Claim Missing Document
Check
Articles

Existence of Sundanese Manuscripts as a Form of Intellectual Tradition in the Ciletuh Geopark Area Darsa, Undang Ahmad; Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i2.369

Abstract

The variety of Sundanese manuscripts are still scattered in individual communities, as well as those already stored in various libraries and museums in West Java. The Sundanese script is still stored in the Ciletuh Geopark, Sukabumi District. This research is interesting because of the discovery of several manuscripts around the southern Sukabumi area, especially at Surade, Ciemas, and Jampang Kulon areas. Descriptive method of comparative analysis that was used trying to describe the data in detail and thoroughly, analyze it carefully, and compare those target accurately between several texts studied. While the method of the study in the form of text critique method, referred to the method of a single script, through the standard edition. The method of content review used the method of cultural studies, which reveals the existence and function of the script pragmatically in the community, especially in the Ciletuh Geopark. The results of the research can be considered as "the documents and local wisdom of Sundanese culture", which deserves to be addressed wisely in the hope that the content contained in it is able to reveal the history of the life of Ciletuh Geopark, either through written tradition, folklore, and culture.
Keterjalinan Jampé, Jangjawokan, dan TOGA dalam Naskah Mantra Pengobatan: Peran dan Fungsinya di Masyarakat Adat Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i1.3916

Abstract

A Sundanese manuscript, created by the ancestors' inventiveness, is a cultural document containing local wisdom. The Medical Mantra Manuscript is one of them. It reveals the truths of numerous TOGA as well as the presence of mantras in an effort to overcome and cure various diseases in society. Sundanese Mantra is classified into the following categories: ajian, asihan, jampé, jangjawokan, pélét, rajah, and singlar. This research, however, solely looks at the interweaving of the texts of the Mantra Jampé and Jangjawokan with TOGA, whose duties and functions are still practiced by indigenous peoples in West Java and indigenous Baduy people in Banten. The descriptive analysis research method was used. Involve philological study methods, both codicological and textological, literary studies, and cultural studies, so that the results are helpful and serve as a literacy reference for other disciplines. The utilization of plant species, functions, dosages, methods of processing, and treatments done accompanied by the recital of'mantras' in the text of the Medicinal Manuscripts demonstrates the relationship between Jampé and Jangjawokan and TOGA. The findings of this study are expected to be valuable not only for literature and philology, but also for public health, pharmacy, nursing, medicine, communication science, literature, anthropology, and culture in general.
Etika berpolitik pemimpin masa lampau berbasis naskah Sunda Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58838

Abstract

Benar  adanya apabila dikatakan bahwa banyak kesulitan yang dihadapi dalam menggarap naskah-naskah  Sunda Kuno. Akan tetapi, harus disadari pula bahwa di dalam sebuah naskah Sunda kuno terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini.  Isi naskah Sunda Kuno mengungkap beragam ilmu yang bisa dijadikan sebagai referensi literasi bagi ilmu lain saat ini, yang berkaitan dengan  historiografi tradisional, toponimi, pandangan hidup, sistem pemerintahan atau pembagian kekuasaan, konsep kepemimpinan, etika berpolitik,  dan  unsur-unsur kebudayaan  lainnya, sebagai bahan dalam upaya menggali, identitas masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Dengan demikian, upaya penggalian dan penggarapan naskah-naskah kuno perlu dilakukan secara sungguh-sungguh, intensif,  dan berkesinambungan. Teks naskah Sunda kuno yang sangat menarik untuk dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan etika berpolitik para pemimpin atau raja-raja Sunda masa lampau, yang eksistensinya terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, Fragmen Carita Parahiyangan, Amanat Galunggung, dan Sanghyang Hayu, yang ditulis pada abad ke-16 Masehi. Etika berpolitik raja-raja zaman dulu berkaitan erat dengan konsep kepeminpinan, sistem pemerintahan dan pembagian kekuasaan, serta karakter dari peminpin itu sendiri. Dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, dan metode kajian filologi, komunikasi politik, historiografi tradisional, dan kajian budaya secara multidisiplin. Diharapkan mampu menungkap bagaimana etika berpolitik raja atau pemimpin Sunda masa silam, melalui naskah-naskah Sunda Kuno abad-16, yang akhirnya dapat membuka cakrawala dan wawasan ilmu pengetahuan bagi ilmu-ilmu lain secara multidisiplin.
EKONOMI POLITIK MEDIA DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI DAN SOSIAL-BUDAYA: EKONOMI POLITIK MEDIA DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI DAN SOSIAL-BUDAYA Mohamad Permana, Rangga Saptya; Alam, Pandu Watu
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.19

