Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN USAHA PANCING ULUR DI DESA BOLANGITANG KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Tegila, Garry; Manoppo, Victoria E.N.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28137

Abstract

AbstrackThis study aims to determine, analyze and discuss about the development of the business of fishing line, with the time to carry out research starting from consultation, field observations, preparation of Research Work Plans, data collection, data analysis, writing final reports, until the exam, approximately 5 months, namely from August-December 2019.The method used in this study is the method of consensus, while the data collected are primary data and secondary data. While the analysis uses SWOT which is further explained through quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis.Based on the SWOT analysis, there are 4 alternative models of business development of fishing rods in the village of Bolangitang that can be done for fishermen, namely: 1) developing information and technology in the fishing rod business because there is no resistance from the community, 2) developing fish processing techniques and utilizing fish catching, 3) cooperation between the government and fishermen, 4) Need government supervision to increase fuel prices. Supervision at this time is very necessary because the fuel price increase is too high greatly affecting fishing activities. The increase in fuel in the District of West Bolangitang occurred in agents because of a shortage of fuel supplies at gas stations.Keywords: Development, Ulur Fishing Line, SWOT Analysis, Bolangitang Village AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisa serta membahas tentang pengembangan usaha pancing ulur, dengan waktu melaksanakan penelitian dimulai dari konsultasi, observasi lapangan, penyusunan Rencana Kerja Penelitian, pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan akhir, sampai pada ujian, kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan Agustus-Desember 2019.Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metodesensus, sedangkan data yang dikumpulkan berupa dataprimer dan data sekunder. Sedangkan analisis menggunakan SWOT yang selanjutnya di jelaskan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Berdasarkan analisis SWOT terdapat 4 alternatif model pengembangan usaha pancing ulur di Desa Bolangitang yang dapat dilakukan bagi nelayan pancing ulur, yaitu: 1) mengembangkan informasi dan teknologi dalam usaha pancing ulur karena tidak adanya penolakan dari masyarakat, 2) mengembangkan tentang tekhnik pengolahan ikan dan memanfaatkan penampungan ikan, 3) kerjasama antar pemerintah dengan para nelayan pancing ulur, 4) Perlu pengawasan pemerintah untuk kenaikan harga BBM. Pengawasan saat ini sangatlah diperlukan karena kenaikan BBM yang terlalu tinggi sangat mempengaruhi aktivitas penangkapan. Kenaikan BBM di Kecamatan Bolangitang Barat terjadi di agen-agen karena kekurangan pasokan BBM di SPBU.Kata Kunci: Pengembangan, Pancing Ulur, Analisis SWOT, Desa Bolangitang
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERAHU LAMPU DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Gea, Fotarius; Manoppo, Victoria E.N.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28151

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) To find out and describe how the profile of light boat fishermen, 2) To find out, analyze and explain the financial situation of the light boat business. Research methods using the census method. Primary data collection is data obtained directly from respondents in the Papusungan Village, District of Lembeh Selatan, Bitung City, through filling out questionnaires by asking questions to respondents and using a recording device, as well as using documentation tools such as photo cameras, videos. The analysis used in this study is the financial analysis which is further explained through quantitative descriptive qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study showed that the financial analysis of the light boat business in Papusungan Village had an average investment of Rp. 43.431.500,-., Fixed Cost Rp. 9.753.500,-., Variable Cost Rp. 194.550.000,- Rp. 255.450.000,-., Total Profit Rp. 245.696.500, BCR 1,8 and Payback Period 0,17/year or 2 months 12 days.Keywords: Financial analysis, Light boat business, Papusungan Village AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu : 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana profil nelayan perahu lampu. 2) Untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan keadaan finansial usaha perahu lampu. Metode penelitian menggunakan metode sensus. Pengumpulan data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden yang ada di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung melalui pengisian kuisioner dengan cara tanya jawab kepada responden dan menggunakan alat perekam, serta menggunakan alat dokumentasi seperti kamera foto, video. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis finansial yang selanjutnya di jelaskan melalui analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis finansial, usaha perahu lampu di Kelurahan Papusungan memiliki rata-rata Investasi Rp. 43.431.500,- Biaya Tetap Rp.9.753.500,- Biaya Tidak Tetap Rp.194.550.000,-. Operating Profit Rp. 255.450.000,-.Total Profit Rp.245.696.500, BCR 1,8 dan Payback Period 0,17/Tahun atau 2 bulan 12 hari.Kata Kunci : Analisis Finansial, Usaha Perahu Lampu, Kelurahan Papusungan
KAJIAN SOSIAL EKONOMI USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA PARIGIKECAMATAN TALIABU TIMUR KABUPATEN PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA Buton, Hardin; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28142

