Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMBILAN TERHADAP KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Rondonuwu, Rendi; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24407

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis bagaimana kontribusi pekerjaan sambilan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga; 2) untuk mengkaji berapa besar kontribusi pekerjaan sambilan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kualitatif.  Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian dengan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.  Populasi dalam penelitian ini dalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang terdiri atas nelayan penuh, nelayan sambilan utama dan nelayan sambilan tambahan.  Hasil penelitian terhadap responden di Desa Tateli Weru menunjukkan alat tangkap yang digunakan adalah jaring, pancing dan bagan serta perahu pelang dan motor tempel. Diversifikasi pekerjaan nelayan antara lain tukang ojek sebanyak 10 orang, petani sebanyak 3 orang, buruh bangunan sebanyak 16 orang dan usaha warung sebanyak 1 orang. Pendapatan per kapita sebagai buruh tani Rp.6.525.555 per tahun, buruh bangunan, Rp.3.205.062, tukang ojek Rp.4.400.000, dan usaha warung Rp.13.200.000.
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius SP) DI DESA TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Rumimpunu, Agus; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.17006

Abstract

AbstractThe objective of this research was to study the potential business development  of Channel catfish farming  (Pangasius sp) in Tatelu Village North Minahasa regency.  This research was a case study and the data collected was analyzed qualitatively and quantitative. Observation and interview to Tatelu village community were used to gather the primary and secondary data. The results of the research showed that the land, fries, and feed can be used for the potential businnes development of farming  channel catfish  in Tatelu village of North Minahasa Regency. The problems faced by fish culturist included  cost, fish disease, level of community education and market demand. The skill of fish culturist needed to be develop through education , training and socialization about the benefits of fish culture. This was important due to the development of channel catfish farming had positive impact  increasing people welfare. This is important because the development of channel catfish farming has a positive impact on improving people's economi Key words : channel catfish, tatelu village, business development
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN SOMA PAJEKO DI KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD SULAWESI UTARA Salatan, Siska; Manoppo, Victoria E.N.; Darwisito, Suria
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.21523

