Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Kualitas Udara dengan Kejadian ISPA pada Dewasa: Analisis Kluster Epidemiologi dan Uji Korelasi Biostatistik Najwa, Haliza; Lende, Jenita; Akbar, M.; T, Marlina; Safa, Sakira; Vivi, Vivi; S, Astri; Atfal, Bustanul; Hadiatun, Nurul
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas udara (SPM) dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada kelompok usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Dasan Tapen, NTB. ISPA merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada dewasa di Indonesia, sehingga kajian mengenai faktor risikonya, termasuk paparan polutan udara, sangat diperlukan. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik, penelitian ini memanfaatkan data kualitas udara (Suspended Particulate Matter/SPM) dari Stasiun Klimatologi NTB dan data kejadian ISPA dewasa periode tahun 2024–2025. Analisis kluster epidemiologi diterapkan untuk mengidentifikasi pola spasial dan temporal pengelompokan kasus. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif antara kualitas udara dengan kejadian ISPA pada dewasa (r_s = 0,62; p < 0,05), mengindikasikan hubungan yang kuat. Analisis kluster memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan adanya pengelompokan kasus pada wilayah yang memiliki konsentrasi SPM secara konsisten di atas ambang batas, terutama pada musim kemarau. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara buruknya kualitas udara dan peningkatan kasus ISPA pada populasi dewasa. Analisis kluster mengonfirmasi bahwa wilayah dengan paparan polusi partikulat tinggi membentuk kluster risiko tinggi, sehingga polusi partikulat merupakan faktor risiko penting yang memerlukan intervensi pencegahan berkelanjutan berbasis wilayah prioritas.