Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI (TBE) DI DAS DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU Eka Hardiana; Syarifuddin Kadir; Yusanto Nugroho
Jurnal Sylva Scienteae Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.717 KB) | DOI: 10.20527/jss.v2i3.1833

Abstract

Erosion is the process of eroding the surface layer of soil due to surface flow. Erosion degrades soil quality as a medium grows on vegetation. This study aims to analyze the magnitude of the erosion rate and identify the level of erosion hazard in the DAS Dua Laut. Research method using USLE (Universal Soil Loss Equation) method with observation point using purposive sampling taking into account the land slope class.The results showed that from all units of DAS Dua Laut, the highest erosion value was found on slope> 25-40% with scrubland cover that was 231,78 ton /ha/year, while on slope> 8-15% with vegetation rubber obtained the lowest value of 10.53 tons /ha/year.This shows that land conversion gives influence to the rate of erosion especially on steep slopes. The erosion hazard level of all land units and land cover shows variations in land class in the form of very light classes (0-SR), light (1-R), medium (II S and III S), weight (III B) and very heavy (IV- SB).Keywords; soil erosion, DAS Dua Laut, Erosion Hazard Level
PENGARUH ASAL ETNIS TERHADAP PRODUKTIVITAS JATI HUTAN RAKYAT DI TROPIKA BASAH Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6244.567 KB) | DOI: 10.20527/jht.v3i1.4161

Abstract

Tanaman jati daerah tropika basah di Kalimantan Selatan merupakan jenis introduksi yang didatangkan dari Jawa, dikembangkan dalam bentuk hutan rakyat. sebagai bentuk hutan rakyat Pengembangan tanaman jati tidak memiliki standar baku sehingga pengetahuan individu petani pengembang yang merefleksikan terhadap produktivitasnya.  Keberagaman asal suku petani pengembang diduga mempengaruhi Pengetahuan individu petani dalam mengembangkan hutan rakyat tanaman jati. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis hubungan antara asal etnis pengembang hutan rakyat tanaman jati terhadap produktivitas tanaman yang dihasilkan. Penelitian dilakukan pada hutan rakyat tanaman tanaman Jati (Tectona grandis Linn. F) pada umur 11 tahun (kelas umur II) di Kabupaten Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan rancangan acak lengkap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petani pengembang hutan rakyat di tropika basah meliputi asal suku Jawa, Madura dan Suku Banjar. Petani asal suku Jawa menghasilkan produktivitas kayu tertinggi baik pada ukuran tinggi diameter dan volume kayu jati pada hutan rakyat tanaman jati di tropika basah dibandingkan dengan petani asal suku banjar dan suku Madura. Petani asal suku Jawa lebih berpengalaman terhadap pengetahuan untuk pemeliharaan tanaman dan lebih intensif dibandingkan dengan sistem pengelolaan lahan oleh Suku Banjar maupun Suku Madura.Kata Kunci : Tanaman jati, Hutan Rakyat, Suku 
KARAKTERISTIK BRIKET ARANG TUMBUHAN BAWAH HUTAN RAWA GAMBUT Susilawati Susilawati; Arfa Agustina Rezekiah; Yusanto Nugroho; Trisnu Satriadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14122

Abstract

Minyak bumi adalah energi yang tidak dapat diperbaharui, tetapi dalam kehidupan sehari-hari bahan bakar minyak masih menjadi pilihan utama sehingga akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak bumi. Hal ini menyebabkan timbulnya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang, dengan demikian perlu diupayakan sumber energi alternaltif lain yang berasal dari bahan baku yang bersifat kontinyu dan dapat diperbaharui seperti energi biomassa yaitu biobriket.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biobriket yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan bawah lahan gambut di hutan lindung Liang Anggang. Parameter yang digunakan uji karakteristik briket arang tersebut meliputi kerapatan, nilai kalor, kadar abu, kadar air, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat. Analisis pengujian briket arang menggunakan metode box and whisker plot 3 x 5 (3 ulangan dan 10 perlakuan). Hasil kualitas briket arang pada pengujian kerapatandengan rata-rata berkisar pada nilai 0,4890 gr/cm3 - 0,6632 gr/cm3, semakin tinggi nilai kerapatan maka semakin baik pula, dikarenakan briket tidak cepat habis pada saat dibakar. Hasil pengujian nilai kalor berkisar pada 3718,80 kal/gr - 6388,53 kal/gr, pengujian kadar abu bernilai pada 5,6433% - 35,6733%, pengujian kadar air menghasilkan 4,2300% - 9,6600%, dan memiliki nilai zat terbang pada 36,6067% - 50,7800%, serta menghasilkan kadar karbon terikat pada nilai 21,1133% - 57,4800%. Hasil uji briket yang memenuhi SNI yaitu rata-rata pada nilai kerapatan, nilai kalor, dan kadar air, sedangkan untuk kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat tidak memenuhi SNI, hasil uji yang tidak memenuhi standar dapat disebabkan karena pada proses pengarangan bahan baku dan pembuatan/pencetakan briket kurang maksimal, atau bahkan dari bahan bakunya itu sendiri.
PENGARUH POSISI LERENG TERHADAP SIFAT FISIKA TANAH Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v4i3.3624

