Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI PENDIDIKAN MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DI WILAYAH TINGGAL MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yanti Setianti; Priyo Subekti; Rangga Saptya Mohamad Permana; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.444 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.12.2.3259

Abstract

Kehilangan pekerjaan, menurunnya pendapatan dan berubahnya sistem pembelajaran adalah persoalan yang dihadapi masyarakat pada masa pandemi COVID-19 yang bisa berimbas kepada mereka yang mempunyai anak mahasiswa. Salah satu upaya menumbuhkan kesadaran untuk bertahan ditengah suasana pendemi ini adalah mencoba menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat khususnya mahasiswa dengan melaksanakan komunikasi pendidikan melalui pelatihan kewirausahaan sehingga mereka bisa memulai usaha yang bisa menghasilkan pendapatan untuk membantu orang tuanya membiayai uang kuliah dan kehidupan sehari hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa tentang kewirausahaan, keterampilan mahasiswa membuat perencanaan kewirausahaan dan keterampilan mahasiswa melakukan kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu memberi gambaran mengenai pengetahuan,perencanaan dan pelaksanaan kewirausahaan oleh mahasiswa di pulau Jawa dan Bali. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan kegiatan pelatihan pengetahuan mahasiswa mengenai kewirausahaan menjadi meningkat, dari yang tidak tahu sama sekali mengenai wirausaha menjadi tahu apa yang dimaksud dengan kewirausahaan. Keterampilan mahasiswa dalam merencanakan kewirausaha meningkat, dari yang tidak mengerti sama sekali mengenai perencanaan wirausaha menjadi mengerti dan mempraktikkan perencanaan wirausaha. Keterampilan mahasiswa mengenai pelaksanaan wirausaha meningkat, dari yang tidak pernah membayangkan suatu saat mereka akan bisa wirausaha menjadi terbayangkan bagaimana nantinya kalau mereka jadi pengusaha.
Peran Program Berita Kalawarta TVRI Jawa Barat Sebagai Media Pelestari Budaya dan Bahasa Sunda Rangga Saptya Mohamad Permana; Hanifa Yusliha Rohmah
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.32411

Abstract

Abstrak: Salah satu fungsi televisi sebagai media komunikasi massa adalah fungsi sosialisasi, termasuk di dalamnya menyebarkan nilai-nilai budaya dan bahasa daerah. Kalawarta yang disiarkan oleh TVRI Jawa Barat hadir di tengah khalayak sebagai salah satu program berita berbahasa Sunda dengan misi utama untuk melestarikan budaya dan bahasa Sunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses produksi program berita Kalawarta dan menganalisis bagaimana budaya dan Bahasa Sunda dilestarikan melalui program berita berbahasa Sunda Kalawarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi analitik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi (participant as observer) dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek proses produksi program berita Kalawarta, pencarian berita  Kalawarta  dilakukan  oleh  para kontributor  TVRI  yang tersebar   di   seluruh   wilayah   Jawa   Barat, dihimpun oleh kepala redaksi, dan disunting audiovisualnya. Lebih lanjut, proses on-air Kalawarta mencakup sembilan bagian segmen program, mulai dari opening sampai closing program oleh penyiar. Terkait dengan pelestarian budaya dan Bahasa Sunda, meskipun menggunakan Bahasa Sunda, redaksi kata pada naskah Kalawarta masih sesuai dengan aturan penulisan jurnalistik, yaitu singkat, padat, dan jelas. Hal ini berguna untuk tercapainya tujuan dari program Kalawarta, yaitu melestarikan Bahasa Sunda, serta menciptakan efek kognitif, afektif dan behavioral yang positif bagi para pemirsanya.
MAKNA TRI TANGTU DI BUANA YANG MENGANDUNG ASPEK KOMUNIKASI POLITIK DALAM FRAGMEN CARITA PARAHYANGAN Rangga Saptya Mohamad Permana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.519 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7407