Abstract

AbstractThe purpose of this study aims to explain and discuss the socio-economic study of bagan capture fisheries in Parigi Village, Taliabu Timur District, Pulau Taliabu Regency, North Maluku Province.The research method used is the number of chart fishermen in Parigi Village, only 10 people, the research will use the census method. So all the fisherman chart members are investigated one by one. This census is intended where all fishermen in Parigi Village have the same opportunity to become respondents where a questionnaire will be filled in as a systematic structured guide and interview. Data collection is carried out directly in the field by collecting both primary and secondary data. The analytical method used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive.Socially this business really helps them with the existence of a semi-permanent home. They can send their children to high school and even some can continue their studies. There are family dependents who have 9 dependents, but in terms of meeting the needs of life can still be overcome by the head of the family. The age of the fishermen varies, but their age is still relatively productive and still strong to stay at sea overnight or at night to get good results.Economically, this business does require an initial funding of almost Rp. 30,000,000 and apparently there are capable fishermen. This business gives good results because there is definitely a buyer for marketing. As a suggestion that this chart business should have attention or government intervention to shoot the number of fishermen who are trying and increase production capacity through additional capital for investment.Keywords: Socio-Economic Study, Chart Business, Deskrptif, Parigi Village. AbstrakTujuan penelitian bertujuan untuk menjelaskan dan membahas tentang kajian sosial ekonomi usaha perikanan tangkap bagan di Desa Parigi Kecamatan Taliabu Timur Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah jumlah nelayan bagan di Desa Parigi hanya 10 orang maka penelitian akan menggunakan metode sensus. Jadi semua anggota nelayan bagan diselidiki satu persatu. Sensus ini dimaksudkan dimana semua nelayan Desa Parigi mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan pengambilan data baik data primer maupun data sekunder.Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Secara sosial usaha ini sangat membantu mereka dengan adaya keberadaan rumah yang semi permanen.Mereka dapat menyekolahkan anak sampai di SMA bahkan ada yang bisa melanjutkan kuliah.Tanggungan keluarga memang ada yang memiliki tanggungan 9 orang namun dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup masih bisa teratasi oleh kepala keluarga.Umur nelayan bervariasi namun umur mereka masih tergolong produktif dan masih kuat untuk bertahan dilaut selama semalam ataupun beberpa malam demi mendapatkan hasil yang baik.Secara ekonomi, usaha ini memang memerlukan dana awal hampir Rp. 30.000.000 dan ternyata ada nelayan yang mampu. Usaha ini memberikan hasil yang baik karena pemasaran sudah pasti ada pembelinya.Sebagai saran bahwa usaha bagan ini sebaiknya ada perhatian atau campur tangan pemerintah untuk penembahan jumlah nelayan yang berusaha dan peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan permodalan untuk investasi.Kata kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Usaha Bagan, Deskrptif, Desa Parigi
PERBANDINGAN KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN KELOMPOKDAN MANDIRI DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Konore, Gabrila; Manoppo, Victoria E.N.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22608

