Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisa Pendapatan Rumah Tangga Nelayan Pukat Tepi Pantai Purus Kota Padang terhadap Pengembangan Wisata Pantai Sapriana, Nola; Uzra, Murhenna; Desmiati, Ira; Aisyah, Siti; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.22-31

Abstract

Indonesia merupakan negara dan juga kawasan yang memiliki potensi produksi ikan yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain secara global dengan sumberdaya ikan yang melimpah yang tersebar di seluruh perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan, struktur biaya operasional, serta dampak pengembangan wisata Pantai Purus terhadap kesejahteraan nelayan pukat tepi di Kelurahan Purus, Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 20 responden nelayan. Analisis yang digunakan meliputi perhitungan pendapatan bersih, analisis efisiensi usaha menggunakan rasio R/C (Revenue-Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan kotor nelayan sebesar Rp1.300.000 per bulan dengan biaya operasional rata-rata Rp700.000, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh hanya sekitar Rp725.000 per bulan. Nilai rata-rata R/C sebesar 2,03, menandakan bahwa setiap pengeluaran Rp1 menghasilkan Rp2,03 pendapatan dan usaha masih tergolong efisien secara ekonomi. Namun demikian, sebagian besar nelayan masih menghadapi keterbatasan modal dan tingginya fluktuasi hasil tangkapan. Pengembangan wisata pantai memberikan dampak positif berupa peluang tambahan pendapatan, diversifikasi usaha, dan perluasan jaringan ekonomi nelayan, tetapi juga menimbulkan dampak negatif seperti meningkatnya biaya operasional, penyempitan ruang tangkap, serta pencemaran lingkungan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan terpadu antara sektor perikanan dan pariwisata agar manfaat ekonomi wisata dapat berkelanjutan tanpa mengurangi ruang hidup dan aktivitas nelayan tradisional
Empowerment of the Fishermen's Wives in Nagari Sungai Pinang through Mangrove Batik Craft in Realizing the Green Economy in Marine Tourism Areas: Pemberdayaan Istri Nelayan Nagari Sungai Pinang Melalui Kerajinan Batik Mangrove dalam Mewujudkan Green Ekonomi di Kawasan Wisata Bahari Uzra, Murhenna; Sari, Mistia; Wahyudin, Rama; Mukhtar, Dertha; Prananda, Gingga; Aryzegovina, Reffi
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1099

Abstract

The mangrove forest growing along the coast of Sungai Pinang functions as a natural barrier against abrasion, a habitat for various marine biota, and a provider of essential nutrients within the coastal ecosystem chain. However, current conditions indicate that the existence of mangroves in this area continues to be threatened by human activities and the suboptimal management and utilization of the area in a sustainable manner. The main problem faced by the partner community is the lack of optimal community empowerment, particularly among fishermen’s wives, in managing and utilizing mangrove plants as an alternative economic resource. Previous conservation and educational activities were temporary and unsustainable due to limited assistance from official institutions and weak access to training, capital, and production materials. This has hindered the development of creative economic activities based on mangrove potential, such as handicrafts, batik production, and processed coastal food products. The implementation method is designed systematically and participatively so that the proposed solutions can be effectively adopted by the target partners through training and outreach. The primary goal of this program is to empower fishermen’s wives in Nagari Sungai Pinang through mangrove-based batik crafts as an economic resource, in order to realize the concept of a Green Economy in coastal areas that emphasizes environmental conservation, improved welfare, and sustainable development. The results of this program include the establishment of a creative group of fishermen’s wives producing mangrove batik, which serves as a medium for promoting coastal environmental conservation and positioning mangrove batik as a maritime tourism icon in Nagari Sungai Pinang.