Abstract

Dahulu, di Kerajaan Sunda berlaku sistem pemerintahan yang unik, yang disebut Tri Tangtu di Buana. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna Tri Tangtu di Buana yang mengandung aspek komunikasi politik dalam Fragmen Carita Parahyangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis hermeneutik Paul Ricoeur. Data penelitian diperoleh dari teks naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap teks naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan diketahui bahwa secara umum, Tri Tangtu di Buana yang terdiri dari prebu, rama, dan resi di dalam naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan ini merupakan tiga lembaga yang secara bersamaan memegang jabatan di pemerintahan Kerajaan Sunda; ketiganya memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dalam memimpin Kerajaan Sunda, yang di dalamnya mengandung aktivitas komunikasi politik dalam dua peristiwa, yaitu peristiwa pembagian kekuasaan dan pembagian wilayah kekuasaan.
Kajian Struktur dan Komunikasi Organisasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Rangga Saptya Mohamad Permana; Aceng Abdullah
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.532 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v7i2.10905

Abstract

In 2016, Rector of Universitas Padjadjaran (Unpad) issued a regulation on the organization and working procedures of Unpad managers. In the framework of university management in a formal context, the academic community of Unpad involves organizational communication. Organizational communication is used primarily within the structural scope of university or faculty managers. The messages dissemination from leaders to subordinates, inputs and suggestions from subordinates to leaders, and exchange of messages between officials is done through organizational communication. The research method used in this study is a descriptive-qualitative method. Using documentation method, the author seeks to explain and focus on how the structure and communication of management organization in Unpad. The results of the study indicate that Unpad's organizational structure is included in the organizational structure carrying out organizational levels between two and three levels, called flat top organization structure. Based on the organizational structure chart, Unpad adheres to a form of centralization in its organizational structure. While organizational communication that can be applied to Unpad's communication structure includes internal communication within the organization and external communication to/from outside the organization which are based on Unpad's organizational culture, RESPECT.
Parents' involvement on teen's movie consumption in the pandemic era Indriani, Sri Seti; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Basit, Abdul
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v6i3.5135

Abstract

Abstract Watching movies at home through movie applications now has become a trend in this pandemic era. Adolescents who have online learning at home are forced to entertain themselves with indoor activities; spending more time watching movies is one example. As one of the online movie platforms, Netflix has gained 204 million subscribers in January 2021, following Amazon Prime with 150 million subscribers. This situation becomes a concern where adolescents seemingly have more freedom and access to select movies without parents' awareness. Adolescents are given trust in their competence to be conscious, critical, and analyse their content despite their age. This research's objects were to acknowledge how adolescents gain access to online movies despite the television content rating system and their parents' involvement in the adolescents' selection of movies. The research was conducted using a qualitative method with a case study approach. Informants were adolescents in the range of 11-14 years old and some parents. Results showed that most adolescents gained access to movies through online applications, namely Netflix, YouTube, Telegram, and illegal websites. These adolescents gained this information from friends and the TikTok application. Regarding the parents' involvement, most adolescents claimed that their parents did not contribute to their selection of movies, seemingly ignorant, and some parents even did not know what their children watch and do in their bedrooms. However, a few of them stated that their parents contributed to their selection of movies but sometimes gave adolescents some permission to watch unsuitable movies based on the television content rating system.
Diegetic and nondiegetic sounds in film scoring of Pengabdi Setan film Pandu Watu Alam; Rangga Saptya Mohamad Permana; Sri Seti Indriani
ProTVF Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v7i2.47281