Abstract

Harold Innis dan Marshall McLuhan mengakui kenyataan bahwa teknologi memiliki dimensi komunikatif dalam dan dari diri mereka sendiri dan memainkan peran penting dalam formasi ekonomi politik. Bidang ekonomi jelas tidak dapat dipisahkan dari kapitalisme; serta kapitalisme dan industri merupakan dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Lebih lanjut, budaya adalah salah satu konten yang paling menarik untuk “dijual” dan kerap dimasifikasi oleh media untuk menghasilkan keuntungan besar oleh para kapitalis media. Kajian ini bertujuan untuk membahas bagaimana ekonomi politik media ditinjau dari perspektif komunikasi dan sosial-budaya. Kajian dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan memakai kajian literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil menunjukkan bahwa ekonomi politik media (massa) amat berkaitan dengan kekuasaan dan kontrol atas konten media massa. Kontrol tersebut dilakukan dengan proses komunikasi, di mana pesan-pesan yang disampaikan oleh media massa bertujuan untuk memengaruhi persepsi khalayak, kadang juga untuk menggiring sikap khalayak, terhadap sebuah isu, terutama isu-isu sosial dan politik. Salah satu konten media yang dipandang efektif untuk meraup sumber-sumber finansial adalah budaya. Budaya yang dimasifikasi menjadi senjata ampuh bagi para pemilik media untuk memeroleh laba dan kekayaan; di mana budaya tidak lagi dipandang dari perspektif estetis-nya saja, atau bagaimana budaya menyampaikan kebenaran, namun dipandang sebagai “alat” untuk mendulang keuntungan semata.
KLASIK NAMUN MASIH RELEVAN: SEQUENTIAL MODEL OF COMMUNICATION PROCESS: KLASIK NAMUN MASIH RELEVAN: SEQUENTIAL MODEL OF COMMUNICATION PROCESS Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.65

Abstract

Model adalah sebuah deskripsi atau gambaran visual yang meperlihatkan hubungan-hubungan antarsistem atau konsep untuk menjelaskan atau mendeskripsikan sebuah fenomena menjadi lebih sederhana. Model-model juga banyak diciptakan dan digunakan dalam ilmu-ilmu sosial, termasuk di dalamnya model-model dalam ilmu komunikasi. Setidaknya, ada enam komponen inti komunikasi yang terdapat dalam sebuah aktivitas komunikasi, yaitu sender, message, chennel, receiver, feedback, dan effect. Namun dalam sejarahnya, ada beberapa model yang tidak menyertakan salah satu atau beberapa komponen tersebut, atau bahkan ada model yang memiliki komponen yang lebih banyak dari itu. Sequential Model of Communication Process adalah salah satu model komunikasi yang memiliki komponen-komponen inti di dalamnya, yang bisa menggambarkan fenomena terciptanya persepsi baru dari sender berkat ide yang diberikan melalui feedback dari receiver. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan dan mengimplementasikan Sequential Model of Communication Process pada sebuah contoh fenomena komunikasi. Metode kajian pustaka digunakan dalam artikel ini, di mana tiga buah referensi utama dijadikan landasan teoretis dalam menjelaskan model tersebut. Hasil menunjukkan bahwa noise menjadi komponen penting dalam model ini. Noise selalu terjadi dalam proses komunikasi dalam tahap apapun; baik itu noise secara internal maupun eksternal. Di samping itu, Sequential Model of Communication Process ini bisa dikategorikan sebagai salah satu model komunikasi interaksional, karena makna, persepsi, referensi atau pengalaman (baru) bisa terbentuk melalui umpan balik dari receiver ke sender.
KETERKAITAN DALANG DAN LAKON WAYANG PURWA DALAM JEJAK-JEJAK ARKAISME : KETERKAITAN DALANG DAN LAKON WAYANG PURWA DALAM JEJAK-JEJAK ARKAISME Darsa, Undang Ahmad; Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.73