Abstract

AbstractTalaud Islands Regency includes maritime territory, 94.6% of which is waters directly adjacent to the Philippines and holds a variety of high economic living resources. In North Sulawesi Provincial Regulation Numbered 1/2017, article 12 concerning Zoning Plan of Coastal Zone and Small Islands of North Sulawesi Province 2017-2037, Talaud Islands Regency is designated as Integrated Marine and Fisheries Center Location of Talaud. It is located in Salibabu district, where Regional Regulation of Spatial Plan Numbered 1/2014 concerning Spatial Plan of Talaud Islands Regency for 2014-2034, Salibabu District is prioritized for Fishing Fisheries Regional Development and Management since its unutilized fisheries potential is still about 23,104 tons/year. In 2017, Salibabu district occupies the highest order for total fisheries production in Talaud Islands District. It was 702.3 tons or 11.79% of that in Talaud Islands Regency, 46.23% of which were gained from purse seines. Majority of the purse seine fishermen are those whose main livelihoods are fishermen and do not have other jobs. Fishing community is, in general, a relatively lagging community group socially, economically and culturally when compared with other community groups. The purse seine fishermen community in Salibabu district, in fact, still has mean income far below the minimum wage of Kabupaten Talaud, IDR. 1,500,000, -. The purse seine fisherman community in Salibabu district is still chained with poverty and backwardness. Therefore, there are needs for external intervention as an incentive to empower them in order to get out of the situation. This study used descriptive method, a method of studying the recent status of human groups, an object, a set of condition, a system of thinking or a class of events. Data collection consisted of primary and secondary data. It was done through in-depth interviews, filling questionnaires and literature studies. Respondents were purse seine fishermen communities in Salibabu district. Data analysis used descriptive method to know the socio-economic life of the communities and income formula to analyze the income level of fishermen purse seine. Results showed that mean net income in Salibabu district was approximately IDR 86,784,000/year for the purse seine owner and IDR.10,608,840/year for fishing crews, respectively, with main catches of skipjack tuna, mackerels, and scads. Keywords: Purse seine fisherman, Salibabu District and Income level of Fisherman AbstrakKabupaten Kepulauan Talaud termasuk wilayah bahari dimana 94,6% wilayahnya adalah perairan yang berbatasan langsung dengan negara Philipina dan memiliki sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis tinggi. Dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara No. 1 tahun 2017 pasal 12 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Utara tahun 2017-2037, Kabupaten Kepulauan Talaud ditetapkan sebagai lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Lokasi tersebut terletak di Kecamatan Salibabu, dimana pada Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) No. 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Kepulauan Talaud Tahun 2014-2034, Kecamatan Salibabu diprioritaskan untuk Pengembangan dan Pengelolaan Kawasan Perikanan Tangkap karena potensi perikanan yang belum termanfaatkan ± 23.104 Ton/Tahun. Tahun 2017, Kecamatan Salibabu menempati urutan tertinggi untuk total produksi perikanan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Total produksi perikanan Kecamatan Salibabu sebesar 702,3 ton atau 11,79 % dari keseluruhan produksi perikanan di Kabupaten Talaud. Dari total produksi tesebut 46,23 merupakan hasil produksi usaha soma pajeko. Mayoritas nelayan soma pajeko merupakan nelayan penuh yang mata pencaharian utamanya sebagai nelayan dan tidak memiliki pekerjaan lain. Masyarakat nelayan pada umumnya merupakan kelompok masyarakat yang relatif tertinggal secara sosial, ekonomi dan budaya bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Demikian juga berlaku untuk masyarakat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu dimana penghasilan nelayan dibawah upah minimum Kabupaten kepulauan Talaud sebesar Rp. 1.500.000,-. Masyarkat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu masih terbelenggu oleh kemiskinan. Oleh karena itu dengan maksud bisa keluar dari kondisi tersebut perlu ada intervensi ekternal sebagai suatu dorongan untuk memberdayakan mereka.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam terhadap responden, pengisian kuesioner dan studi kepustakaan. Responden terdiri dari masyarakat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu. Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan analisis mengunakan rumus pendapatan digunakan untuk menganalisis tingkat pendapatan masyarakat nelayan soma pajeko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih juragan soma pajeko di Kecamatan Salibabu rata- rata berkisar Rp86.784.000,-/tahun dan Rp. 10.608.840,-/tahun untuk pendapatan bersih masanae dengan hasil tangkapan utama berupa ikan Cakalang, Ikan Layang dan Ikan Tongkol.Kata kunci: Nelayan Soma Pajeko , Kecamatan Salibabu dan Tingkat Pendapatan
IBM KELOMPOK NELAYAN DESA TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA DALAM MENERAPKAN SISTEM RANTAI DINGIN GUNA MENINGKATKAN PEMASARAN DAN PENDAPATAN Manoppo, Victoria E.N; Luasunaung, Alfret
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17953

