Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Karakter di Masa Pandemi Melalui Pendidikan Agama Islam N. Fitria Nuraeni; Amirudin Amirudin; Iqbal Amar Muzaki
Jurnal al-Thullab Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v6i2.13496

Abstract

This paper aims to examine the role of Islamic religious education during the pandemic in shaping the characteristics of students. Islamic Religious Education (PAI) is a very important pillar of character education. Character education will develop well if it begins with instilling the spirit of diversity in children, therefore Islamic Religious Education materials during the pandemic are supportive for character education. By providing Islamic Religious Education learning, students are taught the Al-Qur'an and Hadith as a guide or life guide for them, given aqidah learning as their religious basis, taught morals to guide human behavior, are in the bad or good category, taught fiqh as a number of legal signs at the time of worship, and introduce the history of Islam as an exemplary life. Therefore, the main purpose of learning Islamic Religious Education is to shape the personality of the students who are represented in their behavior and mindset in everyday life. In addition, one of the successes of PAI learning during the pandemic is also determined by the implementation of appropriate learning methods. Karya tulis ini hendak mengkaji peranan dari pendidikan agama islam di masa pandemi dalam membentuk karakteristik peserta didik. Pendidikan Agama Islam (PAI) ialah sebuah pilar pendidikan karakter yang sangat utama. Pendidikan karakter akan berkembang baik bila diawali dengan ditanamkannya jiwa keberagaman kepada diri anak, maka dari itu materi-materi Pendidikan Agama Islam di masa pandemi merupakan hal yang menunjang bagi pendidikan karakter. Dengan memberikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, siswa diajarkan Al-Qur’an dan Hadis selaku pedoman atau panduan hidup baginya, diberikan pembelajaran aqidah selaku dasar keagamaanya, diajarkan akhlak guna menjadi pedoman perilaku manusia, terdapat pada kategori yang buruk atau baik, diajarkan fiqh selaku sejumlah rambu-rambu hukum pada saat beribadah,  dan mengenalkan sejarah islam selaku sebuah keteladanan hidup. Karenanya, tujuan utama dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam ialah untuk membentuk kepribadian dalam diri para peserta didik yang diwakili pada perilaku serta pola pikirnya pada kehidupan keseharian. Selain itu, salah satu keberhasilan pembelajaran PAI di masa pandemi ditentukan pula oleh implementasi metode pembelajaran yang tepat.
Bimbingan Konseling Dalam Perspektif Pendidikan Islam Iqbal Amar Muzaki; Amirudin Amirudin; Siti Sukma Rianti
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/intiqad.v14i1.10313

Abstract

This article discusses guidance and counseling in an Islamic perspective. This research method is a literature study, which is done by searching, collecting, reading, taking notes on the sub-discussions in Islamic guidance and counseling. The data collection technique in this research is library research, namely data collection activities related to research obtained from books, scientific journals, literature and other publications that are used as references for research researched by the author. The purpose of this study is to find out counseling guidance in an Islamic perspective, not only the meaning of counseling guidance in Islam, but also to explain the purpose, function, therapy in Islam and the requirements of a counselor in Islam. Many already know about the purpose and function of counseling guidance in general, but do not fully understand it Islamically. Especially at times like this that limit meetings, activities that make anxiety or worry increase. So, we explain how to deal with anxiety easily and without the need to visit a specialist or a psychiatrist. If the anxiety level is too high, it is possible to visit a specialist or a counselor. An Islamic counselor must have criteria according to the Islamic perspective. With this journal, it is hoped that it will make it easier for readers to understand counseling guidance in the perception of Islam as well as reminding each other to worship so as to reduce anxiety or worries about life.
Analisis Perspektif Masyarakat Terhadap Cerai Gugat Di Kabupaten Bekasi Fairuz Khairunniesa; Amirudin; Iqbal Amar Muzaki
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 8 No 2 (2022): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Juni 2022
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v8i2.635

