Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN ALAT TANGKAP JUBI PADA ERA NEW NORMAL DI DESA KAHAKITANG KECAMATAN TATOARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA Jamin, Lasrin; Manoppo, Victoria E.N.; Jusuf, Nurdin; Longdong, Florence V.; Rarung, Lexy K.; Opa, Esry T.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34611

Abstract

AbstractThe aim of the study is to analyze the Socio-Economic condition of Jubi Fishermen in Kahakitang Village in the New Normal Era? The research was conducted in Kahakitang Village, Tatoareng District, Sangihe Islands Regency for approximately 5 months, from August-December 2020. The research method used the census method, primary data sources and secondary data; will be discussed and analyzed based on the analysis of quantitative descriptions and qualitative descriptions.The total population of Kahakitang Island is 2,088 people or about 420 families. Most of the people in Kahakitang Village are fishermen using jubi fishing gear. Age shows that fishermen in Kahakitang Village are between 15 - 64 years old. Primary school fisherman education. The state of the house already has its own house with a 100% presentation, because their parents donated it as an inheritance, the number of dependents is 1-3 people with the highest percentage is 60, side jobs with a percentage of 50%, because they want to increase their income when they are not going down to sea., the duration of being fishermen is 5- 10 years as much as 40%, meaning that they have not been fishermen for long.Their income also depends on the frequency of fishing in a month where the more diligent or the more often they go to sea, the more likely they are to get a large catch compared to those who are less frequent. The catch varies, but on average each fishing trip gets 5 kg of fish and suntung. their income as jubi fishermen is only Rp. 1,200,000 in a month can be said to be less than the price of staple goods such as rice, which has risen especially before the holidays. Funds spent on making jubi tools are not large, only around Rp. 30,000, - to Rp. 100,000, -. However, the average fund needed is Rp. 65,000, - for one time. Keywords: Jubi, Kahakitang, Tatoareng AbstrakTujuan Penelitian untuk menganalisis keadaan Sosial Ekonomi Nelayan Jubi di Desa Kahakitang pada Era New Normal? Penelitian dilaksanakan di Desa Kahakitang Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe kurang lebih 5 bulan, dari bulan Agustus-Desember 2020. Metode penelitian menggunakan metode sensus, Sumber data primer dan data sekunder; akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskripsi kuantitatif dan deskripsi kualitatif.Jumlah penduduk di Pulau Kahakitang 2.088 jiwa atau sekitar 420 KK . Mata pencaharian masyarakat di desa kahakitang sebagian besar sebagai nelayan yang menggunakan alat tangkap jubi. Umur menunjukan bahwa nelayan di Desa Kahakitang berumur antara 15 – 64 tahun. Pendidikan nelayan Sekolah Dasar. Keadaan rumah sudah memiliki rumah sendiri dengan persentasi 100%, disebabkan karena orang tua mereka menghibah sebagai warisan/peninggalan, jumlah tanggungan sebanyak 1-3 orang dengan persentase terbanyak 60, pekerjaan sampingan dengan persentase 50%, karena mereka ingin menambah penghasil pada saat mereka tidak turun melaut., lamanya menjadi nelayan 5- 10 tahun sebanyak 40%, artinya mereka belum lama menjadi nelayan.Pendapatan mereka tergantung juga pada frekuensi melaut dalam sebulan dimana makin rajin atau makin sering mereka melaut maka kemungkinan bisa untuk mendapat hasil tangkapan yang banyak dibandingkan dengan yang frekuensi melaut kurang. Hasil tangkapan bervariasi , namun rata-rata setiap melaut mendapat 5 kg ikan maupun suntung. penghasilan mereka sebagai nelayan jubi hanya Rp. 1.200.000 dalam sebulan bisa dikatakan kurang dibandingkan dengan harga bahan pokok seperti beras yang menaik apalagi sudah menjelang hari raya. Pengeluaran dana untuk pembuatan alat jubi tidak besar jumlahnya, hanya berkisar antara Rp. 30.000,- sampai Rp. 100.000,-. Namun rata-rata dana yang dibutuhkan Rp.. 65.000,- sekali pembuatan.Kata Kunci: Jubi, Kahakitang, Tatoareng
PROFIL PEDAGANG IKAN SEGAR DI PASAR PINASUNGKULAN KELURAHAN KAROMBASAN UTARA KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Wakerkwa, Tion; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Sinjal, Chatrine A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34641