Abstract

AbstractScience and technology activities for the community aims to provide knowledge to them in finding solutions to problems. Tateli II is one of the villages in Tateli II Village, Mandolang Sub-district, Minahasa District, North Sulawesi Province. Tateli II village fishermen are often or often confused with the marketing of fishery products because of the low selling price; this is because of their low state of knowledge about postharvest handling so that income is always low. Fishermen should be taught how to handle post-harvest catch so that when sold will create a reasonable price and at least be in accordance with the results of the business. One effort to maintain the quality of fishery products of fisherman production since harvested to the hands of consumers, and fish in a fresh / wet condition is handling with cold chain system (cold chain system).Training methods are based on adult learning methods (self-taught) and classically by providing theory and practice through lectures and group discussions (FGD: Focus Group Disscution). Implementation is made by providing theory as much as 25% and practice as much as 75% for 8 months.First, approach the village government to obtain permits and discuss the timing of meetings for the implementation of the technology extension / demonstration that will be implemented in view of the importance of time-gathering arrangements in this case the fishermen group.Extension and training activities can provide a view to the fisherman about the importance of post-arrest handling that is to maintain the quality of the fish in a cold state so it is not easily damaged or rotten. Counseling is given to the fishermen either individually or in groups. Conducted in groups in order that they can use this group in developing a capture fishery business can propose funding and / or equipment aid proposals through existing groups.Based on the results of observation, counseling and training, the activities of IbM Fishermen Group of Tateli II Village of Mandolang Sub-District of Minahasa Regency: 1. Fisherman Group of Tateli II Village of Mandolang Sub-district, have conducted fishing activities and there is desire from them all to use system where fish must be kept cool or keep it at a low temperature. 2. The fishermen group of Desa Tateli II Mandolang sub-district is able to understand that by maintaining the temperature of the fish remains cool the selling price can be high and apada can eventually increase their income. 3. Individual awareness as well as group members on the importance of group roles, spontaneously they want to submit fund and equipment proposal to the Government of North Sulawesi Province. Changes in attitude towards such development can provide a guarantee of the sustainability of their business so that the future can change the state of the economy and their daily circumstances and their families in a better direction.Keywords: ekstention, Female Workers AbstrakKegiatan Iptek bagi masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada mereka dalam menemukan pemecahan permasalahan. Tateli II merupakan salah satu desa yang berada di Desa Tateli II Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Nelayan desa Tateli II kerap kali atau sering bingung dengan pemasaran hasil perikanan karena harga jual yang selalu rendah; hal ini karena keadaan pengetahuan mereka yang rendah tentang penanganan pascapanen sehingga pendapatan selalu rendah. Nelayan harus diajarkan bagaimana cara menangani hasil tangkapan pascapanen supaya bila dijual akan menciptakan harga yang layak dan minimal bisa sesuai dengan hasil usaha. Salah satu usaha untuk menjaga mutu hasil perikanan produksi nelayan sejak dipanen sampai di tangan konsumen, dan ikan dalam keadaan segar/basah yaitu penanganan dengan system rantai dingin (cold chain system).Metode pelatihan dilakukan berdasarkan metode pembelajaran orang dewasa (otodidak) dan secara klasikal dengan memberikan teori dan praktek melalui ceramah dan diskusi kelompok (FGD: Focus Group Disscution). Pelaksanaannya dibuat dengan cara memberikan teori sebanyak 25% dan praktek sebanyak 75% selama 8 bulan.Pertama, melakukan pendekatan kepada pemerintah desa untuk mendapatkan ijin serta mendiskusikan tentang waktu pertemuan untuk pelaksanaan penyuluhan/demonstrasi teknologi yang akan diterapkan mengingat pentingnya pengaturan waktu mengumpulkan masa sekalipun dalam hal ini kelompok nelayan.Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dapat memberikan pandangan kepada nelayan akan pentingnya penanganan pasca penangkapan yaitu harus mempertahankan mutu ikan dalam keadaan dingin sehingga tidak mudah rusak atau busuk. Penyuluhan diberikan kepada nelayan baik secara individyu ataupun secara berkelompok. Dilakukan secara berkelompok agar disuatu saat mereka bisa menggunakan kelompok ini dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap  dapat mengusulkan proposal bantuan dana dan atau peralatan melalui kelompok yang ada.Berdasarkan hasil pengamatan, penyuluhan dan pelatihan, maka kegiatan IbM Kelompok Nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa : 1. Kelompok nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang, sudah melaksanakan kegiatan penangkapan ikan dan ada keinginan dari mereka semua untuk menggunakan sistem dimana ikan harus tetap dingin atau tetap pada suhu rendah. 2. Kelompok nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang mampu memahami bahwa dengan mempertahankan suhu ikan tetap dingin maka harga jual bisa tinggi dan apada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan mereka. 3. Kesadaran secara individual dan juga anggota kelompok akan pentingnya peranan kelompok, secara spontanitas mereka  ingin mengajukan proposal dana dan peralatan ke Pemerintah Provinsi Sulut. Perubahan sikap ke arah pengembangan demikian dapat memberikan jaminan keberlanjutan usaha mereka sehingga kedepannya bisa merubah keadaan perekonomian dan keadaan  sehari-hari mereka dan keluarganya ke arah yang lebih baik.Kata Kunci : extensions, training, cold chain
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) DI DESA TATELI DUA KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Binei, Maria; Manoppo, Victoria E.N.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.13953

