Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Bandung (Studi Kasus: Kelurahan Pasirlayung) Astuti, Wiji; Kamil, Indriyati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15522

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya masalah tumpukan sampah di jalan-jalan wilayah Kelurahan Pasirlayung yaitu Jalan Padasuka dan Cimuncang pada pagi hari yang membuatnya terpapar pada Laporan tingkat Kota yang disorot dalam laporan protokol pimpinan Kota Bandung sebagai isu sentimen negatif yang harus segera diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Bandung (Studi Kasus: Kelurahan Pasirlayung). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif, metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme dan digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teori konsep Implementasi Kebijakan dari Van Meter dan Van Horn yang meliputi aspek Standar dan sasaran Kebijakan, Sumber Daya Kebijakan, Karakteristik Organisasi Pelaksana, Komunikasi antar Organisasi terkait implementasi, Disposisi Pelaksana dan Kondisi Sosial, Politik dan Ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kelurahan Pasirlayung Standar dan tujuan kebijakan mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bandung No. 9 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah yang tujuannya agar setiap masyarakat mematuhi kebijakan pengelolaan sampah agar mulai meminimalisir volume sampahnya dari rumah, disepakati bahwa keberhasilan kebijakan ini adalah berkurangnya sampah sisa yang dibuang di TPS, kemudian dari aspek sumber daya kebijakan, dari segi sumber daya manusia dan sumber daya fasilitas sudah mencukupi, sedangkan dari segi anggaran masih minim, dari aspek karakteristik pelaksana ada pasang surut kinerja dan beberapa kesulitan kemudian aspek komunikasi antar organisasi terkait kegiatan implementasi pada lingkup internal sudah cukup baik, namun pada lingkup eksternal perlu ditingkatkan dari aspek Disposisi/Sikap Pelaksana tingkat intensitas respon penerimaan, namun tingkat intensitas respon masih cukup rendah karena yang sudah bergabung menjadi nasabah bank sampah masih sedikit dan ditimbang setiap ada jadwal, dari segi kondisi politik, sosial, ekonomi mendukung kebijakan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan belum berjalan secara optimal dengan adanya faktor pendukung dan penghambat kebijakan. Penelitian ini memberikan saran untuk meningkatkan komunikasi antar organisasi pelaksana dalam hal ini DLHK Kota Bandung untuk pemetaan pemangku kepentingan dan juga perlunya rencana aksi bersama dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Pasirlayung yang melibatkan seluruh elemen masyarakat daerah.
Political Communication Education for Beginner Voters in Convenient Regional Head Elections in 2024 Kamil, Indriyati; Indah, Diani
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 14 No 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3767

Abstract

The Election Supervisory Body (Bawaslu) of Subang Regency plays an important role in carrying out the function of political communication education for novice voters. This study aims to find out the strategy carried out by Bawaslu in political communication education, as well as communication barriers in conveying political messages at the 2024 Simultaneous Regional Elections. This study uses a qualitative research method with a qualitative descriptive research approach. The data was collected through in-depth interviews, literature studies, and observation. The research results show that the Political Communication Education Strategy for beginner voters in the 2024 Simultaneous Regional Elections begins with Establishing a Participatory Supervisory Cadre School (SKPP) to facilitate information flow and optimize information. Using social media platforms such as Instagram and websites, carrying out outreach activities through the "Go to School" program, and collaborating with the General Election Commission (KPU) in conducting political communication education. The challenges faced include low participation of first-time voters, limited resources that hinder the ability to implement the Bawaslu program, technological barriers that impede the optimization of communication education, and socio-cultural challenges that impede the political participation of first-time voters.
Implementation of the Tax Revenue Policy for the Acquisition of Land and Building Rights in the City of Bandung Nagari, Muhamad Bangun; Rohayati, Yeti; Indah, Diani; Kamil, Indriyati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16700

Abstract

Land and Building Acquisition Tax (BPHTB) is an important component of local government revenue in Indonesia, designed to regulate the transfer of land and property rights. This study aims to examine the implementation of the BPHTB policy in Bandung, focusing on the operational framework established under Law No. 20 of 2000, which uses a self-assessment system to empower taxpayers to manage their tax obligations independently. Although intended to be efficient, its implementation faces several challenges, including reliance on intermediaries such as notaries, inaccuracies in reported data, and issues of public awareness regarding tax responsibilities. Using a qualitative approach, this study analyzes the roles of key stakeholders, including the Regional Revenue Agency (BPPD) and land deed officials (PPAT), in implementing the policy. The study highlights the importance of inter-agency collaboration and effective communication with the public to improve compliance and accuracy in tax collection. The results show that improving taxpayer education and simplifying regulations can significantly improve the self-assessment process, leading to increased revenue and better public service delivery. This study contributes to a broader understanding of tax administration in Indonesia and offers practical recommendations to improve the implementation of BPHTB.
Marketing Promotion Finance and Accounting System in Banana Chip and Peel Community Micro Business Bandung Sari, Nur Zeina Maya; Kanya, Nita; Kamil, Indriyati; Nandang, Nandang
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i2.5904

