Claim Missing Document
Check
Articles

BUTIR-BUTIR PANCASILA DALAM NASKAH SUNDA KUNO ABAD XVI MASEHI Sumarlina, Elis Suryani Nani; Darsa, Undang Ahmad; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Husen, Ike Rostikawati
Sosiohumaniora Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v23i3.24420

Abstract

Naskah sebagai dokumen budaya, sampai saat ini belum begitu dikenal oleh masyarakat secara menyeluruh. Padahal isi yang terkandung di dalamnya bisa dikaji dari berbagai disiplin ilmu secara multidisiplin. Salah satunya naskah Sunda yang mengungkap butir-butir Pancasila, yang bermanfaat untuk ilmu sosial politik, ilmu hukum dan ketatanegaraan, maupun ilmu komunikasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pancasila sebagai landasan hukum NKRI masih tetap kokoh hingga kini, dan senantiasa bersemayan dalam denyut jantung serta nadi setiap insan masyarakat Indonesia, meskipun beberapa kali diuji eksistensinya. Itu sebabnya, kita senantiasa mengenang hari lahir dan kesaktian Pancasila. Tulisan ini bertujuan mengungkap gagasan butir-butir Pancasila yang terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakanda ‘Ng Karesian (SSK), Amanat Galunggung (AG), dan Sanghyang Raga Dewata (SRD). Metode penelitian yang digunakan deskriptif analisis komparatif serta kritik teks, historiografi tradisional, dan hermeneutik, untuk mengungkap gagasan Pancasila yang terpendam dalam naskah Sunda Kuno abad XVI Masehi. Butir-butir Pancasila dijabarkan melalui Panca Tata Gatra, terdiri atas:  1) Percaya kepada Sang Pencipta yang menguasai alam semesta;  2) Tindakan dan perilaku manusia yang harus adil, bijaksana, dan beradab;  3) Unsur  alam semesta, yakni tanah, air, angin, cahaya, dan angkasa, yang harus bersatu; 4) Perekonomian  diimplementasikan melalui mata pencaharian hidup sebagai  petani, ahli perang, bangsawan termasuk alim ulama, dan  raja/pemimpin pemegang tahta kekuasaan; dan 5) Tiga penentu kebijakan dalam keadilan berbangsa dan bernegara. Panca Tata Gatra dimaksud, sejalan dengan kelima butir Pancasila yang kini digunakan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
PERAN, FUNGSI, DAN KAUSALITAS MANUSKIP MANTRA DI ERA GENERASI Z Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.299

Abstract

Cukup menarik memang, apabila tinggalan budaya nenek moyang masa lampau digali, diungkap, diteliti, bahkan dikaji terkait kearifan lokal budaya Sunda yang terpendam dalam manuskrip mantra. Mengapa manuskrip, khususnya manuskrip mantra dianggap penting untuk dikaji? Karena sebagai dokumen budaya isinya berguna bagi perkembangan peradaban suatu masyarakat. Hal ini dimengerti, karena eksistensinya masih dapat diimplementasikan di era generasi Z saat ini. Dari dulu mantra dipercayai memiliki kekuatan gaib, sehingga masyarakat pengamal mantra sangat bergantung terhadapnya. Pandangan masyarakat terhadap mantra, memunculkan beraneka ragam persepsi. Peran, fungsi, dan kausalitas manuskrip mantra secara garis besar digunakan sebagai perlindungan, kekuatan, dan pengobatan. Secara sepintas, karena keterbatasan kemampuan manusia, mantra merupakan keuntungan bagi masyarakat pengamalnya sesuai dengan peran, fungsi, dan kausalitasnya. Kedudukan manuskrip mantra dari dulu sampai sekarang, dalam tulisan ini berupaya diungkap, sehingga didapatkan bagaimana seluk beluk, peran, fungsi, dan kausalitasnya di masyarakat, khususnya di era generasi Z. Tulisan ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif, dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, melalui metode pendekatan dan kajian hermeneutik, yang tidak terlepas dari kajian filologi, baik secara kodikologis maupun tekstologis, sosiologis sastra, serta kajian budaya. Diharapkan tulisan ini bermanfaat sebagai referensi literasi bagi ilmu lain secara multidisiplin.
MENELUSURI EKSISTENSI DAN FUNGSI TEKNOLOGI TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT KAMPUNG NAGA Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Erwina, Wina
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i3.263

