Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Kusa Lawa

GUDUK KARYA SING NGURIPI AWAKMU: MELACAK IDENTITAS FREELANCER MUDA KREATIF DI KOTA MALANG Alifia Nurfajri Henia; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.01

Abstract

Begitu banyak macam pekerjaan yang dipilih sebagai aktivitas di kehidupan sehari-hari. Anggapan bekerja acap kali hanya berputar untuk menerima upah sebagai hubungan timbal baliknya. Akan tetapi bagi kelompok pekerja kreatif freelancer melihat dari pandangan lain bahwa terdapat ruang untuk menyelam lebih dalam mengenai makna dari sebuah pekerjaan. Penilaian tampilan seorang freelancer tentu tidak bisa hanya dilakukan dengan kasat mata, yakni perlunya pengenalan identitas atas kesadaran dan pilihan pribadi untuk hidup beriringan dengan mode kerja freelancer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan observasi-partisipasi dengan prinsip-prinsip netnografi, wawancara mendalam, dokumentasi dan kajian literatur. Penulis menggunakan teori Antropologi Kerja dari Sarah Wallman dan teori Self dari Ward Goodenough sebagai dasar analisis penelitian ini. Penelitian ini menyoroti proses bagaimana kreatif freelancer di Kota Malang membangun identitasnya sebagai individu maupun hidup berkolektif dengan sesama. Dari kota Malang, para kreatif freelancer mendeskripsikan sebuah pengalaman dalam meniti rekam jejak identitas di industri kreatif bagi siapapun yang tertarik mempertajam kemampuannya. 
NDAK ADA KERJASAMA YO NDAK JALAN: MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA KUNGKUK, DESA PUNTEN, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Aurelia Septiani; Hipolitus Kristoforus Keuwel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.05

Abstract

“Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan:” Modal Sosial Dalam Pengembangan Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan, merupakan modal sosial yang berbentuk peran aktif dari masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk di Desa Punten. Hal ini karena, Kampung Wisata Kungkuk merupakan pariwisata yang berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Dalam proses pengembangannya banyak terdapat tantangan hingga akhirnya pariwisata ini dapat dikatakan berhasil, salah satu tantangannya saat ini yaitu Kampung Wisata Kungkuk ditutup secara paksa karena adanya pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penerapan konsep dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk pada sebelum dan saat pandemi, serta modal sosial seperti apa yang telah dibangun oleh pengelola secara lebih lanjut. Kampung Wisata Kungkuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif oleh Miles dan Huberman dengan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa partisipasi dan kerjasama yang terbentuk telah memberikan sumbangsih terhadap proses pengembangan Kampung Wisata Kungkuk sehingga dapat dikatakan bahwa modal sosial dalam bentuk kerjasama ini merupakan model pariwisata yang baik.
WES KOYO ANAKKU DEWE : PENGASUHAN ANAK PEKERJA MIGRAN (APM) OLEH KERABAT DI DESA PURWODADI, KECAMATAN DONOMULYO, KABUPATEN MALANG Umi Wardah Septiani; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.01

Abstract

Wes Koyo Anakku Dewe : Pengasuhan Anak Pekerja Migran (Apm) Oleh Kerabat Di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Pekerja Migran Indonesia atau PMI adalah warga negara Indonesia yang akan, sedang atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia (dikutip dari BPJS Ketenagakerjaan.go.id 2020). Jumlah pekerja migran yang tinggi memberikan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positifnya terdapat peningkatan devisa bagi Negara serta kesejahteraan ekonomi keluarga migran. Dampak negative juga muncul terkait jumlah perceraian bagi migran meningkat, anak broken home ataupun terlibat oleh kenakalan remaja. Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang terdapat pula beragam dinamika berkaitan dengan keluarga pekerja migran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelisik dinamika terkait APM, mendeskripsikan pengasuhan yang dilakukan kerabat serta timbal balik yang mereka berikan atas pengasuhan. Penelitian ini memilih lokasi fokus di Dusun Sidorejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo. Dikarenakan muncul beragam dinamika terkait APM. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Informan yang dipilih merupakan dua keluarga pekerja migran yang melibatka peran kerabat yaitu nenek. Kemudian pendiri dan relawan program peduli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nenek memegang peran paling penting terhadap urusan domestik keluarga pekerja migran serta pengasuhan anak. Nenek memberikan pengasuhan yang telihat dalam bentuk care. Pemberian tersebut tergolong dalam free gift. Kemudian para orang tua memberikan timbal balik berupa balas budi ataupun materi. Relasi terbentuk sehingga hubungan timbal balik terus-menerus dilakukan dan mewujudkan resiprositas.  
SAMPUN WONTEN KET MBIYEN LAN JUMLAHE MBOTEN KIRANG MBOTEN NAMBAH: MITOS ‘IKAN DEWA’ SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI DI TELAGA RAMBUT MONTE KABUPATEN BLITAR JAWA TIMUR Della Lutfi Muqodam; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.06

