Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM NOTARIS TERHADAP PENGGUNAAN KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KREDIT DITINJAU DARI ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK Firdayanti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini meneliti tentang pertanggungjawaban hukum notaris terhadap penggunan klausula baku dalam perjanjian kredit ditinjau dari asas kebebasan berkontrak. Rumusan masalah dalam penelitian ini pertama, bagaimana kedudukan penggunaan klausula baku ditinjau dari asas kebebasan berkontrak. Kedua, bagaimanakah pertanggungjawaban hukum notaris dengan penggunaan klausula baku dalam perjanjian kredit bank. Jenis penelitian ini menggunakan jenis peneitian yuridis normatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan guna menganalisis bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil dari penelitian ini terbagi menjadi dua hal yang pertama, penggunaaan klausula baku selama ini belum diatur secara tegas dan pasti dan suatu peraturan perundang-undangan. Aturan mengenai klausula baku hanya berdasar pasa asas-asas hukum bukan melalui peraturan berbentuk undang-undang yang mengikat. Sehingga penggunaan klausula baku dalam perjanian kredit masih sering terjadi dan tentu hal ini bertentangan dengan asas kebebasan berkontrak karena tanggung jawab dan kehendak dalam menentukan isi perjanjian antara kreditur/bank dan debitur/nasabah tidak seimbang. Debitur atau nasabah tidak memiliki keluasaan untuk itu bernegosisasi menentukan isi daripada perjanjian kredit. Kedua, dalam penggunanaan klausula baku pada perjanjian kredit notaris dibebani oleh tanggung jawab administrasi dan tanggung jawab keperdataan. Tanggung jawab administrasi apabila dalam pembuatan akta tersebut notars tidak melalui prosedur yang benar, sedangkan tanggung jawab perdata dibenankan notaris karena terdapat kerugian yang dirasakan oleh salah satu pihak akibat akta tersebut. Akta perjanjian kredit yang dibuat oleh dan di hadapan notaris dan mengandung klausula baku serta menyebabkan kerugian maka notaris dapat dikenakan tanggung jawab perdata yaitu dengan membayar kerugian pada pihak yang dirugikan. Akibat dari Akta yang mengandung klausula baku tersebut bila menyebabkan kerugian masuk dalam perbuatan melawan hukum sebagaimana pasal 1365 KUHPerdata.
Midwifery Care Management for Ms. “K” with Perimenopause at the Community Health Center Bastian, Nurul Febrianti; Firdayanti; Saleha, Sitti; Al Kautzar, Anieq Mumthi’ah
Jurnal Midwifery Vol 7 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v7i2.46214

