Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KRAKTER PADA PEMBELAJARAN : STUDI PERBANDINGAN DI SD NEGERI KARANGWUNI DAN SD NEGERI CEPIT fadillah, fadillah; Septikasari, Zela
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v4i2.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan implementasi pendidikan karakter melalui proses pembelajaran di SDN Karangwuni, Kulonprogo dan SDN Cepit, Bantul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Karangwuni lebih menekankan pada nilai kedisiplinan melalui pembiasaan apel pagi, sementara SDN Cepit lebih menekankan nilai religius melalui pembiasaan membaca Asmaul Husna setiap pagi. Keduanya menerapkan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin seperti upacara bendera, doa pagi, serta pembiasaan baik lainnya. Selain itu, kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan motivasi kepada guru dan siswa. Siswa di kedua sekolah juga menunjukkan keaktifan dalam pembelajaran dan berpikir kritis, sedangkan lingkungan sekolah yang mendukung memberikan kontribusi positif terhadap proses belajar. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian siswa melalui pembelajaran yang konsisten dan lingkungan sekolah yang mendukung.
STUDI KOMPARATIF PEMBELAJARAN DI SD NEGERI KARANGWUNI DAN SD NEGERI CEPIT Salfa Taftazana, Nadia; Septikasari, Zela
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v4i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan praktik pendidikan antara SD Negeri Karangwuni dan SD Negeri Cepit melalui observasi dan wawancara langsung. Fokus utama kajian meliputi penerapan inovasi pedagogis, perbandingan kurikulum, serta gaya belajar siswa sekolah dasar. Hasil observasi menunjukkan bahwa SD Cepit cenderung lebih unggul dalam pemanfaatan media pembelajaran dan fasilitas teknologi, sedangkan SD Karangwuni memiliki keunggulan dalam interaksi sosial dan sarana olahraga. Kedua sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan adaptasi yang bervariasi tergantung pada kesiapan guru dan ketersediaan fasilitas. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pembelajaran yang kontekstual, pelatihan guru berkelanjutan, dan sinergi antara sekolah dan keluarga. Hal ini menekankan pada pentingnya pendidikan berbasis konteks lokal dan pendekatan yang berpusat pada siswa.
PERAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Septikasari, Zela; Fauziah, Mufied; Handaka, Irvan Budhi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penyusunan artikel ini untuk mendeskripsikan peran layanan bimbingan dan konseling dalam penanggulangan bencana yang secara spesifik akan diarahkan pada tiga fase penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana dapat diklasifikasikan kedalam tiga fase, yaitu pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Tiga fase tersebut memiliki karakteristik penanganan yang berbeda-beda. Fase pra bencana meliputi kegiatan pencegahan, mitigasi atau peringatan dini. Fase tanggap darurat merupakan usaha untuk meringankan penderitaan sementara, memberikan bantuan darurat, pencarian dan pengamanan. Sedangkan Fase pasca bencana meliputi kegiatan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi. Pelaksanaan penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan efektif menggunakan dasar keilmuan tertentu. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu ranah keilmuan yang dapat dimanfaatkan dalam tiga setting fase penanggulangan bencana tersebut sebagai bagian dari fungsi bimbingan dan konseling yaitu fungsi preventif maupun kuratif. Fungsi preventif dalam layanan bimbingan dan konseling dapat dimanfaatkan dalam fase pra bencana untuk meminimalisir dampak bencana yang besar. Fungsi kuratif dapat digunakan dalam fase tanggap darurat maupun fase pasca bencana. Peran bimbingan dan konseling dalam fase tanggap darurat meliputi bantuan untuk meringankan penderitaan yang dialami korban bencana seperti panik, histeris, syok dan lainnya. Sedangkan dalam fase pasca bencana, layanan bimbingan dan konseling dapat dimanfaatkan untuk membantu masalah-masalah psikologis yang dapat dialami oleh korban bencana.
Needs assessment: strategy of integration disaster education at elementary schools in disaster prone areas Septikasari, Zela; Retnawati, Heri; Wilujeng, Insih; Shaw, Rajib; Handaka, Irvan Budhi
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 1: February 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i1.20921

Abstract

This research was conducted to analyze integration disaster education strategies in elementary schools located in disaster-prone areas. This research is qualitative research using descriptive design. This research used interview instrument in data collection. The respondents were 23 elementary school teachers in Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The results found that the integration of disaster education is carried out through subjects, study tours, discussions, and simulations. Strategies implemented in the integration of disaster education with interesting learning media, disaster training, improvement of school facilities and infrastructure, updating school disaster documents, and cooperation with disaster management institutions. The integration disaster education model expected by teachers is in the form of a website that contains separate materials for teachers and students. The website is expected to contain simple material packaged in the form of pictures, videos, sounds, animations, games, quizzes and songs. Maximizing integration disaster education strategies can be done by improving the internal and external quality of schools. School support, cooperation with disaster management stakeholders, the active role of teachers, and the support of school principals' policies in preparing for integration disaster education learning is expected so that disaster education can be implemented sustainably.
The Role of Personal Responsibility and Career Planning among Adolescents in Indonesia: A Correlational Study Handaka, Irvan; Wirawati, Denik; Setyowati, Aprilia; Saputra, Wahyu Nanda Eka; Herdiansyah, Diki; Triskova, Navy Glenda; Septikasari, Zela; Kawai, Norimune; Jaladin, Rafidah Aga Mohd
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal responsibility is an individual's ability to identify and regulate one's thoughts, feelings, and behaviors and the willingness to take responsibility for the choices and resulting social and personal outcomes. Through a quantitative correlational study, this study explores the role of personal responsibility and career planning in high school students/adolescents. A total of 465 adolescent subjects from Indonesia were sampled in this study. The data collection method used instruments tested for validity and reliability in measuring personal responsibility and career planning. Data analysis was conducted using descriptive statistics to describe the level of personal responsibility and career planning and inferential statistics, namely product moment and simple linear regression, to test the relationship between the two variables. The results showed that 50.9% of students showed that the level of personal responsibility was high, while 60.8% indicated that career planning was medium. Statistical analysis also shows a positive and significant relationship between personal responsibility and career planning, with a practical contribution of 88.1%, while other factors influence the rest. The implications of this study can be the basis for school counselors to help develop students' career planning skills. This study also encourages further researchers to use the study results as a basis for providing guidance and counseling service interventions, especially related to personal responsibility and career planning.