Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FILM ANIMASI TERINTEGRASI BUDAYA JAMBI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Stella Regina Hutahaean; Gugun Manosor Simatupang; Mujahidawati Mujahidawati; Novferma
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.259

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah menjadi aspek krusial dalam proses belajar matematika yang memiliki relevansi luas dalam berbagai bidang kehidupan. Keterampilan ini bukan hanya terbatas pada konteks akademik, tetapi juga memiliki peran untuk membantu individu menghadapi permasalahan hidupnya. Pemecahan masalah menuntut siswa dalam memahami permasalahan secara menyeluruh, menganalisis informasi yang tersedia, merumuskan strategi penyelesaian yang tepat, melakukan prosedur yang sesuai, serta mengevaluasi kembali solusi yang diperoleh. Oleh karenanya, kemampuan ini perlu perhatian khusus untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran agar siswa dapat berpikir secara kritis, logis, dan tersistem ketika menyelesaikan berbagai permasalahan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwasanya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika berada dalam kategori rendah. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan dalam mengkaji dampak dari media pembelajaran berupa film animasi yang terintegrasi dengan budaya Jambi pada kemampuan siswa kelas XI di SMPN 10 Kota Jambi dalam memecahkan masalah matematika. Metode yang dipakai ialah kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan model non-equivalent control group pretest posttest. Materi pembelajaran yang digunakan adalah transformasi geometri (translasi dan pencerminan) yang dikemas dalam film animasi berbasis budaya lokal. Penelitian yang dilakukan memberikan hasil bahwa implementasi media film animasi untuk proses pembelajaran berpengaruh signifikan pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Peningkatan capaian belajar ditunjukkan dari kelompok kelas eksperimen. Temuan ini menjadi bukti bahwasanya media pembelajaran berbasis animasi kearifan lokal efektif dalam meningkatkan capaian belajar siswa serta menjadikan suasana belajar matematika terasa hidup.
OPTIMALISASI AKURASI PENGUKURAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA: PARTIAL CREDIT MODEL Sherly Ardila Putri; Ilham Falani; Gugun M. Simatupang
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi yang akurat untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan akurasi pengukuran keterampilan tersebut melalui pendekatan Partial Credit Model (PCM), yang merupakan bagian dari pengembangan Item Response Theory (IRT). Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan keterbatasan Classical Test Theory (CTT), khususnya dalam menilai soal berbentuk esai. Penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto ini melibatkan seluruh siswa kelas VIII dari empat SMP Negeri di Kabupaten Muaro Jambi. Data hasil tes dianalisis menggunakan software Winstep 3.73 melalui serangkaian tahapan, yaitu uji prasyarat model, uji kecocokan model, serta estimasi parameter butir dan individu. Kesenjangan penelitian yang diidentifikasi adalah kurangnya penerapan PCM khususnya dalam pengukuran keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, dengan sebagian besar siswa menunjukkan pola jawaban yang konsisten. Tingkat keterampilan siswa berada dalam rentang -3,76 hingga 2,22 logit. Instrumen paling akurat dalam mengukur siswa dengan tingkat keterampilan sedang. Kesimpulannya, PCM merupakan pendekatan yang akurat dan informatif serta layak digunakan dalam pengukuran keterampilan berpikir kreatif matematis siswa.
PELATIHAN E-MODUL MAJALAH DIGITAL BERBANTUAN AR BERBASIS PBL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL Gugun Manosor Simatupang; Mujahidawati Mujahidawati; Husni Sabil; Wardi Syafmen; Ilham Falani; Novferma Novferma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5449

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of digital technology requires teachers to master digital literacy and innovative teaching media. However, many teachers still face challenges in integrating interactive digital learning resources into classroom practice. To address this issue, a community service program was conducted at SMPN 7 Muaro Jambi in the form of training on developing interactive digital magazine e-modules supported by Augmented Reality (AR) and Problem Based Learning (PBL). The training was attended by 25 junior high school teachers and implemented through a hands-on workshop model using the ADDIE framework. Participants were introduced to AR applications, guided in designing e-modules with PBL scenarios, and assisted in producing digital magazine-based learning media. The results showed a significant improvement in teachers’ digital literacy, with the average score increasing from 3.12 to 4.35 after the training. In addition, 85% of participants successfully produced e-modules that met media validity criteria, including content clarity, visual coherence, and interactivity. Teachers also reported high motivation to apply AR and PBL in their teaching practices. This program proved effective in strengthening teachers’ competence, enhancing digital literacy, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum through contextual and technology-based learning.Keywords: Augmented Reality, E-Module, Digital Literacy, Teacher Training, Problem Based Learning ABSTRAKPerkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki kemampuan literasi digital dan keterampilan mengembangkan media pembelajaran inovatif. Namun, masih banyak guru yang mengalami kendala dalam mengintegrasikan media digital interaktif ke dalam praktik pembelajaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat di SMPN 7 Muaro Jambi berupa pelatihan pembuatan e-modul majalah digital interaktif berbantuan Augmented Reality (AR) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Pelatihan diikuti oleh 25 guru SMP dan dilaksanakan melalui workshop berbasis praktik dengan model ADDIE. Peserta diperkenalkan pada aplikasi AR, dibimbing dalam merancang e-modul dengan skenario PBL, serta didampingi dalam menghasilkan produk media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital guru, dengan skor rata-rata meningkat dari 3,12 sebelum pelatihan menjadi 4,35 setelah pelatihan. Selain itu, 85% peserta berhasil menghasilkan e-modul yang memenuhi kriteria validitas media, meliputi kejelasan konten, keterpaduan visual, dan interaktivitas. Guru juga menunjukkan motivasi tinggi untuk mengintegrasikan AR dan PBL dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, memperkuat literasi digital, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran kontekstual berbasis teknologi.Kata Kunci: Augmented Reality, E-Modul, Literasi Digital, Pelatihan Guru, Problem Based Learning
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA MOBILE LEARNING BERBASIS TIKTOK BERILUSTRASI BUDAYA LOKAL BERBANTUAN AI Gugun Manosor Simatupang; Wardi Syafmen; Asih Nur Ismiatun; Novferma Novferma; Febbry Romundza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5643