Abstract

The banana chip and peel community micro business in Bandung needs help in marketing promotion and financial management despite the high nutritional potential of banana peels. This initiative aims to enhance local micro-businesses' marketing strategies and financial practices by empowering community members with the necessary skills and knowledge. Utilizing a community-based research (CBR) method, the project involved focus group discussions, interviews, and marketing training seminars to identify obstacles and promote product innovation. Participants were taught effective marketing techniques and financial accounting practices, including cash flow management and profit-loss reporting. The results demonstrated a significant improvement in business stability and sales performance, with participants adopting diverse product offerings such as cheese and chocolate-flavored chips. Community engagement played a crucial role, ensuring strategies were culturally relevant and fostering a sense of ownership among participants. In conclusion, this initiative successfully applied theoretical frameworks to enhance the economic viability of local micro-businesses. By integrating effective marketing, sound financial management, and community participation, the program empowered entrepreneurs to innovate and sustain their enterprises, ultimately contributing to the region's economic development. Future efforts should build on these principles to support local businesses further.
Pelatihan Manajemen Komunikasi Aparat Desa Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung di Masa Pandemi Indah, Diani; Kamil, Indriyati; Yunaningsih, Ani
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36555/tribhakti.v4i1.2026

Abstract

Saat wabah covid 19 melanda masyarakat, aparatur desa sebagai perangkat daerah mempunyai peran yang signifikan dalam melakukan penanganan pandemic melalui sosialisasi dan kampanye secara persuasif. Peran dan tugas yang diberikan pemerintah pusat kepada aparat desa tidak hanya sebagai pelayan publik tapi juga dituntut untuk dapat melakukan pengendalian kasus covid 19 secara menyeluruh. Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, dibutuhkan kemampuan manajemen komunikasi publik yang efektif dari perangkat desa untuk melakukan upaya preventif demi mencegah penyebaran virus corona kepada masyarakat. Dalam usaha untuk mewujudkan hal tersebut, tim PKM Unla berupaya untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan komunikasi perangkat desa dengan memberikan pelatihan softskill kepada aparat pemerintah desa Laksana dan desa Sukakarya, Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Pelatihan komunikasi bagi aparat desa ditujukan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi pegawai dalam melayani masyarakat khususnya ketrampilan berbicara di depan publik (public speaking). Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini antara lain ; teknik berkomunikasi storytelling, pendampingan manajemen komunikasi pemerintahan dan penguatan literasi media digital melalui focus group discussion (FGD) dan sharing session. Hasil kegiatan yang dilakukan tim PKM Unla kepada aparat desa Ibun diharapkan dapat meningkatkan performa komunikasi aparat pemerintahan desa khususnya dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.
Marketing Promotion Finance and Accounting System in Banana Chip and Peel Community Micro Business Bandung Sari, Nur Zeina Maya; Kanya, Nita; Kamil, Indriyati; Nandang, Nandang
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i2.5904

Abstract

The banana chip and peel community micro business in Bandung needs help in marketing promotion and financial management despite the high nutritional potential of banana peels. This initiative aims to enhance local micro-businesses' marketing strategies and financial practices by empowering community members with the necessary skills and knowledge. Utilizing a community-based research (CBR) method, the project involved focus group discussions, interviews, and marketing training seminars to identify obstacles and promote product innovation. Participants were taught effective marketing techniques and financial accounting practices, including cash flow management and profit-loss reporting. The results demonstrated a significant improvement in business stability and sales performance, with participants adopting diverse product offerings such as cheese and chocolate-flavored chips. Community engagement played a crucial role, ensuring strategies were culturally relevant and fostering a sense of ownership among participants. In conclusion, this initiative successfully applied theoretical frameworks to enhance the economic viability of local micro-businesses. By integrating effective marketing, sound financial management, and community participation, the program empowered entrepreneurs to innovate and sustain their enterprises, ultimately contributing to the region's economic development. Future efforts should build on these principles to support local businesses further.
Political Communication Education for Beginner Voters in Convenient Regional Head Elections in 2024 Kamil, Indriyati; Indah, Diani
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3767

Abstract

The Election Supervisory Body (Bawaslu) of Subang Regency plays an important role in carrying out the function of political communication education for novice voters. This study aims to find out the strategy carried out by Bawaslu in political communication education, as well as communication barriers in conveying political messages at the 2024 Simultaneous Regional Elections. This study uses a qualitative research method with a qualitative descriptive research approach. The data was collected through in-depth interviews, literature studies, and observation. The research results show that the Political Communication Education Strategy for beginner voters in the 2024 Simultaneous Regional Elections begins with Establishing a Participatory Supervisory Cadre School (SKPP) to facilitate information flow and optimize information. Using social media platforms such as Instagram and websites, carrying out outreach activities through the "Go to School" program, and collaborating with the General Election Commission (KPU) in conducting political communication education. The challenges faced include low participation of first-time voters, limited resources that hinder the ability to implement the Bawaslu program, technological barriers that impede the optimization of communication education, and socio-cultural challenges that impede the political participation of first-time voters.
Implementation of the Marriage Management Information System Policy Ministry of the Republic of Indonesia Atmaja, Agus; Rohayati, Yeti; Kamil, Indriyati; Indah, Diani
Global Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i1.226

Abstract

Digital transformation in public services is a crucial phenomenon in the modern era of governance, which demands efficiency, transparency, and accountability. One effort undertaken by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia is the implementation of the Marriage Management Information System (SIMKAH), which is expected to improve the quality of marriage registration services across all Religious Affairs Offices (KUA). This study aims to analyze the implementation of SIMKAH at the KUA in Ciparay District, Bandung Regency, by examining supporting factors, obstacles, and its impact on public services. A qualitative case study approach was used, collecting data through interviews, observations, and documentation studies. The data were then analyzed using George C. Edwards III's policy implementation model, which encompasses aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, and is supported by theories of good governance and e-government. The results indicate that the implementation of SIMKAH has brought positive changes in terms of service efficiency, data accuracy, and transparency in administrative processes. However, it faces challenges such as limited digital infrastructure, technological literacy, and resistance from some members of the public to the use of new technologies. This study recommends increasing human resource capacity, strengthening technological infrastructure, and implementing a more intensive outreach strategy to maximize SIMKAH's future use.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MELALUI PELATIHAN INOVASI BUDIDAYA MAGGOT BAGI WARGA 05 KELURAHAN SUKAMISKIN BANDUNG Indah, Diani; Kamil, Indriyati; Charisma, Dinna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29399

Abstract

Pelatihan budidaya maggot bagi warga RW 05 di Kelurahan Sukamiskin, Bandung, merupakan kegiatan pengabdian Tim PKM Universitas Langlangbuana Bandung kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada masyarakat terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sampah khususnya limbah organik menjadi maggot sehingga mereka mendapatkan sumber pendapatan yang berkelanjutan. Tujuan program pengabdian ini adalah transfer knowledge dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga dalam mengelola limbah organik melalui budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Metode pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR) melibatkan pendampingan intensif dan berkelanjutan terhadap anggota masyarakat, termasuk pelatihan budidaya maggot, penguatan pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai pihak serta pemerintah daerah. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan warga dalam belajar tentang teknik budidaya maggot dari limbah organik, termasuk pengelolaan kandang hingga pemanfaatan menjadi pakan ternak. Selain itu, mereka juga akan diberikan informasi tentang nilai ekonomis dan manfaat lingkungan dari budidaya maggot. Kegiatan pemanfaatan sampah organik melalui pelatihan inovasi budidaya maggot bagi warga RW 05 Kelurahan Sukamiskin Bandung diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat setempat serta berkurangnya limbah plastik yang dibuang ke lingkungan hidup disamping mampu menciptakan inovasi maggot yang dapat dijual sebagai pakan ternak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan masyarakat adalah terciptanya kebiasaan baru di masyarakat dalam upaya pemanfaatan dan pengelolaan sampah.
PEMANFAATAN LIMBAH KELAPA MUDA UNTUK NILAI TAMBAH EKONOMI BAGI PEDAGANG ES KELAPA MUDA DI AREA GBLA, BANDUNG Rosimah, Siti; Kamil, Indriyati; Rohmana, Rohmana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33454

Abstract

Limbah kelapa muda berpotensi memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan teknologi dan kreativitas yang tepat. Kawasan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) merupakan salah satu pusat kegiatan warga Bandung Timur, baik untuk kegiatan olahraga maupun wisata kuliner. Namun, kegiatan ini juga menghasilkan limbah kelapa muda dalam jumlah yang cukup besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pedagang muda es kelapa dengan keterampilan pengelolaan limbah, yang sejalan dengan prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang suatu komunitas dengan partisipasi aktif dari anggotanya. Pemanfaatan data penginderaan jauh dan survei lapangan digunakan untuk mengambil data lapangan. Melalui program ini, para peserta, khususnya pedagang muda es kelapa, belajar bagaimana memanfaatkan limbah kelapa untuk diubah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pendapatan mereka dapat meningkat melalui penjualan produk tambahan yang dihasilkan dari limbah tersebut. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mendorong kesadaran dan peran serta aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dengan mengurangi jumlah sampah organik yang menumpuk di kawasan GBLA Bandung. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagang di kawasan GBLA dalam memanfaatkan limbah kelapa yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Pedagang tidak hanya mampu mengolah limbah kelapa muda menjadi produk bernilai seperti cocopeat dan cocofiber, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi sampah organik di sekitar kawasan GBLA. Dengan demikian, hasil dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pedagang, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif