Albiruni Haryo, Albiruni
Program Pascasarjana Sain Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Jumlah Bakteri Asam Laktat Pada Sekum Dan Performa Ayam Broiler Model Kolitis Dameanti, Fidi Nur Aini; Kurniawan, Septian Bestart; Amri, Indah Amalia; Permata, Fajar Shodiq; Haryo, Albiruni; Noviatri, Aldila; Paramanandi, Dini Agusti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.1

Abstract

Kolitis merupakan sub tipe inflamatory bowel disease yang ditandai adanya segmen inflamasi dan ulserasi pada usus. Gejala khas yang ditimbulkan adalah diare berdarah. Ayam broiler sebagai hewan model kolitis dengan induksi Dextran Sodium Sulfate (DSS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh DSS terhadap performa ayam broiler meliputi pertambahan bobot badan harian, FCR, dan indeks performa serta jumlah total BAL dalam sekum ayam broiler. Ayam berjumlah 32 ekor umur 15 hari dibagi menjadi delapan ekor per kelompok yaitu kontrol negatif (P0), dan kelompok perlakuan yang diinduksi DSS dengan konsentrasi 0,75%(P1); 0,5%(P2); 2,25%(P3) per hari selama enam hari dengan dicampurkan air minum. Bobot badan ayam ditimbang setiap tiga hari sekali dan pakan ditimbang setiap hari untuk perhitungan FCR. Ayam dieuthanasia umur 21 hari dan swab sekum dikultur pada media MRSA serta jumlah koloni dihitung dengan metode TPC. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA. Uji lanjutan post hoc tukey dengan tingkat kepercayaan 95%. Perhitungan Bakteri Asam Laktat menunjukkan adanya perbedaan signfikan (p<0,05) terhadap kontrol dan kelompok perlakuan mulai dari konsentrasi 0,75%. Induksi DSS dengan konsentrasi 2,25% berpengaruh terhadap PBBH secara signifikan (p<0,05), dan menurunkan indeks performa ayam broiler. Induksi DSS tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap nilai FCR ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa induksi DSS pada berbagai tingkat dosis dapat menurunkan jumlah bakteri asam laktat dan induksi DSS konsentrasi 2,25% dapat menurunkan performa ayam broiler.
Translational Immunogene Therapy in Veterinary Oncology: Recent Clinical Trial Evidence in Companion Animal Cancers Haryo, Albiruni
Media Kedokteran Hewan Vol. 37 No. 2 (2026): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v37i2.2026.233-246

Abstract

Cancer in dogs and cats is a major cause of illness and death and provides clinically relevant models for comparative oncology. Purpose: This review critically evaluates clinical trials of gene immunotherapy in client-owned dogs and cats from 2017 to 2024, with an emphasis on methodological quality, antitumor efficacy, safety, and translational relevance to human oncology. Review(s): Systematic searches identified trials in spontaneous cancers treated with gene-based immunotherapies or genetically modified cells that reported at least one clinical and one safety outcome. The evidence base is limited but coherent and dominated by non-viral plasmid vectors delivered by gene electrotransfer for melanoma, mast cell tumors, mammary adenocarcinoma, osteosarcoma, and sarcoid. Expression of cytokines, such as interleukin-12, and tumor-associated antigens was generally well tolerated, with mostly local, mild, and transient adverse effects and minimal systemic toxicity. Reported benefits included improved local tumor control, delayed recurrence or metastasis, enhanced quality of life, and prolonged survival in selected studies. Conclusion: Larger, multi centre, biomarker-rich, and controlled trials are needed to clarify immune mechanisms, strengthen causal inference, and optimize cross-species clinical protocol design.
Patologi suspect feline viral rhinotracheitis pada kucing Persia Cindy Oktati Kasari; Dyah Ayu Oktavianie Ardhiana Pratama; Albiruni Haryo
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.1.13-14

Abstract

Feline herpesvirus-1 (FHV-1) atau feline viral rhinotracheitis (FVR) merupakan agen penyakit saluran respirasi atas yang penting pada kucing. Hal ini disebabkan transmisi penyakit yang mudah. Kucing terinfeksi melalui kontak langsung dengan sekreta konjungtival atau oronasal dari kucing yang terinfeksi. Tujuan studi ini yaitu melihat kondisi patologi secara makroskopik dan mikroskopis pada kucing yang diduga terinfeksi virus rhinotracheitis. Organ yang diperiksa antara lain trakea, paru, dan limpa. Perubahan patologi yang terjadi pada organ-organ tersebut yaitu pneumonia interstitial edematous dan emfisema pulmonum, kongesti pada arteri trabecular dan tracheitis hemoragika.