Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Strengthening Legal Awareness and Community Participation in Talaka Village Governance Muhammad Fikri; Eka Merdekawati Djafar; Adrian; Sardil Mutaallif; Andi Budiman; Muhammad Fathir Al Farisi; Maulana Dafa Suwandi; A. M. Randy Syekh; A. Maisyah Amalia; Linda Sekar Sari; Athifah Putri Fidar; Ismi Azizah Djufri; A. Putra Alen Pratama; Vega Sampe Rompon; Zhairah Zulaeyka Imran
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.259

Abstract

This community service activity aims to strengthen the governance of Talaka Village through the application of good governance principles by increasing legal awareness and community participation. The problem faced is the incompatibility between the ideal norm of public participation as stipulated in laws and regulations and the reality in the field which is still formalistic and has minimal community involvement. To overcome these problems, the method used in this service is qualitative legal research with a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach. The results of the service show that the practice of community participation in village governance is still administrative and symbolic, influenced by limited access to public information and weak communication mechanisms between apparatus and residents. Through PRA-based legal socialization, there is an increase in participant involvement in discussions, the growth of community legal awareness, and the opening of a more equal dialogue space between village officials and the community. Thus, this service contributes to strengthening the capacity of the apparatus and encouraging the creation of more participatory, transparent, and sustainable governance at the local level.
THE DYNAMICS OF PINISI PRESERVATION IN THE FLOW OF GLOBALIZATION AND SOCIO-CULTURAL CHANGE Fikri, Muhammad; Adrian, Adrian; Fajri Al Hakim, Winanda; Mut Mainnah, Sitti; Mutaallif, Sardil; Merdekawati Djafar, Eka; Rezky Zulkarnain, Muh.
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i3.4189

Abstract

This research examines the problem of preserving the Pinisi Ship as Indonesia's maritime cultural heritage that faces serious pressures due to modernization and globalization. The main problem in this research lies in the declining regeneration of craftsmen, limited raw materials, shifting cultural values, weak legal protection, and the lack of involvement of the younger generation in maintaining the sustainability of the Pinisi Shipbuilding tradition. The purpose of this research is to analyze the main obstacles to the preservation of the Pinisi Ship and formulate strategies and innovations that can be applied to strengthen its existence in the midst of the times. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach, which utilizes secondary data in the form of scientific journals, academic books, policy documents, and publications of relevant cultural institutions. Data collection techniques were conducted through documentation, while data analysis used content analysis to identify key themes related to preservation challenges and opportunities. The results show that Pinisi Ship preservation requires an integrative approach that includes strengthening local culture-based education, legal protection of cultural heritage, utilization of digital technology for documentation and promotion, and development of sustainable cultural tourism. The conclusion of this research confirms that the sustainability of the Pinisi Ship can only be realized through synergy between the government, the community, and the local community. The conclusion of this study confirms that the sustainability of the Pinisi Ship can only be realized through synergy between the government, local communities, and the younger generation in maintaining cultural values while adapting them adaptively to social and economic changes.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat dan Literasi Hukum melalui Sosialisasi Berbasis Good Governance di Kelurahan Talaka Fikri, Muhammad; Djafar, Eka Merdekawati; Adrian, Adrian; Budiman, Andi; Al Farisi, Muhammad Fathir; Suwandi, Maulana Dafa; Syekh, A. M. Randy; Amalia, A. Maisyah; Sari, Linda Sekar; Fidar, Athifah Putri; Djufri, Ismi Azizah; Alen Pratama, A. Putra; Rompon, Vega Sampe; Imran, Zhairah Zulaeyka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7905

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di Kelurahan Talaka melalui internalisasi prinsip good governance yang menitikberatkan pada peningkatan kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah adanya kesenjangan antara idealitas partisipasi publik sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan dan praktik di lapangan yang masih bersifat formalistik serta kurang melibatkan warga secara substantif. Untuk menjawab permasalahan tersebut, pengabdian ini menggunakan metode penelitian hukum kualitatif dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan kelurahan cenderung bersifat administratif dan simbolik, yang dipengaruhi oleh terbatasnya akses terhadap informasi publik serta lemahnya pola komunikasi antara aparatur kelurahan dan masyarakat. Melalui pelaksanaan sosialisasi hukum berbasis PRA, terjadi peningkatan keterlibatan aktif peserta dalam forum diskusi, tumbuhnya kesadaran hukum masyarakat, serta terbukanya ruang dialog yang lebih setara antara aparatur dan warga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas aparatur kelurahan sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif, transparan, dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Reorienting Islamic Education: Southeast Asia Comparative Study of Maqāṣid al-Sharī‘ah and Artificial Intelligence Muh. Rezky Zulkarnain; Muhammad Fikri; Abd. Rahman; Sardil Mutaallif; Winanda Fajri Al Hakim; Eka Merdekawati Djafar; Haura Mudya Maysha; Wiranti
Multicultural Islamic Education Review Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mier.v4i1.16253