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the profile of fresh fish traders in the Pinasungkulan market, North Karombasan Village, Wanea District, Manado City. The method used is a survey method. The population in this study is fresh fish traders. The data consists of primary data and secondary data. Primary data is done through observation, interviews guided by questionnaires, while secondary data is obtained indirectly, namely in the form of evidence, historical records or reports that have been compiled in the library. The analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and descriptive qualitative.The age of the respondent is at the age of less than 65 years, which is in the productive age. The age of the traders who are still of productive age so that they can survive selling even though they are rarely buyers or when the number of buyers increases. Fresh fish traders have junior high school education (50%), high school (30%), and bachelor degree (10%) and do not go to school (10%). Number of family members 1-3 people and there are more than 3 family members.The income of fresh fish traders varies, namely Rp. 250,000 per day (30%), and Rp. 500,000 per day (50%), and greater than Rp. 500,000 (20%). Expenditures in the form of transportation expenses of Rp. 10,000 per day and do not spend money on transportation because it is walking from home to the market location. Fresh fish traders who sell for more than 10 years are the largest number. Initial business capital to sell their own capital or joint venture with family members. Places of sale, as much as 80% are self-owned and as much as 20% are only rented.Keywords: Socio-Economic Studies, Fresh Fish, Pinasungkulan Market  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pedagang ikan segar di pasar Pinasungkulan Kelurahan Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode survey. Populasi pada penelitian ini ialah pedagang ikan segar. Data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui observasi, wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung, yaitu berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun di perpustakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Umur responden berada pada usia lebih kurang dari 65 tahun yaitu berada pada produktif. Umur para pedagang yang masih usia produktif sehingga mereka bisa bertahan berjualan walaupun jarang pembeli ataupun pada saat jumlah pembeli meningkat. Pedagang ikan segar memiliki pendidikan SMP (50%), SMA (30%), Sarjana (10%) dan tidak bersekolah (10%). Jumlah Anggota keluarga 1 – 3 orang dan ada yang lebih dari 3 anggota keluarga.Pendapatan pedagang ikan segar bervariasi, yaitu Rp. 250.000 per hari (30%), dan Rp. 500.000 per hari (50%), dan lebih besar dari Rp. 500.000 (20%). Pengeluaran berupa pengeluaran transportasi sebesar Rp. 10.000 per hari dan tidak mengeluarkan uang transportsi karena berjalan kaki dari rumah ke lokasi pasar. Para pedagang ikan segar yang berjualan lebih dari 10 tahun merupakan jumlah terbesar. Modal awal usaha untuk berjualan modal sendiri ataupun patungan bersama anggota keluarga. Tempat jualan, sebanyak 80% adalah milik sendiri dan sebanyak 20% hanya sewa.Kata Kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Ikan Segar, Pasar Pinasungkulan 
PERANAN WANITA/ISTRI NELAYAN DALAM USAHA MENGATASI PEREKONOMIAN KELUARGA PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO (Studi Kasus Kelompok Nelayan Daseng) Soputan, Stevaldo J.M.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Tambani, Grace O.; Pangkey, Henneke
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34607

Abstract

AbstractSindulang Satu Village is one of the villages in Tuminting District which has a coastal area and most of the population works as fishermen. The job as a fisherman generates an uncertain income because it depends on the season and is currently pressured by government regulations in overcoming covid-19 and facing the new normal so that the participation of women as breadwinners to cover their household needs.How far their role is in dealing with the family economy is an interesting topic for conducting research. Research Objectives: 1. To analyze the economic condition of fishermen group households in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. 2. To analyze the role of women in the household conomy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The method used in this research is the case study method. The data collected in this study are primary data and secondary data. The so-called respondents were obtained by recording all the women / wives of members of the Daseng fishermen group; and 15 people registered as the population. The 15 people who were used as respondents to be visited one by one conducted interviews with a questionnaire guide as a tool that had been previously prepared by means of a census. The data analysis used in this research is quantitative analysis and qualitative analysis.The economic condition of the family of the Daseng fishing group in Sindulang Satu Village includes age, education and family dependents. The women / wives of the Daseng fishermen group are mostly in the productive age range so they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by elementary