Abstract

AbstractThe aims of this research to explain and compared the socioeconomic condition of fishermen group and independently in Tateli Weru Village, Mandolang District.This research to add the information and knowledge about socio economic as well as the issue of fisheries developing.Method to be usedis survey method by using questioner sampling uses is purposive sampling namely fisheries group and independently.Fishermen in Tateli Weru Village were 105 because all of them lived and activities in coastal closed to mooring boat and fishing equipment. If the fisherman not makes activity, they usually do such as farming, repairing a boat or helpinghis wife. The comparison of two groups were the fisheries group do not go fishing togetheraccordance who needs of each member because the equipment are given by the government but the independly group they fishing depended on climate.Keywords: Socioeconomic, fishermen group, independently group  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan membandingkan keadaan sosial ekonomi nelayan kelompok dan mandiri di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang, menambah informasi dan pengetahuan mengenai keadaan sosial ekonomi nelayan kelompok dan mandiri selain itu sebagai hal-hal yang dapat menjadi bahan untuk membangun perikanan melalui pekerjaan peneliti di kemudian hari.Metode Penelitian menggunakan metode survei, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan terstruktur berupa kuisioner.Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu nelayan yang tergabung dalam kelompok dan mandiri.Nelayan yang ada di Desa Tateli Weru berjumlah 105 orang nelayan karena suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya berada di pesisir pantai dan mata pencahariannya tergantung pada aktivitas penangkapan ikan di laut, serta pemukiman berada di pesisir pantai yang dekat dengan tambatan perahu dan peralatan tangkap. Peralatan kelengkapan yang dibawa responden untuk melaut berupa jerigen bensin, dayung, jangkar, serok.Jika responden tidak melakukan aktivitas melaut, mereka biasanya melakukan aktivitas lain, seperti bertani, memperbaiki perahu, dan ada yang membantu istri.Jika dilihat dari kelompok nelayan, mereka tidak pergi menangkap ikan secara bersama-sama, hanya peralatan yang diberikan pemerintah digunakan sesuai dengan keperluan dari setiap anggota, jadi para anggota bergantian menggunakan alat tersebut.Kata kunci: Sosial ekonomi, nelayan kelompok, nelayan mandiri
AKTIVITAS NELAYAN DI KELURAHAN SARIO TUMPAAN KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Jojobo, Jefri; Manoppo, Victoria E.N.; Londong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 4 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.4.2014.13399

Abstract

Abstract This study aims to describe how the fishing activities in the Village Sario Tumpaan and what factors are affecting the fishing activities. This study used survey methods, sampling techniques are used, ie purposive sampling. The population in this study is the fishing community Village Tumpaan Sario Manado City totaling 17 people. Sampling was done by distributing questionnaires, interviews with informants and field observations. Model analysis of the data used in this study is a descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive analysis. The results indicate the fishing activities consist of fishing activities and social activities and the factors that affect the fishing activities of the Village Sario Tumpaan are age, length of work, education, family responsibilities distance of the sea, the skills and the season. Keywords: fishing activity, factors influencing   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas nelayan di Kelurahan Sario Tumpaan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi aktivitas nelayan. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengambilan sampel digunakan, yaitu purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan Kelurahan Sario Tumpaan Kota Manado berjumlah 17 Orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner, wawancara langsung dengan nara sumber dan observasi lapangan. Model analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan aktivitas nelayan terdiri atas aktivitas penangkapan dan aktifitas sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas nelayan Kelurahan Sario Tumpaan adalah umur, lama bekerja, pendidikan, tanggungan keluarga jarak tempat melaut, keterampilan dan musim. Kata kunci: aktivitas nelayan, faktor-faktor yang mempengaruhi
ANALISIS KONFLIK NELAYAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Zalukhu, Augusman; Manoppo, Victoria E. N.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.17007

