Articles
Cultural continuity and change in Kudus Kulon: The urban heritage trialogue
Wulandari, Astari;
Atik Suprapti;
Agung Budi Sardjono
The Journal of City: Branding and Authenticity Vol. 1 No. 2: (January) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61511/jcbau.v1i2.2024.397
Physical changes to built heritage are usually a major cause for concern when reviewing approaches to conservation and adaptation to the historic built environment. The hictorical area Kudus Kulon has witnessed significant changes in its environmental conditions, not only includes physical transformation, but also involves the social and economic dynamics that develop around it. Physical changes to built heritage are usually a major cause for concern when reviewing approaches to conservation and adaptation to the historic built environment. This study aims to reveal the changes and continuity of the Kudus Kulon historical area in the context of heritage preservation. This qualitative research employs a case study approach, focusing on Kudus Kulon as a single case. Through observations and interviews with key informants, the aim is to present an unbiased perspective on the intangible aspects. The findings in this study will enrich cultural theory through its ability to dialogue value systems, activities, and artefacts in the context of change and continuity in the historic district of Kudus Kulon. The result shows the continuity of fundamental aspects in the value system (belief, norm, and local wisdom) underscores the resilience of the system and its ability to navigate the complexities of time without compromising the integral values that define its cultural identity. This research provides a strong foundation for future studies to explore the intricate dynamics between core values, societal development, and adaptations on heritage site in urban area, with a specific focus on tangible aspects like artefacts and activities.
Perencanaan partisipatif taman tematik Perumahan Kampoeng Semawis Semarang
Thomasonan Lutfie Prananto;
Wulandari, Astari;
Hetyorini
Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Maret: Perigel : Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/perigel.v3i1.1713
This community service focuses on participatory planning of thematic parks at the Kampoeng Semawis Housing Complex, Semarang. This area has great potential to be developed into a useful public space, but currently the existing green open space is still less than optimal in its use. The focus of this service is to create a thematic park that not only functions as a green open space, but also as a place for social interaction and education for residents. The main issue faced is the lack of community involvement in planning and managing public spaces, which results in a lack of sense of ownership and concern for existing facilities. Through a participatory approach, this program aims to increase citizen participation in planning and managing public spaces. It is hoped that with this thematic park, the level of citizen participation in maintaining and utilizing public spaces will increase, which will ultimately improve the quality of life for the residents of Kampoeng Semawis. This community service aims to examine the participatory planning process for thematic parks in Kampoeng Semawis and its impact on community participation and the quality of life of local residents. It is hoped that the results of this program can become a model for the development of public space in other residential areas in Semarang.
KONFLIK PEMANFAATAN RUANG PUBLIK (KASUS: KAWASAN MASJID MENARA DAN MAKAM SUNAN KUDUS)
Wulandari, Astari
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/lantang.v10i2.55751
Kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus memiliki aktivitas yang cukup kompleks sebagai akibat dari kunjungan wisata religi yang kontinyu dan perannya sebagai pusat kegiatan agama sekaligus kawasan bersejarah. Kompleksitas aktivitas tersebut berdampak peningkatan intensitas sirkulasi pengguna ruang dan pemanfaatan jalan sebagai ruang untuk kegiatan perdagangan dan jasa. Kondisi tersebut memunculkan konflik antar pengguna ruang dalam memanfaatkan jalan sebagai ruang publik. Tujuan penelitian ini mengkaji karakteristik pengguna ruang dan memetakan konflik pemanfaatan ruang publik pada Kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Penelitian ini memberikan manfaat praktis sebagai satu bahan pertimbangan dalam perencanaan maupun perancangan kawasan tersebut. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif dan memanfaat-kan metode observasi serta wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tingkatan konflik pemanfaatan ruang publik. Bentuk pemanfaatan ruang yang menyebabkan ketidaknyamanan pejalan kaki dan ketidakteraturan sirkulasi di Kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, dipengaruhi oleh setting ruang dan setting sosial. Sedangkan jalan sebagai ruang publik memiliki fungsi lain yaitu sebagai ruang penghidupan, ruang sosial, ruang tradisi dan budaya dan ruang komunal. Dengan menempatkan jalan sebagai jaringan ruang terbuka publik yang terhubung, berarti mempertimbangkan keterkaitan masalah, politik, sosial, ekonomi dan lingkungan, dan budaya. CONFLICT ON THE USE OF PUBLIC SPACE STREET (CASE STUDY: MASJID MENARA AND MAKAM SUNAN KUDUS) Abstract in English. The complex activities that found in Menara Mosque and Sunan Kudus Tomb area is a result of continuous religious tourism visits, its role as a center of religious activities as well as a historical area. the complexity impacted in increasing the intensity of circulation and the utilization of roads as space for trade and service activities. This condition leads conflict between space users in utilizing the road as a public space. The research aims are examining the characteristics of space users and conflict mapping over the usage of public space in Menara Mosque and Sunan Kudus tomb area. This research provides practical benefits as a consideration in planning and design. In accordance with the purpose of the research, the study conducted by qualitative research paradigm and utilizes observation method and unstructured interview. The result showed the three layers of the usage conflict of public space. The usage conflict of public space in Menara Mosque and Sunan Kudus Tomb area that led pedestrian discomfort and area circulation chaos are not caused by unavailability of the space that accommodate the user activity and their spatial interaction, but the ignorance of street the function as public space by street vendors and bike riders.
Karakteristik Aktivitas Pengunjung Taman Banjir Kanal Barat Characteristics of Visitor Activity of Banjir Kanal Barat Park
Pascal Galih Sadana;
I Wayan Andhika Widiantara;
Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i2.16
Taman Banjir Kanal Barat merupakan salah satu ruang terbuka publik yang dibangun pada area bantaran Sungai Banjir Kanal Barat yang dibangun pada 2009. Sebagai ruang terbuka publik aktif, taman ini merupakan salah satu sarana edukasi dan relaksasi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya dengan berbagai aktivitas yang berlangsung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan, berdasarkan jenis ruangnya, karakteristik aktivitas pada Taman Banjir Kanal Barat Semarang diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, aktivitas pada badan air yang diklasifikasikan sebagai necessary activity. Kedua, aktivitas pada tepi air yang diklasifikasikan sebagai optional activity dan social activity. Keberadaan fasilitas taman, elemen keras (hard scape) serta elemen lunak (soft scape) menjadi satu faktor penentu dalam menunjang aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal Barat.
Perancangan Semarang Basketball Center
Agusta Dicky Ferlanda;
Astari Wulandari;
I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v14i2.162
Olahraga merupakan kegiatan yang di lakukan oleh manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga juga dijadikan ajang kompetisi didunia dengan berbagai cabang olahraga yang dilakukan secara individu dan olahraga yang memerlukan kekompakan kelompok. Salah satu olah raga yang membutuhkan kerja kelompok adalah cabang olahraga bola basket. Bola basket dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari lima orang pemain, yang memiliki posisi dan peran masing-masing. Dalam pertandingan bola basket dimainkan dalam waktu 4 x 10 menit dalam aturan Federasi Bola Basket Internasional. Bola basket di Semarang saat ini juga makin berkembang pesat seperti halnya olahraga sepakbola, banyak lapangan bola basket di tiap sekolahan negeri maupun swasta, di taman kota maupun di taman kawasan permukiman bahkan ada beberapa kelurahan yang terdapat lapangan bola basket. Namun itu semua merupakan lapangan outdoor yang fasilitasnya kurang memadahi. Di Semarang juga terdapat beberapa lapangan bola basket indoor namun fasilitasnya kurang lengkap seperti kapasitas penonton sedikit dan fasilitas penunjang lainnya. Perancangan bangunan Semarang Basketball Center merupakan bangunan Gedung olahraga yang digunakan untuk menggelar pertandingan dan pelatihan olahraga Bola Basket dan terdapat area bisnis berupa foodcourd, cafe dan sportstore yang bertemakan Basketball. Bangunan Semarang Basketball Center terdapat tiga bagian lapangan yaitu lapangan pertandingan, latihan indoor dan outdoor.
Perancangan Gelanggang Mahasiswa di Semarang
Niken Agita Hayuputri;
Sumarwanto;
Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v14i2.166
Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kalisyarat denganberbagai predikat. Memberdayakan mahasiswa dapat menjadi sebuah cara untuk mengalihkan para mahasiswa dari hal-hal kenakalan remaja yang bersifat negatif ke kegiatan yang lebih menggali potensi diri. Menanamkan Rasa Entrepreneur Sejati Kepada mahasiswa saat ini dipercaya sebagai generasi yang sulit untuk merasa puas. Gelanggang Mahasiswa sendiri akan menyediakan ruang aktivitas berserta fasilitas penunjangnya. Bangunan ini akan berfungsi sebagai wadah untuk menampung berbagai komunitas mahasiswa dan remaja masyarakat Semarang seperti komunitas olahraga, seni dll. Bangunan Gelanggang Mahasiswa di Semarang merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan yang sesuai dengan kegemaran mahasiswa. Tujuan bangungan Gelanggang Mahasiswa adalah sebagai wadah atau tempat untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama mahasiswa agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif, dengan menggali potensi, minat serta bakat mereka dalam berbagai bidang olahraga, dan kebudayaan. Gelanggang Mahasiswa ini juga diharapkan dapat mengurangi permasalahan-permasalahan yang biasa dialami para remaja dan mengalihkannya ke hal-hal positif, serta membangun kepribadian remaja Indonesia, khususnya Semarang menjadi pribadi yang baik dan mencerminkan ideologi bangsa yaitu Pancasila.
Perancangan Markas Besar Pemadam Kebakaran di Semarang
Nurin Aji Permana;
Astari Wulandari;
Choirul Amin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v14i2.168
Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
Membangun Identitas Metropolitan: Analisis Penerapan Transit Oriented Development dan City Branding di Jakarta
Angger Pandu Waskito;
Astari Wulandari;
Eko Nursanty
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v19i1.1807
Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan identitas metropolitan yang kuat di tengah pertumbuhan urbanisasi yang cepat. Dua pendekatan utama yang diterapkan untuk mencapai tujuan ini adalah Transit-Oriented Development (TOD) dan city branding. TOD berfokus pada pengembangan kawasan perkotaan yang mengintegrasikan transportasi publik dengan lingkungan sekitar untuk menciptakan mobilitas yang efisien dan lingkungan yang ramah. Sementara itu, city branding bertujuan membentuk citra positif kota melalui strategi pemasaran dan komunikasi yang efektif. Penelitian ini menganalisis penerapan TOD dan city branding di Jakarta serta dampaknya terhadap identitas metropolitan kota tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif, termasuk studi literatur, survei, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TOD di Jakarta telah berhasil dalam menunjang kehidupan masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam hal keamanan di kawasan TOD. Strategi city branding Jakarta juga berhasil memperbaiki citra kota sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakatnya. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara TOD dan city branding dalam membangun identitas metropolitan yang kuat di Jakarta.
Unleashing the green potential: incorporating eco-business and key tourism elements in Kandri Semarang's Villages
Aditya Wisnu Wardana;
Eko Nursanty;
Mai Lê Ngọc Hà;
Astari Wulandari
EcoProfit: Sustainable and Environment Business Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61511/ecoprofit.v1i1.2023.19
This paper explores the potential of incorporating eco-business and key tourism elements in Kandri Semarang's villages to enhance their competitive advantage in suburban areas. A case study approach was adopted to examine the status of tourism villages in Kandri Semarang and identify the key tourism elements that can be integrated with eco-business practices. The findings suggest that by embracing sustainable practices and capitalizing on the area's unique natural and cultural resources, tourism villages in Kandri Semarang can differentiate themselves from competitors and attract more tourists. The paper concludes by providing practical recommendations for stakeholders to collaborate and create a sustainable tourism ecosystem that benefits the local community and the environment.
Transformasi Spasial Bangunan Eks Kawedanan Boja: Spatial Transformation of Eks Kawedanan Boja Building
Galih Setyo Aji;
Astari Wulandari;
Ema Hidayati;
M. Yusril Mirza
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v18i2.791
Konseptual dalam arsitektur merupakan suatu gagasan awal yang digeneralisasikan yang harus diperluas dan dikembangkan lebih lanjut dan terperinci. Tiap rancangan bangunan dapat tersusun dari banyak konsep melalui proses desain dan penyelesaian desain dari permasalahan yang ada akan membentuk suatu hasil karya yang akan terus berkembang hingga proses pembangunan. Konsep terbagi menjadi lima macam yaitu metafora, analogi, hakekat, pragmatik dan utopia. Pembahasan dari data primer dan sekunder sebagai kajian konsep dalam pengaplikasiannya. Data primer didapatkan dari wawancara kepada arsitek professional dan data sekunder didapat dari internet dengan karya – karya dari arsitek professional. Penggunaan konsep dalam setiap karya tergantung dengan permasalahan dan bagaimana pemecahan solusinya. Dalam data primer ini karya dari Ridwan Kamil yang menggunakan konsep metafora konkrit dan analogi romantik dalam konsep perancangan Museum Tsunami Aceh. Sedangkan data primer hasil wawancara menggunakan konsep pragmatik dengan pendekatan konsep rencana (plan) dalam hasil karyanya. Dalam proses realitanya keuangan sangatlah berpengaruh dalam perancangan dari project yang diinginkannya.