Abstract

Sampun Wonten Ket Mbiyen Lan Jumlahe Mboten Kirang Mboten Nambah:  Mitos ‘Ikan Dewa’ Sebagai Strategi Konservasi di Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar Jawa Timur. Manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia berhubungan dengan alam. Saat ini, alam tidak lagi hanya dipandang sebagai objek bernilai ekonomi saja, melainkan juga menjadi bagian dari suatu kelompok masyarakat, sehingga manusia berusaha merawat lingkungan mereka dengan berbagai cara, dapat berbentuk hukum formal, hukum agama, maupun pengetahuan lokal masyarakat. Begitu pula dengan masyarakat Desa Krisik yang menggunakan pengetahuan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Penelitian ini berlokasi di Desa Krisik Kabupaten Blitar yang memiliki kepercayaan lokal mengenai Ikan Dewa yang disakralkan dan dipercaya sebagai ikan gaib berkekuatan mistis. Ikan gaib tersebut dilarang untuk diambil atau dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masyarakat masih terus menghidupi mitos Ikan Dewa karena telah tertanam dalam hidup masyarakat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi-strategi yang dilakukan warga untuk menyebarkan nilai konservasi yang terkandung dalam mitos ini yaitu menggunakan beberapa cara, diantaranya dengan mensosialisasikan pada wisatawan dan melalui kegiatan rutin bersih desa yang sarat dengan nilai-nilai konservasi.
CENTRAL VERSUS REGIONAL: MEMBACA KONSEP PARIWISATA HALAL KOTA BATU Azizah Nur Rosita; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.02

Abstract

Central versus Regional: Membaca Konsep Pariwisata Halal Kota Batu. Populasi umat muslim di dunia saat ini kian meningkat. Peningkatan ini memberi ruang bagi pelaku industri untuk meningkatkan kualitas produk halal yang diciptakan karena umat muslim saat ini telah memerhatikan kualitas produk yang dipilih sebagai bentuk kepuasan diri mereka. Pariwisata menjadi salah satu industri yang mulai mengembangkan pelayanan bagi muslim. Dalam beberapa dekade ini, konsep wisata halal muncul. Salah satu negara yang menerapkan wisata halal adalah Indonesia. Dalam penerapannya, Indonesia berhasil meraih berbagai penghargaan. Kota Batu yang masuk dalam daftar wisata halal unggulan di Indonesia juga turut melakukan penyesuaian dalam pengimplementasian wisata halal. Dalam hal ini, Islam menempati kedudukan yang utama. Meskipun masyarakat Kota Batu mayoritas muslim, namun kondisi multikulturalisme menjadi sebuah tantangan dalam pengimplementasiannya. Terdapat satu instansi, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Batu yang mengelola kerukunan antar umat bergama dengan menciptakan satu kondisi tanpa deskriminasi. Tulisan ini bertujuan mengungkap konsep wisata halal yang diterapkan di Kota Batu dalam multikulturalisme yang terjadi serta mengulas pengelolaan kerukunan yang dilakukan oleh FKUB Kota Batu dalam menciptakan sebuah keharmonisan. Konsep black box dan multikultural otonomis digunakan dalam mengungkap wisata halal di Kota Batu. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode etnografi dalam penggalian datanya.
Eksplorasi Budaya Lembata: Upaya Revitalisme Budaya sebagai Modal Sosial Pembangunan Aileen Aileen; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.06

Abstract

Pembangunan fisik atau jasmani seringkali mendapat perhatian lebih dibandingkan pembangunan mental atau rohani. Padahal pembangunan mental atau rohani yang tidak dapat dilihat secara kasat mata memiliki peran penting dalam pembangunan sebagai fondasi utama. Pembangunan fisik tanpa fondasi dari pembangunan mental tidak jarang memunculkan persoalan. Pembangunan mental dapat dilakukan dengan menggunakan modal sosial karena dapat menyentuh manusia sebagai pelaku pembangunan. Modal sosial dalam masyarakat dapat ditemukan dengan menggali kembali kekuatan budaya, karena budaya telah hidup dan berkelindan di dalam masyarakat itu sendiri. Hal ini yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lembata dengan membuat kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kembali nilai-nilai budaya dalam hidup masyarakat Lembata. Tulisan ini berupaya untuk melihat upaya revivalisme budaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata dan hasil dari proses revivalisme budaya yang dapat diinterpretasi menjadi modal sosial pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penulisan etnografi. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah masyarakat melakukan upaya revivalisme dengan menjalankan dan menghidupkan kembali ritual-ritual yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Ritual-ritual yang dijalankan oleh masyarakat memuat nilai-nilai yang berdasar pada pengalaman hidup mereka, sehingga setelah kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata masyarakat bersama dengan akademisi dan pemerintah mengukuhkan nilai-nilai tersebut sebagai modal sosial pembangunan Kabupaten Lembata.