Abstract

Perkembangan teknologi di era milenial saat ini memang tidak bisa kita hindari. Namun sebagai generasi muda, kita dituntut agar pandai memilih dan memilah serta mencerna budaya asing yang masuk, mana yang baik, dan mana yang tidak baik untuk diterima. Khususnya kearifan lokal yang berkaitan dengan teknologi serta seluk-beluknya, yang harus tetap dirawat dan dilestarikan, bahkan kalau bisa dikembangkan tanpa menghilangkan keasliannya. Teknologi yang canggih memacu kita menuju kebudayaan industri. Tetapi, dari sekian banyak suku bangsa di Indonesia, masih terdapat beberapa suku bangsa yang tetap bersikukuh mempertahankan budaya tradisional dan adat istiadat, serta tradisinya. Salah satunya masyarakat adat Kampung Naga, yang tinggal di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Teknologi tradisional yang masih tersimpan dan digunakan oleh masyarakat adat Kampung Naga ditelusuri dan dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, serta metode kajian hermeneutik, sosiologis, antropologis, dan kajian budaya. Diharapkan mampu mengungkap beragam teknologi tradisional yang ada di Kampung Naga dari berbagai alat, fungsi, dan makna yang terkandung di dalamnya, sesuai dengan adat dan tradisinya.
TEKS MANUSKRIP MANTRA SUNDA KETERJALINAN IRAMA, DIKSI, DAN SIMILE Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Darsa, Undang Ahmad
KABUYUTAN Vol 4 No 1 (2025): Kabuyutan, Maret 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i1.313

Abstract

Manuskrip sebagai dokumen budaya, teksnya di era generasi Z saat ini masih berperan dan memiliki fungsi yang sangat penting, karena mampu mengungkap makna yang bermanfaat sebagai referensi literasi bagi ilmu lain, khususnya bidang sastra, bahasa, budaya, dan komunikasi. Jika dilihat dari strukturnya, teks mantra Sunda termasuk ke dalam bentuk puisi Sunda, yang terikat oleh aturan kepuitisan sebuah karya sastra. Unsur irama, diksi, dan simile tidak terlepas dari rima dan citraan dalam upaya menunjang kepuitisan teks mantra itu sendiri, Keterjalinan unsur irama, diksi, dan simile menarik perhatian pembaca, membuat lebih hidup, serta dapat menimbulkan gambaran angan dan harapan. Irama dan diksi memperjelas makna dalam pembacaan dan teks mantra, demikian juga dengan simile mampu menghidupkan perasaan yang akan diungkapkan lebih nyata dan jelas, dan lebih ekspresif. Bahasa yang digunakan dalam teks mantra melalui keterjalinan irama, diksi, dan simile, melalui kata-kata yang susunan dan artinya sengaja disimpangkan dari susunan dan artinya yang biasa, menjadi luar biasa, untuk mendapatkan kesegaran dan kekuatan makna serta ekspresi dengan cara memanfaatkan irama, tekanan, diksi, serta simile melalui perbandingan, pertentangan, dan pertautan yang ada dalam sebuah teks mantra. Kajian ini termasuk penelitian kualitatif, melalui metode penelitian deskriptif analisis, dan metode kajian sastra lewat struktur puisi mantra dan maknanya, sehingga hasil dari keterjalinan irama, diksi, dan simile bermanfaat untuk mempejelas dan memperhalus perkataan (cerita) agar lebih indah’, karena bahasa itu dianggap hanya sekadar ‘bahan’, keindahan dan kehalusan bahasa menjelma setelah mengalami pengolahan melalui gubahan seorang pengarang.
STRATEGI PRA-PRODUKSI DALAM PROSES AUDISI PROGRAM INDONESIAN IDOL JUNIOR 2018 DI RCTI: ANALISIS PERAN PRECASTER DALAM PEMBENTUKAN KONTEN TALENT SEARCH Mohamad Permana, Rangga Saptya; Nareswari, Alya Nurdina
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.315