Abstract

The process of soil formation is one of them influenced by the slopes, the difference of the slopes is suspected to cause differences characteristic soil. The aims of this study to analyze the effect of slope position on soil physical properties in KHDTK Forest Unlam Mandiangin South Kalimantan. The research method is done by dividing the class of slope position into three classes, ie the upper slope position (> 60%), the middle (30-60%) and the lower slope (0- <30%), soil physics observation covers into solum, BD, PD, Porosity, effective root depth, percent rooting and rock percentage. The results showed that slope position had significant effect (P = 0.005) to depth of soil solum, depth of effective root, bulk density (BD), porosity of soil, percent of root and percent of rock in soil profile. The difference of slope position did not show significant difference (P = 0.005) to value of particle dencity (PD). Differences in slope positions cause changes in soil physical properties, increasing slope position will increase the percent of rocks in soil profile and soil bulk density. Increased slope position leads to decreased depth of soil solum, into effective roots, percent rooting in soil and soil pososity.Proses pembentukan tanah salah satunya dipengaruhi oleh kelerengan, perbedaan kelerengan diduga menyebabkan perbedaan karakteristics tanah. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh posisi lereng terhadap sifat fisika tanah di Hutan KHDTK Unlam Mandiangin Kalimantan Selatan. Metode penelitian dilakukan dengan membagi kelas posisi lereng menjadi tiga kelas yaitu posisi lereng atas (>60 %), tengah (30-60 %) dan bawah (0-<30%), pengamatan fisika tanah meliputi kedalam solum, BD, PD, porositas, kedalaman efektif akar, persen perakaran dan persen batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi lereng berpengaruh signifikan (P=0,005) terhadap kedalaman  solum tanah, kedalaman efektif akar, bulk density (BD), porositas tanah, persen perakaran dan persen batuan di dalam profil tanah. Perbedaan posisi lereng tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P=0,005) terhadap nilai particle dencity (PD). Perbedaan posisi lereng menyebabkan perubahan pada sifat fisika tanah, semakin meningkatnya posisi lereng akan meningkatkan persen batuan didalam profil tanah dan bulk density tanah. Meningkatnya posisi lereng menyebabkan menurunnya kedalaman solum tanah, kedalaman efektif akar, persen perakaran di dalam tanah dan posositas tanah.
HUBUNGAN SIFAT FISIK TANAH TERHADAP KERUSAKAN TANAMAN CEMPEDAK PADA LAHAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DESA TIWINGAN LAMA KABUPATEN BANJAR Susilawati Susilawati; Yusanto Nugroho; Normela Rahmawati; Gt. Seransyah Rudy
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.501 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13093