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Menjelaskan tipe dan karakteristik konflik nelayan dalam usaha pemanfaatan sumber daya perikanan di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa; 2) Mengidentifikasi pihak-pihak dalam konflik dan menjelaskan peranannya dalam upaya penyelesaian konflik di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa; 3) Menelusuri sebab-sebab permasalahan konflik nelayan dalam pengelolaan sumber daya perikanan di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa; dan 4) Menjelaskan penanganan dan penyelesaian konflik secara sosial dan hukum di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode penelitian deskriptif-kualitatif dan analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptikf kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Ada pun hasil dari penelitian ini sebagai berikut :1. Tipe-tipe konflik yang ada di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa ada 3 yaitu : a). Konflik Kelas, b). Konflik Orientasi, c). Konflik Agraria, 2. Pihak-pihak dalam penyelesaian konflik di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa yaitu nelayan itu sendiri, Ketua RT, Kepala Desa, pihak yang berwajib, pemerintah dan juga peran ketua rukun nelayan, dan tokoh agama sangat penting dalam membantu pemerintah untuk menyelesaikan konflik antar nelayani, 3. Sumber-Sumber Konflik antar nelayan di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa antara lain : a). Sumber daya yang langka, b). Adanya ketidak seimbangan struktural, c). Informasi yang tidak akurat, d). Tujuan yang bersaing, e). Hubungan antar sesama yang buruk, 4. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Desa Borgo dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1) Kapal-kapal pajeko dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional. (2) Penetapan jalur penangkapan yang jelas. (3) Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Desa Borgo terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4) Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Kata kunci : Analisis konflik, Desa Borgo, Kecamatan Tombariri 
PERANAN WANITA/ISTRI NELAYAN DALAM USAHA MENGATASI PEREKONOMIAN KELUARGA PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO (Studi Kasus Kelompok Nelayan Daseng) Soputan, Stevaldo J.M.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32217

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyze the economic condition of fishermen group households and to analyze the role of women in the household economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The method used in this research is the case study method. The data analysis used in this research is quantitative analysis and qualitative analysis. The economic condition of the families of the Daseng fishing group in Sindulang Satu Village includes age, education and family dependents. The women / wives of the Daseng fishermen group are mostly in the productive age range so they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by elementary school graduates, while the dependents of the family have at most 1 - 3 dependents in the family. The role of women / wives in overcoming the family economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era, including domestic roles, namely cooking, cleaning and tidying houses, caring for children and helping husbands, active social roles in spiritual activities (mother worship) They also participate in arisan and PKK, and the productive role of women / wives of the daseng fishermen group is that they work as a washerman, open a small shop and sell. All the roles of the wife are very supportive of the economy of the Daseng group's fishing family.Keywords: Role of Women; Family Economy; Sindulang Satu AbstrakTujuan penelitian ini ialah menganalisis keadaan perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dan menganalisis sejauh mana peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Keadaan perekonomian keluarga kelompok nelayan Daseng di Kelurahan Sindulang Satu meliputi keadaan umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Wanita/istri kelompok nelayan Daseng paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SD sedangkan tanggungan keluarga paling banyak memiliki 1 – 3 orang tanggungan dalam keluarga. Peranan wanita/istri dalam mengatasi perekonomian keluarga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal, meliputi peran domestik yaitu memasak, membersihkan dan merapikan rumah, mengurus anak dan membantu suami, peran sosial dengan aktif dalam kegiatan kerohanian (ibadah kaum ibu) juga mengikuti arisan dan PKK, dan peran produktif wanita/istri kelompok nelayan daseng ada yang bekerja sebagai tukang cuci, membuka usaha warung dan berjualan. Semua peran istri sangat mendukung perekonomian keluarga nelayan kelompok Daseng.Kata Kunci: Peranan Wanita; Perekonomian Keluarga; Sindulang Satu
ANALISIS FINANSIAL USAHA IKAN JULUNG-JULUNG ASAP DI DESA PENU KECAMATAN TALIABU TIMUR KABUPATEN PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA Soleman, Arafat; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31031

