Articles
PROSES ISLAMISASI DI KAWASAN ASIA TENGGARA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH
Waluyo, Bagus Tri;
Andini, Puti Cahyo;
Seprina, Reka
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4311
Sejarah Islamisasi nusantara dimulai dengan masuk dan menyebarnya Islam ke seluruh Asia Tenggara, namun periode ini merupakan periode yang paling kontroversial dan ambigu. Meskipun demikian, sejumlah kemungkinan telah diajukan dan memicu diskusi yang sedang berlangsung. Esai ini berupaya mengkaji wacana ilmiah seputar Islamisasi nusantara, dengan fokus khusus pada hipotesis mengenai masuk dan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Artikel ini mengkaji lima teori – teori India, teori Arab, teori Persia, teori Cina, dan hipotesis akomodasi mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Asia Tenggara dengan menggunakan teknik kualitatif berupa studi literatur. Secara keseluruhan, pendekatan-pendekatan ini berupaya mengatasi tiga permasalahan utama: Kapan, di mana, dan siapa yang memperkenalkan Islam ke Asia Tenggara. Selain membahas teori-teori akomodasi yang merupakan sintesis dari pandangan-pandangan sebelumnya, argumentasi mengenai topik utama ini masih belum terselesaikan karena tidak adanya fakta-fakta yang mendukung teori-teori tertentu dan keberpihakan berbagai teori yang cenderung terfokus terutama pada kualitas-kualitas tertentu. Tiga Masalah utama. Berbagai elemen dan proses Islamisasi yang mendasari ciri-ciri Islam Asia Tenggara juga dijelaskan dalam artikel ini. Alasan ini digunakan untuk menetapkan Islam Nusantara, atau Islam Asia Tenggara, sebagai domain budaya Islam yang terpisah dan paralel di dunia Muslim.
KAJIAN SEJARAH KONFRONTASI MALAYSIA
Darmawansyah, Al Fadhli;
Eltika, Ayu;
Seprina, Reka
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4314
Konflik antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung dari tahun 1963 hingga 1966 dibahas dalam artikel ini. Pada saat itu, Indonesia percaya bahwa aneksasi Malaysia atas wilayah Sabah, Sarawak, dan Brunei ke dalam Federasi Malaysia akan menguntungkan kepentingan Inggris di Asia Tenggara. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh latar belakang Konflik Indonesia-Malaysia yang terjadi antara tahun 1963 hingga 1966. Empat teknik penelitian sejarah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia menghadapi situasi yang sangat menantang selama era demokrasi terpimpin. Indonesia berselisih dengan Malaysia akibat taktik agresif Presiden Sukarno yang kala itu bersifat anti-Muslim. Temuan studi tersebut adalah sebagai berikut: Usulan Tengku Abdulrachman untuk membentuk Federasi Malaysia menjadi katalisator permasalahan awal Malaysia. Wacana seputar lingkungan perang dingin yang memecah dunia menjadi Blok Timur dan Barat benar-benar melanda Indonesia. Indonesia berada di garis depan gerakan non-blok dan menentang munculnya kolonialisme baru. Sebagai penentang politik nekolim, Presiden Soekarno menilai pembentukan federasi Malaysia telah membahayakan wilayah Indonesia dan Malaysia adalah contoh intervensi Inggris dalam pembentukan nekolim. Konflik ini mempengaruhi proses pengambilan kebijakan perekonomian Indonesia, karena semua inisiatif perekonomian pemerintah didasarkan pada pertimbangan politik dan mempertimbangkan prinsip-prinsip ekonomi yang relevan, sehingga mempengaruhi keadaan perekonomian negara
MASYARAKAT MUSLIM KAMBOJA PASCA REZIM KHMER MERAH (1979-1980) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH
Julianti, Pipi Emi;
Safitri, Yana;
Seprina, Reka
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4315
Komunitas Muslim di Kamboja mempunyai sejarah yang sulit. Setelah rezim Sihanouk jatuh, kekuasaan Kamboja direbut oleh kediktatoran Khmer Merah yang berideologi komunis. Peraturan baru pemerintahan Khmer Merah membahayakan kemampuan komunitas Muslim Kamboja untuk hidup normal. Mereka mengadopsi teknik baru yang secara efektif mengisolasi minoritas Muslim Kamboja pada saat itu. Tindakan rezim Khmer Merah memicu kemarahan di kalangan Muslim Kamboja. Kekejaman Khmer Merah terhadap Muslim Kamboja akhirnya berujung pada pemberontakan dan gerakan sosial. Muslim Kamboja bangkit pada tahun 1975 sebagai protes atas taktik opresif Khmer Merah. Namun pemberontakan tersebut dengan cepat dapat dipadamkan karena tidak mendapat simpati dari pihak lain. Khmer Merah menghancurkan pemukiman Muslim yang ada dan memandang Muslim Kamboja sebagai musuh internal. Khmer Merah memantau setiap pergerakan umat Islam di Kaboja, sehingga memperburuk depresi mereka. Hingga pertengahan Juli 1978, terjadi pemberontakan dahsyat melawan rezim Khmer Merah.