Abstract

Islamic education, particularly in Islamic boarding schools, faces serious challenges amid globalization, digitalization, and the development of artificial intelligence (AI), which require a reorientation of the educational paradigm in order to remain relevant, adaptive, and equitable. This article analyzes the application of the principles of Maqāṣid al-Sharī‘ah in the Islamic education system and examines the potential and challenges of integrating AI into Islamic boarding school education from a maqāṣidī perspective. This study uses a qualitative method with a socio-legal approach through literature review and documentation of Islamic legal sources, academic literature, education policies, and empirical studies in Indonesia and Malaysia. The results show that Islamic boarding schools have basically implemented maqāṣid, especially in the aspects of ḥifẓ al-dīn and character building, but it is still symbolic and traditional, not yet touching on substantive dimensions such as the development of critical thinking (ḥifẓ al-‘aql), mental health (ḥifẓ al-nafs), economic empowerment (ḥifẓ al-māl), professional readiness, and gender equality (ḥifẓ al-nasl). The integration of AI has the potential to strengthen santri learning, governance, and digital literacy, but it also risks weakening critical thinking, reducing scientific authority, widening social gaps, and creating value bias if not guided ethically. Comparatively, Indonesia and Malaysia have not yet implemented AI and maqāṣid systematically. Therefore, an integrative and ethical Maqāṣid al-Sharī‘ah-based Islamic education model is needed so that AI functions as a means of benefit, not a source of new harm.
TRANFORMASI DIGITAL: PERALIHAN KEWENANGAN PENGAWASAN CRYPTOCURRENCY DALAM SEKTOR KEUANGAN ERA SOCIETY 5.0 Aluna Putri Sagita; Aluna Putri Sagina; Annisa Almaqhvira; Eka Merdekawati Djafar
Jurnal ADIL Vol 16 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v16i2.5794

Abstract

Perkembangan Cryptocurrency sebagai aset digital mendorong pemerintah Indonesia melakukan peralihan kewenangan pengawasan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan yuridis peralihan kewenangan tersebut dan mengkaji potensi tumpang tindih kewenangan pengawasan antara OJK dan BI. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, historis, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan kewenangan pengawasan Cryptocurrency memiliki dasar hukum yang kuat melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 yang ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2024, dan diperkuat dengan regulasi turunan yang dikeluarkan oleh OJK. Namun demikian, pembagian kewenangan antara OJK dan BI, khususnya terkait aspek pengawasan sektor jasa keuangan dan stabilitas makroprudensial, berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi kewenangan melalui pembagian fungsi yang jelas, penguatan koordinasi kelembagaan, dan integrasi kebijakan lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengawasan Cryptocurrency yang efektif dan berkelanjutan di Indonesia.
GUARDIAN OF THE CONSTITUTION: REVIEWING THE ROLE OF THE CONSTITUTIONAL COURT Muhammad Mutawalli Mukhlis; Ahmad Masum; Maskun Maskun; Yusuf Ibrahim Arowosaiye; Eka Merdekawati Djafar
Diponegoro Law Review Vol 10, No 2 (2025): Diponegoro Law Review October 2025
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dilrev.10.2.2025.217-233

