Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FILM ANIMASI TERINTEGRASI BUDAYA JAMBI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Stella Regina Hutahaean; Gugun Manosor Simatupang; Mujahidawati Mujahidawati; Novferma
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.259

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah menjadi aspek krusial dalam proses belajar matematika yang memiliki relevansi luas dalam berbagai bidang kehidupan. Keterampilan ini bukan hanya terbatas pada konteks akademik, tetapi juga memiliki peran untuk membantu individu menghadapi permasalahan hidupnya. Pemecahan masalah menuntut siswa dalam memahami permasalahan secara menyeluruh, menganalisis informasi yang tersedia, merumuskan strategi penyelesaian yang tepat, melakukan prosedur yang sesuai, serta mengevaluasi kembali solusi yang diperoleh. Oleh karenanya, kemampuan ini perlu perhatian khusus untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran agar siswa dapat berpikir secara kritis, logis, dan tersistem ketika menyelesaikan berbagai permasalahan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwasanya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika berada dalam kategori rendah. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan dalam mengkaji dampak dari media pembelajaran berupa film animasi yang terintegrasi dengan budaya Jambi pada kemampuan siswa kelas XI di SMPN 10 Kota Jambi dalam memecahkan masalah matematika. Metode yang dipakai ialah kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan model non-equivalent control group pretest posttest. Materi pembelajaran yang digunakan adalah transformasi geometri (translasi dan pencerminan) yang dikemas dalam film animasi berbasis budaya lokal. Penelitian yang dilakukan memberikan hasil bahwa implementasi media film animasi untuk proses pembelajaran berpengaruh signifikan pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Peningkatan capaian belajar ditunjukkan dari kelompok kelas eksperimen. Temuan ini menjadi bukti bahwasanya media pembelajaran berbasis animasi kearifan lokal efektif dalam meningkatkan capaian belajar siswa serta menjadikan suasana belajar matematika terasa hidup.
OPTIMALISASI AKURASI PENGUKURAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA: PARTIAL CREDIT MODEL Sherly Ardila Putri; Ilham Falani; Gugun M. Simatupang
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi yang akurat untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan akurasi pengukuran keterampilan tersebut melalui pendekatan Partial Credit Model (PCM), yang merupakan bagian dari pengembangan Item Response Theory (IRT). Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan keterbatasan Classical Test Theory (CTT), khususnya dalam menilai soal berbentuk esai. Penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto ini melibatkan seluruh siswa kelas VIII dari empat SMP Negeri di Kabupaten Muaro Jambi. Data hasil tes dianalisis menggunakan software Winstep 3.73 melalui serangkaian tahapan, yaitu uji prasyarat model, uji kecocokan model, serta estimasi parameter butir dan individu. Kesenjangan penelitian yang diidentifikasi adalah kurangnya penerapan PCM khususnya dalam pengukuran keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, dengan sebagian besar siswa menunjukkan pola jawaban yang konsisten. Tingkat keterampilan siswa berada dalam rentang -3,76 hingga 2,22 logit. Instrumen paling akurat dalam mengukur siswa dengan tingkat keterampilan sedang. Kesimpulannya, PCM merupakan pendekatan yang akurat dan informatif serta layak digunakan dalam pengukuran keterampilan berpikir kreatif matematis siswa.