Program Aplikasi Analisis Frekuensi Menggunakan Visual Basic 2010 Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Metadilisa Habi
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.315

Abstract

Analisis frekuensi merupakan salah satu cara untuk menentukan besaran hujan atau debit rancangan kala ulang tertentu dalam perencanaan dan perancangan bangunan air. Perhitungan analisis frekuensi biasanya hanya ditentukan berdasarkan perhitungan manual dan memerlukan waktu yang cukup lama. Program aplikasi analisis frekuensi ini menggunakan program bantuan Visual Basic 2010. Program aplikasi ini menampilkan hasil tanpa perhitungan jenis sebaran serta tidak menampilkan grafik dari masing- masing distribusi (Normal, Log-Normal, Gumbel dan Log-Pearson III). Berdasarkan hasil analisis frekuensi dalam menentukan hujan rencana menggunakan data hujan pada stasiun Cilegon tahun 2001 sampai 2010, dengan kala ulang 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun untuk perhitungan manual dengan distribusi terpilih Log- Pearson III menghasilkan hujan rencana sebesar 80,975 mm; 121,063 mm; 147,247 mm; 179,365 mm; 202, 294 mm; 225, 301 mm. Sedangkan untuk perhitungan mengunakan program mendapatkan hasil 80,962 mm; 121,053 mm; 147, 235 mm; 179,473 mm; 202, 786 mm; 225, 474 mm. 
EVALUASI SIMPANGAN STRUKTUR AKIBAT PENAMBAHAN LANTAI DENGAN METODE ANALISIS STATIK DAN DINAMIK RESPONSE SPECTRUM (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNTIRTA) Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
JURNAL SPEKTRAN Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5, No. 2, Juli 2017
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.652 KB)

Abstract

The Advancement of Science and Technology made Indonesians increasingly concerned about education at the university so that the increasing of students must be balanced with the development of education building infrastructure. In 2015, have been built 3 floors which functioned as offices for Dean Faculty of Engineering Untirta, but in the process of implementation is done re-design with the addition of 3 floors above it to meet space requirement at the Faculty of Engineering Untirta. This research was conducted to re-analyze the deflection of structure building in order to know the deflection of structures due to the addition of load and the effect of earthquake force, so that can be evaluated to plan the addition of floor as much as 3 floors in Faculty of Engineering Untirta building structure. The analytical method used are the equivalent static analysis and dynamic response spectrum analysis using the computer program Extended Three dimensional Analysis Building System (ETABS). Resulted from 3D model analysis with the addition of 3 floors, the behavior of structures in the modes 1,2 and 3 respectively happened translations X direction, Y direction and Z axis rotation. Base shear force that occurred for 1.549.45 kN at X direction and 1.581,06 kN at Y direction. Maximum deflection that happened at 298,65 mm due to earthquake load X direction, 249,59 mm due to earthquake load Y direction. The deflection value has exceeded the allowable deflection limit of 186 mm, so that the existing structures cannot resist against the working load due to the addition of the floor according to the design standard of SNI 03-1726-2012.
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DI LIMA WILAYAH DI INDONESIA TERHADAP BEBAN GEMPA DAN BEBAN ANGIN BERDASARKAN SNI 1726-2012 DAN SNI 1727-2013 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki; Akhmad Mursyidan
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4637.461 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.2018

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik utama diantaranya lempeng eurasia, lempeng indo-australia dan lempeng pasifik. Hal ini menjadi penyebab Indonesia sering mengalami peristiwa gempa bumi sehingga perlu analisis yang baik terhadap beban gempapada struktur bangunan. Selain beban gempa, beban angin merupakan beban yang perlu direncanakan sebagai beban lateral karena semakin tinggi struktur bangunan maka beban lateral akan semakin besar.Penelitian ini membahas tentang analisis struktur gedung bertingkat 9 lantai tipikal yang ditempatkan pada lokasi yang berbeda di lima wilayah Indonesia diantaranya Meulaboh Aceh, Kota Padang, Lebak Banten, Bantul Yogyakarta dan Timika Papua terhadap beban gempa (statik ekivalen dan respons spektrum)dan beban angin berdasarkan SNI 1726-2012 dan SNI 1727-2013.Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai simpangan terbesar akibat beban gempa sebesar 389,565 mm (Timika papua), 384.175 mm (Meulaboh Aceh), 349.47 mm (Kota Padang), 338.14 mm (Bantul Yogyakarta) dan 283,64 mm (Lebak Banten). Simpangan akibat beban angin sebesar 1.2155 mm (Lebak Banten, Bantul Yogyakarta dan Timika Papua), 3.025 mm (Kota Padang) dan 5.445 mm (Meulaboh Aceh). Simpangan yang terjadi tidak melebihi simpangan ijin yang disyaratkan. Struktur gedung aman terhadap kinerja stabilitas P-delta dan torsi sesuai SNI 1726-2012. Kontribusi akibat beban angin pada struktur gedung tidak terlalu signifikan dibanding beban gempa hal ini karena kecepatan angin tidak terlalu besar dan struktur pada gedung yang tidak terlalu tinggi
ANALISIS PERBANDINGAN SIMPANGAN HORISONTAL ( DRIFT ) PADA STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA DENGAN 3) MENGGUNAKAN PENGAKU LATERAL (BRACING ) BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.47 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1244