Abstract

The Constitutional Court of Indonesia is entrusted with safeguarding constitutional supremacy within Indonesia’s constitutional order, yet it does not possess the authority to review amendments to the 1945 Constitution. This institutional limitation creates a structural gap because constitutional amendments, despite their far reaching consequences, remain beyond judicial scrutiny. This study examines the constitutional feasibility of granting the Court authority to conduct procedural and substantive review of constitutional amendments. Using doctrinal legal research supported by comparative constitutional analysis, the article draws on Hans Kelsen’s theory of the hierarchy of norms and the Basic Structure Doctrine as developed in India and Germany to construct an evaluative framework suitable for the Indonesian context. The analysis demonstrates that the absence of judicial oversight over constitutional amendments weakens constitutional supremacy and increases the risk of democratic erosion through formally valid political processes. The article proposes a structured model of limited amendment review grounded in Indonesia’s constitutional identity, particularly the foundational principles embodied in Pancasila and the commitment to the rule of law. By articulating a contextually grounded doctrinal framework, this study contributes to contemporary debates on unconstitutional constitutional amendments and offers a normative pathway for strengthening constitutional guardianship in Indonesia.
Penataan Sistem Pemajakan Aset Kripto: Perspektif Kepastian Hukum dan Kepatuhan Wajib Pajak Eka Merdekawati Djafar; Aulia; Ahsan Yunus
Amanna Gappa VOLUME 34 NOMOR 1, 2026
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan ekonomi digital membawa perubahan signifikan dalam pasar keuangan global, terutama aset kripto di Indonesia. Perubahan ini menimbulkan tantangan dalam aspek perpajakan khusunya dalam kepastian dan kepatuhan wajib pajak aset kripto. Diterbitkannya PMK Nomor 50 Tahun 2025memperlihatkan perubahan paradigma pemajakan aset kripto dengan penegasan aset kripto dipersamakan dengan surat berharga sehingga tidak dikenakan PPN. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji model sistem pemungutan pajak aset kripto serta menganalisis implikasi hukumnya terhadap kepastian hukum dan kepatuhan wajib pajak aset kripto di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian normatif dengan pendekatan konsep dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian memaparkan bahwa PMK Nomor 50 Tahun 2025. Penelitian menunjukkan bahwa (1) Mekanisme pemungutan pajak dalam PMK Nomor 50 Tahun 2025 dirancang secara sistematis melalui penggabungan sistem pemungutan self assessment dan sistem withloding. kesesuaian sistem pemungutan pajak yang terdapat PMK Nomor 50 Tahun 2025 dengan asas kesederhanaan masih dapat dikatan belum optimal karena masih terdapat kompleksitas; (2) penerapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2025 memberikan kepastian hukum melalui pengaturan yang jelas mengenai klasifikasi aset kripto, objek pajak, dan tarif pajak sehingga secara normatif mendorong kepatuhan wajib pajak aset kripto.
Co-Authors A. M. Randy Syekh A. Maisyah Amalia A. Nur Ilmi Amaliyah Passalowongi A. Nurul Ainun Fitri Makmur A. Putra Alen Pratama Abd. Rahman Adrian Adrian Adrian Ahmad Masum Ahsan Yunus Al Farisi, Muhammad Fathir Alen Pratama, A. Putra Aluna Putri Sagina Aluna Putri Sagita Amalia, A. Maisyah Aminuddin Ilmar Andi Budiman Annisa Almaqhvira Arisaputra, Muh. Ilham Athifah Putri Fidar Aulia Ayu Lestari Indah Bakar, Dian Utami Mas Budiman, Andi Dian Utami Mas Bakar Djufri, Ismi Azizah Fajlurrahman Jurdi Fajri Al Hakim, Winanda Fidar, Athifah Putri Haris, A. Nuril Zamharir Hasrul, Muh Haura Mudya Maysha Imran, Zhairah Zulaeyka Ismi Azizah Djufri Juwita LESTARI INDAH, AYU Linda Sekar Sari M. Zulfan Hakim M., SYAWIRAH Maskun Maskun Maulana Dafa Suwandi Muh. Ilham Arisaputra Muh. Rezky Zulkarnain Muhammad Ashri Muhammad Ashri Muhammad Ashri, Muhammad Muhammad Fathir Al Farisi Muhammad Fikri muhammad fikri Muhammad Ichwan Muhammad Mutawalli Mukhlis Mustafa Bola Mustafa Bola, Mustafa Mut Mainnah, Sitti Mutaallif, Sardil Naswar Pan Mohamad Faiz RATNAWATI Rezky Zulkarnain, Muh. Rohman, Aditya Dwi Romi Librayanto Romi Librayanto, Romi Rompon, Vega Sampe Sardil Mutaallif Sari, Linda Sekar Sari, Sonia Sekar Suwandi, Maulana Dafa SYAHWIAH, ANDI Syarief Saddam Rivanie Syekh, A. M. Randy Tri Fenny Widayanti Tri Fenny Widayanti Ulfa Reskiani Vega Sampe Rompon Widayanti, Tri Fenny Winanda Fajri Al Hakim Wiranti Yusuf Ibrahim Arowosaiye Zhairah Zulaeyka Imran Zulkifli Aspan Zulkifli Aspan, Zulkifli