Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tarif Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Kelas Ekonomi Jurusan Surabaya - Malang Dengan Metode Pacific Consultant International (PCI) Studi Kasus : Terminal Purabaya Bungurasih - Terminal Arjosari Chien Alexandro Tantry; Muhammad Shofwan Donny Cahyono
Jurnal Anggapa Vol 1 No 1 (2022): ANGGAPA April 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Tarif Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Kelas Ekonomi Jurusan Surabaya – Malang Dengan Metode Pacific Consultant International (PCI), Chien A.Y Tantry, Jemursari. Angkutan penumpang umum dengan jenis kendaraan bus merupakan salah satu pilihan utama di wilayah antar kota di Indonesia. Fungsi utama dari angkutan umum adalah sebagai angkutan yang mengangkut pergerakan masyarakat untuk menjalankan aktifitas sehari-harinya. Kota Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur terus mengalami pertumbuhan dan pergerakan yang sangat pesat. Dengan kondisi seperti ini, tingkat perjalanan yang terjadi di Surabaya cukup tinggi. Dalam proses distribusi barang dan penumpang, kota Surabaya terhubung dengan kota-kota lain di Indonesia, salah satunya adalah kota Malang, Jawa Timur. Banyak orang yang melakukan perjalanan dari Surabaya ke Malang sehingga perlu adanya penelitian mengenai tarif bus ekonomi dengan jurusan Surabaya-Malang. Namun, pada saat ini negara kita telah mengalami dampak dari penyakit menular yaitu covid 19 terutama di Jawa Timur, hal ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat terutama penyediaan transportasi umum seperti bus penumpang yang mengalami penurunan omset pendapatan. Pada saat ini bus surabaya malang masih tetap beroperasi namun masyarakat yang akan naik transportasi bus penumpang tidak perlu khawatir dikarenakan dari PO bus yang disurvey telah memenuhi standart SOP dari pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ATP dan WTP, besar biaya operasional menggunakan metode PCI, dan besaran tarif batas atas dan batas bawah bus. Pengumpulan data dilakukan di Terminal Purabaya dan Terminal Arjosari. Didapatkan 355 hasil survey penumpang di kedua terminal dan diperoleh data penunjang untuk menghitung besarnya biaya operasional kendaraan. Data tersebut akan di susun di excel dan dilakukan analisa. Hasil perhitungan BOK diperoleh nilai batas bawah sebesar Rp 9.055 dan batas atas sebesar Rp 13.123. Perhitungan BOK dengan metode Pacific Consultant International diketahui nilai BOK yang ideal pada kecepatan 43 km/jam yaitu sebesar Rp 7.653.436. Nilai ATP atau kemampuan penumpang untuk membayar yaitu sebesar Rp 15.038. Nilai WTP atau kemauan penumpang untuk membayar yaitu sebesar Rp 12.121. Nilai ATP lebih besar daripada nilai WTP sehingga kondisi ini disebut Choiced Riders.
Perbandingan Analisis Struktur Atas Gedung 16 Lantai Berdasarkan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019 dengan SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2012 Yosef Sumantri; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono
Jurnal Anggapa Vol 1 No 1 (2022): ANGGAPA April 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan bangunan seperti apartemen memerlukan beberapa kriteria seperti kekuatan struktur, ekonomis, fungsional dan memiliki nilai estetika. Perancangan bangunan vertikal harus berdasarkan ketetapan standar yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan perkembangan teknologi dalam pembangunan di era modern ini, maka terbentuk ketentuan SNI yang baru dimana belum semua pihak menggunakannya sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil desain struktur menggunakan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019 dengan hasil perhitungan struktur bangunan dari SNI 2847-2013 dan 2847-2019. Subjek penelitian ini diatur dalam “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton dan Bangunan Tahan Gempa”. Adapun permasalahan yang ditemukan diantaranya: bagaimana hasil perhitungan struktur, balok, kolom, plat dan dinding geser bangunan gedung apartmen menggunakan SNI 1726-2019 dan SNI 2847-2019 dan hasil perbandingan desain struktur dengan SNI 2847-2019 dan SNI 2847-2013. Penelitian ini menggunakan metode program bantu analisis SAP 2000 dimana hasil outputnya digunakan untuk menghitung tulangan yang digunakan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai SS dan SD1 antara peta gempa SNI 1726-2019 dan SNI 1726-2012, hasil akhir elemen struktur pada sama dengan dimensi pada Preliminary Design, dan terdapat perbedaan hasil desain SNI 2847-2019 dengan SNI 2847-2013.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH S di SURABAYA BARAT Studi Kasus : Sekolah S – Surabaya Barat Jovan Sebastian; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Pembangunan proyek konstruksi sering terjadi penggunaan biaya yang tidak efisien. Pada pembangunan sekolah S di Surabaya Barat membutuhkan biaya sebesar Rp. 70,186,189,670 atau Rp. 31.902.813/m2. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi terhadap biaya yang sudah direncanakan. Metode yang dilakukan adalah Value Engineering dengan 6 tahap, yaitu: tahap informasi, tahap analisis fungsional, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembagan dan tahap pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penghematan biaya sebesar 1.57% dari biaya total proyek setelah dilakukan Value Engineering. Rekomendasi penggantian material pekerjaan lantai dan salut dinding dari lantai granit menjadi lantai keramik 30 x 30 memberikan penghematan sebesar Rp 903.617.729 (52 %) dari total biaya pekerjaan. Rekomendasi Pekerjaan Pasangan dan Plesteran dari Dinding Bata Merah menjadi Dinding Batako Semen memberikan penghematan sebesar Rp. 200.787.271 (32 %) dari total biaya pekerjaan.