Abstract

Background: This research examines the 2017 film Pengabdi Setan scoring function. Joko Anwar wrote and directed the film Pengabdi Setan, released on September 28, 2017. This film is a remake of a 1980 film of the same name. In this film, the score is essential for visually confirming symbols or incomplete messages. There are two types of sound: diegetic sound and non-diegetic sound. Purpose: This research aims to determine how diegetic and non-diegetic sound were used to create a horror atmosphere in the film Pengabdi Setan. Methods: The authors described the audio analysis results in the form of diegetic and non-diegetic sounds using a qualitative descriptive analysis. Documented assessment and observation were employed as data collection techniques. Results: The results indicate that infrasonic sound (infrasound) and sub-bass frequencies in the form of non-diegetic sounds emotionally impact audiences. The typical frequency is 31 Hz, and although it is inaudible to the human ear, the audience can sense the vibrations of this frequency. This frequency can typically only be perceived as a “chest rumble.” In general, both diegetic and non-diegetic sounds in the film Pengabdi Setan contribute to completing the defective message symbol. The combination of infrasonic sound effects, sub-bass, and musical composition validates the visual messages or symbols. Implications: This research can theoretically serve as a resource for future researchers interested in studying diegetic and non-diegetic sound in film. Directors and cinema sound engineers can use this research to construct diegetic and non-diegetic sound in their films, particularly horror films.
Program live update pemberitaan risiko Covid-19 di televisi nasional Indonesia Evi Rosfiantika; Rangga Saptya Mohamad Permana; Jimi Narotama Mahameruaji
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.28758

Abstract

Penyebaran virus SARSCOV2 terjadi di seluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat. Banyak warga dunia merasa khawatir dan panik terinfeksi virus salah satunya diakibatkan pemberitaan yang salah. Warga membutuhkan informasi yang akurat dan terpercaya terutama yang dikeluarkan oleh pemerintah.  Setiap negara melakukan pengendalian informasi, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Gugus Tugas ini juga secara rutin menyajikan informasi dengan cara melakukan live update di stasiun televisi nasional setiap harinya. Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk mengetahui isi berita risiko penyebaran virus SARSCOV2 dalam upaya mengurangi risiko pandemi Covid-19 pada live update Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di televisi nasional dalam konteks komunikasi risiko. Penulis memakai metode studi kasus dengan teknik analisis teks guna menganalisis data-data yang telah dihimpun melalui observasi siaran televisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi berita terkait update Covid-19 adalah yang paling banyak disampaikan (11 kali). Mayoritas makna isi berita yang dari siaran program live update televisi tersebut bersifat “menginformasikan” dan “mengingatkan”, yang berarti dalam tahap-tahap komunikasi risiko O’Neill, informasi dan pesan-pesan yang diberikan dalam siaran program televisi live update Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini sudah melewati tahapan sebelum bencana dan tahapan peringatan, serta berada dalam bilik non-partisipasi, manipulasi/terapi, dan informasi dalam konsep “Tangga Arnstein”.
BUTIR-BUTIR PANCASILA DALAM NASKAH SUNDA KUNO ABAD XVI MASEHI Sumarlina, Elis Suryani Nani; Darsa, Undang Ahmad; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Husen, Ike Rostikawati
Sosiohumaniora Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v23i3.24420