Abstract

Watershed rehabilitation lands are generally critical land. Planting is done there need to be evaluation of growth and health of plants. The purpose of this research is to analyze and evaluate the growth of tolerant crops that are Cempedak  (Artocarpus integer) and Durian (Durio Zibethinus) as well as analyzing the amount of health of plants and the percentage of tolerant crops in the rehabilitation Tiwingan Lama Banjar District. The research method is performed purposive random sampling with 9 plot samples of each type of plant. The plot of research used is a circular plot measuring 7.94 meters. The percentage of life of the plant is calculated from the number of plants that live at the time of research divided the total number of plants in the early planted. Collection of identification data of plant health status is done by FHM (Forest Health Monitoring) method. The percentage of life of the plant is tolerant of the Watershed rehabilitation land for the Cempedak of 68.17% and for the type of durian 62.62% which is entered into medium category. Growth of the best Cempedak plant at the age of ± 4 years  in the slope 26-45% have a volume increments of 0, 0116M3/year and the growth of the best durian plants in the slope of 16-25% with a volume increments 0.0587 m3/year. The health value of the tolerant plant to 3 (three) classes of slope indicating health with a healthy classification with mild damage.
APLIKASI SILVIKULTUR INTENSIF UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN PENGAYAAN PADA LAHAN REKLAMASI TAMBANG BATUBARA Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2275

Abstract

Introduksi jenis unggulan local untuk pengayaan tanaman di lahan reklamasi tambang batubara sebagai terobosan untuk meningkatkan keragaman tanaman dan nilai fungsi lahan reklamasi. silvikultur intensif digunakan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal untuk tanaman introduksi tumbuh secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan tanaman introduksi dengan aplikasi silvikultur intensif terhadap 6 jenis pohon unggulan local yang meliputi  durian, karet, sawo, mangga, petai dan cempedak pada lahan reklamasi dengan tanaman reklamasi jenis Acacia auriculiformis yang berumur 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode rancangan blok lengkap dengan 6 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi silvikultur intensif memberikan persen hidup tanaman introduksi mencapai 83,33 % pada umur 1,5 tahun di lapangan. Persen hidup tertinggi dicapai oleh jenis mangga, karet  dan petai  dengan persen hidup diatas  80% dan persen hidup dibawah 80 % ialah jenis durian dan cempedak. Jenis mangga dan karet menunjukkan pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Adaptasi dan daya tahan jenis mangga dan karet pada lahan pasca tambang lebih baik dibandingkan dengan keempat jenis unggulan lainnya.Local species superior trees introductions for enrichment plants at coal mine reclamation land as a breakthrough to increase diversity of crops and reclamation land function value. Intensive silviculture used to provide optimal growing space for plants that grow optimally introduction. This study aimed to analyze the growth of plants introduced by the application of intensive silviculture of 6 local species superior trees that durian, rubber, sapodilla, mango, petai/pete and cempedak on reclamation land by the reclamation plant species of Acacia auriculiformis the age of 1 year. The research method using a complete block design with 6 treatments and repetition as much as 3 replicates. The results showed that the application of intensive silviculture provide survival rates were introduced reached 83,33% at the age of 1,5 years in the field. The highest percent of plant life on the type of plant mango, rubber and petai above 80% and below 80% of plant species durian and cempedak. Type mango and rubber produce the best height and diameter growth compared with the kind of species. Adaptation and resistence mango and rubber plants on post-mining land better than the other fourth local species superior.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT AMPUPU (Eucalyptus urophylla S.T Blake) DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK PADA MEDIATANAM GLEI HUMUS Reocha Aprillia Wasis; Yusanto Nugroho; Damaris Payung
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6699

