Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MOTIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL CLUBHOUSE DI KALANGAN ANGGOTA KLUB PHOTOGRAPHER INDONESIA Muhammad Jaiz; Dhian Arofah; Darwis Sagita; Nurprapti Wahyu W.
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i2.16448

Abstract

Teori New Media menyebutkan bahwa media selalu berkembang, selalu ada media baru untuk menunjang kehidupan manusia. Clubhouse merupakan aplikasi jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2020. Media sosial berbasis audio live streaming ini mengalami peningkatan jumlah pengguna yang cukup drastis, hingga menempati posisi ke enam sebagai aplikasi media sosial terpopuler di App Store pada tahun 2020. Salah satu Klub yang dibuat oleh pegguna Indonesia di aplikasi Clubhouse adalah klub Photographer Indonesia. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui motif penggunaan media sosial Clubhouse di kalangan anggota klub Photographer Indonesia berdasarkan 4 kategori motif menurut McQuail, yaitu 1) Motif Informasi; 2) Motif Identitas Pribadi; 3) Motif Integrasi dan Interaksi Sosial; 4) Motif Hiburan. Penulisan dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara pada lima orang anggota Photographer Indonesia. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa motif anggota Photographer Indonesia menggunakan Clubhouse yang paling dominan adalah Motif Informasi karena informasi adalah hal yang penting bagi manusia.Kata kunci : Clubhouse, Motif Penggunaan Media, Media Sosial
Analisis Informasi Organisasional Kelompok Masyarakat Siaga Bencana Dalam Upaya Mengurangi Risiko Bencana Dawam Syukron; Ahmad Sihabudin; Nurprapti Wahyu Widyastuti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3915

Abstract

Sebagai wilayah yang berpotensi dan kerap kali dilanda bencana tentu akan menimbulkan kehawatiran di masyarakat. Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) di Desa Walikukun Kabupaten Serang, membantu untuk menurunkan tingkat kecemasan yang ada di masyarakat. Hal ini ditandai dengan informasi-informasi yang berkembang mengenai tanda-tanda bencana, potensi bencana yang akan datang dapat dikonfirmasikan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses informasi organisasional dengan pendekatan Karl Weick yang dilakukuan KMSB Walikukun dalam upaya mengurangi resiko bencana melalui.penseleksian informasi untuk mengurangi ketidakjelasan informasi bencana.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena peneliti ingin mendeskripsikan keadaan yang diamati di lapangan dengan lebih spesifik, transparan, dan mendalam. Penelitian ini berusaha menggambarkan situasi dan kejadian sehingga data yang akan terkumpul bersifat deskriptif untuk mengidentifikasi lingkungan informasi di KMSB. Hasil penelitian ini menunjukkan KMSB di Desa Walikukun terdapat (1) Informasi tentang potensi lokasi yang rentan akan bencana dan tanda-tanda bencana datang dari berbagai pihak, baik dari pihak internal maupun external. (2) KMSB Desa Walikukun mengelola informasi melalui pembuatan peta social bencana dan Transcheck yang kemudian dibuat skala prioritas. (3) Dalam menggunakan dan mengkomunikasikan informasi yang telah diputuskan melalui media rapat forum dan media komunikasi, serta melibatkan pihak ketiga dalam proses tindak lanjut upaya penangulangan bencana. Jika dikaitkan dengan asumsi dari teori yang melandasi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa organisasi yang ingin mempertahankan keberadaannya di tengah-tengah lingkungan masyarakat harus siap dengan berbagai informasi yang datang. Demikian karena organisasi tidak bisa lepas dari lingkungan informasi yang bisa saja menimbulkan ketidakjelasan dalam proses menerimanya. KMSB Walikukun dituntut harus dapat memahami informasi tersebut melalui pemrosesan informasi sehingga dapat ditemukan informasi yang berguna bagi organisasi dan dapat dilakukan umpan balik terhadap informasi tersebut
Review Jurnal Analisis Semiotika Dalam Film Parasite Nurprapti Wahyu Widyastuti; Rizky Indra Purnama; Ail Muldi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4030