Abstract

Introduction Perimenopause is a transition period between pre- menopause and post-menopause characterized by natural complaints such as irregular menstruation, hot flushes, and disturbances. Women with irregular menstruation require midwifery care to address the impact of irregular menstrual cycles, such as feelings of anxiety, worry, and varying levels of fear could disturbing activity day living. Therefore, the researcher aims to implement perimenopausal midwifery care management on Mrs “K” at palllangga Health Center, Gowa Regency, following the 7 steps of varney and SOAP. Result of the case study conducted on Mrs. “K” with perimenopause did not encounter any obstacles during giving the treatment on her. Monitoring was conducted six times over a period of approximately body heat during the night, and had difficulty in sleeping. However, after receiving care and understand about perimenopause, she no longer complained and became more accepting of her condition. Conclusion Based on that perimenopausal case study, it is concluded that the 7 steps og varney and SOAP used for the problem- solving process in midwifery care, have successfully provided care, and Mrs. “K” can accept her condition. The role of midwives in this care is essential in providing understanding and information about the preparation and symptoms that will arise during the perimenopausal period.
The Effectiveness Of Patchouli Leaf Decoction (Pogostemon cablin Benth) as a Bioinsecticide Against Aedes sp Wenty, Darmayanita; Hardiansyah, Ikdal; Sultanul Aulya, Muhammad; Idris, Sri Aprilianti; Firdayanti; Susanti, Susanti
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2025): April 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Aedes sp. is a primary vector responsible for transmitting several diseases such as dengue hemorrhagic fever, filariasis, chikungunya, leptospirosis, and bubonic plague. The expansion of its population from urban to rural areas necessitates new control measures. Patchouli leaves (Pogostemon cablin Benth) contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and phenolic hydroquinone with potential mosquito-killing properties. Objective: To determine the effectiveness of boiled water extract of patchouli (Pogostemon cablin Benth) leaves against the mortality of Aedes sp. mosquitoes. Methods: An experimental design was used with three treatment groups receiving patchouli leaf extract concentrations of 80%, 90%, and 100%, along with a negative control (aquadest) and a positive control. Each treatment involved 25 mosquitoes with three replications. Observations were made over a 24 hour period (1440 minutes). Data were analyzed using a one-way ANOVA test. Results: The average mosquito mortality was 6.6 mosquitoes (27%) at 80% concentration, 11.6 mosquitoes (48%) at 90% concentration, and 16 mosquitoes (64%) at 100% concentration. Conclusion: The boiled water extract of patchouli leaves (Pogostemon cablin Benth) demonstrated effectiveness in increasing Aedes sp. mortality, with higher concentrations showing greater mosquito-killing activity.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar di Pasar Bumi Harapan Kabupaten Tolitoli Andi Nur' Aini; Firdayanti
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.1022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar di Pasar Bumi Harapan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, dari tanggal 7 Juni hingga 5 Agustus 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model Miles dan Huberman, meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, yang mencakup enam indikator keberhasilan: standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, sikap pelaksana, komunikasi antarorganisasi, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan retribusi pasar belum berjalan maksimal. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran pedagang untuk membayar retribusi tepat waktu, kurang tegasnya pelaksana kebijakan dalam penerapan sanksi, ketidaksesuaian realisasi retribusi dengan target yang ditetapkan, dan kurang optimalnya pengawasan serta koordinasi antarinstansi. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dari aspek perencanaan, pengawasan, dan peningkatan kesadaran wajib retribusi guna mendukung efektivitas kebijakan retribusi pelayanan pasar.
MENDORONG TRANSFORMASI DESA LAMUNRE TENGAH MENJADI SMART VILLAGE YANG BERDAYA, MANDIRI, DAN BERKELANJUTAN Purniawan, Didin; Musdalifah, Uci; Annisa; Nurmasita, Endah; Andira, Ayu; Aisyah; Wahyuni; Magfirah; Nurhafida; Firdayanti; Nurpadillah; Oktaviani, Dhea; Bahtiar
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 3 No. 02 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), 2025
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/abdimassean.v3i02.768

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “Smart Village dan Kearifan Lokal” di Desa Lamunre Tengah bertujuan untuk mendorong transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat melalui integrasi teknologi dengan nilai-nilai budaya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat meliputi rendahnya literasi digital, minimnya partisipasi dalam layanan publik berbasis online, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal yang belum optimal. Kegiatan PKM ini dilaksanakan sebagai solusi dengan mengimplementasikan beberapa program utama, yaitu optimalisasi website desa berbasis DIGIDES, digitalisasi UMKM, pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan pekarangan rumah, serta peningkatan literasi masyarakat melalui program “Ngopi dan Dakwah”. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemberdayaan partisipatif dan penguatan kapasitas lokal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli hingga 20 Agustus 2025 dengan metode pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung yang melibatkan pemerintah desa, karang taruna, serta BUMDes. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi digital UMKM, serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam layanan digital dan kegiatan literasi. Program ini berhasil memperkuat kohesi sosial, meningkatkan kepercayaan diri digital masyarakat, dan menumbuhkan inovasi lokal yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital dengan kearifan lokal mampu memperkuat kemandirian masyarakat dan mempercepat terwujudnya Smart Village yang berkelanjutan