Abstract

Divorce is the end of a marriage with the severance of the relationship between husband and wife due to the failure to carry out their respective roles in fostering a household. In the view of the community that divorce is a way out of household problems that must be avoided because it is a disgrace to the family. The purpose of writing this article is to analyze the community's perspective on the phenomenon of divorce and lawsuits that often occur in the community. The writing of this article uses a qualitative approach, case study method with data collection through interviews with informants, literature review, and documentation. The results of the study show that the perspective of the people who are respondents in this study is related to the case of litigation that occurs in the community, something that is not good and the result of the divorce is that there will be divisions in the family. In the view of society, a woman must carry out her obligations as a wife and according to her nature to create a harmonious family, as well as a husband who must carry out his obligations as the head of the household, because marriage must be maintained in order to maintain harmony and maintain its sacredness.
Fenomena Cerai Gugat di Masyarakat Pada Masa Pandemi Amelia Nabillah; Amirudin; Iqbal Amar Muzaki
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 8 No 1 (2022): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Januari 2022
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v8i1.642

Abstract

Perceraian dimasa sekarang ini tampaknya telah menjadi suatu fenomena yang umum dimasyarakat, karena situasi dan kondisi masyarakat saat ini juga telah berubah, berbeda jauh dengan kondisi masyarakat sebelumnya. Dalam peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dalam hal teknis yang menyangkut kompetensi wilayah pengadilan seperti dalam cerai talak megalami perubahan Pada masa pandemi ini kasus cerai gugat sangat meningkat secara signifikan untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab meningkatnya cerai gugat di masyarakat pada masa pandemi metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor penyebab meningkatnya cerai gugat di masyarakan pada masa pandem di sebabkan oleh banyak faktor tidak hanya faktor perselisihan saja namun yang mendominasinya adalah faktor ekonomi karna pada masa pandemi ini suami tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga karna minimnya pekerjaan.
Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai Basis Penguatan Kualitas Pendidikan Iqbal Amar Muzaki; Mujahidah; Mohamad Erihadiana
MUNTAZAM: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT Vol 2 No 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam Abad 21
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1212/mj.v2i02.5998

Abstract

Sangat penting bahwa lembaga pendidikan publik dan swasta, serta organisasi terkait, melakukan segala upaya untuk mengelola sumber daya manusia secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana: Menerapkan manajemen sumber daya manusia; Masalah penerapan manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pendidikan; variabel pendukung; dan solusi untuk mengatasi hambatan Berdasarkan fakta, kesimpulan berikut dapat ditarik: proses mengadopsi manajemen sumber daya manusia; Kesadaran, kepedulian terhadap sekolah, serta masalah ideologis yang menumbuhkan saling mendukung dan partisipasi aktif guru dalam transfer pengetahuan; Sekolah memberikan solusi atas hambatan yang ada dengan membangun kesadaran bersama, menyamakan tujuan, membangun rasa kekompakan dengan karyawan, memberikan kontribusi positif, selalu mengembangkan karyawan dan siswa dengan baik, dan memiliki rasa kerja sama antara wali murid dan sekolah.
Quality Assurance System Of Learning Process In University Ilham Fahmi; Iqbal Amar Muzaki
At-Tarbiyat Vol 4 No 2 (2021): Islamic Education In Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.v4i2.268

Abstract

This research aims to comprehensively examine the quality assurance system of learning processes in universities that focuses on the study of how universities manage the quality of learning processes, such as student learning needs, lecturer capacity, curriculum, learning facilities and financing in terms of seven quality elements namely quality philosophy, quality standards, quality policy, quality structures, quality processes, quality control cycles and quality assessments so that they form an alignment in conducting quality learning processes. The method used is a qualitative method with a case study approach. The results show that the quality assurance system of the learning process held at the university as a whole has not demonstrated the quality of the quality standards set by reviewing how institutions implement quality assurance systems to manage the quality of learning components. This research recommends the need for benchmarking and mentoring in the implementation of the quality assurance system of the learning process at university.
STRATEGI COPING STRES UNTUK ANAK BROKEN HOME PASCA PERCERAIAN KEDUA ORANG TUANYA DI DAERAH KAB. KARAWANG Gita Febrianti; Amirudin Amirudin; Iqbal Amar Muzaki
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 3 (2022): al-Ulum: Jurnal pendidikan, penelitian dan pemikiran keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/alulum.9.3.2022.252-266