Abstract

AbstractThe smoked fish business in Penu Village has been going on for a long time, but there has been no financial analysis of this business. This has prompted research to conduct a financial analysis of smoked julung-julung fish, with the objectives of: 1) studying the business profile of smoked julung-julung fish in Penu Village, East Taliabu District; and 2) studying the financial situation of smoked julung-julung fish This research is a case study. Data were collected using the census method, where the respondents who were taken all juung-julung fishermen using Soma Giop totaled 8 respondents, by distributing questionnaires to fishermen who owned giop.All data collected were then analyzed descriptively. In order to know the feasibility level of the fishing business to the smoked fish processing, the author uses financial analysis such as operating profit, net profit, benefit cost ratio, profitability and break event points, and payback period.Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that: 1) the smoking business of julung-julung fish is carried out simultaneously with the fishing business using soma giop. This is where all the raw materials are obtained from the fishing business, then processed into smoked fish. The proceeds from the sale of smoked fish become a source of income for the owner, permanent members and temporary members (saga sari); and 2) the smoking business of julung-julung fish in Penu Village, East Taliabu District, is feasible to run based on financial analysis criteria, where the net profit and profit rate are positive, BCR> 1, profitability >100 (very good category), BEP sales and units are classified as small, and payback period or quick return on investment.Keywords: smoked fish, julung-julung, financial, feasibility AbstrakUsaha ikan asap di Desa Penu sudah berjalan cukup lama, namun belum dilakukan analisis keuangan dari usaha ini. Hal ini yang mendorong penelitian untuk melakukan analisis finansial usaha ikan julung-julung asap, dengan tujuan : 1) mempelajari profil usaha ikan julung-julung asap di Desa Penu Kecamatan Taliabu Timur; dan 2) mempelajari bagaimana keadaan finansial usaha ikan julung-julung asap di desa Penu Kecamatan Taliabu TimurPenelitian ini adalah studi kasus (case studi). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus, dimana responden yang diambil semua nelayan penangkap ikan juung-julung dengan menggunakan soma giop berjumlah 8 responden, dengan cara membagikan kuesioner kepada nelayan pemilik giop.Semua data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Guna mengetahui tingkat kelayakan usaha penangkapan sampai pengolahan ikan julung-julung asap, penulis menggunakan analisis finansial seperti operating profit, net profit, benefit cost ratio, rentabilitas dan break event point, serta payback period.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) usaha pengasapan ikan julung-julung dilakukan bersamaan dengan usaha penangkapan menggunakan soma giop. Hal mana semua bahan baku didapat dari usaha penangkapan, kemudian diolah menjadi ikan asap. Hasil penjualan ikan asap menjadi sumber pendapatan bagi pemilik, anggota tetap, dan anggota sementara (saga sari); dan 2) usaha pengasapan ikan julung-julung di Desa Penu Kecamatan Taliabu Timur layak dijalankan berdasarkan kriteria analisis finansial, dimana net profit dan profit rate positif, BCR > 1, rentabilitas > 100 (berkategori sangat baik), BEP penjualan dan unit tergolong kecil, dan payback periode atau pengembalian investasi cepat.Kata Kunci: ikan asap, julung-julung, finansial, kelayakan
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING LAYANG-LAYANG DI DESA TALAWAAN BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Ridwan, Adriansyah; Tambani, Grace O.; Dien, Christian R.; Manoppo, Victoria E.N.; Bataragoa, Nego Elvis
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34062