Evaluasi Kinerja Kapasitas Parkir Dan Kebutuhan Ruang Parkir Di Masjid Al-Ikhlas Kota Malang Christian Yusak Yosua Setlight; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan masjid pada umumnya merupakan salah satu perwujudan aspirasi umat Islam sebagai tempat ibadah yang menduduki fungsi sentral.Mengingat fungsinya yang strategis, maka perlu dibina sebaik-baiknya, baik segi fisik bangunan maupun segi kegiatan pemakmurannya. Banyaknya pengunjung di siang hari maupun momen keagamaan Islam dan jauhnya lahan parkir membuat pengunjung malas parkir di tempat yang disediakan dan memilih untuk parkir di badan jalan Raya Langsep yang dekat dengan lokasi. Hal ini menyebabkan jalan yang disediakan menjadi lebih sempit dari sebelumnya sehingga hal tersebut membuat Jalan Raya Langsep menjadi macet dikarenakan banyaknya pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode penulisan kualitatif dengan menganalisis dan membandingkan dua sumber data yang dikumpulkan penulis. Data tersebut adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisis data, hasil dari penelitian ini menemukan bahwa penataan pola parkir dalam Masjid Al Ikhlas terbagi menjadi dua macam yaitu on street parking dan off street parking, kapasitas ideal untuk ruang parkir masjid juga terbagi menjadi dua yaitu untuk mobil dan motor, dan pola parkir yang ideal untuk Masjid Al Ikhlas adalah pola parkir parkir tingkat seperti yang berada di mall atau supermarket agar kebutuhan parkir terpenuhi.
Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Persimpangan Pasar Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Handri Denziger Wijaya S; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu; Leonardus Setia Budi Wibowo
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada persimpangan tak bersinyal kemampuan pelayanan jalan sangat tergantung dari kemampuan ruas jalan dan persimpangan. Namun kapasitas jalan lebih dipengaruhi oleh kapasitas persimpangan, sehingga daerah persimpangan sering terjadi konflik arus lalu lintas. Kabupaten Magetan Jawa Timur pada persimpangan 4 Lengan jalan Sarangan dengan jalan Karangudi. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode MKJI 1997. Pengambilan data di mulai hari Senin s/d Minggu dengan waktu 24 jam perhari. Dengan pencatatan selama 7 (tujuh) hari yang jumlah personil berjumlah 4 (empat) orang. Berdasarkan hasil analisa maka kinerja dari persimpangan untuk lengan A dan C dalam kondisi tidak baik, sebaliknya untuk lengan B dan D yang ditinjau sudah tidak dalam kondisi baik, adapun lengan A menunjukan ruas pada jalan Sarangan dan lengan C menunjukan ruas jalan Karangudi, dan dimana lengan B menunjukan ruas jalan P.s Wage dan lengan D menunjukan ruas jalan Sidomukti, yang menurut metode MKJI (1997) kapasitas dasarnya adalah 2900 smp/jam untuk persimpangan sebidang 4 Lengan dengan kapasitas (C) lengan A = 2992 smp/jam, lengan B = 2164 smp/jam, lengan C = 3117 smp/jam, lengan D = 2623 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) A = 0,46, B = 0,79, C = 0,13 dan D = 0,61. tundaan setiap simpang (D) A = 8,90 det/smp, B = 12,12 det/smp, C = 5,74 det/smp,dan D = 10,37 det/smp. Untuk kelancaran arus lalu lintas pada persimpangan jalan tersebut khususnya jalur belok kanan pada jalan utama sering terjadinya konflik, serta kendaraan yang melambat dan juga menggunakan lokasi parkir pada persimpangan jalan. Agar para pemakai jalan dapat mengetahui fasilitas jalan hendaknya diberi tanda rambu larangan parkir/larangan berhenti di persimpangan sebagai rambu jalan.