PERKEMBANGAN SISTEM PERDAGANGAN KARET DI KABUPATEN TEBO (1980-2022) SEBAGAI BAHAN AJAR SEJARAH DI SMA N 15 MUARO JAMBI
Fajarini, Evi;
Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.34
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana perkembangan sistem perdagangan karet yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini berupa metode Kualitatif deskriftif. Hasil penelitian kali ini menunjukkan bahwa sistem perdagangan karet di Kabupaten Tebo yang pertama, perniagaan masyarakat transmigran dengan pemerintah. Fase kedua, perniagaan masyarakat eks-transmigran dengan kehadiran pihak swasta baik dari koperasi unit desa maupun perorangan yang disebut dengan istilah tengkulak Ketiga, perniagaan masyarakat dengan pola kelompok tani karet rakyat dengan model lelang dengan para tengkulak dalam bentuk pelelangan. Perkembangan sistem perdagangan karet Tebo tahun 1980-2022 dapat dimanfaatkan menjadi sumber sejarah lokal wilayah Tebo dan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah bagi peserta didik karena materi ini berkaitan erat dengan peserta didik agar mengetahui perkembangan perdagangan karet di lingkungan yang di tinggali, dan juga untuk mengetahui sejarah bagaimana awal mulanya perdagangan karet di wilayah Tebo, sehingga nilai-nilai perjuangan yang dilakukan rakyat Tebo dapat membantu membangkitkan semangat perjuangan dan pembentukan karakter nasionalisme bagi kaum muda.
ANALISIS TOKOH NASIONAL: PERANAN K.H DAUD ARIF DALAM PENDIDIKAN (1908-1976)
Rahmiyati, Ika;
Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.35
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji tentang bagaimana peranan seorang tokoh ulama K.H Daud Arif dalam mengembangkan pendidikan khususnya di wilayah Kuala Tungkal. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini berupa metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan historis yang terdiri dari pengumpulan sumber (Heuristik) dalam pengumpulan sumber ini dilakukan dengan mengumpulkan sumber mengenai topik yang sedang dikaji, lalu selanjutnya mengkritisi isi sumber (Verifikasi), dan selanjutnya melakukan penafsiran data (Interpretasi) melalui isi gagasan, dan yang terakhir adalah penulisan sejarah (Historiografi). Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa K.H Daud Arif sangat berperan besar dalam pendidikan di wilayah Kuala Tungkal sebab beliau merupakan penggagas berdirinya Madrasah Hidayatul Islamiyah (MHI) yang kini menjadi Perguruan Hidayatul Islamiyah (PHI), yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran agama islam karena pada saat itu di daerah Kuala Tungkal masih minim akan ilmu pengetahuan agama islam. Analisis tokoh nasional K.H Daud Arif dalam pendidikan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah lokal wilayah Kuala Tungkal, dan juga untuk mengetahui bagaimana peranan seorang K.H Daud Arif dalam pendidikan di wilayah Kuala Tungkal untuk generasi masa depan.
ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN DI BAWAH PEMERINTAHAN JEPANG DI KOTA MEDAN (1942-1945)
Simanullang, Sahat Marito;
Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.96
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana latar belakang berkembangan sistem Pendidikan di Bawah Pemerintahan Jepang di kota Medan (1942-1945), landasan filsafat pendidikan di kota Medan pada masa pendudukan Jepang dan kebijakan pendidikan di kota Medan pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interprestasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah) adalah metode yang digunakan dalam kajian (penulisan sejarah) ini. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan yang diberikan di kota Medan pada masa kekaisaran Jepang adalah pendidikan semi militer yang meliputi pembinaan jasmani untuk anak-anak, orang dewasa, dan indokterasi ketat. Meskipun demikian, sebagian besar penduduk Medan mengalami kesulitan dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang diselenggarakan pada masa Belanda pada saat itu sangat berbeda dengan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang di Medan karena setiap anggota pribumi diberikan izin untuk mengaksesnya. Pendidikan Jepang untuk Kota Medan, bagaimanapun hanya dimaksudkan sebagai propaganda, karena setelah menerapkan kebijakan yang sebenarnya, jumlah siswa yang bersekolah menurun dan jumlah sekolah juga menurun tajam.