school graduates, while the dependents of the family have at most 1 - 3 dependents in the family. The role of women / wives in overcoming the family economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era, including domestic roles, namely cooking, cleaning and tidying houses, caring for children and helping husbands, active social roles in spiritual activities (mother worship) also participate in arisan and PKK, and the productive role of women / wives of the daseng fishermen group is that they work as a washerman, open a shop and sell business. All the roles of the wife are very supportive of the economy of the Daseng group's fishing family. Keywords: Role of Women, Family Economy, Sindulang Satu AbstrakKelurahan Sindulang Satu merupakan salah satu desa di Kecamatan Tuminting yang memiliki daerah wilayah pesisir serta ada sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan sebagai nelayan tersebut menghasilkan pendapatan yang tidak menentu karena tergantung kepada musim dan pada saat sekarang tertekan dengan peraturan pemerintah dalam mengatasi covid-19 dan menghadapi new normal sehingga peran serta wanita sebagai pencari nafkah untuk menutupi kebutuhan rumah tangga mereka.Seberapa jauh peranan mereka dalam rangka mengatasi perekonomian keluarga merupakan topik yang menarik untuk mengadakan penelitian. Tujuan Penelitian: 1) menganalisis keadaan perekonomian rumah tangga kelompok nelayan di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado, dan 2) Menganalisis sejauh mana peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Adapun yang disebut sebagai responden diperoleh dengan cara mendata seluruh wanita/istri anggota kelompok nelayanDaseng; dan yangterdaftar berjumlah 15 orang yang disebut sebagai populasi. Ke 15 orang ini yang dijadikan responden untuk dikunjungi satu persatu mengadakan wawancara dengan panduan kuisioner sebagai alat bantuyang telah disiapkan sebelumnya dengan cara sensus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Keadaan perekonomian keluarga kelompok nelayan Dasengdi Kelurahan Sindulang Satu meliputi keadaan umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Wanita/istri kelompok nelayan Daseng paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SD sedangkan tanggungan keluarga paling banyak memiliki 1 – 3 orang tanggungan dalam keluarga. Peranan wanita/istri dalam mengatasi perekonomian keluarga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal, meliputi peran domestik yaitu memasak, membersihkan dan merapikan rumah, mengurus anak dan membantu suami, peran sosial dengan aktif dalam kegiatan kerohanian (ibadah kaum ibu) juga mengikuti arisan dan PKK, dan peran produktif wanita/istri kelompok nelayan daseng ada yang bekerja sebagai tukang cuci, membuka usaha warung dan berjualan. Semua peran istri sangat mendukung perekonomian keluarga nelayan kelompok Daseng. Kata Kunci: Peranan Wanita, Perekonomian Keluarga, Sindulang Satu
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN USAHA IKAN CAKALANG ASAP (FUFU) DI KELURAHAN SARIO UTARA KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Losoh, Alex Sandro; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Kotambunan, Olvie V.; Tumembouw, Sipriana S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v9i2.36914

Abstract

AbstractThe aims of this study were: to find out the profile of the seller of smoked skipjack tuna (fufu) in Sario Utara Village, Sario Subdistrict, Manado City, and to find out the public perception of the existence of smoked skipjack tuna (fufu) in Sario Utara Village, Sario District, Manado City.. Types and sources of data in this study using primary and secondary data.Sampling method is done by using purposive sampling method. The data analysis technique used is descriptive analysis.The profiles of sellers are 41-50 years old (40%), all of them are from Minahasa, Muslim and Protestant, most of them are married, have junior high and high school education and some only have elementary school. Family dependents of 1-2 people and the duration of being a smoked skipjack seller for 5-15 years in a day can sell a minimum of 50 flops. The results of sales in a day between Rp. 500,000 - 750,000.Consumer perceptions of smoked skipjack tuna (fufu) include a) Product elements are good, including product variety, product packaging, product durability, and product taste; b) The price element is also good, including the suitability of the price with the product obtained, the price level of the product (affordability of the price), the influence of price on purchasing decisions; and c) The element of place includes the level of strategic location (affordability of the location), and the physical appearance of the outlet Keywords: skipjack fufu; perception; Northern Sario AbstrakTujuan penelitian ini yaitu: mengetahui profil penjual ikan