Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI MATRIKS ASAL DAN TUJUAN PENUMPANG BUS BRT RUTE MOJOKERTO- SURABAYA Salim, Ricardo; Cahyono, M. Shofwan Donny; Intan, Reynaldo Pratama; Norman Ray
Jurnal Anggapa Vol 4 No 1 (2025): ANGGAPA Volume 3 No 1 April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i1.826

Abstract

Dengan bertingkatnya jumlah penduduk kota Surabaya,Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik tingkat mobilisasi juga meningkat seiring berjalannya waktu. Angkutan umum sebagai bagian dari sistem transportasi umum merupakan bagian yang sudah tak terelakkan dari dunia masyarakat. Masyarakat memerlukan sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya yang nyaman dan teratur agar tidak menghambat pergerakan. Transjatim merupakan salah satu sistem layanan transportasi berupa bus transit pada jaringan antar kota di Jawa Timur. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui tendensi pergerakan penumpang transjatim koridor I Sidoarjo-Surabaya-Gresik, koridor II Surabaya - Mojokerto dengan kapasitas 20 tempat duduk dengan load factor 80-100%, mengetahui matriks asal tujuan subjek penelitian, serta mengetahui apakah ada perbedaan diantara populasi bus trans jatim. Metode penelitian dilakukan dengan cara terlibat langsung di lapangan, survei langsung dalam setiap halte pada semua koridor tersebut untuk mendapat data yang diperlukan seperti asal naik penumpang dan tujuan yaitu dimana setiap penumpang turun dari trans jatim.
Analisis Metode Perbaikan Pondasi Bendungan Di Tinjau Dari Segi Biaya Dan Waktu (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang) Siswadi, Siswadi; Donny Cahyono, Muhammad Shofwan; Ray, Norman; Hidayawan, Ahmad
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v5i02.1518

Abstract

Pondasi merupakan elemen krusial dalam struktur bendungan karena berperan langsung terhadap stabilitas dan keamanan jangka panjang bendungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode perbaikan pondasi bendungan dari segi efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan, dengan studi kasus pada proyek Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil investigasi geologi, ditemukan bahwa pondasi terdiri dari lapisan kolluvial dengan daya dukung yang rendah dan potensi deformasi tinggi. Dua metode perbaikan dianalisis, yaitu penggantian tanah dengan material batuan berkualitas dan perbaikan permukaan pondasi menggunakan dental beton serta metode Roller Compacted Concrete (RCC). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GeoStudio (Sigma/W, Slope/W, Seep/W) untuk mengevaluasi deformasi vertikal (settlement), daya dukung tanah, dan stabilitas lereng. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa perbaikan, faktor keamanan pondasi tidak memenuhi syarat (FS = 1,32 < 1,5) dan terjadi penurunan diferensial hingga 20 cm, yang berisiko menyebabkan kebocoran pada zona inti bendungan. Setelah dilakukan perbaikan, kondisi pondasi menunjukkan peningkatan signifikan pada daya dukung dan kestabilan. Analisis biaya dan waktu menunjukkan bahwa metode RCC memberikan efisiensi pelaksanaan lebih tinggi dibandingkan metode dental beton.
Analisis Perbandingan Efisiensi Struktur Baja Wide Flange dengan Honeycomb pada Proyek Pembangunan Ballroom Whiz Trawas di Mojokerto Palese, Kevin Geraldy; Cahyono, Muhammad Shofwan Donny; Intan, Reynaldo Pratama
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.850

Abstract

Perkembangan konstruksi bangunan bentang lebar menuntut penggunaan elemen struktur yang efisien dari segi kekuatan, berat, dan biaya. Penelitian ini membandingkan efisiensi struktur baja profil Wide Flange (WF) dan Honeycomb pada proyek pembangunan Ballroom Whiz Trawas, Mojokerto, dengan fokus pada kekuatan lentur, berat total, dan biaya material. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pemodelan strukturmenggunakan perangkat lunak SAP2000 dan perhitungan manual berdasarkan standar SNI 1729:2020 dan ASCE 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil Honeycomb mampu mengurangi berat struktur tanpa mengorbankan kekuatan lentur secara signifikan. Namun, dari segi kapasitas lentur dan kemudahan pemasangan, profil WF tetap unggul. Evaluasi efisiensi biaya menunjukkan bahwa Honeycomb lebih ekonomis dalam kondisi tertentu. Penelitian ini memberikan masukan praktis bagi perencana dan pelaksana konstruksi dalam memilih profil baja yang optimal untuk struktur bentang lebar.
Optimalisasi Biaya dan Waktu Proyek Konstruksi Pada Pembangunan Kantor Cabang BRI Soma Opu Makassar-Sulawesi Selatan Barotho, Adjie; Cahyono, Muhammad Shofwan Donny
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.852

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, keterlambatan waktu dan pembengkakan biaya sering kali menjadi masalah yang sulit dihindari. Penelitian ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik dalam mengoptimalkan waktu dan biaya pada proyek pembangunan Kantor Cabang BRI Somba Opu – Makassar. Metode Time Cost Trade Off (TCTO) digunakan untuk melihat alternatif percepatan pekerjaan yang paling efisien dan tetap ekonomis.Data yang dianalisis meliputi durasi proyek, biaya langsung dan tidak langsung, serta beberapa skenario percepatan, seperti penambahan jam kerja lembur dan penambahan tenaga kerja. Proses analisis dilakukan dengan menentukan jalur kritis menggunakan dengan bantuan program microsoft project, lalu dibandingkan efisiensi waktu dan biaya dari masing-masing alternatif percepatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan dengan penambahan tenaga kerja mampu mempercepat proyek dari 540 hari menjadi 508 hari, atau setara dengan efisiensi waktu sebesar 5,93%, dengan tambahan biaya yang relatif kecil, yaitu hanya 0,08%. Sementara itu, metode lembur juga cukup efektif dengan efisiensi waktu 5,19% dan efisiensi biaya 0,29%. Berdasarkan perbandingan keduanya, penambahan tenaga kerja menjadi alternatif yang paling optimal karena mampu menekan waktu secara signifikan dengan biaya tambahan yangsangat minim.