Abstract

Parasite menjadi film tersukses Korea Selatan dengan semua pencapaiannya. Kondisi tersebut banyak yang meneliti film tersebut dengan menggunakan analisis semiotika. Semiotika memungkinkan untuk kita untuk menganalisa film dengan sudut pandang atau interpretasi penelitinya. Penggunaan analisis semiotika dan hasil dari interpretasi dari setiap peneliti berbeda. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat bagaimana para menggunakan analisis semiotika sebagai metode dalam film Parasite.  Peneliti mengambil enam jurnal penelitian film Parasite yang menggunakan semiotika sebagai metode analisisnya.  Untuk mengetahui bagaimana semiotika digunakan maka peneliti melakukan review jurnal terhadap keenam jurnal penelitian tersebut. Peneliti melakukan tahapan review jurnal melalui tiga tahap. Pertama summarize dengan cara merangkum untuk menyimpulkan jurnal penelitian tersebut. Setelah itu masuk kepada tahapan contrast yaitu mencari perbedaan dari keenam jurnal penelitian tersebut. Kemudian masuk dalam tahap synthesize yaitu setelah mengetahui perbedaan ataupun kesamaan dari jurnal penelitian tersebut untuk membuat kesimpulan baru.
Branding Untirta Jawara and HITS and Green Campus Through Media Rel Nurprapti Wahyu Widyastuti; Rahmi Winangsih; Dinda Aisah
Indonesian Journal of Social Science Research Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.04.02.13

Abstract

Sustainable development in the field of environmentally sound education is contained in SDGs No. 4, (Quality Education), and SDGs No. 9 (industry, innovation, and infrastructure). Untirta as an agent of chanre embodies a superior Untirta with environmental insight. Untirta's branding efforts are still partial and not optimal, therefore Untirta's vision must be understood by all stakeholders and internalized in every academic community. This study aims to determine the strategy of Branding Untirta Jawara as a Healthy, Integrated, Smart and Green (HITS and Green) Campus through a Media Relations Approach. Case study research methods, data obtained through interviews, observations and Focus group discussions. In formulating, designing and building the Untirta brand begins with the implementation of an analysis of three main parties, namely: Customers (consumer audit), Competitors (competitor audit) and Internal Stakeholders (internal audit). The research resource persons are Rectors and former Rectors, Public Relations, Lecturers, Employees and students of Untirta. To check the data, interviews were conducted with media partners, local governments and industry. The results showed that Untirta Branding was built through visual identity and brand activation process. Untirta's external branding is carried out through good relations with local and national media. To get the benefits of publication, a publication barter strategy is used, participating in the reporting of partner events at local and national events.
KONSEP RESPONSIBLE TOURISM MARKETING (RTM) DALAM MEMBANGUN PARIWISATA Sofiyani, Kiki; Widyastuti, Nurprapti; Kurniawati, Rd. Nia Kania
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 5 Issue 1, April 2023
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jsc.v0i0.19842

Abstract

Indonesia's tourism sector is one of the contributors to increasing the country's foreign exchange, including in employment. Based on a report from the Ministry of Tourism and Creative Economy (2019), the contribution of the tourism sector to Gross Domestic Product (GDP) reached 4.80% and absorbed up to 13 million workers. This impact is not only positive but also negative. One of the negative impacts of tourism include; the tendency of the community to be very high towards tourism, increasing inflation and selling prices of land, there is income inequality between community groups and causing local people to lose control of economic resources (Ismayanti, 2010). This condition also refers to Indonesia's abundant natural wealth, but it is very unfortunate that most human actors tend to prioritize their own social interests (self-interest). Tourism marketing is responsible for integrating the principles of sustainability as the main basis for making marketing decisions. Thus, the principles of sustainability must be included in all tourism marketing decisions, including the creation of tourism products, advertising campaigns, and as an effort to attract and maintain tourist loyalty, various marketing activities must be carried out. The existence of these principles will accelerate the process of improving the tourism sector by creating a positive image, adding advertising, and promoting sales that can increase the number of visits by local and international tourists.Key words : tourism, sustainability, marketing decisions, loyalty
INOVASI TEMPAT SAMPAH OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Ardiyansah, Koko Yusuf
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v8i2.14237