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kelayakan usaha pembenihan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara dari aspek finansialnya dan Untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang turut mempengaruhi dalam usaha pembenihan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil analisis secara finansial, usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Desa Tateli Dua tersebut sangat layak dijalankan karena semua nilai Operating Profit positif , Profit Rate dari usaha tersebut mencapai 31%, nilai BCR > 1, usaha tersebut termasuk kategori sangat baik karena mempunyai nilai rentabilitas >100%, BEP atau titik impas tidak sama yaitu BEP penjualan Rp. 8.607.285, BEP satuan 8.197 ekor. tingkat pengembalian investasi dari usaha pembenihan ikan lele sangkuriang tersebut sangat layak dijalankan karena dapat mengembalikan investasi kurang dari 1 tahun, yaitu 0,5 tahun. Kata Kunci : Analisis Finansial, Usaha, Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang, Kecamatan Mandolang Abstrack This study aims to determine the feasibility of hatchery fish catfish (Clarias gariepinus) in the village of Tateli Two sub district Mandolang Minahasa North Sulawesi province of aspects of financial and To describe what factors are also influencing the business hatchery fish catfish (Clarias gariepinus) Village Tateli Two subdistrict Mandolang Minahasa North Sulawesi Province. Based on the analysis in the financial, business hatchery fish catfish in the village Tateli Two is very viable for all grades Operating Profit positive, Profit Rate of the effort reaches 31%, the value of BCR> 1, these efforts included the very good category because it has the value of earnings > 100%, BEP or break-even point at which the sale of BEP Rp. 8,607,285, 8,197 units BEP tail. the return on investment of catfish fish hatchery operations is very viable because it can recover the investment of less than one year, which is 0.5 years. Keywords: Financial Analysis, Business, Catfish Hatchery Sangkuriang, District Mandolang
Study of Sangihe-Filipino fishermen activity in Bitung City, North Sulawesi, Indonesia Thamin, Aswan; Manoppo, Victoria N; Mantiri, Desy M.H
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7284

Abstract

The study was conducted in the coastal area of Lembeh Strait, Bitung City, North Sulawesi, Indonesia. Seven districts comprised the test site. The aim of this research was to analyze the activity of fishermen of Sangihe-Filipino descent (Sa-Fi) by multiple regression analysis. Primary data concerning fishing activities of Sa-Fi Fishermen was obtained through interview techniques, questionnaires and field observation. Activity values ​​(Y) show a factor of fishing activities (Xn) which allegedly affect the fishermen activities. These results indicated that the activity of Sa - Fi fishermen affected by the language that they use in carrying out life as a fisherman in Bitung City. Old fishermen settled in Bitung correlated with fishing knowledge. Sa-Fi fishermen fishing knowledge correlated with the number of dependents and income of fishermen families. Sa-Fi fishermen's income is correlated with their spending. Penelitian dilakukan di wilayah pesisir Selat Lembeh Kota Bitung pada 7 kecamatan sebagai lokasi penelitian, untuk menganalisis aktivitas nelayan keturunan Sangihe-Filipina (Sa-Fi) dengan analisis regresi berganda. Data primer mengenai aktivitas nelayan Sa-Fi diperoleh melalui teknik wawancara, penyebaran kuesioner dan observasi lapangan. Nilai aktivitas (Y) menunjukkan faktor kegiatan penangkapan ikan (Xn) yang diduga berpengaruh terhadap aktivitas nelayan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas nelayan Sa-Fi dipengaruhi oleh bahasa yang mereka gunakan dalam menjalankan kehidupannya sebagai nelayan di Kota Bitung. Lama menetap nelayan Sa-Fi di Kota Bitung berkorelasi dengan pengetahuan menangkap ikan. Pengetahuan menangkap ikan nelayan Sa-Fi berkorelasi dengan jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan nelayan. Pendapatan nelayan Sa-Fi berkorelasi dengan pengeluaran nelayan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Kahumata, Sheren W.; Manoppo, Victoria E.N.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28135