cakalang asap (fufu) di Kelurahan Sario Utara Kecamatan Sario Kota Manado, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan usaha ikan cakalang asap (fufu) di Kelurahan Sario Utara Kecamatan Sario Kota ManadoMetode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Jenis dan sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purpossive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Profil penjual berumur 41 – 50 tahun (40%), semuanya berasal dari Minahasa, beragama Islam dan Kristen Protestan, sebagian besar sudah menikah, berpendidikan SMP dan SMA dan ada juga yang cuma SD. Tanggungan keluarga 1 – 2 orang dan lamanya menjadi penjual ikan cakalang asap 5 – 15 tahun dalam dalam sehari bisa menjual minimal 50 jepit. Hasil penjualan dalam sehari antara Rp. 500.000 - 750.000.Persepsi konsumen terhadap usaha ikan cakalang asap (fufu) antara lain a) Unsur produk sudah baik, mencakup variasi produk, pengemasan produk, daya tahan produk, dan cita rasa produk; b) Unsur harga juga sudah bagus mencakup kesesuaian harga dengan produk yang diperoleh, tingkat harga produk (keterjangkauan harga), keterpengaruhan harga terhadap pengambilan keputusan membeli; dan c) Unsur tempat mencakup tingkat strategisasi lokasi (keterjangkauan lokasi), dan tampilan fisik outlet Kata Kunci: cakalang fufu; persepsi; Sario Utara
BAURAN PEMASARAN PADA BERBAGAI PRODUK PERIKANAN TANGKAP DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Onibala, Christian; Andaki, Jardie A.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38320

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to see how the implementation and marketing mix strategy for capture fisheries products in Bulutui Village, where marketing is carried out using a marketing mix system that uses 4P techniques, including: product, place, price and promotion. The plan for writing uses a descriptive qualitative approach. The method that will be used in this research is the survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through observation and interviews. Secondary data were obtained directly from the Bulutui Village government.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: 1) The business of collecting fish from the capture fisheries of Bulutui Village does apply the marketing mix method or Marketing Mix in its business, namely: (a) Products, Capture fisheries products from Bulutui Village are the catches of fishermen in the form of seafood; (b) Price, in terms of the price of fish, is determined by the type of fish and size, the selling price of fish at the fish holding place is different from that of fish brought to Manado because there are additional costs required for transportation; (c) The location for distribution is in Bulutui Village where the potential for capture fisheries is quite abundant; and (d) Promotion, fish catchers promote their products in two ways, among others: first, word of mouth marketing, secondly the Internet, marketing with this method has been widely used because it is simple and easy to do; 2) There are three marketing strategies for fishery products, namely: first, market segmentation. Based on the results of field observations, the marketing of capture fishery products can be divided into several segments, namely markets that are in the village area in general, Second, markets outside the Bulutui Village area, namely the location the market in Manado is like a heart market. The second is the marketing target, the capture fishery products of Bulutui Village cover all market segments (Full Market Coverage), meaning that producers will meet the demand from both market segments, namely the market in Bulutui Village and the market outside the village, namely the Manado Heart Market. Third Positioning, Positioning of capture fisheries products in Bulutui Village is carried out through two steps, namely: (a), fish reservoirs as producers always try to meet the demand for capture fisheries products. (b), producers always build a good image to consumers, that capture fisheries products from fishermen in Bulutui village are always in good condition. Keywords: capture fisheries, marketing mix, Bulutui AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan dan strategi bauran pemasaran pada produk perikanan tangkap di Desa Bulutui, dimana pemasaran dilakukan menggunakan sistem bauran pemasaran (Marketing Mix) yang menggunakan teknik 4P antara lain: product, place, price dan promotion. Rencana untuk penulisan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh langsung dari pemerintah Desa Bulutui.