Abstract

Virus Corona merupakan keluarga virus yang ditemukan pada tubuh manusia dan jugahewan. Sebagian virusnyadapat menginfeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya penyakit umum seperti flu, hinggapenyakit- penyakityanglebihfatal, sepertiMiddle East Respiratory Syndrome(MERS) danSevere AcuteRespiratorySyndrome(SARS).Corona Virus Disease19 (Covid-19) adalah varian virus corona yang munculpada tahun 2019 di kota Wuhan, Cina. Penyebarannya terjadi secara cepatdi seluruh dunia, hingga pada bulanFebruari2020WHOmenetapkansebagaipandemidunia.Virusdapatditemukandiberbagaitempatyangtidakkitalihatterutamapadapembuangansampahrumah.AlattempatsampahotomatisberbasisarduinoUNOmerupakansalahsatuperalatan pendukunguntukmembuangsampahtanpaharusmembukaataumenyentuh.Pengabdianpadamasyarakatyang dilakukaninibertujuanagarmasyarakatdapat denganmudahmembuangsampahtanpaharusmenyentuhuntukmencegahdariterkenavirusjahat
Pemaknaan Aksi Super Damai 212 dan Gerakan Kebangkitan Ekonomi Umat Islam di Indonesia Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Mujahida, Haifa; Ali, Abdelrahman
KOMUNIKA Vol 5 No 1 (2022): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.200/M/KPT/2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v5i1.12700

Abstract

Aksi Bela Islam Super Damai 212 diselenggarakan di Monumen Nasional, Jakarta diikuti oleh umat muslim dari berbagai wilayah Indonesia. Peristiwa ini menimbulkan semangat persatuan umat Islam Indonesia. Prakarsa kemandirian ekonomi diawali dengan mendirikan Koperasi Syariah 212. Metoda fenomenologi digunakan untuk meneliti kondisi pasca aksi 212 dengan tujuan untuk menggambarkan motif, pengalaman serta makna yang dirasakan oleh para peserta dan simpatisan Aksi 212. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumentasi. Temuan penelitian dianalisis dengan menggunakan perangkat teori fenomenologi dan teori interaksionalisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan para peserta dan simpatisan Aksi 212 memaknai aksi tersebut sebagai wadah pemersatu umat Islam sehingga melahirkan gerakan ekonomi yaitu berdirinya 212 mart. Produk UMKM mendapatkan pasar yang lebih luas. Para simpatisan berpartisipasi dalam proses kebangkitan ekonomi umat dengan menjadi anggota koperasi Syariah 212 dan menjadi konsumen yang loyal dengan melakukan belanja dan pembelian produk di 212 Mart.
Instagram sebagai Media Informasi bagi Ibu Milenial dalam Pemenuhan Kebutuhan Pola Asuh Anak Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Salsabila, Namira Aurum
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v3i1.14612

Abstract

AbstractThe new normal life due to the Covid-19 pandemic has forced people to adjust to the "new civilization". The change in learning methods from offline to online, forced the role of parents to have multiple responsibilities, including supporting, completing assignments, learning from the environment, and providing knowledge about the current situation. The problem arises when millennial mothers are not ready for this dual role. To meet your parenting information needs, @rainbowcastleid social media offers various communication channels. The purpose of this study was to find out the use of Instagram social media by the @rainbowcastleid account to have an impact on meeting the information needs of parents. The theory used in this study is the uses and gratification theory. This theory explains how to explain the acceptance process in mass communication, explaining that audiences can choose the media they want according to their needs. The method used is the case study method. The data was obtained through interviews with 12 millennial mothers aged 18 to 35 years, with different educational and career backgrounds. This research is located in the province of Banten. The results showed that the use of Instagram media really helped them in getting parenting information. Instagram media can realize information needs.Keywords:  Instagram, Millennials, Social Media, Parenting AbstrakKehidupan new normal akibat pandemi Covid-19 telah merubah masyarakat dengan “peradaban baru”. Perubahan metoda belajar dari offline ke online, memaksa peran orang tua memiliki tanggung jawab ganda, termasuk mendukung, menyelesaikan tugas, belajar dari lingkungan, dan memberikan pengetahuan tentang situasi saat ini. permasalah muncul ketika ibu-ibu milenial tidak siap dengan perubahan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan informasi parenting, media sosial @rainbowcastleid menawarkan berbagai saluran komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media sosial Instagram oleh akun @rainbowcastleid berdampak dalam pemenuhan kebutuhan informasi orang tua. fenomena ini dianlisis dengan teori uses and gratification. Teori ini menjelaskan proses penerimaan dalam komunikasi massa, menjelaskan bahwa khalayak dapat memilih media yang mereka inginkan sesuai dengan kebutuhannya. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. data diperoleh melalui wawancara kepada narasumber 12 orang ibu milenial berusia 18 sampai 35 tahun, dengan latar belakang pendidikan dan karir yang berbeda. Penelitian ini di lokasi  provinsi Banten.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan media instagram sangat membantu mereka dalam mendapatkan informasi parenting. media instagram dapat merealisasikan kebutuhan informasi.Kata Kunci: Instagram, Media Sosial, Millennials, Parenting
Diseminasi Komunikasi Kesehatan Melalui Pembuatan Sumur Bor Desa Curug Panjang Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Widyaningtyas, Mia Dwianna
Jurnal Respon Komunitas dan Pemberdayaan Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Respon Komunitas dan Pemberdayaan
Publisher : Jurnal Respon Komunitas dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrkp.v2i1.31159

Abstract

Communication Strategy Of Bank Indonesia's Mentoring Program For Partnered Msmes (A Qualitative Descriptive Study On Kaywood MSME) Saputra, Andika; Kurniawati, Nia Kania; Widyastuti, Nurprapti Wahyu
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 7 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i7.512

Abstract

Every business actor expects their products to be recognized by the wider community, basically consumers will buy a well-known brand because they feel safe with something that is already known. People can distinguish products from each other by looking at the logo, shape and image, called brand awareness. The marketing communication strategy used by Kaywood Watches to attract buyers lies in its innovative, artistic and trendy design, which is also very suitable for use in special events and can be used as gifts, and is made of ebony wood, sonokeling, teak wood and maple wood. This research focuses on the Communication Strategy of Bank Indonesia's Assistance Program for Fostered MSMEs. The theory used to analyze is SWOT Analysis. This research uses a descriptive research method, where the researcher not only describes or explains the problems researched according to the facts, but is also supported by questions by conducting direct interviews about the object of the research, namely Kaywood's marketing communication strategy through social media in building Brand Awareness. Then, the data can be collected, compiled, explained, and analyzed accompanied by problem solving or solutions according to the problem being researched. The findings for the Communication Strategy of Bank Indonesia's Assistance Program for Fostered MSMEs are by providing product assistance by providing names and logos Institutional strengthening in the form of providing opportunities to participate in marketing events and exhibitions, as well as expanding cooperation with external parties. Technical assistance is in the form of providing training, research and facilities to fostered MSMEs. Financing is in the form of providing working capital loan assistance to fostered MSMEs that can be used to purchase machinery and raw materials. The social media used by Kaywood is digital marketing through Facebook, Instagram, TikTok, Youtube, Shopee and Blibli as well as Lazada.