Abstract

ABSTRACTThis study aims to improve teachers’ competence in developing mobile learning media using TikTok supported by Artificial Intelligence (AI) to create contextual visual learning materials. The training was conducted at SMP Negeri 6 Muaro Jambi with 20 participating teachers. A participatory workshop model was applied through orientation, demonstration, guided practice, and independent production stages. Data were collected through performance assessments, observation, and response questionnaires. The results show a significant increase in teachers’ skills: the mean score for media design improved from 62.5 to 83.0, TikTok-based instructional use from 58.0 to 86.5, and AI-based visual creation from 55.0 to 88.0. Teacher motivation and readiness to apply the media in class also increased, reflected by a positive response score of 3.6 on a 4-point scale. Classroom trials showed an increase in student engagement from 56% to 84% and participation from 48% to 73%. These findings indicate that AI-assisted TikTok-based mobile learning media is effective in enhancing teacher creativity, classroom interaction, and student learning engagement.Keywords: mobile_learning; tiktok; local_culture; artificial_intelligence; teacher_training ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media mobile learning dengan memanfaatkan TikTok yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) untuk menghasilkan materi pembelajaran visual yang kontekstual. Pelatihan dilaksanakan di SMP Negeri 6 Muaro Jambi dengan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta. Model pelatihan yang digunakan adalah workshop partisipatif yang terdiri dari tahap orientasi, demonstrasi, latihan terbimbing, dan produksi mandiri. Data dikumpulkan melalui penilaian kinerja, observasi, dan angket respons. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru yang signifikan: nilai rata-rata kemampuan desain media meningkat dari 62,5 menjadi 83,0, pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran meningkat dari 58,0 menjadi 86,5, dan kemampuan pembuatan visual berbasis AI meningkat dari 55,0 menjadi 88,0. Motivasi dan kesiapan guru untuk menerapkan media di kelas juga meningkat, yang tercermin dari skor respons positif sebesar 3,6 dari skala 4. Uji coba kelas menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dari 56% menjadi 84% dan partisipasi dari 48% menjadi 73%. Temuan ini menunjukkan bahwa media mobile learning berbasis TikTok berbantuan AI efektif dalam meningkatkan kreativitas guru, interaksi pembelajaran, dan keterlibatan belajar siswa.Kata Kunci: mobile_learning; tiktok; budaya_lokal; kecerdasan_buatan; pelatihan_guru
Implementation of WEGOS with TikTok in Problem-Based Differentiated Learning to Enhance Self-Efficacy Gugun Manosor Simatupang; Mujahidawati Nur Mujahidawati; Febbry Romundza; Novferma Novferma
Vidya Karya Vol 41, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v41i1.25657

Abstract

This study investigated the effectiveness of implementing WEGOS (Web Google Sites) integrated with TikTok within a Differentiated Learning framework to improve students' academic self-efficacy. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was conducted involving 84 second-year students of the Mathematics Education Study Program at the University of Jambi. The experimental group received instruction via WEGOS (Web Google Sites) supported by TikTok-based learning videos in differentiated problem-solving activities, while the control group received conventional instruction. Data were collected using an adapted Academic Self-Efficacy Scale consisting of 20 Likert-type items. The results showed that the experimental group achieved a higher mean posttest score (84.21) compared to the control group (74.35), with a statistically significant difference (p < 0.05). The calculated effect size (Cohen's d = 0.95) indicated a substantial practical impact. These findings suggest that integrating a structured web-based learning environment and short-form social media content in differentiated problem-based learning significantly strengthens students' self-confidence in managing academic tasks. This study contributes to the development of technology-supported differentiated pedagogy in higher education and highlights the importance of aligning digital tools with intentional instructional design to support affective learning outcomes.