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: to find out, and explain how the Development Strategy of Sea Transportation Business in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City. The method used is the survey method. Primary data collection is done by using a questionnaires, conducting interview and direct observation while for secondary data obtained from the village office and the Departemen of Transportation. The sampling method to get a sample that is the respondent who owns a taxi boat business in Papusungan Village. The analysis used in this study is the SWOT analysis (Strength, Weeakness, Opportunity, Threats) which is then explained through quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the SWOT there are four alternatives for developing a sea transportation business that can be done for taxi boat entrepreneurs, namely: 1) increasing the quality of human resources in maximizing the skills of the boat taxi business 2) improving the standards of comfort and safetyboat 3) construction and improvement of facilities and infrastructure for sea transportation business 4) Cooperation between the government and taxi boat businesses 5) the need for boad load standards based on capacity must be measured 6) government policies to further improve regulations for the safety of passengers for better transportation businesses.Keywords: development strategy, sea transportation business, SWOT, Papusungan AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu :1) untuk mengetahui, serta menjelaskan bagaimana StrategiPengembangan Usaha Transportasi Laut Di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung.Metode yang digunakan yaitu metode survei. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, melakukan wawancara dan observasi langsung sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari kantor desa dan Dinas Perhubungan. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan metode purposive sampling untuk mendapatkan sampel yaitu responden yang memiliki usahaperahu taksi di Kelurahan Papusungan.Analisis yang digunakan pada penelitian yaitu analisis SWOT ( Strength, Weeakness, Opportunity, Threats) yang selanjutnya di jelaskan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.  Berdasarkan analisis SWOT terdapat 4 alternatif pengembangan usaha transportasi laut yang dapat dilakukan bagi para pelaku usaha perahu taksi, yaitu : 1) Meningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam memaksimalkan keterampilan usaha perahu taksi, 2) Peningkatan standar kenyamanan dan keamanan perahu 3) Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana usaha transportasi laut, 4) Kerjasama antar pemerintah dengan para usaha perahu taksi, 5) Perlu adanya standar muatan perahu berdasarkan kapasitas perahu harus terukur, 6) Kebijakan dari pemerintah untuk lebih meningkatkan peraturan-peraturan demi keselamatan penumpang untuk usaha transportasi yang lebih baik. Kata kunci : strategi pengembangan, usaha transportasi laut, SWOT, Papusungan
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PERAHU LAMPU OLEH NELAYAN DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Masengi, Novita; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28140

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) to find out, analyze and explain the strategy of developing a light boat business by fisherman in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City. The method used is the census method.Primary data collection is done through observation and interviews dan filling out.Whereas secondary data obtained from the southern Lembeh sub-district office and the Papusungan sub-district office.Data collection techniques are through observation interviews and filling out questionnaires with 10 respondents who have a light boat bussines.in papusungan village. The analysis used in this study is the SWOT (strenghts,weaknesses, opportunities and threats) analysis to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats to the light boat business. Based on the SWOT analysis there is a vision, mission of the value of innovation and strategies contained in 16 which are spelled out in the SWOT Matrix and then determined the key success factors in the light boat bussines.Keywords: development strategy, lamp boat business, SWOT, Papusungan AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu : 1) Untuk mengetahui, menganalisis serta menjelaskan Strategi Pengembangan Usaha Perahu Lampu Oleh Nelayan Di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Metode yang digunakan yaitu metode sensus. Pengumpulan data melalui data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara serta pengisisian kuisioner. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari Kantor Kecamatan Lembeh Selatan dan Kantor Kelurahan Papusungan. Teknik pengumpulan data yaitu melalui Observasi,Wawancara dan pengisian Kuisioner dengan 10 responden yang memiliki usaha perahu lampu di Kelurahan Papusungan. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis SWOT (Strength, Weeakness, Opportunity, Threats) untuk mengetahui kekuatan, kelemahan,peluang serta ancaman pada usaha perahu lampu. Berdasarkan analisis SWOT terdapat Visi, Misi, Nilai Inovasi Serta Strategi-Strategi yang terdapat 16 yang dijabarkan dalam matriks SWOT dan selanjutnya ditentukan Faktor Kunci Keberhasilan Pada Usaha Perahu Lampu. Kata kunci : Strategi Pengembangan, Usaha Perahu Lampu, SWOT, Papusungan
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN PANCING ULUR DI DESA BAJO KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO Yusuf, Andriyanto; Manoppo, Victoria E.N.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28136

