Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Studi Etnofarmakognosi Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Untuk Mengobati Penyakit Pada Manusia Di Kelurahan Manutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Gemma Yuliana Tei Seran; Lukas Seran; Getrudis Wilhelmina Nau
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 3 (2023): Vol 1 No 3 (2023): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang masih terbatas dan hanya diketahui oleh orang-orang tertentu. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor hilangnya informasi tentang tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian yang digunakan, jenis penyakit, cara pengolahan, tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan, jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan, dan alasan masyarakat membudidayakan tumbuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu observasi langsung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara. Data yang diperoleh dikelompokkan dan ditabulasikan dalam bentuk tabel. Data yang didapat dari hasil penelitian jenis tumbuhan obat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat 13 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Manutapen. Bagian yang digunakan yaitu rimpang, daun, akar, batang dan kulit. Jenis penyakit yang disembuhkan yaitu batu ginjal, usus buntu, ambeien, batuk, lambung, kista, kanker, tumor, diabetes, diare, prostat, hepatitis dan luka pasca operasi.Cara pengolahannya yaitu direbus, direndam/diseduh dan digunakan langsung. Tumbuhan obat yang paling banyak dimanfaatkan adalah binahong. Tumbuhan yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah jahe, kunyit, temulawak, kaca piring, binahong, kumis kucing, dan dandang gendis. Alasan dibudidayakan karena mudah ditemukan, sering digunakan dan mempunyai khasiat bagi kesehatan. Manfaat penelitian ini adalah Sebagai sumber informasi bagi semua pihak terkait tentang nama tumbuhan obat, jenis tumbuhan obat, khasiat, bagian tumbuhan obat yang dimanfaatkan, dan cara pengolahannya dalam pengobatan tradisional.
Jenis – Jenis Tumbuhan Yang Digunakan Untuk Mengobati Penyakit Pada Manusia Oleh Masyarakat Desa Nunusunu Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan Anayunita Pehuki; Lukas Seran; Maria Novita Inya Buku
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2023): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local wisdom without using natural ingredients to treat human diseases in Nunusunu Village is still fragmentary (limited/known to certain people). Therefore, academic research needs to be carried out and published so that it is known by many people. This research aims to find out the types of medicinal plants used by the community, the parts of plants used as medicine, the types of diseases treated with medicinal plants, how to process medicinal plants, the types of medicinal plants that are most widely used, the types of medicinal plants cultivated and the reasons for medicinal plants. is cultivated. The type of research used is descriptive research. The method used in collecting data was by means of documentation and semi-structured interviews (attached). The results of the research found that there were 17 types of plants, namely: Taduk (Alstoniascholaris), Kapok (Ceibapentandra), Red spinach (Amaranthus tricolor L), Soursop (Annona muricata), Anonak (Annona feticulata), Kirinyuh (Chromolaenaodorata), Papaya ( Carica papaya), Guava (Psidiumguajava), Pomegranate (Punicagranatum), Betel leaf (Piper betle), Binahong (Anrederacordifolia), Lemongrass (Cymbopogoncitratus), Betadin / Jatropha tintir (Jatropha multifida), Moringa leaf (MoringaOleifera ), Mahogany (SwieteniaMahagoni), Aruda (Rutagraveolens), Red Damar (Jatropha). The parts of plants used/utilized as medicine are leaves, stems, seeds, rhizomes/roots. The method of processing/using medicinal plants is by eating them directly, boiling them, burning them, chewing them/pounding them. Types of human diseases that can be treated are back pain, boils, low blood pressure, cancer (uterine and breast), flatulence, bleeding wounds, sore/caved teeth, stomach ache, diarrhea, diabetes/white urine, stomach, tumors, cure external and internal wounds, high fever and worms, coughing, vomiting blood. The types of plants most widely used are red spinach, soursop, anonak, kirinyuh, betel leaf, binahong, lemongrass.The types of plants cultivated are binahong, lemongrass, lemongrass leaves, betel leaves, red spinach, moringa, papaya, pomegranate, soursop, anonak. The reason plants are cultivated is that apart from being medicines to treat diseases in humans, these plants can also be consumed by the public so they are cultivated so they are easy to find and use when needed.The conclusion of this research was that 17 types of plants were obtained. The parts of plants used are leaves, stems, seeds and roots. The method of processing/using medicinal plants is by eating them directly, boiling them, burning them, chewing them/pounding them. And the medicinal plants cultivated by the Nunusunu community are binahong, lemongrass, betel leaves, red spinach, moringa, papaya, pomegranate, soursop, anonak. The reason medicinal plants are cultivated is that apart from being a medicine to treat diseases in humans, these plants can also be consumed by the community. so it is cultivated to be easy to find and use when needed.
Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Imunomodulator Oleh Masyarakat Desa Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan Elo Lorianti Seo; Getrudis Wilhelmina Nau; Lukas Seran
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 3 (2023): Vol 1 No 3 (2023): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di Desa Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan masih mengandalkan tumbuhan untuk mengobati berbagai jenis penyakit baik pada manusia maupun hewan. Hal ini disebabkan karena masyarakat setempat memiliki kepercayaan dan keyakinan terhadap khasiat tumbuh-tumbuhan tertentu sebagai bahan obat-obatan karena sudah teruji lewat pengalaman-pengalaman dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai imunomodulator. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur. Tumbuhan yang berhasil ditemuksan dikumpulkan, didokumentasikan dan diidentifikasi Hasil inventarisasi dan jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai imunomodulator oleh masyarakat Desa Kuanfatu, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengan Selatan terdapat 20 jenis tumbuhan yaitu kelor (Moringa olifera), serai merah (Cymbopongon nardus), bawang putih tunggal (Allium sativum L), jahe (Zingiber officinale var.Rubrum), jeruk nipis (Citrus auratifolia), turi merah (Sesbania grandiflora), pepaya (Carica papaya), binahong (Anredera cordifolia), bawang merah (Allium cepa), bayam putih (Amaranthus bybridus L), srikaya (Annona aquamosa), peria (Momordica charantia L), jambu biji (Psidium guajawa L), lengkuas (Alpinia galangal), kunyit (Curcuma domestica Val), kelapa (Cocus nucifera), kencur (Kaempferia galangal L), inggu (Gruta graveolens), biduri (Calotrois gigantean), asam (Tamarindus indica). Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan 20 jenis tumbuhan yang digunakan untuk meningkatkan imun tubuh oleh masyarakat Desa Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah selatan.
Potential Test of Jungle Water Guava (Zysigium jambos (L). Alston) Timor as Immunomodulator against Antibody Response of Broiler Chicken (Gallus domesticus) In Vivo Susar, Imelda; Seran, Lukas; Nau, Wilhelmina Getrudis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9119