Analisis Struktur Gedung 7 Lantai Menggunakan Variasi Beton Mutu Normal Dan Beton Mutu Tinggi Pada Universitas “X’’ Di Surabaya Ainur Ridho Pramesta; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu; Reynaldo Pratama Intan
Jurnal Anggapa Vol 2 No 1 (2023): ANGGAPA April 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat pada bangunan gedung bertingkat tinggi. Dalam suatu pembangunan sebuah gedung, material beton sangatlah penting untuk proses pembangunan. Karena beton adalah material utama untuk mendirikan gedung. Maka perencanaan dalam pemakaian mutu beton pun harus diperhatikan dan diperhitungkan. Untukmengetahui efisiensi dan kekuatan dari mutu beton tersebut. Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis perbandingan antara beton mutu normal dan beton mutu tinggi. Penulis disini menggunakan software SAP 2000 dan SP Column. Dari hasil penelitian ini, saat bangunan gedung Universitas “X” menggunakan beton mutu tinggi, ukuran kolom bisa lebih langsing menjadi 450 x 450 mm, jika menggunakan beton mutu normal 600 x 600 mm. Untuk ukuran baloknya juga lebih langsing yaitu 250 x 400 mm, jika menggunakan beton mutu normal sebesar 300 x 600 mm. Saat menggunakan beton mutu tinggi, efisiensi dimensi kolomsebesar 43.74 %, balok sebesar 44..44 %, plat atap sebesar 20.83 % dan plat lantai sebesar 20.85 %
Analisis Manajemen Konstruksi Proyek Pada Pembangunan Gudang Baja Di Kenjeran, Surabaya Wilson Suryawan; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu; Norman Ray
Jurnal Anggapa Vol 2 No 1 (2023): ANGGAPA April 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi kerap kali mengalami masalah jika manajemen konstruksi dalam proyek tersebut tidak direncanakan dengan baik. Manajemen konstruksi yang baik diperlukan untuk mengoptimalisasi jadwal dan juga biaya agar didapatkan penjadwalan yang tepat waktu dan juga biaya yang optimal. Penjadwalan yang optimal dari segi optimasi hubungan antar aktivitas serta resources yang tersedia serta dengan mengoptimalisasi biaya dapat menjadi kunci untuk mendapatkan realisasi proyek konstruksi yang baik. Analisis Manajemen konstruksi dilakukan pada proyek pembangunan gudang baja di Kenjeran guna mengetahui waktu dan biaya optimum. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder serta tinjauan pustaka tentang metode optimasi pada penjadwalan proyek konstruksi. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan optimasi dengan bantuan aplikasi Ms.project, dengan menginput data yang berupa uraian kegiatan, analisa biaya peraktivitas, jumlah resources yang dibutuhkan, volume akvitas serta membuat hubungan antar akvititas. Dengan melakukan penambahan tenaga kerja serta menekan durasi dan juga merubah hubungan antar akvitias, manajemen konstruksi pembangunan gudang baja di Kenjeran dapat menjadi lebih optimal, dengan durasi awal 148 hari dan biaya awal Rp 709.872.500 dan durasi setelah optimasi menjadi 117 hari dengan biaya setelah optimasi terjadi pengurangan biaya sebesar Rp 133.158.548
EFEK PERLAKUAN PEMANASAN DALAM PROSES PENGERINGAN BATA RINGAN YANG DIBUAT DARI BAHAN ALTERNATIF KOMBINASI LUMPUR LAPINDO DAN SEKAM PADI Wahyu Trifadil Paroipo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Dermawan Zebua
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v2i2.82

Abstract

Salah satu jenis bata ringan yang beredar di pasaran adalah bata ringan Celullar Lightweight Concrete (CLC). Bata ringan CLC adalah beton selular (berpori) yang mengalami proses curing secara alamiah. Komposisi bata ringan CLC antara lain : pasir, semen, air, dan foaming agent (penghasil busa). Selain lebih ringan, kuat tekan Celular Lightweight Concrete beragam, berkisar antara 1,5 sampai lebih dari 3,0 MPa tergantung densitasnya (http://bataringan.co.id). Kuat Tekan CLC ini masih dianggap rendah sehingga CLC lebih banyak digunakan pada dinding non struktural. Dalam penelitian ini pembuatan bata ringan menggunakan bahan alternatif kombinasi lumpur Lapindo dan abu sekam. Ditemukan rumusan masalah agar lumpur lapindo dan sekam padi bisa menambah kekuatan dari bata ringan, pengaruh proses pemanasan dalam teknik pembuatan bata riingan dan bata ringan yang dihasilkan sesuai standar SNI-0349:1989. dengan tujuan dan manfaat untuk mengurangi