Abstract

Eucalyptus urophylla S.T Blake or ampupu is widely developed in industrial Plantation (HTI) because it is a fast-growing species and is used as raw material for pul dan paper. The advantage of this ampuu is that it is able to withstand ground surface fires because it has protection against damage to plant stems such as woody swelling of the root crown or commonly called lignotube and relatively thick skin, ampupu an grow in dry areas and is good for under growth. This study aims to analyze the growth of ampupu species to stimulate the growth of ampupu on glei humus media. Data collection in the field used the Completely Randomized Design (CRD) method. The percentage of live ampupu seedlings with the addition of NPK fertilizer had an effect on the live percentage of ampupu seedlings, a dose 5gr with a percentage of 98%, a dose of 10gr with a percentage of 82%, a dose of 15gr with a percentage of 80% and a dose of 20% with a percentage of 72%. The result of the ANOVA test on ampupu seedlings with the addition of NPK fertilizer showed significant results, which means that the treatment had a significant effect on growth in height and number of leavesEucalyptus urophylla S.T Blake atau ampupu banyak di kembangkan di Hutan Tanam Industri (HTI) karena termasuk dalam spesies cepat tumbuh dan digunakan untuk bahan baku pulp dan kertas, usaha yang dilakukan agar ampupu produktivitas tegakan meningkat melakukan pemuliaan tanaman dengan cara generatif dan vegetatif. Kelebihan ampupu ini mampu beratahan terhadap kebakaran permukaan tanah karena memiliki perlindungan terhadap kerusakan batang tanaman seperti pembengkakan berkayu dari mahkota akar atau biasa disebut lignotube dan relatif berkulit tebal, jenis ampupu dapat tumbuh di daerah kering dan baik untuk tanaman bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan jenis ampupu menguji efektifitas pupuk NPK untuk memacu pertumbuhan ampupu pada media glei humus. Pengambilan data dilapangan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Persentase hidup bibit ampupu dengan penambahan pupuk NPK memberikan pengaruh terhadap persentase hidup bibit ampupu, dosis 5gr dengan persetase hidup 98%, dosis 10gr dengan persentase 82%, dosis 15gr dengan persentase 80% dan dosis 20% dengan persentase 72%. Hasil uji Anova pada bibit ampupu dengan tambahan pupuk NPK menunjukkan hasil yang signifikan yang artinya perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun
STUDI PEMBUNGAAN PADA TANAMAN TANJUNG (Mimusops elengi) DI PERSEMAIAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Wildani Syahri Ramadhan; Adistina Fitriani; Yusanto Nugroho
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6154

Abstract

This research is purpose to observe development Tanjung flowering by looking at the influence light intensity through. Comparisons from different directions and to observe of the influence process tanjung flowering plants. Metode of this research is oberling and mensuration. The results of this research is light intensity give effect to efficiency tanjung flowering. Photosynthesis depending on the position or locationPenelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan Tanjung berbunga dengan melihat pengaruh intensitas cahaya melalui. Perbandingan dari arah yang berbeda dan untuk mengamati proses pengaruh tanaman berbunga tanjung. Metode penelitian ini adalah oberling dan mensuration. Hasil penelitian ini adalah intensitas cahaya memberikan efek pada efisiensi pembungaan. Fotosintesis tergantung pada posisi atau lokasi
ANALISIS TINGKAT PERMUDAAN DAN TUMBUHAN BAWAH BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI BUKIT PANDAMARAN KHDTK MANDIANGIN ULM Yuni Rahman; Gusti Syeransyah Rudy; Yusanto Nugroho
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6153

Abstract

Pandamaran Hill is one of the hills included in the KHDTK Mandiangin ULM located in Kiram Village, Karang Intan District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. This hill has a height of 275 masl, based on Digital Elevation Model (DEM) data, one of the natural forest areas has a contour pattern with an interval of 25 masl which is not much different from the next interval. This hill also has a fairly large natural forest area, besides that this hill is also a source of water for local residents. This study aims to identify and analyze the results of data on types of regeneration and understorey obtained based on altitude. Data collection in the field used purvosive sampling and the method used was the checkered line method. The results of the identification data at the research location obtained a total of 45 types of vegetation at the research location. The results of the Important Value Index for seedling regeneration were dominated by Damar Kumbang (Agathis sp.) at each altitude, then the results for sapling regeneration were dominated by Gunung Patindis (Uruphyllum sp.) at an altitude of 125-150 masl, at an altitude of 150-175 masl Wangun Gunung (Malicope sp.) and for an altitude of 175-200 masl is dominated by Bangkal Gunung species (Nauclea subdita), then for undergrowth is dominated by Sampiringan species (Themeda gigantae). The results for the diversity of species at the study site are included in the medium category with a diversity index value of more than one and less than three.Bukit Pandamaran merupakan salah satu bukit yang termasuk dalam KHDTK Mandiangin ULM terletak di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Bukit ini memiliki ketinggian 275 mdpl, berdasarkan data Digital Elevation Model (DEM) salah satu kawasan hutan alamnya memiliki pola kontur dengan interval 25 mdpl yang tidak berbeda jauh jaraknya dengan interval berikutnya. Bukit ini juga memiliki kawasan hutan alam yang cukup luas, selain itu bukit ini juga merupakan sumber mata air bagi warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hasil data jenis tingkat permudaan dan tumbuhan bawah yang diperoleh berdasarkan ketinggian tempat. Pengambilan data dilapangan menggunakan purvosive sampling dan metode yang digunakan yaitu metode garis berpetak. Hasil data identifikasi pada lokasi penelitian diperoleh total ada 45 jenis vegetasi pada lokasi penelitian. Hasil Indeks Nilai Penting pada permudaan tingkat semai didominasi oleh jenis Damar Kumbang (Agathis sp.) pada setiap ketinggian, kemudian hasil untuk permudaan tingkat pancang didominasi oleh jenis Patindis Gunung (Uruphyllum sp.) pada ketinggian 125-150 mdpl, di ketinggian 150-175 mdpl Wangun Gunung (Malicope sp.) dan untuk ketinggian 175-200 mdpl didominasi oleh jenis Bangkal Gunung (Nauclea subdita), kemudian untuk tumbuhan bawah didominasi oleh jenis Sampiringan (Themeda gigantae). Hasil untuk keanekaragaman jenis pada lokasi penelitian termasuk kedalam kategori sedang dengan nilai indeks keanekaragaman lebih dari satu dan kurang dari tiga.
PKM KT Harapan Maju Desa Kiram Kabupaten Banjar susilawati susilawati; Daniel Itta; Normela Rachmawati; Elda Nastitie Hidayah; Yusanto Nugroho
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6190