Abstract

AbstractThis study aims to determine the profile of the business of fishing rods and analyze and explain the financial factors of fishing rods.The method used in this study is a survey method using structured questions in the form of questionnaires, questionnaires containing questions that will be given to respondents to measure variables, relate between existing variables and can be in the form of experiences and opinions of respondents. Data collected through 2 sources, namely primary data and secondary data. Data analysis of research results can be divided into two types, namely quantitative analysis and qualitative analysis.Based on the results of research into the fishing business of fishing rods in the early Bajomodal village of fishermen as many as 7 people namely Rp.10,000,000, - - Rp. 15,000,000, and for fishermen as many as 23 people, namely Rp. 16,000,000 - Rp. 25,000,000, - the number of fishermen according to distance of 15-18 miles there are 26 people and 19-21 miles there are 4 people, the number of fishermen according to the sale of tuna is Rp. 60,000, - there are 30 people. The number of fishermen according to fishing gear is 30 people fishing line. Financial analysis: Revenue (Operating Profit / OP) Rp.138,140,000 / year, Total Profit (Rp.134,311,700 / year, Benefit Cost Ratio (BCR) = 4.59 / year , Payback Period (PP) = 3.93, Break Event Point (BEP) Sales at Rp.4,988,374, and for BEP units 83.13kg.Keywords: fishing line, financial analysis, Bajo AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha pancing ulur danmenganalisis serta menjelaskan factor-faktor finansial alat tangkap pancing ulur.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, kuisioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada responden untuk mengukur variabel-variabel, berhubungan diantara variabel yang ada serta dapat berupa pengalaman dan pendapat dari responden. Data yang dikumpulkan melalui 2 sumber yaitu data primer dan data sekunder.Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian usaha perikanan pancing ulur di Desa Bajomodal awal nelayan sebanyak 7 orang yaitu Rp.10.000.000,- - Rp.15.000.000,-dan untuk nelayan sebanyak 23 orang yaitu Rp. 16.000.000,- - Rp.25.000.000,-, jumlah nelayan menurut jarak tempuh yaitu 15-18 mil ada 26 0rang dan 19-21 mil ada 4 orang, jumlah nelayan menurut hasil penjualan ikan tuna yaitu Rp.60.000,- ada 30 orang. Jumlah nelayan menurut alat tangkap yaitu pancing ulur 30 orang. Analisisfinansial :Penerimaan (Operating Profit/OP) Rp.138.140.000,-/tahun, Total Keuntungan ( 12Ï€) "> Rp.134.311.700,-/tahun,Rasio Keuntungan terhadap Biaya (Benefit Cost Ratio /BCR) = 4,59/tahun, Jangka Waktu Pengembalian Modal (Payback Period/PP) = 3,93,Titik Impas (Break Event Point /BEP) Penjualan pada Rp.4.988.374,- dan untuk BEP satuan 83,13kg.Kata kunci : pancing ulur, analisis finansial, Bajo
PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN PASIRPANJANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Bawolye, Noviana; Tambani, Grace O.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28150

