Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN MARITAL RAPE Eko Riyadi
VIVA THEMIS Vol 5, No 2 (2022): VIVA THEMIS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.015 KB) | DOI: 10.24967/vt.v5i2.1760

Abstract

Pasal 18 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan anak menentukan “Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak memperoleh bantuan hukum dan bantuan lainnya”. Upaya-upaya perlindungan terhadap anak korban kekerasan diupayakan oleh aparat penegak hukum, termasuk terhadap anak korban Marittal Rape (kekerasan seksual dalam keluarga). Hal ini karena anak korban marital rape banyak terdapat didalam masyarakat Indonesia seperti yang banyak diberitakan oleh media massa tentang tindakan kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak oleh anggota keluarganya baik yang dilakukan oleh ayah kandung, kakak, adik, paman, kakek dan anggota keluarga lainnya. Permasalahan yang dikaji bagaimanakah pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban marital rape? dan faktor penghambat terhadap perlindungan anak sebagai korban marital rape?. Metode penelitian terdiri dari, jenis penelitian ini normatif empiris, Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yurdis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Jenisnya data terdiri dari dua kelompok yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, studi lapangan. Pengolahan data dilakukan antara lain seleksi data dan klasifikasi data Analisis data yang dipergunakan adalah analisis kualitatif. Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pemerkosaaan menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak terdiri dari dua sisi yaitu dari sisi terdakwa dan dari sisi korban tindak pidana pencabulan itu sendiri. Dari sisi terdakwa maka bentuk perlindungan hukum terhadap tindak pidana pencabulan adalah dengan memberikan hukuman terhadap terdakwa Sedangkan dari sisi perlindungan hukum kepada korban tindak pidana pencabulan maka bentuknya adalah sesuai dengan Unbdang-Undanmg Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Pasal 64 Ayat (3) yang antara lain adalah upaya rehabilitasi, upaya rehabilitasi, baik dalam lembaga maupun di luar lembaga, upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi, pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli, baik fisik, mental, maupun sosial dan pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara. Hambatan dan solusi di dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan pencabulan antara lain adalah: Korban pemerkosaan merupakan individu yang menderita secara fisik, mental dan sosial karena tindakan kejahatan, bahkan korban dapat menderita ketakutan berkepanjangan, hal ini dikarenakan korban pencabulan selain menderita secara fisik, juga mengalami tekanan batin yang hebat akibat tindakan tersebut, Penyelesaian dari adanya hambatan tersebut adalah bahwa korban tindak pidana pencabulan
UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MENANGANI PENCEMARAN LIMBAH RUMAH TANGGA YANG MENCEMARI PEMANDIAN UMUM SEBAGAI SIMBOL SOSIAL Rahmiati Ranti Pawari; Anis Rindiani; Eko Riyadi
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 7, No 2 (2022): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v7i2.2049

Abstract

Kesadaran Hukum masyarakat akan pengelolaan limbah rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari tergolong masih sangat minim di Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Hal ini dapat dibuktikan di hampir semua tempat pemadian umum yang berada di Desa Zed tercemar oleh hasil limbah rumah tangga. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah desa untuk mengatasi masalah ini. Namun upaya-upaya yang di tempuh oleh Pemerintah Desa Zed mengalami jalan buntu, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran akan kebersihan dan kebiasaan masyarakat  dalam membuang limbah rumah tangga di kawasan hutan desa yang mana kawasan tersebut merupakan mata debit air yang mengarah ke pemandian umum. Bila pada musim hujan, sampah yang telah di buang di kawasan hutan desa oleh masyarakat, akan terbawa arus hingga sampai di tempat pemandian umum. Hal ini kemudian memicu persoalan baru bagi masyrakat Desa yang menggunakan fasilitas pemandian umum, misalnya air menjadi bau, keruh dan lain sebagainya. Hal yang akan di analisis dalam penulisan ini adalah kesadaaran hukum terhadap masyarakat dalam pencemaran limbah rumah tangga. Persoalaan yang akan dibahas tidak adanya kesadaran hukum oleh masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga dan keresahan masyarakat terhadap pemandian umum yang tercemar. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif, menunjukan bahwa pemerintah telah menjalankan perannya sesuai dengan SOP yang ada, tetapi dalam prakteknya masih mengalami kendala karena kurangnya kesadaran hukum oleh masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga. Sinergi yang berjalan menyebabkan kurangnya upaya pemerintah dalam menanggulangi kurangnya kesadaran hukum oleh masyarakat terhadap membuang limbah rumah tangga yang mencemari pemandian umum.
Analisis Sosial, Ekonomi, Dan Hukum Peran Serta Masyarakat Desa Labuh Air Pandan Dalam Upaya Alih Fungsi Kawasan Hutan Menjadi Hutan Kebun Masyarakat Anis Rindiani; Eko Riyadi; Rahmiati Ranti Pawari
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 8, No 1 (2023): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v8i1.2374