Abstract

Salah satu seni pertunjukan klasik di kalangan masyarakat Sunda yang masih tetap eksis sampai hari ini adalah seni pertunjukan Wayang Golek. Selain Wayang Golek, pernah tercatat jenis-jenis pertunjukan wayang, seperti wayang bendo, wayang golek papak (cepak), wayang golek modern, wayang kulit, dan wayang topeng. Bahkan, ada jenis wayang yang sudah hampir tidak dikenal lagi di kalangan masyarakat Sunda ialah yang disebut Wayang Lilingong. Seseorang yang berprofesi memainkan pertunjukan para tokoh dalam lakon wayang disebut dalang. Adapun istilah dalang dimaksudkannya sebagai pencerita yang merangkum sebuah kisah yang bersumber dari sebuah otoritas. Dalam kaitan ini, karya yang ditampilkannya tidak saja indah tetapi memiliki otoritas sebagaimana dulunya dikisahkan oleh seorang dalang yang bijaksana dan suci.
Peran Komunikasi dalam Konteks Hubungan Keluarga Mohamad Permana, Rangga Saptya; Suzan, Nessa
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i1.93

Abstract

Family has a significant impact on the features that determine our interactions with the environment. Mary Anne Fitzpatrick and her colleagues have produced a number of studies and hypotheses concerning family ties. The research findings and theory of Fitzpatrick inform us on the various types of families, their peculiarities, and the effect of these differences on how they communicate. Hence, the author is interested in examining the role of communication within the context of family relationships and attempts to incorporate references within the context of family communication. The goal of this study is to determine the extent to which communication plays a role in family relationships, which is derived from numerous earlier conceptions regarding relationships and families. In this paper, the author studies the roles of communication within the setting of family relations using the literature review approach, with three primary references serving as the major basis for the study. In addition to these three references, the author complements the study materials with other reading pertaining to discussions of family relationships and communication. According to studies employing the concepts of family relationships and communication, communication plays a crucial role in family interactions. Communication has an essential part in the formation of a family's social reality. Relationships and communication patterns within the family are heavily influenced by two communication activities, namely conversation and conformity, which also determine family communication patterns.
SERPIHAN TERPENDAM SISTEM TEKNOLOGI DAN PEMBAGIAN TATARUANG MASYARAKAT ADAT KAMPUNG NAGA: SERPIHAN TERPENDAM SISTEM TEKNOLOGI DAN PEMBAGIAN TATARUANG MASYARAKAT ADAT KAMPUNG NAGA Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i1.104

Abstract

Kearifan lokal budaya yang dimiliki suatu bangsa atau suku bangsa, berkembang seiring perkembangan teknologi dan perkembangan zaman. Meskipun demikian, adat dan tradisi, beserta tinggalan budaya warisan nenek moyang kita harus tetap dijaga, dilindungi, dan dilestarikan agar tidak musnah ditelan masa. Tulisan ini mengulas dan berupaya mengenalkan keanekaragaman budaya Sunda yang terdapat di Kampung Naga, yang merupakan salah satu kekayaan dan khazanah kebudayaan Sunda, hasil kreativitas dan peninggalan nenek moyang orang Sunda pada masa lampau, yang keberadaannya saat ini sudah tidak dikenali, tidak diketahui, tidak dimengerti, bahkan sudah tidak dipahami oleh masyarakat Sunda pada umumnya. Selain itu, perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, diiringi adanya kemampuan manusia dalam berinteraksi sosial, menjadikan suku bangsa yang ada di Indonesia, cenderung menuju kepada kebudayaan industri. Tetapi, masih terdapat beberapa suku bangsa yang tetap bersikukuh mempertahankan adat istiadat dan tradisi lamanya. Salah satu di antaranya adalah Masyarakat Kampung Naga, yang tinggal di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Sistem teknologi dan pembagian tataruang yang berlaku di masyarakat tersebut mnarik untuk disajikan dalam tulisan ini, karena berbeda dari masyarakat lainnya. Kajian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis komparatid, melalui metode kajian budaya dan etnografi, di samping antropologi. Hasil yang diperoleh, beragam alat dan tataruang yang digunakan masih bersifat tradisional, namun memiliki fungsi yang tidak kalah dari masyarakat modern. Hal ini juga berkaitan dengan sistem sosial masyarakat adat Kampung Naga yang tidak bisa dipisahkan dari tri tangtu di bumi, melipti tatalampah, tatawayah, dan tatawilayah.
SISTEM PEMERINTAHAN, PEMBAGIAN KEKUASAAN, DAN KEPEMIMPINAN MASA LAMPAU BERBASIS NASKAH SUNDA KUNO : SISTEM PEMERINTAHAN, PEMBAGIAN KEKUASAAN, DAN KEPEMIMPINAN MASA LAMPAU BERBASIS NASKAH SUNDA KUNO Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
KABUYUTAN Vol 1 No 1 (2022): Kabuyutan, Maret 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i1.26