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: 1) Usaha penampung ikan hasil perikanan tangkap Desa Bulutui memang menerapkan metode bauran pemasaran atau Marketing Mix dalam usaha, yaitu: (a) Produk, Produk perikanan tangkap dari Desa Bulutui merupakan hasil tangkapan nelayan yang berupa hasil laut; (b) Harga, dari sisi harga ikan ditetapkan dari jenis ikan dan ukuran, harga jual ikan ditempat penampung ikan berbeda dengan ikan yang dibawah ke Manado karena ada biaya tambahan yang diperlukan untuk transportasi; (c) Tempat, untuk distribusi berada di Desa Bulutui dimana potensi perikanan tangkap cukup melimpah; dan (d) Promosi, penampung ikan mempromosikan produknya melalui dua cara, antara lain: pertama pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) yang kedua Internet, pemasaran dengan hal ini sudah banyak dilakukan karena caranya yang sederhana dan mudah untuk dilakukan; 2) Ada tiga strategi pemasaran produk perikanan yang dilakukan yaitu: pertama Segmentasi pasar, Berdasarkan hasil pengamatan hasil lapangan maka pemasaran produk perikanan tangkap dapat dibagi dalam beberapa segmen yaitu pasar yang berada berada dikawasan desa secara umum, Kedua, pasar luar daerah Desa bulutui yaitu lokasi pasar yang berada di Manado seperti pasar bersehati. Kedua adalah Target pemasaran, produk hasil perikanan tangkap Desa Bulutui meliputi seluruh segmen pasar (Full Market Coverage), artinya produsen akan memenuhi permintaan dari kedua segmen pasar, yaitu pasar yang ada di Desa Bulutui dan pasar yang berada di luar desa yaitu pasar bersehati Manado. Ketiga Positioning, Positioning produk perikanan tangkap Desa Bulutui dilakukan melalui dua langkah yaitu: (a), penampung ikan sebagai produsen selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan permintaan produk perikanan tangkap. (b), produsen selalu membangun image yang baik terhadap konsumen, bahwa produk perikanan tangkap hasil nelayan desa Bulutui selalu dalam kondisi yang bagus. Kata Kunci: perikanan tangkap, bauran pemasaran, Bulutui
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERAHU TAKSI PARIWISATA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA JIKO INDUK KECAMATAN MOTONGKAD KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Kunsiang, Andriano; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Kotambunan, Olvie V.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38475

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to financially analyze the taxi boat business tourism during the pandemic COVID-19 in Jiko Induk Village, whether it was profitable or not. The research method is a case study. Respondents in this study were the owners of a tourism taxi boat business in Jiko Induk Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through direct observation and interviews guided by a questionnaire that had been prepared in advance. Secondary data is data obtained indirectly, in the form of evidence, notes or reports that have to do with research. The analysis used is descriptive quantitative using financial analysis. The results of this study indicate that the price for individuals who use taxi boat services in Jiko Induk Village is Rp.35,000/person. The total profit from the taxi boat business in a day is Rp.735,000 and in a year the total profit is Rp.105,840,000. The total cost for one year is Rp.71,280,000. Operating Profit from this business is Rp.95,760,000. Total profit /net profit of Rp.34,560,000 so that the profit rate profit rate or obtained is 48.48%. With a net profit profitability ratio of 210.09%. The Balance Analysis or Benefit Cost Ratio has a BCR value of 1.48, meaning that this business is feasible to run. The sales BEP shows that the break-even point of the taxi boat business in Jiko Induk Village is Rp. 68,000,000 and the unit BEP is 278 trips that must be completed by Mr. Albert Loho so that the capital issued can be returned. The payback period for investment is 6 months. Thus the results of this study prove that the taxi boat business run by Mr. Albert Loho is feasible and profitable. Keywords: Financial Analysis; Tourism Taxi Boat; Jiko Induk AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara finansial usaha perahu taksi pariwsata pada masa pandemi covid-19 di Desa Jiko Induk menguntungkan atau tidak. Metode penelitian adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha perahu taksi pariwisata di Desa Jiko Induk. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial. Hasil penelitian ini menunjukan Harga untuk perorangan yang menggunakan jasa perahu taksi di Desa Jiko Induk yaitu Rp.35.000/orang. Total keuntungan dari usaha perahu taksi dalam sehari sebesar Rp.735.000 dan dalam setahun total keuntungannya sebesar Rp.105.840.000. Total cost selama satu tahun Rp.71.280.000. Operating Profit dari usaha ini sebesar Rp.95.760.000. Total keuntungan/Net profit sebesar Rp.34.560.000 sehingga profit rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 48,48%. Dengan rentabilitas ratio keuntungan bersih sebesar 210,09%. Analisis Imbang atau Benefit Cost Rasio memiliki nilai BCR sebesar 1,48 artinya usaha ini layak dijalankan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha perahu taksi di Desa Jiko Induk adalah Rp.68.000.000 dan BEP satuan yaitu 278 trip yang harus diselesaikan Bapak Albert Loho agar modal yang dikeluarkan dapat kembali. Jangka waktu pengembalian modal investasi selama 6 bulan. Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa usaha perahu taksi yang dijalankan oleh Bapak Albert Loho layak untuk dijalankan dan menguntungkan. Kata Kunci: Analisis Finansial; Perahu Taksi Pariwisata; Jiko Induk
