Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Praktik Hutang Piutang Antara Anak Buah Kapal Dengan Pemilik Kapal Pada Masyarakat Nelayan Perspektif Ekonomi Islam Billah, Zahida I'tisoma; Khusnudin, Khusnudin
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 5 No 1 (2025): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v5i1.321

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tinjauan ekonomi islam terhadap praktik hutang piutang yang terjadi anatara anak buah kapal dan pemilik kapal di desa kalibuntu kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinngo. Penelitian ini melakukan penelitian kualitatif deskriptif. dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi dalam studi Islam menguraikan makna gejala sehingga gejala dapat dipahami dan diterapkan dalam ajaran normative. kegiatan-kegiatan keagamaan, institusi-institusi keagamaan, tradisi-tradisi dan keagamaan. informan dalam penelitian ini adalah anak buah kapal yang berjumlah 4 orang di desa kraksaan, dan juragan kapal (pemilik kapal) berjumlah 2 orang). Adapun objek penelitian ini adalah system hutang piutang yang sudah menjadi tradisi pada masyarakat nelayan desa karkasaan kabupaten Pronbolinggo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini didasarkan pada data data yang dikumpulkan melalui survei awal ke lokasi penelitian, pengamatan (observasi), wawancara dan dokumentasi. system hutang piutang dan system kontrak kerja antara anak buah kapal dan si pemilik kapal, maka diperbolehkan atau dianjurkan tanpa ada unsur komersial di dalamnya. Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, sistem ini dapat dilaksanakan hanya jika kedua belah pihak, yaitu si juragan, telah mencapai kesepakatan. dan si anak buah kapal. Jika hutang si anak buah kapal belum lunas, maka tidak diperbolehkan pindah kapal. Jika anak buah kapal tersebut ingin pindah kapal, semisal tidak menemukann kecocokan dalam bekerja dengan tim pada kapal tersebut, maka ia harus segera melunasi hutangnya dan segera berpindah ke kapal lain sesuai kesepakatan awal.
Pendistribusian Dana Zakat, Infaq, Shadaqah, Dan Wakaf (Ziswaf) Dalam Pemulihan Daerah Pasca Bencana Erupsi Gunung Semeru Suprayitno, Eko; khusnudin, Khusnudin; Priyono, Edi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): JIEI : Vol.10, No.2, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i2.12640

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola dan implementasi pendistribusian dana ZISWAF dalam rangka pemulihan daerah pasca bencana erupsi gunung semeru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta melakukan uji validitas melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisa datanya melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pelaksanaan program yang berjalan dengan baik di BAZNAS Lumajang. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang telah dapat dirasakan oleh masyarakat setelah pelaksanaan program, mulai dari tahap awal penanggulangan sampai dengan pemulihan. Disamping itu, terjalinnya kerjasama dan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan Baznas dalam upaya pemulihan pasca bencana tersebut. Sehingga Program-program yang dilaksanakan bisa saling mengisi, terintegrasi dan berdampak luas kepada masyarakat
FENOMENA PEMBIAYAAN BAGI HASILPADA BMT UGT NUSANTARA DI PASURUAN Soleh, Badrus; Ridwan, Muhtadi; Khusnudin, Khusnudin
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 4 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i4.16167

Abstract

This research aims to analyze the obstacles that are factors in the lack of profit sharing financing at BMT UGT Nusantara. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods to examine the process of determining financing schemes, implementing profit sharing financing and identifying the causes of the lack of profit sharing financing at BMT UGT Nusantara. Data collection was carried out through in-depth interviews with informants such as financial managers, business managers, branch heads, account officers and members of BMT UGT Nusantara. Apart from that, field observations and analysis of financing documents were also carried out to obtain a comprehensive picture.  Data analysis was carried out using three analytical steps suggested by Miles and Huberman (2007), namely data reduction, data exposure and conclusion drawing or verification. The results of this research indicate that determining the financing scheme is the internal authority of BMT UGT Nusantara with the knowledge and approval of members. Financing with a profit sharing scheme is only used for companies that are already established, while small businesses use non-profit sharing financing. The lack of financing with a profit sharing scheme is due to several obstacles such as high risk, quality of human resources, asymmetric information, moral hazard, minimal understanding of members and member preferences.
Legalitas dan Implementasi Wakaf Produktif Digital berbasis Agribisnis: Studi Kasus Wakaf Pisang Cavendish pada Platform Satu Wakaf Indonesia Sholicha, Imroatus; Khusnudin, Khusnudin
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.192-228

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the legality and implementation of digital productive waqf based on agribusiness through a case study of the Cavendish Banana Waqf Program on the Satu Wakaf Indonesia platform. The main issue examined concerns the legal validity and compliance of productive waqf practices with Islamic principles in the digital era. This research employs a qualitative case study approach supported by library research, focusing on legal sources such as Law No. 41 of 2004 on Waqf, Government Regulation No. 42 of 2006, DSN-MUI Fatwa No. 02 of 2002, and BWI Regulation No. 1 of 2020, along with secondary data from Satu Wakaf Indonesia’s digital reports. Data collection techniques include document analysis of legal frameworks, official waqf management reports, and academic literature on digital waqf. The findings reveal that digital productive waqf practices fulfill both formal legality requirements and maqashid sharia principles, such as hifz al-māl (preservation of wealth), tanmiyah al-māl (wealth productivity), and maslahah (social benefit). Moreover, the integration of digital technology enhances accountability, transparency, and public participation in waqf management. Theoretically, this study contributes to the development of Islamic economic law in the field of digital waqf, while practically it highlights the need for adaptive regulations and professional digital naẓīr governance. Further research is recommended to explore digital waqf models in other sectors to deepen the understanding of its contribution to sustainable Islamic economic development. Keywords: Digitalization, Productive Waqaf, Islamic Economics, Legality, Community Empowertment. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas dan implementasi wakaf produktif digital berbasis agribisnis melalui studi kasus program wakaf pisang Cavendish pada platform Satu Wakaf Indonesia. Isu utama yang dikaji adalah keabsahan hukum dan kesesuaian prinsip syariah terhadap praktik wakaf produktif di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta didukung oleh kajian pustaka (library research) yang menelaah sumber hukum seperti UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, PP No. 42 Tahun 2006, Fatwa DSN MUI No. 02 Tahun 2002, serta Peraturan BWI No. 1 Tahun 2020, dan data sekunder dari laporan digital platform Satu Wakaf Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen hukum, laporan resmi lembaga naẓīr, dan publikasi akademik terkait wakaf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wakaf produktif digital memenuhi unsur legalitas formal dan prinsip maqāṣid al-sharī’ah, seperti hifz al-māl (menjaga harta), tanmiyah al-māl (produktivitas harta), dan maṣlaḥah (kemanfaatan sosial). Temuan juga mengindikasikan bahwa integrasi teknologi digital memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi publik dalam pengelolaan wakaf. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian hukum ekonomi Islam di bidang digitalisasi wakaf, sedangkan secara praktis mendorong perlunya regulasi adaptif dan profesionalisasi naẓīr digital. Disarankan penelitian lanjutan menelaah model wakaf digital di sektor lain untuk memperluas pemahaman tentang kontribusi wakaf produktif terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.    Kata Kunci: Digitalisasi, Wakaf Produktif, Ekonomi Islam, Legalitas, Pemberdaya Umat.