Abstract

Naskah sebagai dokumen budaya, sampai saat ini belum begitu dikenal oleh masyarakat secara menyeluruh. Padahal isi yang terkandung di dalamnya bisa dikaji dari berbagai disiplin ilmu secara multidisiplin. Salah satunya naskah Sunda yang mengungkap butir-butir Pancasila, yang bermanfaat untuk ilmu sosial politik, ilmu hukum dan ketatanegaraan, maupun ilmu komunikasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pancasila sebagai landasan hukum NKRI masih tetap kokoh hingga kini, dan senantiasa bersemayan dalam denyut jantung serta nadi setiap insan masyarakat Indonesia, meskipun beberapa kali diuji eksistensinya. Itu sebabnya, kita senantiasa mengenang hari lahir dan kesaktian Pancasila. Tulisan ini bertujuan mengungkap gagasan butir-butir Pancasila yang terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakanda ‘Ng Karesian (SSK), Amanat Galunggung (AG), dan Sanghyang Raga Dewata (SRD). Metode penelitian yang digunakan deskriptif analisis komparatif serta kritik teks, historiografi tradisional, dan hermeneutik, untuk mengungkap gagasan Pancasila yang terpendam dalam naskah Sunda Kuno abad XVI Masehi. Butir-butir Pancasila dijabarkan melalui Panca Tata Gatra, terdiri atas:  1) Percaya kepada Sang Pencipta yang menguasai alam semesta;  2) Tindakan dan perilaku manusia yang harus adil, bijaksana, dan beradab;  3) Unsur  alam semesta, yakni tanah, air, angin, cahaya, dan angkasa, yang harus bersatu; 4) Perekonomian  diimplementasikan melalui mata pencaharian hidup sebagai  petani, ahli perang, bangsawan termasuk alim ulama, dan  raja/pemimpin pemegang tahta kekuasaan; dan 5) Tiga penentu kebijakan dalam keadilan berbangsa dan bernegara. Panca Tata Gatra dimaksud, sejalan dengan kelima butir Pancasila yang kini digunakan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Komunikasi Persuasif Kader Posyandu Dalam Sosialisai Menu Gizi Seimbang Kepada Ibu Balita Sari, Dian Nurvita; Winangsih, Rahmi; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Community Services and Social Work Bulletin Vol 4, No 2 (2024): Community Services and Social Work Bulletin Volume 4 No. 2 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cswb.v4i2.14020

Abstract

Stunting remains a critical public health issue in Indonesia, prompting nationwide intervention programs involving multi-level stakeholders, including grassroots health volunteers (Posyandu cadres). This study investigates the persuasive communication strategies employed by Posyandu Anggrek II B cadres in Cipondoh, Tangerang, to promote balanced nutrition among mothers of under-five children. Utilizing a qualitative approach through participant observation and in-depth interviews, the research examines the six key elements of persuasive communication: communicator, message, channel, receiver, feedback, and effect. The findings reveal that the cadres effectively delivered culturally contextualized and motivational health messages using public health forums and practical demonstrations of diverse nutritious food menus. Notably, this communication fostered cognitive, affective, and behavioral shifts among mothers, indicating potential long-term impact on stunting prevention. However, challenges such as motivational barriers and semantic misunderstandings due to diverse sociolinguistic backgrounds were also identified. This study underscores the vital role of well-trained community health communicators in behavior change interventions and highlights the necessity of continuous support and adaptive strategies to overcome communication obstacles. By focusing on localized, persuasive engagement, this research contributes empirical evidence to the discourse on sustainable, community-driven public health strategies in the fight against child malnutrition.
Mengungkap Makna Sejarah Nama Tempat: Studi Toponimi dan Pengaruh Kolonial di Asia dalam Manuskrip Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 Sumarlina, Elis Suryani Nani; Pawestri, Wening; Darsa, Undang Ahmad; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Sudardi, Bani; Rasyad, Abdul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i2.29934

Abstract

The study of toponymy and colonial influences in Asia in the SN manuscript is useful for making significant contributions to the understanding of toponymy, colonial influence, and historical context in Asia, especially through the lens of the Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 manuscript. The purpose of this study is to analyze the history of place names that have been influenced by colonialism. Which places are written in the SNBA manuscript, namely a manuscript containing the geographical conditions of the Asian continent in 1860.  The methods used in this study are literature study, philological research methods, and toponymy studies. The results of this study indicate that place names in Asia, especially those recorded in the SNBA manuscript of 1860, reflect significant colonial influence. Many place names recorded in the SNBA manuscript, such as India Depan, India Belakang, and Ceylon, show changes that occurred due to decolonization and foreign cultural influences. Changes in place names often reflect the dominance and political interests of the colonizers. The colonizers used new names or changed place names to show their power. The use of foreign languages ​​in place naming, often derived from the language of the colonizer, influences the way place names are identified and used.