MOBILITAS DAN ALIH STATUS NELAYAN SKALA KECIL DI PROVINSI SULAWESI UTARA (Mobility and Status Exchange of Small Scale Fishermanin North Sulawesi Province) Victoria E. N. Manoppo; Domu Simbolon; Rudy C. Tarumingkeng; Victor P. H. Nikijuluw
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

North Sulawesi’s fisherman still predominated by traditional fisherman with small scale industry. This condition can trigger traditional fisherman perform a mobilization to get result of which is more to place/other area, because arrest its own region have been predominated by big scale fishermen. With condition of fisherman as elaborated above, hence require to be studied systematic and comprehensive related to Mobility and status Exchange of Small Scale Fisherman in North Sulawesi Province. Target of Research are: (1) Identifying fisherman mobility status in North Sulawesi Province., (2) Mapping factors/component having an effect on to mobility work of fisherman. Mapping resulted from impact mobility work of fisherman. Time and place of this research is conducted during 6 months, namely January 2011 up to June 2011. Research conducted in Province Sulawesi North, and intake of primary data focused at coastal countryside. Intake of sample determined by some example of region having the effort fishery catch able to deputize entire population exist in research region. Intake of fisherman household example conducted by withdrawal of random example "clustery" and is high rise (multi-stages). Type and Source Data Pursuant to target of research to reach, hence data which collected in this research consist of two type, that is: primary data and of secondary data. Analyze data which used in this research are: (1)  Descriptive Qualitative Analysis; (2) Analysis of SEM. Fisherman in North Sulawesi Province do mobility either through geographical and or work, mentioned on the basis of some consideration. As for geographical transfer of arrest area location to neighbor countryside, while transfer of work is transfer of fisherman become the non fisherman. Result of analysis of SEM mapping factors/component having an effect on to mobility work fisherman and map resulted from impact is mobility work fisherman.  Key words: mobility, small-scale fishermen, status exchange, and SEM
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN SOMA PAJEKO DI KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD SULAWESI UTARA Siska Salatan; Victoria E. N. Manoppo; Suria Darwisito
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.577 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v13i1.6851

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menentukan strategi pemberdayaan masyarakat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu Kabupaten kepulauan Talaud. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Analisis SWOT mempertimbangkan faktor lingkungan internal kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses). Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat yang paling tepat diterapkan untuk nelayan soma pajeko yaitu (1). Pembangunan/pengoperasian sarana prasarana usaha perikanan, 2) Memberikan akses modal pengembangan usaha, 3) Pendekatan akses perbankan 4) Kebijakan distribusi BBM khususnelayan 5) Pelatihan pengolahan ikan pasca panen, dan 6) Adanya diversifikasi pekerjaan pada nelayan disaat cuaca buruk/ tidak melaut.Title: Strategy for Empowering Purse Seine Fisher’s Community in the Salibabu District of Talaud Islands Regency, North Sulawesi ProvinceABSTRACTThis research aims to determine the empowerment strategy of Purse Seine fisher’s in Salibabu sub district of Talaud Regency. Data were analyzed using SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). SWOT analysis considers the strength and weakness of internal environmental factor. This analysis is constructed upon logical comprehension to maximize the strengths and opportunities, but simultaneously minimize the weaknesses and threats. Results of the research suggests the most applicable empowerment toward Purse Seine fishers are: (1). development/operation of fishery infrastructure, (2) acces to business capital, (3) approach to banking access (4) distribution of fishery fuel policy (5) Post-harvest fish processing training, and; 6) Alternative income for the fishers during bad weather.