Abstract

The study aims to determine the potential of Syzigium jambos (L.) Alston) Timor extract as an immunomodulator against the antibody response of broiler chickens (Gallus domesticus) in vivo. To determine what is the difference in immunomodulation between concentration levels of Syzigium jambos (L.) Alston ) Timor extract on the antibody response of broiler chickens (Gallus domesticus) in vivo. To determine whether there is a difference in immunomodulating ability of Syzigium jambos (L.) Alston ) Timor extract between the negative control group, experimental group and positive control group. Methods of the study used a research design with three treatment units, namely negative control, extract treatment and positive control following the pre-test post-test control group design. Data were analyzed descriptively and inferentially. The conclusion of this study is 1) Timor forest water guava bark extract is proven to have the potential as an immunomodulator against the antibody response of broiler chickens (Gallus domesticus) in vivo. 2) There are differences in immunomodulation between concentration levels of Timor forest water guava bark extract on the antibody response of broiler chickens (Gallus domesticus) in vivo, especially at a concentration of 25% with an average antibody titer of 853.3 cells/µl blood, while at concentrations of 50% and 75% there is no difference with an average antibody titer of 1024 cells/µl blood. 3) There is a difference in immunomodulation ability between the forest water guava bark extract (Zysigium jambos (L.) Alston) Timor group and the negative control group, but "no" difference with the positive control group.
ETHNOPHARMACOGNOSIS STUDY OF PLANTS AS BONE FRACTURE MEDICINE IN FENUN VILLAGE, SOUTH AMANATUN SUB-DISTRICT, SOUTH TIMOR TENGAN DISTRICT Tefa, Siprianus; Nau, Getrudis Wilhelmina; Seran, Lukas
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9896

Abstract

Masyarakat  Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih mengandalkan tumbuh-tumbuhan untuk mengobati patah tulang karena tidak mampu untuk melakukan pengobatan di rumah sakit dan pengobatan dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan sudah dilakukan sejak zaman dahulu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat patah tulang, organ atau bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaanya, lama waktu yang dibutuhkan dan frekuensi pengobatan serta jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan dan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengan Selatan. Penelitian ini menggunakan motode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur. Lokasi penelitian yaitu di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan penelitian ini dilakukan pada bulan april 2023. Hasil penelitian studi etnofarmakognosis tumbuhan sebagai obat patah tulang di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat 10 jenis tumbuhan yaitu krokot (Portulaca oleracea L.), paliasa (Kleinhovia hospita L.), pandan duri (Pandanus urophyllus Hance.), bayaman (Asystasia gengetica L.), benalu (Loranthus europaeu L.), kemiri (Aleurites moluccana L.), kunyit (Curcuma domestica Val.), maja/dila (Aegle marmelos L. Correa), johar (Cassia siamea L.) dan jagung kuning (Zea mays L.).
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Materi Perubahan Lingkungan Di SMA St Arnoldus Janssen Kupang Uri, Falenria; Missa, Hildegardis; Seran, Lukas
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2024): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low student learning outcomes are caused by a learning process that is still dominated by teachers. As a result, students only receive and memorize the delivered information, with limited opportunities to actively and creatively engage in the process of discovering knowledge independently. Therefore, selecting an appropriate learning model that aligns with the concepts and materials taught significantly influences the learning process. The purpose of this study is to determine the effect of the discovery learning model on the learning outcomes of Grade X students in environmental change material at SMA St. Arnoldus Janssen Kupang. This research employs a quantitative approach with a quasi-experimental design. The specific research design used is the nonequivalent control group design. The research sample consisted of Grade XA students as the experimental class, applying the discovery learning model, and Grade XB students as the control class, using direct instruction. Data analysis techniques include descriptive and inferential analyses. The results show that the discovery learning model effectively improves student learning outcomes. This is evident from the pretest average score of 52.8, which increased to 89 in the posttest. Based on the ANCOVA test, the significance value was 0.001 < 0.05. From these findings, it can be concluded that the discovery learning model significantly impacts the learning outcomes of Grade X students in environmental change material at SMA St. Arnoldus Janssen Kupang.
Pengembangan dan Validasi Media Booklet Materi Virus sebagai Sumber Belajar bagi Peserta Didik SMA: (Development and Validation of Virus Material Booklet Media as a Learning Resource for High School Students) Dede , Vinsensia Apriani; Buku, Maria Novita Inya; Seran, Lukas
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.42276

Abstract

This research aims to analyse the feasibility and determine the effectiveness and practicality of the virus material booklet being developed. The method used is the research and development method or Research and Development (R&D) with the development model used, namely the ADDIE model. The results obtained from the media feasibility value were 90% with a very feasible interpretation. The booklet media was also quite effective for use in teaching and learning activities in terms of the results of the N-gain analysis of the increase in student learning outcomes, namely 0.62 with a moderate interpretation, and this booklet media was efficient in terms of the results of the analysis of student responses with an average percentage of 88%. It can be concluded that this research uses research and development (R&D) methods with the ADDIE development model. The media feasibility result is 90% with a very feasible interpretation; booklet media is quite effective, as seen from the N-gain increase in student learning outcomes before (pretest) and after (posttest) learning using booklets. The students' average N-gain score was 0.62, with moderate interpretation, and they responded well to the booklet media developed. So, the average percentage of student responses or assessments is 88% with efficient interpretation. Abstrak. Penelitian    ini    bertujuan    untuk  menganalisis kelayakan, mengetahui kesfektifan   dan kepraktisan booklet materi virus yang dikembangkan. Metode yang  digunakan yaitu metode  penelitian  dan pengembangan  atau Research  and  Development (R&D)  dengan  model pengembangan  yang  digunakan  yaitu  model  ADDIE. Hasil yang diperoleh dari nilai kelayakan media yaitu sebesar 90% dengan interpretasi sangat layak, media booklet juga cukup efektif digunakan dalam kegiatan belajar megajar ditinjau dari hasil analisis N-gain peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu sebesar 0,62 dengan interpretasi sedang, dan media booklet ini sangat praktis ditinjau dari hasil analisis respon peserta didik dengan persentase rata-rata sebesar 88%. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil kelayakan media yaitu 90%  dengan interpretasi sangat layak, media booklet cukup efektif dilihat dari N-gain peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran menggunakan booklet. Hasil skor rata-rata N-gain peserta didik yaitu sebesar 0,62 dengan interpretasi sedang dan Peserta didik memberikan respon baik terhadap media booklet yang dikembangkan. Sehingga persentase rata-rata dari respon atau penilaian peserta didik yaitu sebesar 88% dengan interpretasi sangat praktis. 
Studi Kearifan Lokal Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Desa Noinbila Provinsi Nusa Tenggara Timur Ton, Maria; Missa, Hildegardis; Seran, Lukas
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5572

