Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Energi Elektrik

RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN KLOSET MASJID OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Wanda Syahayu; Muchlis Abdul Muthalib; Kartika Kartika
Jurnal Energi Elektrik Vol 10, No 2 (2021): JEE Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v10i2.6622

Abstract

Sistem penyiraman kloset otomatis dapat menjaga kebersihan dan memberikan rasa nyaman kepada pengguna toilet. Selain itu, sistem otomatis dari penyiraman kloset dapat juga membantu para lansia atau orang yang sudah memiliki keterbatasan keterbatasan kemampuan dalam menggunakan toilet, sebuah alat otomatis telah dirancang dan telah direalisasikan menggunakan mikrokontroler Arduino dengan bahasa C/C++. Mode penyiraman otomatis sensor jarak merk Sharp GP2D12 digunakan untuk mendeteksi objek pada jarak di bawah 20 cm yang ada di depannya. Alat otomatis ini dilengkapi dengan sistem jeda waktu 3 menit sekali untuk penyiramannya secara terus menerus selama objek masih terdeteksi. Sensor Obascle di gunakan untuk mendeteksi objek pintu tertutup atau tidak dan mengintruksikan Motor Servo dan LED digunakan sebagai sistem informasi mengindikasikan ada atau tidak adanya orang. Berdasarkan hasil pengujian, disimpulkan bahwa alat otomatis ini dapat bekerja dengan baik pada jarak baca sensor di bawah 22 cm.
Analis Pengaruh Pembebanan Terhadap Masa Pakai Transformator di PT.PJB UBJ O&M PLTMG Arun Mukhlis Abdul Muthalib; Adi Syahputra Ritonga; Raihan Putri; Habib Muharry Yusdartono
Jurnal Energi Elektrik Vol 10, No 1 (2021): JEE Edisi April 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v10i1.4887

Abstract

Abstrak— Kebutuhan listrik di Aceh terutama di daerah Lhokseumawe berpengaruh terhadap salah satu peralatan yang membantu penyaluran energy listrik dari pembangkit ke konsumen. Salah satu peralatan pembantu penyaliran listrik ke konsumen adalah transformator atau yang biasa disingkat dengan trafo. Menurut publikasi IEC 60076-7 ditetapkan bahwa trafo memiliki umur selama 20,55 tahun atau 180000 jam. Namun, kenyataannya umur trafo dapat menjadi lebih pendek karena pengaruh faktor pembebanan dan suhu dari trafo. Penelitian ini membahas tentang pengaruh pembebanan dan temperatur lingkungan terhadap susut umur transformator daya 36/ 60 MVA pada blok 3 dan blok 4 yang dilakukan di PT. PJB UBJ O&M PLTMG Arun Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam. Dari hasil perhitungan setelah 4 tahun trafo beroperasi, apabila trafo diberikan beban 100% maka trafo akan mengalami penyusutan umur sebesar 2,52 p.u/ hari sehingga memiliki sisa umur (untuk melakukan operasi) selama 10 tahun. Sedangkan untuk trafo yang diberikan beban 90% maka trafo akan mengalami penyusutan umur sebesar 1,44 p.u/ hari sehingga memiliki sisa umur ( untuk melakukan operasi) selama 18 tahun lagi. Dan untuk trafo yang diberikan beban 80% maka trafo tersebut akan mengalami penyusutan umur sebesar 0,67 p.u/ hari sehingga akan memiliki sisa umur (untuk melakukan operasi kembali) selama 38 tahun lagi. Dari perhitungan di atas diperoleh susut umur diakibatkan oleh suhu lingkungan diperoleh untuk jenis pendingin ONAN pada blok 3 sebesar 0,71 p.u/ hari dan pada blok 4 sebesar 0,70 p.u/ hari. Sedangkan pada jenis pendingin ONAF pada blok 3 sebesar 0,004 p.u/ hari dan pada blok 4 sebesar 0,005 p.u/ hari. Hal ini sesuai dengan peraturan SPLN50/ 1982 mengenai susut umur transformator.Kata Kunci : Pembebanan, Susut Umur, Transformator 
APLIKASI METODE EXPONENSIAL SMOOTHING Dalam PERAMALAN PERSEDIAAN ENERGI LISTRIK DI PT. PLN(Persero) AREA LHOKSEUMAWE Fajar Rahmansyah; Badriana Badriana; Muchlis Abdul Muthalib
Jurnal Energi Elektrik Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Energi Elektrik 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v10i1.4341

