Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Mathematics and Applications (MAp) Journal

ANALISIS MODEL SIR-ASI PADA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE Anjel Agustina; Pardi Affandi
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/map.v5i1.6055

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus infection through the bite of the Aedes Aegypti mosquito. The high number of cases of DBD from year to year has become a major health problem in Indonesia. DBD can be modeled using mathematical modeling to understand the dynamics of disease spread through the stability of the equilibrium point and optimal control of the problem of DBD transmission. The DBD model is classified into 2 types of classes: the human population class and the mosquito class. There are three subclasses for the human population class: the susceptible population, the infected population, and the recovered population. Meanwhile, the mosquito population class is divided into three subclasses, namely the aquatic population, the susceptible population, and the infected population. The aims of this study were to determine a mathematical model for the spread of Dengue Hemorrhagic Fever, to reconstruct the model, to determine the optimal control form for DBD, and to perform numerical simulations. The result of this study is the formation of the SIR-ASI model for DBD. Based on this model, two equilibrium points are obtained, namely a disease-free equilibrium point and an endemic equilibrium point. Then the basic reproduction number (R_0 ) is obtained through the Next Generation Matrix method.
Model Persediaan yang Mengalami Kemerosotan Berdistribusi Weibull Lestari, Anisha Ayu; Affandi, Pardi; Farid, Fuad Muhajirin
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/map.v5i2.6607

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model persediaan yang unik dengan mempertimbangkan kemerosotan barang yang mengikuti distribusi Weibull. Model ini dirancang untuk mengatasi tantangan dalam manajemen persediaan, khususnya dalam menghitung biaya total dan optimal. Metode yang digunakan meliputi analisis turunan parsial kedua untuk menemukan biaya optimal dan analisis kemonotonan pada turunan pertama untuk analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru dalam pengelolaan persediaan, dengan model yang efektif untuk memprediksi kemerosotan barang dan mengoptimalkan biaya. Penelitian ini juga menawarkan analisis sensitivitas yang mendalam terhadap perubahan parameter, memberikan panduan penting untuk pengambilan keputusan strategis dalam manajemen persediaan
PENGARUH JUMLAH HARI HUJAN, SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL Alkatiri, Gina; Affandi, Pardi; Idris, Mochammad
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/map.v6i1.8224

Abstract

Gigitan nyamuk Aedes Aegypti merupakan vektor penyebaran virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD) ke manusia. DBD biasanya menyerang negara-negara seperti Indonesia yang memiliki iklim tropis atau subtropis. Kasus DBD menyebar di 34 Provinsi Indonesia, dan Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-9 berdasarkan Incidence Rate (IR) pada tahun 2018. Kota Banjarbaru menempati peringkat kedua dari 13 Kabupaten/ Kota di Kalimantan Selatan. Selama tahun 2017 hingga 2021, jumlah kasus DBD di Kota Banjarbaru mencapai lebih dari 1000 kasus, melebihi jumlah kasus di Kabupaten/ Kota lain yang terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan menggunakan model regresi logistik multinomial, penelitian ini mencoba mengetahui pengaruh suhu, kelembapan, dan jumlah hari hujan terhadap penyakit demam berdarah di Kota Banjarbaru. Regresi dengan variabel terikat kategorikal dikenal sebagai regresi logistik multinomial. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan uji data kasus jumlah penderita penyakit DBD yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu tidak ada kasus, kasus rendah dan kasus tinggi dengan variabel bebas yaitu jumlah hari hujan, suhu dan kelembapan. Hasil dari penelitian menunjukkan faktor jumlah hari hujan berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyakit DBD pada fungsi logit kasus rendah, sedangkan faktor suhu dan kelembapan tidak berpengaruh signifikan. Nilai Odds Ratio faktor jumlah hari hujan yaitu sebesar 37,2% berpeluang terjadi kasus rendah untuk setiap peningkatan satu hari hujan dibandingkan tidak ada kasus.
ANALISIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI MODEL MATEMATIKA SEIRD-ASI Affandi, Aisyah; Affandi, Pardi
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/map.v6i2.10086

Abstract

Demam berdarah Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir penyebaran penyakit DBD secara global cenderung meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit DBD adalah melalui model matematika, hal ini dilakukan untuk dapat memahami dinamika penyebaran penyakit melalui kestabilan titik ekuilibrium dari model penyakit. Pada model DBD berikut akan diklasifikasikan dalam 2 jenis kelas yaitu, kelas populasi manusia dan kelas populasi nyamuk. Sub populasi manusia terdiri dari populasi rentan, ekspos, terinfeksi, sembuh dan populasi meninggal. Dimana populasi nyamuk meliputi fase akuatik, populasi rentan, dan populasi terinfeksi. Tujuan makalah ini adalah menjelaskan dan merekonstruksi terbentuknya model penyakit DBD dengan melibatkan faktor akuatik yang melibatkan faktor dosis abate terhadap jumlah populasi jentik nyamuk Aedes, menentukan titik ekuilibrium dan kuantitas dasar reproduksi, dan simulasi numerik. Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh faktor pada fase akuatik pada perlakuan pemberian dosis abate. Dimana tingkat dosis yang diberikan memberikan pengaruh terhadap jumlah pertumbuhan jentik. Pada model matematika epidemiologi berbentuk SEIRD-ASI, analisis matematika dilakukan selanjutnya dilakukan simulasi menggunakan Software matematika sehingga membantu pengenalan pengaruh perlakuan dari faktor pemberian dosis abate yang diberikan pada fase akuatik sehingga tindakan pencegahan dengan pemberian dosis yang tepat dapat dilakukan untuk menghambat pertumbuhan jentik yang diharapkan dapat membantu sebagai salah satu alternatif dalam menyelesaikan masalah penyebaran penyakit DBD.
ANALISIS MODEL MATEMATIKA TERHADAP PENULARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH Tarapang, Angelina Novryance; Rizqina, Sila; Balya, Muhammad Afief; Affandi, Pardi
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/map.v6i2.8604

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gejala-gejala penyakit DBD serta cara menanggulanginya[1]. Pada penelitian ini, model epidemik yang digunakan adalah model SIR dengan asumsi bahwa penyemprotan (fogging), pendistribusian bubuk temephos dan sosialisasi 3M Plus, serta meningkatkan kegiatan fogging pada pemberantasan sarang nyamuk sebelum masa penularan (SMP) dapat digunakan sebagai upaya pencegahan kontak antara populasi manusia rentan dengan nyamuk yang terinfeksi, pengobatan dilakukan dengan individu yang terinfeksi, dan isolasi dilakukan bagi individu terinfeksi agar tidak terjadi kontak dengan nyamuk yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika dalam menggambarkan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menyusun kembali model dengan menghitung titik kesetimbangan dan bilangan reproduksi dasar, menentukan startegi kendali optimal untuk pengendalian penyakit DBD, serta melakukan simaluasi numerik[2]. Hasil penelitian menghasilkan model SIR-SI yang memodelkan dinamika penyebaran DBD. Dari model tersebeut, ditemukan dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit  dan titik kesetimbangan endemik . Selain itu, bilangan reproduksi dasar  dihitung menggunakan metode Next Generation matrix, dengan hasil .