Abstract

AbstractThe research objectives, namely 1) describe the fishing gear for kites, and 2) to determine the socioeconomic conditions of kite fishing rods in Talawaan Bajo Village. The research method is a census where all respondents have the same opportunity to collect primary data. Sources of data are primary data and secondary data. This data source will be discussed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research, fishing gear consisted of; kites, kite ropes, fishing lines, fishing rods, artificial bait, reels, boats and engines. The age of fishermen ranges from 30-65 years. Primary school (SD) fishermen education is 65% and the rest cannot complete elementary school. Home ownership, already owns 100% of your own house. Family dependents range 1 - 3 people. The experience of being a fisherman is around 10-30 years as much as 90%, and the remaining 10% has been more than 30 years. The catch is differentiated from that in Manado waters in April - May, while in Morotai waters from June - August. The average catch in Manado waters is 60 kg of fish. The number of fishing trips in Manado waters in 2 (two) months, namely 32 trips. Sales Price of Rp. 55,000 / kg. Whereas in Morotai, the catch is 120 kg / trip in 81 trips for 3 (three) months, with a selling price of IDR 22,000 / kg. So the income of the kite fishing rod is Rp. 94,420,000, - / year. AbstrakTujuan penelitian, yaitu 1) mendeskripsikan alat tangkap pancing layang-layang, dan 2) mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan pancing layang-layang di Desa Talawaan Bajo. Metode penelitian adalah Sensus dimana semua responden mendapat kesempatan yang sama dalam penganmbilan data primer. Sumber data yaitu berasal dari data primer dan data sekunder. Sumber data ini akan dibahas berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, alat tangkap terdiri dari; layang-layang, tali layang-layang, tali pancing, mata pancing, umpan tiruan, gulungan tali, perahu dan mesin. Umur nelayan berkisar antara 30 – 65 tahun. Pendidikan nelayan Sekolah Dasar (SD) yakni 65% dan sisanya tidak dapat menyelesaikan SD. Kepemilikan rumah, sudah memiliki rumah sendiri 100%. Tanggungan keluarga berkisar 1 – 3 orang. Pengalaman menjadi nelayan sekitar  10 – 30 tahun sebanyak 90%, dan sisanya 10% sudah lebih dari 30 tahun. Hasil tangkapan dibedakan dari penangkapan di perairan Manado pada April - Mei, sedangkan diperairan Morotai pada Juni - Agustus. Hasil tangkapan rata-rata di perairan Manado 60 kg ikan. Jumlah trip pengkapan di perairan Manado dalam 2 (dua) bulan yakni 32 trip. Harga Penjualan Rp. 55.000 /kg. Sedangkan di perarian Morotai, hasil tangkapan 120 kg/trip dalam 81 trip selama 3 (tiga) bulan, dengan harga jual Rp 22.000/kg. Jadi hasil pendapatan pancing layang-layang adalah Rp. 94.420.000,-/tahun.
KAJIAN NILAI TUKAR PEMBUDIDAYA USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT MENGHADAPI ERA NEW NORMAL DI DESA PELING SEASA KECAMATAN BULAGI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI TENGAH Dawaso, Agri; Jusuf, Nurdin; Manoppo, Victoria E.N; Sondakh, Srie J.; Tambani, Grace O.; Ngangi, Edwin L.A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34059