Abstract

Indonesia sering dikejutkan dengan berbagai macam bencana alam, terutama gempa.Hal ini terjadi karena Indonesia berada di pertemuan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.Solusi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan akibat menahan gempa lateral yang ditimbulkan akibat gempa salah satunya adalah dengan penambahan pengaku lateral (bracing) pada elemen struktur portal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perubahan simpangan horizontal padagedung kontruksi baja yang menerima beban gempa dan beban angin setelah menggunakan V-Bracing dan Inverted V-Bracing dan mengetahui perbedaan hasil simpangan horizontal antara SNI 2002 dengan SNI 2012.Hasil dari analisis menunjukan bahwa beban gempa dipengaruhi oleh faktor respons gempa. SNI 2012 memiliki faktor respon gempa dan kombinasi pembebanan lebih besar daripada SNI 2002 sehingga simpangan gedung antar lantai yang terjadi berdasarkan SNI 1726-2012 lebih besar dibandingkan denganSNI 1726-2002. Penambahan pengaku lateral (bracing) pada struktur gedung, bresing Inverted V lebih unggul mengurangi simpangan horizontal (drift) akibat gaya gempa statik ekuivalen hingga mencapai 74,65% pada arah X dan 75,06% pada arah Ydibandingkan dengan bresing V
ANALISIS PERILAKU STRUKTUR GEDUNG LAB TERPADU UNTIRTA BERDASARKAN PERATURAN SNI 1726:2012 Baehaki Baehaki; Soelarso Soelarso; Atika Permatasari
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.185 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3303

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya keruntuhan pada bangunan gedung. Keruntuhan bangunan biasanya dikarenakan simpangan yang terjadi pada gedung itu melebihi darisimpangan yang diijinkan dan terjadinya benturan antar gedung yang dapat membahayakan korban jiwa.Untuk mencegah hal itu maka struktur harus didesain dengan ketahanan gempa yang diatur dalam peraturan terbaru yaitu SNI 1726:2012. Dalam penelitian ini dilakukan analisis dengan program ETABS v.9.7 untuk mengetahui simpangan, gaya geser dasar dan jarak dilatasi yang dijinkan sesuai SNI 1726:2012. Gedung yang ditinjau adalah Gedung Lab Terpadu Untirta dengan 4 lantai. Analisis gedung ini mengacu pada SNI 1726 2012. Metode pembebanan gempa yang digunakan adalah respons spectrum yang diikuti dengan pengecekkan persyaratan terhadap nilai gaya gempa dari hasil metode statik ekivalen. Hasil penelitian ini menunjukan struktur gedung memiliki jenis SRPMK dengan periode alami sebesar 0,507 detik. Analisis simpangan pada Gedung Lab Terpadu arah x dan y yang telah mengalami faktor pembesaran melampaui batas ijin yang ditentukan dalam SNI 1726:2012. Gaya geser dasar desain yang didapatkan adalah  648,7135 KN. Jarak dilatasi yang diperlukan adalah 52,49 mm dan melebihi dilatasi pada kondisi eksisting.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA BETON NORMAL TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.095 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1254

Abstract

Sangat diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi eksploitasi alam dan dapat memanfaatkan limbah-limbah beton. Salah satu contoh upaya mengurangi dampak tersebut adalah menggunakan kembali limbah beton untuk penggunaan beton baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh limbah beton sebagai pengganti agregat kasar terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas.Penelitian ini merencanakan beton normal dengan kuat tekan yang ditargetkan adalah 25 MPa dan menggunakan slump 30-60 mm serta menggunakan Portland Pozzolan Cement (PPC). Penggunaan proporsi agregat limbah dalam penelitian ini adalah 25%, 50%, 75% dan 100 % dari berat total agregat alami dengan umur pengujian 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji 48 buah (3 benda uji untuk setiap umur pengujian dan proporsi). Hasil kuat tekan dan modulus elastisitas akan dibandingkan dengan nilai teoritis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar penggunaan limbah beton, semakin besar penurunan yang terjadi pada nilai kuat tekan dan modulus elastisitas. Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan limbah pada beton dengan proprosi 25% menunjukkan penurunan rata-rata nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang cukup signifikan yaitu 45,39% dan 77,35%. Berlanjut proporsi berikutnya yaitu 50% menunjukkan penurunan 56,99% dan 77,45%. Proporsi 75% menunjukkan penurunan 61,65% dan 79,26%. Proporsi 100% menunjukkan penurunan 66,62% dan 79,12%. Proporsi paling optimum dari penelitian ini adalah proporsi limbah 25%. Variabilitas kualitas limbah mengakibatkan perbedaan sifat-sifat material beton yang dihasilkan dan cenderung menurunkan kuat tekan dan modulus elastisitas.