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu sumber energi utama yang paling banyak digunakan hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Pada era modern saat ini kebutuhan energi listrik semakin berkembang di bergai aspek kehidupan manusia. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui energi listrik yang akan digunakan dan melakukan peramalan untuk persediaan energi listrik yang akan di gunakan di wilayah kota lhokseumawe. Metode peramalan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Exponensial Smoothing. Data yang digunakan adalah energi terjual dari januari 2018 – desember 2020. Penelitian ini menggunakan besar alpha 0,35 karna besar alpha ini yang menghasilkan MSE terkecil. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan penggunaan daya listrik 3 tahun kedepan yaitu sebesar 562.032.900,7 Kwh. Dengan rata rata peningkatan daya perbulannya sebesar 159.781,9555 Kwh
ANALISA DAN EVALUASI PENGGUNAN SCADA PADA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI PT.PLN (PERSERO) UP2D BANDA ACEH Aja Anis Monika; Badriana Badriana; Muchlis Abdul Muthalib
Jurnal Energi Elektrik Vol 9, No 2 (2020): JEE Edisi Oktober 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v9i2.3892

Abstract

Pada sistem kelistrikan UP2D Banda Aceh gangguan dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan sisem pengaturan proteksi jarak jauh yang mampu memonitoring,kendali dan akuisi data secara real time.Oleh karena itu,diperlukan suatu sistem yang mampu dalam melakukan tugas pengawasan dan pengendalian kinerja sistem distribusi tenaga secara real time dan berbasis komputer.Sistem yang berarti kriteria yang disebutkan sebelumnya  merupakan  sistem  SCADA (Supervisory Control  dan  Data  Acquisition), Sistem  SCADA yang sudah   terintegrasi   kesistem   distribusi   tenaga   listrik   dan   memiliki   kemampuan   untuk   meminimalkan disturbanced yang memiliki implikasi pada indeks keandalan jaringan distribusi listrik.Beberapa indeks keandalan jaringan distribusi listrik adalah nilai SAIDI (Sistem Average Interruption Duration Index),nilai SAIFI (Indeks Frekuensi Sistem Rata Gangguan) dan nilai CAIDI (Pelanggan rata-rata gangguan duration index) yang lebih kecil dari indeks nilai,lebih dapat diandalkan dari kinerja sistem  untuk memaksimalkan keandalan listrik jaringan distribusi listrik yang terintegrasi dengan sistem SCADA,infrastruktu rpendukung sistem harus peduli ini berarti bahwa peralatan listrik dijaringan distribusi yang terintegrasi dengan sitem SCADA harus memilik synchonization akurat,kemampuan untuk remote control dan dpat dipantau dan controlled secara real-time.
ANALISIS PERENCANAAN SISTEM PENCAHAYAAN PADA GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH BERBASIS SOFTWARE DIALux Evo Ramadhani, Hardiyansyah; Asri, Asri; Salahuddin, Salahuddin; Muthalib, Muchlis Abdul; Badriana, Badriana
Jurnal Energi Elektrik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Energi Elektrik 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v13i1.16313

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruangan untuk menunjang kenyamanan pengguna. Sistem pencahayaan yang baik harus dapat memenuhi tiga kriteria utama, yaitu kualitas, kuantitas, dan aturan pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis mengenai sistem pencahayaan yang ada pada Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh dengan mengacu pada standar dasar petunjuk teknis SNI dalam bidang pencahayaan. Metodologi pada penelitian ini yaitu berupa survei lapangan dengan menggunakan bantuan software DIALux Evo sebagai proses simulasi. Hasil dari perencanaan sistem pencahayaan khususnya pada gedung A yang terdiri dari 2 lantai, pada setiap ruangnya saat ini belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia yang telah ditetapkan untuk tingkat pencahayaannya, yaitu pada lantai 1 yang memiliki 4 ruang berjumlah 800 lux dan pada lantai 2 yang memiliki 10 ruang berjumlah 2.450 lux. Untuk Standar Nasional Indonesia pada lantai 1 yang memiliki 4 ruang, total nilai lux yaitu berjumlah 800 lux. Sedangkan pada proses uji simulasi didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 649 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 151 lux (9,44%). Dan pada proses hasil perhitungan manual didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 605,94 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 194,06 lux (12,13%). Untuk Standar Nasional Indonesia pada lantai 2 yang memiliki 10 ruang, total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 2.450 lux. Sedangkan pada proses uji simulasi didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 2.024,8 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 425,2 lux (8,68%). Dan pada proses hasil perhitungan manual didapat total nilai lux secara keseluruhan yaitu berjumlah 2.063,36 lux, sehingga selisihnya yaitu berjumlah 386,64 lux (7,89%).
SISTEM PENGAMAN PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) BERBASIS ARDUINO UNO Fauza, Muchtar; Muthalib, Muchlis Abdul
Jurnal Energi Elektrik Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Energi Elektrik 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v11i1.8185

