Articles
Pemanfaatan Alat Peraga Matematika Sebagai Media Pembelajaran Di SD Oebola Di Nusa Tenggara Timur
Yohanes O Jagom;
Irmina V Uskono;
Aloysius J Fernandez
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 5 (2020): Vol 1 No 5 October Pages 306-486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v1i5.73
Alat peraga matematika merupakan media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam mengkongkritkan konsep yang abstrak sehingga menjadi mudah untuk dipahami. Oleh karena itu guru wajib dituntut untuk mampu menghasilkan alat peraga sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar dari siswa. Hal ini perlu dilakukan guru agar mampu memanfaatkan media pembelajaran yang sederhana dalam mentransferkan materi ajar sehingga siswa mampu menangkap dan memahami materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran yang dirancang dapat tercapai. Tujuan dari pengabdian ini untuk membantu guru-guru dan siswa agar dapat memanfaatkan alat peraga matematika dalam pembelajaran. Metode yang digunakan berupa metode praktek, diskusi serta observasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD Inpres Oebola Dalam Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Dengan sasaran peserta guru-guru dan siswa. Pelaksanaan kegiatan pemanfaatan alat peraga matematika sebagai media pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sehingga meningkatkan antusiasme dari peserta dengan memberikan berbagai macam respon positif, serta peserta dapat memahami dan menggunakan alat peraga matematika dalam memahami konsep. Oleh karena itu perlu adanya bimbingan dan pelatihan bagi para guru agar mampu menghasilkan media pembelajaran yang baik sehingga mampu diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas untuk meningkatkan minat dan mitivasi belajar siswa
PEMBELAJARAN GEOMETRI BIDANG DAN RUANG BERBASIS ETNIS TIMOR
Michael Fernandez;
Kristoforus Djawa Djong;
Wilfridus B. N. Dosinaeng;
Irmina V Uskono;
Aloysius Joakim Fernandez;
Meryani Lakapu
Bakti Cendana Vol 3 No 2 (2020): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/bc.3.2.2020.68-77
Etnomatematika mengacu pada bentuk-bentuk matematika yang bervariasi sebagai konsekuensi yang tertanam dalam kegiatan budaya. Etnomatematika juga mengacu pada konsep-konsep matematika tertanam dalam praktek-praktek budaya. Etnomatematika mengacu pada bentuk-bentuk matematika yang bervariasi sebagai konsekuensi yang tertanam dalam kegiatan budaya. Geometri sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah menengah. Pembelajaran geometri berbasis etnis budaya Timor. Siswa dapat mengamati dan menghitung banyaknya bentuk geometri dalam LOPO. Implementasi bentuk-bentuk Geometri (bidang datar dan ruang) dalam pelaksanaan pembelajaran Geometri berbasis etnis budaya Timor menjadi suatu metode yang tepat. Siswa dapat mengamati dan mengkaji Geometri dalam rumah adat LOPO. Kelompok sasaran dalam kegiatan Pengabdian ini yaitu sekolah-sekolah yang siswanya kebanyakan berasal dari suku dawan (TTU dan TTS serta Kabupaten Kupang). Kelompok sasarannya adalah siswa-siswi SMPN 10. Agar dapat mengimplementasi bentuk-bentuk geometri dalam pelaksanaan pembelajaran Geometri berbasis etnis budaya Timor, maka dapat dilakukan dengan cara membuat miniatur LOPO yang dibawa ke depan kelas saat kegiatan pembelajaran Geometri. Namun demikian disarankan agar sekolah itu dapat membuat LOPO yang sebenarnya, sehingga LOPO itu menjadi sumber belajar bagi siswa yang belajar tentang geometri bidang datar dan geometri ruang.
PEMBELAJARAN GEOMETRI BIDANG DAN RUANG BERBASIS ETNIS TIMOR
Michael Fernandez;
Kristoforus Djawa Djong;
Wilfridus B. N. Dosinaeng;
Irmina V Uskono;
Aloysius Joakim Fernandez;
Meryani Lakapu
Bakti Cendana Vol 3 No 2 (2020): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/bc.3.2.2020.68-77
Etnomatematika mengacu pada bentuk-bentuk matematika yang bervariasi sebagai konsekuensi yang tertanam dalam kegiatan budaya. Etnomatematika juga mengacu pada konsep-konsep matematika tertanam dalam praktek-praktek budaya. Etnomatematika mengacu pada bentuk-bentuk matematika yang bervariasi sebagai konsekuensi yang tertanam dalam kegiatan budaya. Geometri sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah menengah. Pembelajaran geometri berbasis etnis budaya Timor. Siswa dapat mengamati dan menghitung banyaknya bentuk geometri dalam LOPO. Implementasi bentuk-bentuk Geometri (bidang datar dan ruang) dalam pelaksanaan pembelajaran Geometri berbasis etnis budaya Timor menjadi suatu metode yang tepat. Siswa dapat mengamati dan mengkaji Geometri dalam rumah adat LOPO. Kelompok sasaran dalam kegiatan Pengabdian ini yaitu sekolah-sekolah yang siswanya kebanyakan berasal dari suku dawan (TTU dan TTS serta Kabupaten Kupang). Kelompok sasarannya adalah siswa-siswi SMPN 10. Agar dapat mengimplementasi bentuk-bentuk geometri dalam pelaksanaan pembelajaran Geometri berbasis etnis budaya Timor, maka dapat dilakukan dengan cara membuat miniatur LOPO yang dibawa ke depan kelas saat kegiatan pembelajaran Geometri. Namun demikian disarankan agar sekolah itu dapat membuat LOPO yang sebenarnya, sehingga LOPO itu menjadi sumber belajar bagi siswa yang belajar tentang geometri bidang datar dan geometri ruang.
Pelatihan Geogebra: Pemodelan Matematika Menggunakan Kalkulus
Meryani Lakapu;
Aloysius Joakim Fernandez;
Irmina Veronika Uskono;
Yohanes Ovaritus Jagom;
Wilfridus Beda Nuba Dosianaeng
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32486/dikemas.v6i1.265
During the COVID-19 pandemic, everyone has the free opportunity to learn various things and anywhere. Therefore, this service activity provides breadth for all mathematics students/teachers/lecturers in Indonesia to learn about Mathematical Modeling using Calculus, which is assisted by the GeoGebra application. This activity is a collaboration between the Indonesian Mathematical Association (IndoMs), Program Studi Pendidikan Matematika Sanata Dharma, Program Studi Matematika Universitas Kristen Satya Wacana dan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira. Participants in this activity amounted to 62 (students, teachers and lecturers) from 15 campuses and 5 high schools spread throughout Indonesia. The objectives of this training are for participants to be able to: (1) understand the basic concepts of modeling using calculus; (2) pose everyday problems that can be modeled with calculus; (3) able to use geogebra in completing and analyzing mathematical modeling; and (4) able to communicate the results of mathematical modeling in written and oral form in a structured manner. Based on the evaluation results, this activity can be carried out well and the expected goals can be achieved.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Etnomatematika Pada Materi Segitiga dan Segiempat
Antonius Rewatus;
Samuel Igo Leton;
Aloysius Joakim Fernandez;
Maria Suciati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.276
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Etnomatematika yang berkualitas baik pada materi Segiempat dan Segitiga. Untuk mengetahui kualitas dari LKPD yang dihasilkan dilihat dari tiga aspek yaitu kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu research and development(R&D) dengan model pengembangan four-D(4-D) yang dimodifikasi menjadi 3D tahap yaitu define, design, dan develop. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas LKPD yaitu angket lembar validasi untuk mengukur kevalidan, wawancara, angket respon guru dan respon peserta didik untuk mengukur kepraktisan, dan tes untuk mengukur keefektifan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas LKPD memenuhi kriteria kevalidan dengan skor rata – rata keseluruhan sebesar 4,8 dan kualitas LKPD memenuhi kriteria kepraktisan dengan skor rata – rata keseluruhan sebesar 4,73 sertapersentase ketuntasan tes peserta didik sebesar 77,7 % memenuhi kriteria keefeektifan.Dengan demikian Pengembangan LKPD berbasis Etnomatematika pada materi segiempat dan segitiga berkualitas baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
Kategorisasi Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMP Negeri Se-Kota Kupang Berbantuan Fuzzy Inference System Metode Mamdani
Daniel W. Fointuna;
Agapitus H. Kaluge;
Aloysius Joakim Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 1 No 1 (2019): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | November 2018 ~ Mei 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.316 KB)
|
DOI: 10.30822/asimtot.v1i1.92
This survey aims to describe the mathematical literacy of state junior high school students in Kupang city, East Nusa Tenggara province. It was done not only due to the low achievement of Indonesian 15-year-old students in PISA but also because there are no surveys which had been done before to map the mathematical literacy of students in Kupang city. A total of 377 respondents who were the ninth grade students representing six state junior high schools in Kupang were collected by two-stage cluster randomized sampling. The students were assessed using fifteen problems adopted from PISA 2012 and some development researches with a product of mathematical literacy problems so that those items were highly reliable to measure students mathematical literacy. The categorization of students mathematical literacy was carried out using Mamdani’s Fuzzy Inference method. The input of fuzzification was a score of three process domains assessed by those fifteen problems, specifically formulating, employing, and interpreting. The output of defuzzification was students mathematical literacy score used to determine the category of students mathematical literacy. The results showed that the mathematical literacy of state junior high school students in Kupang city was generally classified as a low category.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Metode Penemuan Terbimbing
Naomi Teti Ngedi1;
Samuel Igo Leton;
Aloysius Joakim Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 1 No 1 (2019): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | November 2018 ~ Mei 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (626.819 KB)
|
DOI: 10.30822/asimtot.v1i1.94
This research aims to know the effect of guided discovery method in increasing the students’ mathematical problem solving ability. The type of the research is quantitative with pre experimental design. The experiment used was one group pretest-posttest design. The samples were taken from class VIID which consisted of 30 students, randomly selected from 5 existed classes. The type of the data of this research was premier data. The data collection was done by using tests, each consisted of 5 analysis questions. The technique of analyzing data was t-test showed that and at a significant level 5% which means that . Therefore, H0 was refused and Ha was accepted. Hence, a conclusion could be drawn that there was a significant effect in using guided discovery method in increasing the students’ mathematical problem solving ability.
Studi Etnomatematika Pada Budaya Masyarakat Larantuka
Ni Ketut Artanti Agustini;
Samuel Igo Leton;
Aloysius Joakim Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 1 No 1 (2019): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | November 2018 ~ Mei 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.501 KB)
|
DOI: 10.30822/asimtot.v1i1.95
The environment can become a source of learning in a process of mathematical learning related to the real world. One source learning in the environment is cultural. Mathematical lessons that studied educated participants at school are sometimes different to important transatic problems that encountered in everyday life, makes it more difficult learning participants linking the links of furatic concepts that are formal with issues of culture. Etnomathematics connects cultures with mathematics learning. The purpose of this research is to obtain the description of the value of the impostor’s value and growing up to the cultural society of Waibalun. This type of research is a qualitative research with the Etnographic design. Data collection by observation, interviews and documentation. The subject in this study is three person taken Purposive against public figures who learn and understand well about indigenous homes. The object of this research is the Waibalun indigenous home. The results of data analysis show that a) Etnomathematical activity in the process of making Waibalun indigenous homes, that is measuring, counting and designing; b) The mathematical values were found in the Waibalun indigenous home consist of, the angle, rectangle, triangle, trapezium, tube and reflections.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Berdasarkan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas VII SMP
Fransiska Meni Oeleu;
Samuel Igo Leton;
Aloysius Joakim Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 1 No 1 (2019): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | November 2018 ~ Mei 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (877.031 KB)
|
DOI: 10.30822/asimtot.v1i1.98
The research aims to get an overview about the ability of students in solving mathematical problem based on their emotional intelligence. This is qualitative research with a case study design. The subjects of this research were seventh-grade students who has high emotional intelligence, consisting of a student from catholik junior high school in Kefamenanu and one students from state secondary school in Kota Kupang, They were obtained using purposive. The data were collected using a questionnaire of emotional intelligence, a mathematical problem-solving task, and a interview sheet. The analysis of what is obtained from both subjects, being the high crossing of catholik junior high school students Kefamenanu, it is obtained from cross-leg’s ability: students can understand the matter, make quick plans, to implement completion plans and examine back. The state junior high school in Kupang have the ability of low-vang problems acquired from abilities of emerging problems: students cannot understand matter, students are less able to create completion plans and students cannot examine the return settlement sequences
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA
Rosalia Fransiska Ina Ledun;
Agapitus H. Kaluge;
Aloysius Joakim Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 2 No 2 (2020): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2020 - November 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30822/asimtot.v2i2.771
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar dan minat belajar siswa SMA. Jenis dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi berganda. Sampel dalam penelitian ini kelas XI IIS yang berjumlah 34 orang yang dipilih secara acak. Jenis datanya yaitu data primer. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan tes prestasi belajar matematika. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil uji parsial pada kemandirian belajar menunjukkan bahwa sehingga kemandirian belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan pada minat belajar diperoleh sehingga ada pengaruh yang tidak signifikan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika. Selanjutnya, pada uji secara simultan menunjukkan bahwa maka terdapat pengaruh simultan pada kemandirian belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kemandirian belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika