Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo: Characteristics of Open Space Users Activity in Alun-Alun Purworejo Ifalia Lutfiah; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.342

Abstract

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari;  aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.
PENGARUH PENATAAN KORIDOR JALAN UTAMA KAMPUNG BATIK WIRADESA TERHADAP DAYA SAING Choirul Aamin; Astari Wulandari; Rizka Tri Arinta; I Wayan Andhika Widiantara
E-Jurnal Kajen Vol 3 No 02 (2019): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv03i02.4

Abstract

Daya saing daerah adalah salah satu masalah utama dalam pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengaruh penataan koridor utama desa batik Wiradesa pada aspek daya saing. Koridor jalan desa batik wiradesa yang didominasi oleh kegiatan perdagangan batik dan non-batik memerlukan pengaturan kontekstual. Setelah pengaturan tersebut diharapkan mampu mengingatkan daya saing daerah setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deduktif-kuantitatif-rasionalistik yang merupakan metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan meneliti hubungan antar variabel. Dimulai dengan survei lapangan, kemudian instrumen variabel dan indikator disusun di mana variabel dalam penelitian ini adalah 43 varibales dengan 7 variabel utama diuji untuk mewakili pengaturan koridor jalan utama desa batik Wiradesa untuk daya saing, setelah itu kuesioner pertanyaan disusun dan didistribusikan kepada responden dengan teknik purposive random sampling. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan SPSS terbukti bahwa ada pengaruh penataan koridor jalan utama desa batik wiradesa sebesar 61,7% terhadap daya saing dilihat dari integrasi fisik dan aktivitas. Sedangkan 38,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Indikator pada keterpaduan fisik mempengaruhi 16,8%, aksesibilitas mempengaruhi 0,5% dan aktivitas mempengaruhi 14,3% pada pesaing.
Deliniasi Spasial Kawasan Kudus Kulon: Perspektif Sosiokultural Wulandari, Astari; Suprapti, Atik; Sardjono, Agung Budi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.85100.137-149

Abstract

Kudus Kulon dikenal sebagai kawasan kota lama embrio perkembangan Kota Kudus dengan pusat kawasan berupa situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan strategis sosial budaya. Kawasan dengan kekayaan warisan benda (tangible heritage) dan warisan tak benda (intangible heritage) memiliki tantangan tersendiri di tengah-tengah modernisasi dan kapitalisme. Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kudus Tahun 2022-2042 tidak menyebutkan secara spesifik delineasi kawasan tersebut dan hanya terbatas pada Situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Delineasi spasial dapat berkontribusi pada perlindungan kawasan bersejarah dari perkembangan atau perubahan yang dapat merusak keasliannya serta mengurangi risiko hilangnya karakteristik fisik yang membedakan kawasan tersebut dari lingkungan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan delineasi batas spasial kawasan Kudus Kulon sebagai kawasan bersejarah melalui perspektif sosiokultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan delineasi spasial kawasan Kudus Kulon tidak terbatas pada satuan wilayah administratif, akan tetapi dibatasi oleh karakteristik fisik permukiman, sebaran artefak, sebaran masjid dan punden, serta sebaran bangunan dengan fungsi pendidikan keagamaan. Data kualitatif yang berasal dari pengalaman dan memori informan pada ruang lingkup spasial tertentu menjadi suatu tahapan penting. Data tersebut dimanfaatkan sebagai langkah awal untuk melakukan penelusuran lapangan sebagai upaya verifikasi data yang memberikan gambaran kepada peneliti terhadap fenomena yang terjadi saat ini serta peluang penelitian lebih lanjut dimasa yang akan datang.