Abstract

Artikel ini membahas proses pra-produksi dalam program talent search Indonesian Idol Junior 2018 yang ditayangkan di RCTI, dengan fokus pada peran strategis precaster sebagai bagian dari tim produksi dalam menyeleksi peserta audisi. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menyajikan bagaimana strategi publikasi off-air, proses seleksi precaster, dan manajemen konten dikembangkan dalam konteks menjaga kualitas program serta pencapaian rating dan share. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara dengan staf produksi, serta dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa precaster berfungsi tidak hanya sebagai penyaring bakat berdasarkan kemampuan vokal, tetapi juga sebagai kurator konten yang mampu membangun daya tarik dramatik dan emosional program televisi. Strategi ini menunjukkan praktik komodifikasi konten dan audiens dalam industri televisi Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian produksi media, khususnya dalam konteks televisi realitas di era industri hiburan modern. Audisi; pra-produksi; televisi; precaster; talent show; Indonesian Idol Junior
BAHASA DAN SENI SUNDA DI ERA GEN Z Suryani, Elis; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.335

Abstract

Every nation and even every ethnic group on Earth—possesses a culture that continually evolves in line with technological advances, the rapid growth of scientific knowledge, and the progression of time. Therefore, as the next generation, we must actively preserve, protect, and sustain our cultural heritage, particularly the customs, traditions, and ancestral legacies passed down from previous generations. These artistic elements should be preserved and further developed in the present day to prevent their extinction, especially in the domains of language and the arts. In the current Generation Z era, the acceleration of civilization and its supporting aspects is difficult to contain. If the younger generation shows indifference toward their own local linguistic and artistic wisdom, particularly that of Sundanese heritage, the current cultural wealth and diversity will gradually erode and may ultimately vanish. This is the motivation behind this study: to encourage Generation Z to become more familiar with, learn about, and actively engage in preserving Sundanese language and arts, so they are not lost to time. This study adopts a qualitative approach, utilizing descriptive-analytical methods through sociolinguistic, hermeneutic, and cultural studies frameworks. Hopefully, this work will provide valuable insights and contribute to other academic disciplines in a multidisciplinary manner
Komunikasi Persuasif Kader Posyandu Dalam Sosialisai Menu Gizi Seimbang Kepada Ibu Balita Sari, Dian Nurvita; Winangsih, Rahmi; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Community Services and Social Work Bulletin Vol 4, No 2 (2024): Community Services and Social Work Bulletin Volume 4 No. 2 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cswb.v4i2.14020

Abstract

Stunting remains a critical public health issue in Indonesia, prompting nationwide intervention programs involving multi-level stakeholders, including grassroots health volunteers (Posyandu cadres). This study investigates the persuasive communication strategies employed by Posyandu Anggrek II B cadres in Cipondoh, Tangerang, to promote balanced nutrition among mothers of under-five children. Utilizing a qualitative approach through participant observation and in-depth interviews, the research examines the six key elements of persuasive communication: communicator, message, channel, receiver, feedback, and effect. The findings reveal that the cadres effectively delivered culturally contextualized and motivational health messages using public health forums and practical demonstrations of diverse nutritious food menus. Notably, this communication fostered cognitive, affective, and behavioral shifts among mothers, indicating potential long-term impact on stunting prevention. However, challenges such as motivational barriers and semantic misunderstandings due to diverse sociolinguistic backgrounds were also identified. This study underscores the vital role of well-trained community health communicators in behavior change interventions and highlights the necessity of continuous support and adaptive strategies to overcome communication obstacles. By focusing on localized, persuasive engagement, this research contributes empirical evidence to the discourse on sustainable, community-driven public health strategies in the fight against child malnutrition.
KRITIK SOSIAL DALAM FILM-FILM KABAYAN DI ERA ORDE BARU: KETIMPANGAN DESA-KOTA, PERILAKU MATERIALISTIS DAN DAMPAK GLOBALISASI Mohamad Permana, Rangga Saptya; Nani Sumarlina, Elis Suryani; Darsa, Undang Ahmad
KABUYUTAN Vol 4 No 1 (2025): Kabuyutan, Maret 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i1.316