MONITORING DAN EVALUASI LOKASI PENYELAMAN PULAU BUNAKEN TAMAN NASIONAL BUNAKEN KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Alfret Luasunaung; Victoria Manoppo; Joshian N.W. Schaduw
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 14 No 2 (2015): Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, Volume 14 Nomor 2, Se
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.176 KB) | DOI: 10.21009/spatial.142.01

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status ekologi daerah penyelaman (dive spot) serta merumuskan strategi yang cocok untuk pengelolaan dan upaya pelestarian terumbu karang, ikan karang dan biota laut secara berkelanjutan pada kawasan penyelaman di perairan Pulau Bunaken. Metode yang digunakan adalah teknik LIT (Line Intercept Transect), dan menganalisis persentase total tutupan karang menggunakan formulasi Gomez and Yap (1978). Hasil [penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi lokasi penyelaman di Pulau Bunaken masih dalam kategori baik, akan tetapi terdapat indikator menurunnya kualitas terumbu karang dari tahun ke tahun, serta meningkatnya sampah yang masuk ke perairan Pulau Bunaken. Kata kunci : Evaluasi; Monitoring; Terumbu Karang; Bunaken
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING ULUR DI DESA PAPUTUNGAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Henli Joroh; Jeanette F. Pangemanan; Olvie V. Kotambunan; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i2.44007

Abstract

Paputungan Village is one of the coastal villages where the average population works as fishermen and most of them are traditional fishermen. Until now, hand line fishermen in Paputungan Village can survive with the fishermen's socio-economic conditions. This shows that they still exist even though they only use traditional fishing gear, based on this it is my concern to conduct research on the socio-economic conditions of hand line fishermen in Paputungan Village. The purpose of this study was to examine the socio-economic conditions of Pancing Ulur fishermen in Paputungan Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. The research method used is survey, data collection is carried out by observation, namely direct observation in the field. The population in this study were fishermen who used handlines in Paputungan Village totaling 32 handline fishermen. For sampling, purposive sampling is done, namely the sampling is chosen deliberately so that the required data can be achieved. Samples were taken as many as 16 hand line fishermen. The results showed the social conditions of Pancing Ulur fishermen in Paputungan Village as follows: In terms of age, 16 to 65 years there were 15 people with a percentage of 93.75%, aged > 65 years there was 1 person with a percentage of 6.255%. Education shows that fishermen in Paputungan Village have the highest Junior High School (SMP) education with a percentage of 56.25%; The condition of residence shows that fishermen in Paputungan Village already have semi-permanent houses with a percentage of 100%. The number of family dependents is 1 3 people with the highest percentage of 68.75%. The duration of being a fisherman is more than 20 years with a percentage of 43.75%. The fishing rods owned by the fishermen in Paputungan Village are their own. Initial capital of Rp. 10,000,000 Rp. 15,000,000/year with a percentage of 43.75% and Rp. 16,000,000 Rp. 25,000,000 with a total presentation of 56.25%. the largest investment cost spent on the purchase of a Pelang boat was Rp. 15,000,000 with a percentage of 83.33% of the total investment cost and the smallest cost for the purchase of a Katinting engine was Rp. 3,000,000, - with a percentage of 16.67%. From the research results, the investment cost of fishermen in Paputungan Village is their own capital and does not borrow from the bank.   