Abstract

Abstract In 2020, with the aim of helping farming communities, the manager of the Forest Area KHDTK with a Special Purpose (KHDTK) ULM provided assistance with 5 kelulut honey sticks for the Harapan Maju Farmers Group (KT) in Kiram Village. The initial purpose of this honey kelulut stup assistance was to empower farmers in Kiram Village who were affected by Covid 19 so that it was hoped that farmers who were members of KT Harapan Maju would have additional income apart from farming and farming. KT Harapan Maju in maintaining the aid of kelulut honey stup has several problems, namely (1) not being able to move and multiply the bee colony so that little honey is produced (2) The honey harvesting process carried out by KT Harapan Maju uses a manual suction device so it is less effective (3) Limited knowledge about honey packaging so that the resulting honey is marketable. To overcome the problems faced by the Harapan Maju farmer group in cultivating kelulut honey, the Service Team will (1) provide training on how to move bee colonies / break up bee colonies (3) improve the quality of harvesting equipment (4) Good honey packaging training so that it meets standards. The goal achieved in this service program is to provide knowledge for partners about professional honey bee cultivation techniques so that they can increase partners' income and ultimately reduce community activities in forest areas. Keywords: Forest, KHDTK, kelulut  AbstrakTahun 2020 lalu dengan tujuan membantu masyarakat petani, pengelola KHDTK Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) ULM memberikan bantuan 5 buah stup madu kelulut untuk Kelompok Tani (KT) Harapan Maju Desa Kiram.  Tujuan awal bantuan stup madu kelulut ini adalah untuk memberdayakan petani di Desa Kiram yang terdampak Covid 19 sehingga diharapkan petani yang tergabung dalam KT Harapan Maju memiliki tambahan penghasilan selain bertani dan berladang. KT Harapan Maju dalam memelihara bantuan stup madu kelulut memiliki beberapa permasalahan yaitu (1) belum mampu memindahkan dan memperbanyak koloni lebah sehingga madu yang dihasilkan sedikit (2) Proses pemanenan madu yang dilakukan oleh KT Harapan Maju menggunakan alat sedot manual sehingga kurang efektif (3) Terbatasnya pengetahuan tentang pengemasan madu sehingga madu yang dihasilkan layak dipasarkan. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Kelompok tani Harapan Maju dalam budidaya madu kelulut maka Tim Pengabdi akan melakukan (1) memberikan pelatihan cara pemindahan koloni lebah/memecah koloni lebah (3) peningkatan kualitas alat panen (4) Pelatihan pengemasan madu yang baik sehingga memenuhi standar. Tujuan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) ini yaitu membekali mitra dengan pengetahuan teknik perlebahan yang professional sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitranya dan pada akhirnya mengurangi aktivitas masyarakat di kawasan hutan. Kata Kunci : Hutan, KHDTK, kelulut