Abstract

AbstractBased on the results and discussion of this research, it can be concluded: (a) The exchange rate of seaweed farming income is calculated based on the ratio between the total income and the total expenditure of the business. Based on the results of the NTP calculation for the seaweed cultivation business, the seaweed cultivation income is 438,881. The result of this NTP value is greater than 100, where the seaweed cultivator business can cover the costs incurred from the business; (b) The exchange rate of seaweed cultivators to total income can be calculated based on the ratio between the total income of seaweed cultivators, both from fishery and non-fishery businesses, and expenditures for seaweed cultivators from both cultivation and family consumption. Based on the results of the NTP calculation for the seaweed cultivator business, the total income was 147.41. This NTP value is greater than 100, which indicates that the income from the seaweed cultivator business can cover the subsistence needs (basic needs) of the seaweed cultivator family.     AbstrakBerdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: (a) Nilai tukar pendapatan usaha budidaya rumput laut dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah pendapatan dan jumlah pengeluaran dari usaha tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan NTP untuk usaha budidaya rumput laut pada pendapatan budidaya rumput laut sebesar 438,881. Nilai NTP ini hasilnya lebih besar dari 100, dimana usaha pembudidaya rumput laut dapat menutupi biaya yang ditimbulkan dari usaha tersebut; (b) Nilai tukar pembudidaya rumput laut pada total pendapatan dapat dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah total pendapatan pembudidaya usaha rumput rumput laut, baik dari usaha perikanan dan non perikanan berbanding dengan pengeluaran usaha pembudidaya rumput laut baik dari usaha budidaya dan konsumsi keluarga. Berdasarkan hasil perhitungan NTP untuk usaha pembudidaya rumput laut pada total pendapatan sebesar 147,41. Nilai NTP ini hasilnya lebih besar dari 100, hal mana mengindikasikan bahwa pendapatan dari usaha pembudidaya rumput laut dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga pembudidaya rumput laut.
Co-Authors Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Alvon Jusuf, Alvon Arif, Erika Aswan Thamin Bataragoa, Nego Elvis Bawolye, Noviana Bigbraian Talu Binei, Maria Biso, Jemi Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Buton, Hardin Buton, Husni Christian R. Dien Christian R. Dien Christian R. Dien Christianzen Veron Imanuel Andaki Daisy Monica Makapedua Dawaso, Agri Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dietrys Maria Mangaro Diyata, Nolfin Djuwita R. R. Aling Djuwita R.R. Aling Djuwita R.R. Aling Domu Simbolon Durand, Swenekhe S. Edwin D Ngangi Edwin Tindige Esgit Pangidunan Esha Pinkan Manurapon Esry T. Opa Feicy Sentya Bagunda Florence V. Londong, Florence V. Florence V. Longdong Florence V. Longdong Fransisco Magofa Gea, Fotarius Grace O. Tambani Grace O. Tambani Hardiansyah Djunaidi Henli Joroh Henneke Pangkey Imanuella, Evanda Inneke F. M Rumengan Ixchel F Mandagi Jamin, Lasrin Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jeane Frani Saruwaba Jeanette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. Jefri Jojobo, Jefri Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Kahumata, Sheren W. Kalahatu, Gruimaldy Kharie, Wandi Rivandi Konore, Gabrila Kunsiang, Andriano Lexy K. Rarung Losoh, Alex Sandro Makaluas, Marselino M. Makapedua, Daisy M. Malalantang, Sjenny S. Mamangkey, Noldy G.F Mangaluk, Anastasya S. Manompato, Marcelino A. Mantiri, Desy M. H Martha P Wasak, Martha P Martha P. Wasak Masengi, Akira W. R. Masengi, E. I. K.G. Masengi, K.W.A Masengi, Novita Mega Kereh Misyel Margaretha Naalinsong Mokoagow, Nelawati Ngangi, Aldiano F.S Nistiarni Zebua Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf, Nurdin Olvie V. Kotambunan Onibala, Christian Otniel Pontoh Pananginan, Elshaday C. Patrisia Hurup Rambebuoch, Arvi M. Ridwan, Adriansyah Rompis, Kevin M. Rondonuwu, Rendi Rudy C. Tarumingkeng Rumengan, Antonius Petrus Rumimpunu, Agus Salatan, Siska Sandra Tilaar Sarah Safitri` Ramadhany Sasue, Jecky Shalomika Rompis Sinjal, Chatrine A. Sipriana S. Tumembouw Siska Salatan Siti Suhaeni Siti Suhaeni, Siti Soleman, Arafat Sondakh, Srie J. Soputan, Stevaldo J.M. Srie J. Sondakh Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Sukmawati Potabuga Suria Darwisito Suria Darwisito, Suria Swenekhe S. Durand Takahipe, Teofianus A. Tegila, Garry Untu, Cristalla Valentino Nelson Lumi, Valentino Nelson Victor P. H. Nikijuluw Vonne Lumenta Wakerkwa, Tion Walalangi, Hizkia N. Wasak, Martha Wulur, Stenly Wurangian, Yohanes R. Yusuf, Andriyanto Zalukhu, Augusman Zebua, Angel S.G.