Abstract

Abstrak - Sistem keamanan yang dimiliki rumah khususnya masih banyak menggunakan penguncian manual yaitu menggunakan kunci biasa seperti kebanyakan orang, seiring dengan berkembangnya teknologi maka pengaplikasian mikrokontroler pada sistem keamananpun dapat diwujudkan dengan menggunakan perangkat elektronik sebagai alternatif pengganti sistem keamanan kunci konvensional. Perancangan sistem pengaman pintu otomatis ini dibuat karena kurang efisiennya pengaman pintu konfensional, masih menggunakan kunci fisik yang dimensinya masih tergolong besar dan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka pintu. Dengan adanya pengaman pintu otomatis ini kita dapat mempermudah membuka pintu hanya dengan menempelkan Id Card ke RFID reader. Alat pengaman pintu otomatis menggunakan Id Card sebagai tag dan RFRC522 sebagai reader dengan penerapan arduino uno sebagai kontrol pusat kendali rangkaian. Sensor RFID reader RFRC522 ini memiliki frekuensi 13.56Mhz. Keywords -- RFID reader, Liquid Crystal Display (LCD), Arduino UNO, Id Card, Solenoid
Rancang Bangun Manipulator Lengan Robot 4 Derajat Kebebasan Untuk Mengangkat Telur Ayam Broiler Menggunakan Algoritma Levenberg-Marquardt Aman, Khairul; -, asran; Fariadi, Dedi; Muthalib, Muchlis abdul; yusdartono, Habib Muharry
Jurnal Energi Elektrik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Energi Elektrik 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v13i2.18409

Abstract

Lengan robot dapat membantu pengguna dalam mengambil objek dengan tingkat presisi yang tinggi, terutama dalam kondisi di mana kontak langsung dengan objek yang tidak diinginkan atau tidak memungkinkan. Pengguna dapat mengendalikan lengan robot ini secara nirkabel menggunakan Bluetooth (BT) dan perangkat Android, sehingga tidak perlu menyentuh objek secara langsung. Sebagai pengganti fungsi indera peraba manusia, digunakan sensor FSR (Force Sensitive Resistor) yang berfungsi untuk mengukur kekuatan genggaman gripper saat mengambil objek. Untuk mengontrol gerakan lengan robot dan memastikan operasi yang presisi dan halus, digunakan algoritma Levenberg-Marquardt. Algoritma ini memungkinkan penyesuaian yang lebih tepat pada parameter kontrol, meningkatkan kinerja dan stabilitas lengan robot saat menangani objek rapuh, seperti telur ayam broiler. Robot gripper dirancang untuk berhenti otomatis ketika mencapai nilai ambang batas tertentu guna mencegah kerusakan objek. Nilai ambang batas sebesar 552 ditetapkan berdasarkan rata-rata dari 11 kali pengambilan data sensor FSR melalui percobaan manual. Saat sensor mendeteksi nilai yang melebihi ambang batas tersebut, algoritma Levenberg-Marquardt akan menghentikan gripper secara otomatis, mencegah kerusakan pada telur ayam. Dari 10 kali pengujian, sistem menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, dengan gripper yang selalu berhenti tanpa merusak telur ayam. Hasil pengujian juga menunjukkan adanya variasi tekanan pada setiap objek, yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan pada lapisan cangkang telur ayam atau perubahan nilai sensor secara terus-menerus. 
Alat Pengaturan Pencampuran Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things Zakia, Syarifah; Bintoro, Andik; Muthalib, Muchlis Abdul; Ikhwanus, Muhammad
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i1.19650

Abstract

Kualitas hasil akhir dari pertanian hidroponik sangat tergantung pada kualitas nutrisi yang diberikan kepada tanaman. Nutrisi ini berperan sebagai penyedia utama air dan mineral yang diperlukan. Dalam nutrisi hidroponik, terdapat dua komponen utama yang disebut pupuk A dan pupuk B atau bisa disebut dengan larutan AB mix. Pada penelitian ini dirancang alat pengaturan pencampuran nutrisi pada tanaman hidroponik. Alat ini memanfaatkan mikrokontroler Arduino Uno dan ESP32 untuk mengendalikan keseluruhan sistem. Untuk memberikan kemudahan bagi pengguna (user) dalam melakukan sistem kendali dan proses monitoring secara realtime alat ini dirancang berbasis IoT memanfaatkan aplikasi blynk. Selain itu alat ini dirancang dengan menggunakan sistem kendali on off. Berdasarkan pengujian, alat pengaturan pencampuran nutrisi pada tanaman hidroponik berbasis IoT (Internet of Things) dapat beroperasi dengan baik sesuai dengan pemprograman yang telah dirancang. Rata-rata presentase error sensor tds dan tds meter sebesar 0.15 %. Rata-rata error pengukuran pada flow sensor 1 (larutan a) sebesar 0.12 % sedangkan flow sensor 2 (larutan b) memiliki  rata-rata error pengukuran yang lebih kecil yaitu 0.05%. Nilai tds dan nilai ph yang terbaca pada sistem telah memenuhi kriteria penting pada sistem hidroponik. Pada tanaman bayam sendiri, kadar tds yang baik berkisar 1200-1600 ppm. Sedangkan pH yang direkomendasikan pada tanaman bayam berkisar antara 6.0 - 7.0.
OTOTYPE PENDETEKSI SERTAFILTERASAPROKOKMENGGUNAKANARANG TEMPURUNGKELAPAPADASMOKINGAREABERBASIS INTERNETOFTHINGS (IOT Aditiyo, Andre Yazid; Muthalib, Muchlis Abdul
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i1.20994

Abstract

Saat ini perokok aktif di indonesia semakin meningkat setiap hari nya, dan juga semakin pesatnya pertumbuhan penduduk serta berkembangnya pabrik- pabrik rokok baru maupun yang sudah berdiri sejak lama di berbagai daerah, memungkinkan perokok aktif juga semakin meningkat. Di berbagai tempatnatau fasilitas umum saja perokok aktif sangat banyak dijumpai bila dibandingkan dengan perokok pasif. Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi  kesehatan manusia karena rokok mengandung berbagai  macam zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan bagi perokok maupun orang yang dekat dengan si perokok aktif tersebut, Kebiasan merokok berhubungan dengan 25 jenis penyakit yang dapat menyerang manusia, seperti kanker paru, bronkitis kronik, emfisema dan berbagai penyakit paru lainnya. Asap rokok dalam ruangan juga dapat meningkatkan kadar karbon monoksida (CO) yang dapat mengakibatkan menurunnya fungsi paru-paru. Asap rokok ini dapat terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Hal ini dapat menyebabkan asap rokok terikat dengan hemoglobin darah yakni 200 - 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Beberapa upaya yang bertujuan  untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi kesehatan kondusif bagi masyarakat seperti kawasan bebas asap rokok nampaknya masih sulit terealisasikan. Jumlah perokok aktif juga semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik rokok, terutama di Indonesia, di mana perokok aktif menjadi mayoritas dibandingkan perokok pasif. Asap rokok ini dapat terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Hal ini dapat menyebabkan asap rokok terikat dengan hemoglobin darah yakni 200 - 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Beberapa upaya yang bertujuan  untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi kesehatan kondusif bagi masyarakat seperti kawasan bebas asap rokok nampaknya masih sulit terealisasikan. Jumlah perokok aktif juga semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik rokok, terutama di Indonesia, di mana perokok aktif menjadi mayoritas dibandingkan perokok pasif. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan akibat kandungan zat berbahaya dalam rokok. Untuk mengurangi dampak asap rokok di ruangan, dikembangkan alat berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan filter karbon aktif tempurung kelapa dan microcontroller NodeMCU ESP32. Sistem ini mendeteksi asap rokok dengan sensor MQ-2, yang memicu kipas otomatis untuk menyerap udara. Asap yang terhisap dinetralisir oleh filter karbon aktif, dan data prosesnya dikirim ke server Thingspeak untuk pemantauan real-time. Jika kadar asap melebihi 2 ppm, kipas menyala otomatis, dan kadar asap ditampilkan pada LCD serta Web Thingspeak. Alat ini efektif menurunkan kadar asap dari 22,53 ppm menjadi 1,33 ppm dalam 1 menit 40 detik.