Abstract

Dengan adanya peningkatan jumlah penduduk di Desa Labuh Air Pandan, mengandung konsekuensi meningkatnya kebutuhan akan tanah, untuk tempat tinggal dan bercocok tanam yang selanjutnya untuk tempat usaha lainnya, namun di sisi lain dihadapkan pada kenyataan bahwa luas tanah tidak dapat bertambah, karenanya sasaran yang paling mudah untuk diakses adalah tanah hutan atau kawasan hutan yang ada. Hal ini salah satunya disebabkan oleh belum adanya tata batas yang jelas pada kawasan hutan tersebut dan belum adanya peraturan desa yang mengatur tentang pengelolaan Kawasan hutan sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti masyarakat dan perusahaan untuk merambah dan merubah fungsinya.  
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG CAHAYA DAN SIFAT-SIFATNYA MELALUI MODEL INKUIRI TERBIMBING DI KELAS V SEMESTER 2 SDN WANAREJA 01 Riyadi, Eko
Jurnal Insan Cendekia Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.167 KB) | DOI: 10.54012/jurnalinsancendekia.v1i1.15

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan membandingkan nilai tes antar siklus dan indikator lainnya. Dengan teknik pengumpulan data, tes, observasi siswa, analisis data dengan metode persentase. Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan dengan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 2 siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa melaui model inkuiri terbimbing mengalami peningkatan persiklus pada pretes nilai rata-rata 53 meningkat menjadi 70 pada sikulus I, meningkat lagi pada sikulus II yaitu pretes 66 menjadi 85. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan pada prasiklus 2 siswa (5,4 %), meningkat menjadi 15 siswa (41%). Pada siklus 2 prasiklus 8 siswa (21,6%) meningkat menjadi 37 siswa (100%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V.
Juridical Study for Drivers who Smuggle and Embezzle Type of ll Solar Fuel Using Expedion Truck in West Bangka (Case Studies PN Mentok Decion Number: 43/Pid.B/Lh.2023/PN.Mtk) Herlina, Herlina; Riyadi, Eko; Dewi, Virna; Yuliana, Sri; Pawari, Rahmiati Ranti; Rindiani, Anis
JYRS: Journal of Youth Research and Studies Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal JYRS Juni 2024
Publisher : FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/jyrs.v5i1.4522

Abstract

Fuel oil is one of the vital elements needed to serve the wider community, both in poor countries, developing countries and even in countries with developed country status. The current use of fuel oil not only has implications for a country's foreign policy which has a significant influence on the country's economic growth, but also has a global impact resulting in human suffering. The type of research used in this research is normative juridical research which examines the law of internal perspective with the object of research being legal norms. Normative legal research functions to provide juridical arguments when there is a vacuum, ambiguity and conflict of norms. This means that normative legal research plays a role in maintaining critical aspects of legal science as normative science.
Pemulihan Hak Milik Atas Tanah Warga Urutsewu, Kebumen Dalam Perspektif Hukum Hak Asasi Manusia Muhammad Rizqy Rosi Mahardika; Eko Riyadi
Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Vol. 2 No. 4 JULI 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2005, Indonesia officially approved the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights through Law Number 11 of 2005. Through this ratification, the state committed to not taking land arbitrarily which could deprive its citizens of their land ownership rights. Articles 36 and 37 paragraph (1) of Law Number 39 of 1999 also state that no one can be deprived of their property rights arbitrarily and against the law and revocation of property rights is only permitted by compensating for reasoneable and immediate losses. Even though the state's commitment to protecting land ownership rights has been acknowledged, in reality there are still difficulties in providing this protection to the community. An example can be seen in the case of the Urutsewu Community in Kebumen, which experienced land confiscation by the Indonesian Army. This research focuses on the state's restoration of land ownership rights to land arbitrarily confiscated by the Indonesian Army in the Urutsewu community. In its analysis, this research uses empirical legal research methods with a sociological approach. The sociological approach emphasizes the relationship between legal principles and norms and their implementation in empirical reality in the field and the legislative approach examines all laws and regulations related the legal issue being studied. This analysis is also applied to the reality of society which is the subject of discussion, taking into account social aspects in understanding the problem. The results of this research indicate that there has been no government effort to grant the Urutsewu community the right to recover land confiscated by the Indonesian Army.
FORMULASI TEOLOGI LINGKUNGAN DI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH Riyadi, Eko; Hilmy, Masdar; Roibin
At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): At-Tadbir
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v5i1.845

Abstract

Teologi lingkungan merupakan pendekatan keagamaan dalam memahami dan merespons isu-isu ekologis yang semakin krusial di era modern. Pondok Pesantren Annuqayah, sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berpengaruh di Indonesia, telah mengembangkan strategi formulasi teologi lingkungan untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang diterapkan dalam merumuskan teologi lingkungan di pesantren tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Annuqayah mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan prinsip keberlanjutan melalui kurikulum berbasis lingkungan, praktik ramah lingkungan, serta internalisasi ajaran Islam mengenai keseimbangan alam dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Strategi formulasi teologi lingkungan ini melibatkan tiga aspek utama: (1) Membentuk pemahaman teologi ekologi di pondok pesantren Annuqayah, (2) Membentuk kesadaran Pesantren terhadap lingkungan.
Optimalisasi Desa Peduli Lingkungan, Perspektif Hukum dan Ekonomi Dalam Pembangunan Berkelanjutan Eko Riyadi; Nadia Sri Rezeki; Ersa Agustina; Eko Rahmadoni Gunawan; Adi Priyono; Depati Khalil Gibran; M. Islahuddin Gahtan Wicarisky; Rouli Pandiangan; Muhammad Nurul Ihsan
PUSAKA ABDIMAS Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v1i2.41

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dalam membantu menyelesaikan masalah lokal. Program desa peduli lingkungan menjadi fokus utama, terutama dalam menjaga ekosistem melalui penanaman pohon mangrove dalam upaya mengatasi abrasi dan kerusakan akibat penambangan timah ilegal. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan metode pendidikan masyarakat dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS). Edukasi melibatkan penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan penerapan regulasi hukum yang relevan. Dari perspektif ekonomi, fokusnya adalah pada praktik berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan jangka panjang. Edukasi juga diberikan kepada UMKM keripik bawang, mencakup aspek legalitas, keamanan pangan, dan strategi bisnis yang ramah lingkungan dan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjada kelestarian lingkungan pesisir agar dapat dijadikan objek wisata masyarakat dan dapat terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Baskara Bhakti Desa Baskara Bhakti Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah dapat lebih peduli dalam upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan kesadaran hukum, dan mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Urgensi Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Penyuludupan Bahan Bakar Minyak Surahma, Hery; Riyadi, Eko; Dewi, Virna
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 5 (2025): Legal Standing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v9i5.12622

Abstract

Fuel oil smuggling in the maritime area of Bangka Belitung is a complex criminal phenomenon with significant impact on the national economy. This research aims to analyze the urgency of criminal law enforcement against fuel oil smuggling crimes in the Bangka Belitung maritime region by examining the reality of law enforcement in the field and identifying challenges faced by law enforcement officers. The research method uses an empirical juridical approach with data collection techniques through literature study, in-depth interviews with law enforcement officers, and field observations. The research results show that criminal law enforcement against fuel oil smuggling in the Bangka Belitung maritime area still faces various structural and operational constraints. Field reality shows minimal coordination between agencies, limited surveillance infrastructure, and weak maritime area monitoring systems. Main challenges include the vast coverage of maritime areas, increasingly sophisticated modus operandi, limited operational budget, and lack of public awareness about the negative impacts of fuel oil smuggling. This research recommends the need for synergy between law enforcement agencies, improvement of maritime surveillance technology, and strengthening more comprehensive regulations to optimize criminal law enforcement against fuel oil smuggling crimes.
Pemberdayaan Hukum dan Ekonomi untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kreatif di Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan Nadia Sri Rezeki; Eko Riyadi; Agung Pranata; Nurhayati Dzikri; Rani Purwasih; Winda Purnamasari; Tri Agustin; Nanda Amelia; Karisma Karisma; Alpian Akbar; Fariq Zabran Adha
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v2i4.2269

Abstract

Community service activities through Pertiba University's Field Study Program (KKN) in Delas Village, Air Gegas Subdistrict, South Bangka Regency were carried out to raise legal awareness, strengthen food security, and develop a creative economy based on local potential. The methods used included legal socialization, education in schools, assistance with the digitization of MSMEs, chili and celery horticulture, turmeric and tamarind herbal medicine workshops, social services, and collaboration with Posyandu and the private sector. The results of the activities showed an increase in the community's understanding of law and the digital economy, an increase in skills in processing local products, and the emergence of motivation to develop household food security. This activity successfully strengthened the synergy between students, the community, the village government, and external partners. In conclusion, the program's objectives were achieved by providing positive impacts in the form of increased legal literacy, food self-sufficiency, and the strengthening of the creative economy in Delas Village.