dan memanfaatkan penggunakaan limbah lumpur lapindo dan abu sekam, mengetahui pengaruh proses pemanasan alami dan oven terhadap kualitas bata ringan dan mengetahui data proses dan komposisi bahan bata ringan. penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan membuat bata ringan melalui teknik teknik Celullar Lightweight Concrete (CLC) dengan ukuran sesuai cetakan beton yang ada di Laboratorium Teknik Sipil. berdasarkan analisa data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan bahan alternatif komposisi bahan lumpur lapindo dan abu sekam dapat digunakan sebagai pembuat abata ringan dengan kualitas golongan II menurut SNI SNI-0349:1989
STUDI ANALISIS PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEMBANGUNAN HOTEL AGAPE DI KOTA MEDAN Abel Hasudungan Gultom; Leonardus Setia Budi Wibowo; M Shofwan Donny; Yoanita Eka Rahayu
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v2i2.87

Abstract

Kebutuhan suatu perusahaan untuk meningkatkan mutu dari suau produk atau jasa serta kepuasan pelanggan semakin besar akibat terbukanya perdagangan bebas di era globalisasi. Namun dalam prosesnya seringkali timbul berbagai maalah yang dapat dirangkum sebagai masalah dana atau biaya. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya masalah-masalah yang timbul lebih dikembangkan lagu menjadi sesuatu yang dapat disebut biaya yang tidak diperlukan (unneccessary cost) dalam suatu proyek konstruksi. Dari hasil penelitian dengan metode studi kasus maupun melalui pengamatan, diketahui bahwa metode VE (Value Engineering) dapat menghemat biaya dari suatu proyek. Meskipun terjadi perubahan atau penggantian komponen dalam melakukan metode tersebut, namun dari aspek kualitas hal tersebut juga menjadi perhatian. Jadi metode VE bukanlah suatu usaha menghemat dengan hanya mengganti komponen menjadi lebih murah dan bukan pula suatu usaha mengoreksi desain. Dalam karya ilmiah penulis ini, penulis menerapkan metode VE pada studi kasus proyek pembangunan Hotel Agape yang berada di Kota Medan. Ada beberapa rumusan masalah seperti item yang dapat di VE pada proyek tersebut, alternatif apa yang digunakan pada metoede VE serta besar penghematan yang terjadi setelah diterapkannya VE pada proyek pembangunan Hotel Agape. Pada penerapan VE diperoleh 2 item yang dapat di VE yakni Dinding dan Lantai dengan total penghematan dari biaya awal mencapai 50% dari biaya awal, sehingga dapat kesimpulan untuk rekomendasi VE pada studi kasus proyek pembangunan Hotel Agape di Kota Medan.
PENINGKATAN RUAS JALAN KOMODO DENGAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DI KABUPATEN MANGGARAI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Yuvensius Keni Bala Domi Nuhan; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu; Leonardus Setia Budi Wibowo
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 6 No 1 (2022): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2022
Publisher : Universitas Widya Kartika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian untuk meningkatkan perkerasan jalan dari perkerasan lentur ke perkerasan kaku pada ruas Jalan Komodo Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi eksisting jalan ini sekarang masih menggunakan aspal tetapi jika dilihat secara langsung, sudah mulai banyak terbentuk lubang – lubang kecil dan beberapa bagian jalan lapisan aspalnya mulai terkikis. Peningkatan jalan ke perkerasan kaku dilakukan agar jalan bisa menjadi lebih kuat, awet dan kokoh. Bahan dasar beton dan semen memberi kekuatan lebih sehingga beban berat dari kendaraan akan dialirkan secara merata dan juga perkerasan kaku bisa lebih tahan air dibandingan aspal. Perencanaan perkerasan kaku pada ruas Jalan Komodo ini berdasarkan Pd T 14 2003 dan juga MKJI 1997 sebagai acuan untuk menganalisa lalu – lintas. Hasil akhir dari penelitian ini diperoleh tebal perkerasan sebesar 240 mm, tulangan memanjang d-12 dengan jarak 200 mm, tulangan melintang d-12 dengan jarak 300 mm, dowel /ruji d-36 mm dengan panjang 450 mm dan tie bar d-16 dengan panjang 700 mm. Selain itu dalam perencanaan peningkatan ruas jalan ini direncanakan juga dengan saluran drainase dan diperoleh perencanaan saluran drainase berbentuk persegi dengan lebar sebesar 1,4 m dan tinggi sebesar 1 m.