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah semakin berkurannya pengetahuan tradisional masyarakat tentang pemanfaatan tumbuhan obat akibat modernisasi dan kurangnya upaya pendokumentasian, dan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Desa Noinbila tentang tumbuhan berkhasiat obat belum terdokumentasi dengan baik, sehingga berisiko hilang seiring berjalannya waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat yang digunakan oleh masyarakat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, jenis penyakit yang dapat diobati, dan metode pengolahan tumbuhan obat.  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada pendeskripsian tumbuhan obat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, jenis penyakit yang diatasi, cara pengolahan tumbuhan obat di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hasil penelitian ditemukan 25 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Noinbila untuk mengobati penyakit yaitu sirih, kunyit, jahe, lengkuas, sereh, jarak pagar, alpukat, pepaya, kemiri, kumis kucing, jambu, kirinyuh, asam, binahong, sirsak, srikaya, faloak, johar, seledri, murbei, talas, bambu, delima, kecubung, dan temulawak. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah bagian daun, tunas, batang, kulit batang, biji, rimpang dan umbi. Jenis penyakit yang diobati yaitu nyeri haid, keputihan, batuk, panu, asam urat, sakit pinggang, lidah putih pada bayi, BAB berdarah, darah tinggi, malaria, bisul, batu ginjal, inkontinensia urin atau kencing menetes, diare, luka sayatan, rematik, luka dalam (lambung, kanker, tumor), kolesterol, hipertensi, hepatitis, gula darah, stroke, dan ambeyen. Cara pengolahan yang dilakukan yaitu direbus, dibakar, ditumbuk, ditempelkan, diseduh, dijadikan sayur, langsung dimakan, dihaluskan atau diparut.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Menengah Atas Herak, Rikardus; Seran, Lukas
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6983

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan metode pembelajaran inovatif yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam penyelidikan ilmiah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental, dengan kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran berbasis PBM dan kelompok kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design untuk mengevaluasi perubahan keterampilan proses sains siswa sebelum dan sesudah penerapan PBM. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI di SMA Santa Familia Wae Nakeng yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proses sains, yang disusun berdasarkan indikator keterampilan proses sains, seperti kemampuan mengobservasi, merumuskan hipotesis, merencanakan percobaan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Tes ini divalidasi oleh dosen ahli untuk memastikan validitasnya. Selain itu, lembar observasi digunakan untuk menilai keterlibatan, kerja sama, dan motivasi siswa selama pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired sample t-test untuk uji efektivitas PBM, dengan asumsi data memenuhi normalitas dan homogenitas. Apabila tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji non parametrik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan proses sains kelompok eksperimen, dengan selisih rata-rata sebesar +35,36 dan nilai p sebesar 0,001, yang lebih kecil dari ambang batas 0,05. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan kecil yang tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa PBM merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan penyelidikan ilmiah siswa, termasuk merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, dan menganalisis data. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel yang kecil dan fokus pada satu konteks pendidikan, yang dapat membatasi generalisasi hasil.
PEMETAAN DAN INTERVENSI LITERASI DASAR DI SEKOLAH DASAR INPRES BETUN KOTA Seran, Lukas; Fernandez, Aloysius Joakim; Ke Lomi, Aplonia Nelci; Maing, Claudia Mariska Mardikawati; Lakapu, Meryani; Boo, Maria Febrianti Herlina; Sau, Antonius Arnoldus Janssen
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v8i2.222

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa dan memperkuat kapasitas guru melalui pelaksanaan Reading Camp di SD Inpres Betun Kota. Kegiatan diawali dengan pemetaan kemampuan membaca siswa menggunakan instrumen berbasis Teaching at the Right Level (TARL), yang menghasilkan lima kategori kemampuan. Berdasarkan hasil pemetaan, siswa dikelompokkan dan diberi intervensi sesuai levelnya. Di sisi lain, guru mengikuti pelatihan strategi pembelajaran diferensiasi berbasis data hasil asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori membaca pemahaman, sementara guru menunjukkan respons positif terhadap pelatihan yang diberikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi kontekstual dan partisipatif dapat mendorong peningkatan literasi secara signifikan di lingkungan sekolah dasar. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa.