Reni Shinta Dewi
Department of Business Administration, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH SELF EFFICACY DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT PERTAMINA RETAIL (BRIGHT STORE JAKARTA) Syukrina Kamilah; Reni Shinta Dewi; Sudharto Pratawa Hadi
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2026.48503

Abstract

Abstract: Increasing employee productivity helps companies gain profits. In achieving targets by PT Pertamina Retail (Bright Store) employees, employees do not have confidence in themselves in carrying out their own duties without being given training and have a poor balance of time and roles between family and work. The lack of self-efficacy and work life balance has a big influence on the company which weakens the achievement of the targets of the executive function in 2021 to 2023. This research aims to determine the influence of self-efficacy and work life balance on employee performance of employees of PT Pertamina Retail (Bright Store Jakarta). This type of research is explanatory research with a quantitative approach. The sample for this research was 51 respondents which was a saturated sample. Data collection techniques through questionnaires and interviews. Data was processed using Smart PLS software version 3.3.3. The research results show that self-efficacy and work life balance have a positive and significant effect on employee performance. Based on these results, it is recommended that companies need to recruit prospective employees who are experienced in their respective fields. Companies need to provide support by giving appreciation to employees.Abstraksi: Meningkatnya produktivitas pada karyawan membantu perusahaan mendapatkan laba. Dalam dalam pencapaian target oleh karyawan PT Pertamina Retail (Bright Store), karyawan tidak memiliki kepercayaan akan diri sendiri dalam melaksanakan tugas sendiri tanpa diberipelatihan serta memiliki keseimbangan waktu dan peran terhadap keluarga dan pekerjaan yang kurang baik. Kurangnya self-efficacy dan work life balance memberikan pengaruh yang besar terhadap perusahaan dimana melemahkan pencapaian target dari fungsi pelaksana pada tahun 2021 hingga 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan work life balance terhadap kinerja karyawan pada karyawan PT Pertamina Retail (Bright Store Jakarta). Tipe penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini sejumlah 51 responden yang merupakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Data diolah menggunakan software Smart PLS versi 3.3.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan disarankan perlu merekrut calon karyawan yang berpengalaman pada bidang masing-masing. Perusahaan perlu memberikan dukungan dengan memberikan apresiasi pada karyawan hal ini mendorong karyawan untuk selalu bekerja maksimal seperti rekan kerja lainnya.
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP REPURCHASE INTENTION MELALUI CUSTOMER SATISFACTION PADA PRODUK SKINCARE KAHF PADA REMAJA KOTA SEMARANG Risyad Kanif Saputra; Reni Shinta Dewi; Apriatni Endang Prihatini
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2026.48742

Abstract

Abstract: This study investigates the impact of product quality on repurchase intention through customer satisfaction for Kahf skincare products among teenagers in Semarang. Some users feel that Kahf products are not suitable for a wider age range, highlighting limitations in addressing the diverse needs of the male market. This suggests the need for Kahf to improve quality control, refine product formulas, and offer variations to accommodate different skin types. The research surveyed 97 male adolescents in Semarang using purposive and non-probability sampling techniques. A quantitative explanatory approach was applied, with data analyzed through validity, reliability, regression analysis, t-tests, and F-tests. The findings reveal that both product quality and customer satisfaction influence repurchase intention. However, product quality does not directly affect customer satisfaction. Instead, customer satisfaction mediates the relationship between product quality and repurchase intention. Based on these results, it is recommended that Kahf focus on maintaining high product quality to enhance customer satisfaction, thereby increasing repurchase intention. Furthermore, improving promotions, offering clear product information, providing product guarantees, and ensuring excellent after-sales service are vital strategies to boost customer satisfaction. These efforts will help Kahf better engage its target market and foster long-term customer loyalty.Keywords: Product Quality; Repurchase Intention; Customer SatisfactionAbstraksi: Penelitian ini menyelidiki dampak kualitas produk terhadap niat beli ulang melalui kepuasan konsumen untuk produk perawatan kulit Kahf di kalangan remaja di Semarang. Beberapa pengguna merasa bahwa produk Kahf tidak cocok untuk rentang usia yang lebih luas, menyoroti keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pasar pria yang beragam. Hal ini menunjukkan perlunya Kahf untuk meningkatkan kontrol kualitas, menyempurnakan formula produk, dan menawarkan variasi untuk mengakomodasi berbagai jenis kulit. Penelitian ini mensurvei 97 remaja pria di Semarang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif dan non-probabilitas. Pendekatan eksplanatori kuantitatif digunakan, dengan data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, analisis regresi, uji-t, dan uji F. Temuan menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan pelanggan mempengaruhi niat beli ulang. Namun, kualitas produk tidak secara langsung mempengaruhi kepuasan pelanggan. Sebaliknya, kepuasan pelanggan memediasi hubungan antara kualitas produk dan niat beli ulang. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar Kahf fokus untuk mempertahankan kualitas produk yang tinggi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga meningkatkan niat beli ulang. Selain itu, meningkatkan promosi, menawarkan informasi produk yang jelas, memberikan jaminan produk, dan memastikan layanan purna jual yang sangat baik adalah strategi penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Upaya-upaya ini akan membantu Kahf untuk lebih melibatkan target pasarnya dan menumbuhkan loyalitas pelanggan jangka panjang.Kata Kunci: Kualitas Produk; Niat Beli Ulang; Kepuasan Konsumen