Abstract

Suatu bangsa mampu menghasilkan pemimpin yang handal, namun belum tentu mampu memiliki negarawan yang unggul. Untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, berkualitas, dan bijaksana, ia harus mampu berperilaku sebagai seorang negarawan, artinya seorang negarawan harus menjadi seorang pemimpin, tetapi seorang pemimpin belum tentu dapat bertindak sebagai seorang negarawan, jika ia tidak mampu berkomunikasi dan berpolitik dengan baik. Sistem pembagian kekuasaan dan kepemimpinan raja-raja Sunda di masa lalu, erat kaitannya dengan etika, sistem pemerintahan, dan komunikasi politik, yang terungkap dalam Sanghyang Siksakandang Karesian, Fragmen Carita Parahiyangan, Sanghyang Hayu, Amanat Galunggung atau Darmasiksa, Sewaka Darma , dan naskah Sunda kuno abad XVI Masehi, yang masih mewujud dan terimplementasi dalam kehidupan masyarakat adat Kampung Naga, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Naskah Sunda kuno umumnya terbuat dari lontar, ditulis dengan huruf dan bahasa Sunda kuno, yang sulit dibaca, serta harus melibatkan ahli yang benar-benar memahami karakter, bahasa, dan budaya pada masanya, sedangkan ahli di bidang aksara Sunda kuno dan bahasa masih sangat jarang. Untuk itu diperlukan penggalian, penelitian, dan kajian agar isi yang terpendam di dalamnya dapat terungkap dan dikaji lebih dalam, untuk tata kelola yang lebih baik, dan agar generasi muda Sunda khususnya mengetahui dan berpartisipasi dalam peran melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal yang tersisa dari budaya Sunda, sebagai identitas orang Sunda. Metode analisis deskriptif yang akan digunakan berusaha untuk mendeskripsikan data secara rinci dan cermat, menganalisisnya dengan cermat, dan membandingkannya tepat sasaran, melalui pendekatan kritik tekstual, kajian budaya, dan kajian historiografi, yang digunakan untuk mengungkap isimdari teks-teks Sunda kuno yang terkubur di dalamnya, yang berkaitan dengan sistem pembagian kekuasaan dan kepemimpinan.
UPAYA PENCATATAN, INVENTARISASI, DAN KATALOGISASI NASKAH SUNDA : UPAYA PENCATATAN, INVENTARISASI, DAN KATALOGISASI NASKAH SUNDA Darsa, Undang Ahmad; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Maulidyawati, Aswina Siti
KABUYUTAN Vol 1 No 1 (2022): Kabuyutan, Maret 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i1.29

Abstract

Artikel ini dimaksudkan menyajikan sepintas tentang pengalaman penyusunan salah satu katalog yang dapat dikatakan baru untuk khazanah pernaskahan Nusantara, yakni berjudul Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jawa Barat Koleksi Lima Lembaga, Seri 5a. Beberapa hal yang dapat dikemukakan terutama terfokus pada sekitar proses penggarapan di lapangan, menyangkut upaya pendeskripsian naskah-naskah pada koleksi perseorangan maupun kelembagaan pesantren dan lembaga adat tradisional di lapangan kemudian langsung diproses melalui pemotretan dengan alat mikrofilm.