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the role of the Fishermen's Wife in increasing family income in the village of Pasirpanjang District of South Lembeh, Bitung City, North Sulawesi Province. The research method used is a survey, namely research conducted by collecting, investigating and interpreting data in general as it is in the field that covers a certain unit of a particular area. The analysis used in this study is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The domestic role of women is all the activities carried out by fishermen wives in the maintenance of fishermen's households which consist of jobs such as cooking, washing clothes, ironing, cleaning their homes, shopping and caring for children that are not measured by money. Women's public role which is the whole activity of the fishermen's wife who generates income outside her home. Fishermen's wives are required to play a role in finding income to meet family needs. So they not only stay at home to wait for the income their husbands get from fishing, but they are also involved in earning a living. The work done by fishermen's wives is like making shredded fish, farming and trading. Based on the calculation, it turns out that the contribution of the wife's income to the total income of the fishing families is IDR. 2,096,154 or 50.09% of the total family income of IDR. 4,184,615. The wife's income is greater than the husband's income because the wife works every day so that she gets income while the husband works as a fisherman that is not going to sea every day depending on the weather. If the weather is good, the husband works as a fisherman going to sea to catch fish.Keywords: Role of Fishermen's Wife, Income, Pasirpanjang AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui peran Istri Nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Pasirpanjang Kecamatan Lembeh SelatanKota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Metode penelitan yang digunakan adalah survey, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyidik dan menafsirkan data secara umum sebagaimana adanya di lapangan yang mencakup satu satuan wilayah tertentu wilayah tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekskriktif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Peran domestik perempuan yang merupaka seluruh aktivitas yang dilakukan istri nelayan dalam pemeliharaan rumah tangga nelayan yang terdiri dari perkerjaan seperti memasak,mencuci pakain,menyetrika, membersikan rumah mereka, berbelanja serta pengasuhan anak yang tidak terukur dengan nilai uang.Peran publik perempuan yang merupakan seluruh aktifitas istri nelayan yang menghasilkan pendapatan di luar rumahnya. Istri nelayan dituntut ikut berperan dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sehinga mereka tidak hanya diam di rumah untuk menanti penghasilan yang diperoleh suami mereka dari melaut, namun mereka juga terlibat kegiataan mencari nafkah. Pekerjaan yang dilakukan istri nelayan serperti pembuatan ikan abon, bertani, berdagang.Berdasarkan hasil perhitungan  ternyata bahwa kontribusi pendapatan istri terhadap pendapatan total keluarga nelayan yaitu sebesar Rp. 2.096.154 atau 50.09% dari pendapatan total keluarga yang berjumlah Rp. 4.184.615. Pendapatan istri lebih besar dibandingkan dengan pendapatan suami karena istri berkerja tiap hari sehingga mendapatkan pemasukan sedangkan suami berkerja sebagai nelayan yaitu melaut tidak setiap hari tergantung cuaca. Jika cuaca baik maka suami berkerja sebagai nelayan akan melaut menangkap ikan.Kata kunci: Peran Istri Nelayan, Pendapatan, Pasirpanjang
Co-Authors Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Alvon Jusuf, Alvon Arif, Erika Aswan Thamin Bataragoa, Nego Elvis Bawolye, Noviana Bigbraian Talu Binei, Maria Biso, Jemi Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Buton, Hardin Buton, Husni Christian R. Dien Christian R. Dien Christian R. Dien Christianzen Veron Imanuel Andaki Daisy Monica Makapedua Dawaso, Agri Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dietrys Maria Mangaro Diyata, Nolfin Djuwita R. R. Aling Djuwita R.R. Aling Djuwita R.R. Aling Domu Simbolon Durand, Swenekhe S. Edwin D Ngangi Edwin Tindige Esgit Pangidunan Esha Pinkan Manurapon Esry T. Opa Feicy Sentya Bagunda Florence V. Londong, Florence V. Florence V. Longdong Florence V. Longdong Fransisco Magofa Gea, Fotarius Grace O. Tambani Grace O. Tambani Hardiansyah Djunaidi Henli Joroh Henneke Pangkey Imanuella, Evanda Inneke F. M Rumengan Ixchel F Mandagi Jamin, Lasrin Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jeane Frani Saruwaba Jeanette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. Jefri Jojobo, Jefri Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Kahumata, Sheren W. Kalahatu, Gruimaldy Kharie, Wandi Rivandi Konore, Gabrila Kunsiang, Andriano Lexy K. Rarung Losoh, Alex Sandro Makaluas, Marselino M. Makapedua, Daisy M. Malalantang, Sjenny S. Mamangkey, Noldy G.F Mangaluk, Anastasya S. Manompato, Marcelino A. Mantiri, Desy M. H Martha P Wasak, Martha P Martha P. Wasak Masengi, Akira W. R. Masengi, E. I. K.G. Masengi, K.W.A Masengi, Novita Mega Kereh Misyel Margaretha Naalinsong Mokoagow, Nelawati Ngangi, Aldiano F.S Nistiarni Zebua Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf, Nurdin Olvie V. Kotambunan Onibala, Christian Otniel Pontoh Pananginan, Elshaday C. Patrisia Hurup Rambebuoch, Arvi M. Ridwan, Adriansyah Rompis, Kevin M. Rondonuwu, Rendi Rudy C. Tarumingkeng Rumengan, Antonius Petrus Rumimpunu, Agus Salatan, Siska Sandra Tilaar Sarah Safitri` Ramadhany Sasue, Jecky Shalomika Rompis Sinjal, Chatrine A. Sipriana S. Tumembouw Siska Salatan Siti Suhaeni Siti Suhaeni, Siti Soleman, Arafat Sondakh, Srie J. Soputan, Stevaldo J.M. Srie J. Sondakh Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Sukmawati Potabuga Suria Darwisito Suria Darwisito, Suria Swenekhe S. Durand Takahipe, Teofianus A. Tegila, Garry Untu, Cristalla Valentino Nelson Lumi, Valentino Nelson Victor P. H. Nikijuluw Vonne Lumenta Wakerkwa, Tion Walalangi, Hizkia N. Wasak, Martha Wulur, Stenly Wurangian, Yohanes R. Yusuf, Andriyanto Zalukhu, Augusman Zebua, Angel S.G.