KOTA PEMATANGSIANTAR MASA REFORMASI: STUDY KASUS HOTEL BERDARAH (OKTOBER 1945) SEBAGAI BAHAN AJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI
Sinurat, Roulina Anasthasya;
Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.97
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana perjuangan rakyat Pematangsiantar dalam melakukan perlawanan bangsa Belanda di Kota Pematangsiantar yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini berupa metode kualitatif deskriptif. Hasil dan penelitian kali ini menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Siantar melawan serangan Belanda tahun 1945 di Kota Pematangsiantar merupakan salah satu bentuk reaksi masyarakat terhadap penyerangan oleh Belanda yang menyulitkan bangsa. Perjuangan masyarakat Siantar dalam melawan bangsa Belanda tahun 1945 dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah lokal Kota Pematangsiantar dan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah bagi peserta didik karena materi ini berkaitan erat dengan lingkungan yang ditinggali, sehigga nilai-nilai perjuangan yang dilakukan rakyat Siantar dapat membantu membangkitkan semangat perjuangan dan pembentukan karakter nasionalisme bagi kaum muda.
PERKEMBANGAN PESANTREN NURUL JALAL DIKABUPATEN TEBO MASA MASA REFORMASI (1994-2021)
Gusriyeni, Gusriyeni;
Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.104
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Perkembangan Pesantren Nurul Jalal Di kabupaten Tebo pada tahun 1994-2021. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Heuristik (Pengumpulan data), Verifikasi (Kritik sumber), Interpretasi dan terakhir adalah Historigrafi (Penulisan Sejarah). Penelitian ini membahas tentang Perkembangan Pesantren Nurul Jalal Di desa Bedaro Rampak Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo 1994-2021.Tahun 1994 adalah awal dirintisnya Pesantren Nurul Jalal oleh KH. Zahruddin bin Ustman yang awalnya adalah bangunan sederhana khusus untuk tempat menghapal Al-quran, tahun 1995 berubah menjadi sebuah Pondok Pesantren yang awalnya hanya terdiri dari 5 santri, hingga berjalannya waktu mampu menampung banyak siswa dan bahkan terbagi menjadi dua jenjang pendidikan yaitu jenjang MTS atau setara dengan SMP, dan jenjang MAS atau setara dengan SMA. Pada tahun 2016 yakni pada masa KH. Fauzi Mansyur mulai dibuka jenjang Pendidikan MI atau setara dengan SD. Penelitian menyimpulkan bahwa. Pesantren nurul jalal pertama kali dibangun Pada tahun 1994 dan mengalami 3 masa kepemimpinan yakni pertama masa KH. Zahruddin Bin Utsman (1954- 1984) kedua yakni Pada masa KH. Muhammad Mansyur Bin Hamzah (1984-2002), dan yang ketiga adalah pada masa KH. Fauzi Mansyur (2002- sekarang). Pesantren Nurul Jalal adalah pesantren tertua di kabupaten Tebo.
Tradisi Tari Aseak dalam Prosesi Pemandian Benda Pusaka di Kabupaten Kerinci
Akbar, Farhan;
Seprina, Reka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Asyeik merupakan salah satu di antara tradisi dan ritual yang berkembang di Kabupaten Kerinci. Tradisi ini adalah tradisi yang dianggap sakral dan mengandung unsur ‘magis’ bagi masyarakat. itual Asyeik ini biasanya diadakan pada saat upacara adat tertentu seperti kenduri sko (kenduri pusaka), tolak bala, dan pengangkatan balian (pemimpin kepercayaan kuno suku Kerinci). Selain itu ritual ini juga diselenggarakan berkaitan dengan peristiwa alam seperti ketika padi mulai berisi atau ketika setelah panen padi. Meskipun ritual ini telah berkembang sejak ribuan tahun yang lalu di daerah Kerinci, namun belum banyak yang mengetahui secara substansial, baik bentuk ekstrinsik maupun instrinsik. Dari segi ekstrinsik antara lain sejarah dan perkembangan, bentuk atraksi dan fungsinya.Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini ialah menggunakan metode historis dengan pendekatan observasi dan dokumentasi .hasil yang penulis temukan fakta di lapangan ialah bahwasan nya tradisi ini masih memegang kuat nilai nilai leluhur masyarakat kerinci serta sangat penting dalam kontribusi dalam kelestarian budaya kerinci.