Abstract

This study aims to determine stress coping strategies for children from a broken home after the divorce of their parents. This research is qualitative. This study tells about the background of the subject's life while the informants are 3 people. The results showed that the subject experienced changes in behavior, emotions, and physical it was caused by the stress he experienced. There are several factors that influence the subject to undergo stress coping, namely physical health, positive beliefs, problem solving skills, social skills, social support, as well as material. This research is qualitative. Methods of data collection using observation and interviews. The results of this study are that the subject can begin to open up to the environment and can be more mature in dealing with problems
Telaah Konsep Anything Goes Paul Feyerabend, Krisis Sains Modern Richard Tarnas dan Ide Besar Fritjof Capra Iqbal Amar Muzaki; Nanat Fatah Natsir; Erni Haryanti
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hawari

Abstract

asumsi bahwa puncak peradaban ada pada peradaban modern tidak sepenuhnya benar karena terdapat beberapa problem multidimensi. Tentu mesti ada solusi atas segala problematika yang ada sebagian para ahli memberikan tanggapan bahwa paradigma modern tidak bisa jadi solusi untuk mengatasi permasalahan. Mereka menyatakan bahwa dunia perlu paradigma lain; utamanya paradigma postmodernisme dalam upaya merekonstruksi pemikiran pendidikan di era postmodern . Pada akhirnya ilmu mengalami delegistimasi pasca revolusi industri karena disinyalir terbukti tidak bisa menghindar dari efek negatif ulahnya sendiri. Pernyataan bahwa ilmu pengetahuan harus ditujukan demi pengetahuan yang merupakan legitimasi pada masa modern tidak dapat dipenuhi. Pada kenyataannya pengetahuan dihasilkan untuk keuntungan semata norma salah benar tak lagi berlaku sebagai acuan dan standar. tetapi pragmatis demi menghasilkan profit yang sebesar-besarnya. Seperti pemikiran Paul feyerabend dengan konsep Anything Goes nya, juga krisis sains modern Richard Tarnas dan ide besar Fritjop Capra adalah beberapa paradigma baru postmodern yang mengkritik paradigma modern.
Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila Taufik Mustofa; Iqbal Amar Muzaki
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i1.6800

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus utama dalam reformasi pendidikan di Indonesia. Berbagai konsep pendidikan karakter telah ditawarkan oleh para ahli pendidikan baik konsep pendidikan karakter yang berlandaskan agama, budaya dan falsafah negara. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan konsep pendidikan karakter yang berlandaskan falsafah negara. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila merupakan salah satu dasar dalam merumuskan konsep pendidikan karakter karena terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, diantaranya: Nilai Religius, Nilai Humanis, Nilai Persatuan, Nilai Demokratis dan Nilai Sosial.
Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila Taufik Mustofa; Iqbal Amar Muzaki
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i1.6800

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus utama dalam reformasi pendidikan di Indonesia. Berbagai konsep pendidikan karakter telah ditawarkan oleh para ahli pendidikan baik konsep pendidikan karakter yang berlandaskan agama, budaya dan falsafah negara. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan konsep pendidikan karakter yang berlandaskan falsafah negara. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila merupakan salah satu dasar dalam merumuskan konsep pendidikan karakter karena terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, diantaranya: Nilai Religius, Nilai Humanis, Nilai Persatuan, Nilai Demokratis dan Nilai Sosial.