Abstract

Artikel ini membahas representasi kritik sosial dalam dua film Kabayan produksi awal 1990-an, yaitu Si Kabayan Saba Metropolitan (1992) dan Si Kabayan Mencari Jodoh (1994), yang hadir di tengah situasi sosial-politik Orde Baru Indonesia. Kedua film ini tidak hanya menawarkan hiburan komedi, tetapi juga menyisipkan kritik terhadap ketimpangan pembangunan antara desa dan kota, perubahan nilai-nilai masyarakat desa, serta penetrasi budaya global akibat arus modernisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode analisis naratif dan semiotik untuk menelaah simbol, dialog, sinematografi, serta representasi karakter dalam kedua film tersebut. Temuan menunjukkan bahwa karakter Kabayan digunakan sebagai metafora dari masyarakat desa yang lugu namun cerdas, yang harus berhadapan dengan kompleksitas modernitas kota. Isu-isu seperti gagap teknologi, stereotip sosial, materialisme, dan disorientasi nilai ditampilkan melalui konflik naratif dan simbol visual, seperti eskalator, jembatan penyeberangan, dan jam tangan. Narasi jenaka yang digunakan menjadi strategi efektif untuk menyampaikan kritik secara halus (polite criticism), mengingat ketatnya sensor budaya pada masa Orde Baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Kabayan tidak hanya menjadi cermin dari realitas sosial saat itu, tetapi juga menjadi arsip budaya yang mencatat transformasi ideologis masyarakat Indonesia dalam menghadapi ketimpangan dan globalisasi. Dengan demikian, film populer dapat berfungsi sebagai media perlawanan kultural yang penting dalam studi pembangunan dan komunikasi.
Mengungkap Makna Sejarah Nama Tempat: Studi Toponimi dan Pengaruh Kolonial di Asia dalam Manuskrip Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 Sumarlina, Elis Suryani Nani; Pawestri, Wening; Darsa, Undang Ahmad; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Sudardi, Bani; Rasyad, Abdul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i2.29934

Abstract

The study of toponymy and colonial influences in Asia in the SN manuscript is useful for making significant contributions to the understanding of toponymy, colonial influence, and historical context in Asia, especially through the lens of the Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 manuscript. The purpose of this study is to analyze the history of place names that have been influenced by colonialism. Which places are written in the SNBA manuscript, namely a manuscript containing the geographical conditions of the Asian continent in 1860.  The methods used in this study are literature study, philological research methods, and toponymy studies. The results of this study indicate that place names in Asia, especially those recorded in the SNBA manuscript of 1860, reflect significant colonial influence. Many place names recorded in the SNBA manuscript, such as India Depan, India Belakang, and Ceylon, show changes that occurred due to decolonization and foreign cultural influences. Changes in place names often reflect the dominance and political interests of the colonizers. The colonizers used new names or changed place names to show their power. The use of foreign languages ​​in place naming, often derived from the language of the colonizer, influences the way place names are identified and used.
Existence of Sundanese Manuscripts as a Form of Intellectual Tradition in the Ciletuh Geopark Area Darsa, Undang Ahmad; Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i2.369

Abstract

The variety of Sundanese manuscripts are still scattered in individual communities, as well as those already stored in various libraries and museums in West Java. The Sundanese script is still stored in the Ciletuh Geopark, Sukabumi District. This research is interesting because of the discovery of several manuscripts around the southern Sukabumi area, especially at Surade, Ciemas, and Jampang Kulon areas. Descriptive method of comparative analysis that was used trying to describe the data in detail and thoroughly, analyze it carefully, and compare those target accurately between several texts studied. While the method of the study in the form of text critique method, referred to the method of a single script, through the standard edition. The method of content review used the method of cultural studies, which reveals the existence and function of the script pragmatically in the community, especially in the Ciletuh Geopark. The results of the research can be considered as "the documents and local wisdom of Sundanese culture", which deserves to be addressed wisely in the hope that the content contained in it is able to reveal the history of the life of Ciletuh Geopark, either through written tradition, folklore, and culture.