Keywords: Fishing Line, Paputungan Village, Socio-Economic   ABSTRAK Desa Paputungan merupakan salah satu desa pesisir yang rata-rata penduduknya bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Sampai saat ini nelayan pancing ulur (Hand Line) Desa Paputungan bisa bertahan hidup dengan kondisi sosial ekonomi nelayan. Hal ini menunjukan bahwa mereka tetap eksis walaupun hanya menggunakan alat tangkap yang masih tradisional, berdasarkan hal inilah yang menjadi perhatian saya untuk mengadakan penelitian tentang kondisi sosial ekonomi nelayan pancing ulur di Desa Paputungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi nelayan Pancing Ulur di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Metode Penelitian yang digunakan adalah Survei, Pengumpulan data dilakukan secara observasi yaitu pengamatan langsung dilapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Paputungan berjumlah 32 nelayan pancing ulur. Untuk pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pengambilan sampel di pilih secara sengaja agar supaya data yang dibutuhkan bisa tercapai. Sampel di ambil sebanyak 16 nelayan pancing ulur. Hasil penelitian menunjukan kondisi sosial nelayan Pancing Ulur di Desa Paputungan sebagai berikut: Dari segi umur, 16 – 65 tahun ada 15 orang dengan persentase 93,75%, yang berumur > 65 tahun ada 1 orang dengan persentase 6.255 %. Pendidikan menunjukan bahwa nelayan di Desa Paputungan memiliki pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbanyak dengan persentase 56,25%; Keadaan tempat tinggal menunjukan bahwa nelayan di Desa Paputungan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan persentase 100%. Jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1 – 3 orang dengan persentase terbanyak 68,75%, Lamanya menjadi nelayan sudah lebih dari 20 tahun dengan persentase 43,75%. Alat pancing ulur yang dimiliki oleh nelayan Desa Paputungan adalah milik sendiri. Modal awal Rp.10.000.000 – Rp.15.000.000/Tahun dengan persentase 43,75 % dan Rp.16.000.000 – Rp.25.000.000 dengan jumlah presentasi 56,25%. Biaya investasi yang paling besar dikeluarkan untuk pembelian perahu Pelang sebesar Rp.15.000.000 dengan persentase 83,33% dari total biaya investasi dan biaya paling kecil untuk pembelian mesin Katinting sebesar Rp.3.000.000 denagn persentase 16,67%. Dari hasil penelitian biaya investasi nelayan Desa Paputungan adalah modal sendiri dan tidak meminjam dari Bank.   Kata Kunci: Pancing Ulur, Desa Paputungan, Sosial Ekonomi
Co-Authors Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Alvon Jusuf, Alvon Arif, Erika Aswan Thamin Bataragoa, Nego Elvis Bawolye, Noviana Bigbraian Talu Binei, Maria Biso, Jemi Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Buton, Hardin Buton, Husni Christian R. Dien Christian R. Dien Christian R. Dien Christianzen Veron Imanuel Andaki Daisy Monica Makapedua Dawaso, Agri Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dietrys Maria Mangaro Diyata, Nolfin Djuwita R. R. Aling Djuwita R.R. Aling Djuwita R.R. Aling Domu Simbolon Durand, Swenekhe S. Edwin D Ngangi Edwin Tindige Esgit Pangidunan Esha Pinkan Manurapon Esry T. Opa Feicy Sentya Bagunda Florence V. Londong, Florence V. Florence V. Longdong Florence V. Longdong Fransisco Magofa Gea, Fotarius Grace O. Tambani Grace O. Tambani Hardiansyah Djunaidi Henli Joroh Henneke Pangkey Imanuella, Evanda Inneke F. M Rumengan Ixchel F Mandagi Jamin, Lasrin Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jeane Frani Saruwaba Jeanette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. Jefri Jojobo, Jefri Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Kahumata, Sheren W. Kalahatu, Gruimaldy Kharie, Wandi Rivandi Konore, Gabrila Kunsiang, Andriano Lexy K. Rarung Losoh, Alex Sandro Makaluas, Marselino M. Makapedua, Daisy M. Malalantang, Sjenny S. Mamangkey, Noldy G.F Mangaluk, Anastasya S. Manompato, Marcelino A. Mantiri, Desy M. H Martha P Wasak, Martha P Martha P. Wasak Masengi, Akira W. R. Masengi, E. I. K.G. Masengi, K.W.A Masengi, Novita Mega Kereh Misyel Margaretha Naalinsong Mokoagow, Nelawati Ngangi, Aldiano F.S Nistiarni Zebua Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf, Nurdin Olvie V. Kotambunan Onibala, Christian Otniel Pontoh Pananginan, Elshaday C. Patrisia Hurup Rambebuoch, Arvi M. Ridwan, Adriansyah Rompis, Kevin M. Rondonuwu, Rendi Rudy C. Tarumingkeng Rumengan, Antonius Petrus Rumimpunu, Agus Salatan, Siska Sandra Tilaar Sarah Safitri` Ramadhany Sasue, Jecky Shalomika Rompis Sinjal, Chatrine A. Sipriana S. Tumembouw Siska Salatan Siti Suhaeni Siti Suhaeni, Siti Soleman, Arafat Sondakh, Srie J. Soputan, Stevaldo J.M. Srie J. Sondakh Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Sukmawati Potabuga Suria Darwisito Suria Darwisito, Suria Swenekhe S. Durand Takahipe, Teofianus A. Tegila, Garry Untu, Cristalla Valentino Nelson Lumi, Valentino Nelson Victor P. H. Nikijuluw Vonne Lumenta Wakerkwa, Tion Walalangi, Hizkia N. Wasak, Martha Wulur, Stenly Wurangian, Yohanes R. Yusuf, Andriyanto Zalukhu, Augusman Zebua, Angel S.G.