Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Leadership Self-Efficacy terhadap Kepuasan Praktik Kerja Lapangan Mahasiswa Ners Stase Komunitas: Teori Albert Bandura Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51116

Abstract

Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau stase komunitas merupakan bagian integral dalam pendidikan profesi Ners yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan kompetensi keperawatan di masyarakat nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leadership self-efficacyterhadap kepuasan praktik kerja lapangan mahasiswa Ners dengan menggunakan kerangka teori Albert Bandura. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 130 mahasiswa. Hasil menunjukkan rata-rata leadership self-efficacy sebesar 41,9 dari skor maksimum 60 dan rata-rata kepuasan praktik sebesar 84,7 dari 100, dengan penyebaran skor moderat (SD LSE = 5,8; SD SAT = 9,3). Terdapat korelasi positif sedang dan signifikan antara leadership self-efficacy dan kepuasan praktik (r = 0,398; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri kepemimpinan mahasiswa, semakin tinggi pula kepuasan mereka terhadap pengalaman praktik. Faktor lingkungan, dukungan instruktur, dan kesempatan belajar mandiri turut memengaruhi kepuasan praktik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Keperawatan Lulusan Periode Juni 2024 Universitas Advent Indonesia Venda Angelica Sekerone; Lyna Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51736

Abstract

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan indikator utama keberhasilan akademik mahasiswa keperawatan. Namun, variasi IPK antar mahasiswa menunjukkan adanya pengaruh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi IPK mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Advent Indonesia lulusan periode Juni 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 25 mahasiswa dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder dari Biro Administrasi Akademik, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,721, artinya 72,1% variasi IPK dijelaskan oleh delapan variabel independen. Uji F menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan (Sig. 0,000), sedangkan uji t menunjukkan variabel motivasi belajar, kebiasaan belajar, dukungan keluarga, kualitas pengajaran, serta fasilitas dan sumber belajar berpengaruh signifikan. Disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal berperan penting dalam pencapaian IPK mahasiswa keperawatan.
Hubungan Fungsi Manajerial Kepala Ruangan Terhadap Pelaksanaan Manajemen Asuhan Keperawatan di Unit Critical Care Rumah Sakit Advent Bandung Cindy Grace Harefa; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51932

Abstract

unit critical care yang membutuhkan koordinasi tinggi dan standar pelaksanaan yang ketat. Kepala ruangan memiliki peran krusial sebagai pemimpin dalam unit tersebut, dan fungsi manajerialnya dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi manajerial kepala ruangan dengan pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan di Unit Critical care Rumah Sakit Advent Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat fungsi manajerial kepala ruangan serta pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan. Sampel penelitian terdiri dari perawat yang bekerja di unit critical care, meliputi ICU, ICCU, NICU, dan PICU. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fungsi manajerial kepala ruangan dengan pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan, dengan nilai korelasi sebesar r = 0,502, yang tergolong dalam kategori hubungan cukup kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa kepala ruangan dengan kemampuan manajerial yang baik meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan pengendalian berkontribusi positif terhadap efektivitas tim keperawatan dalam memberikan pelayanan berkualitas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi manajerial kepala ruangan sebagai strategi penting dalam mendukung sistem keperawatan yang optimal dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan dan kepuasan pasien
Eksplorasi Pengalaman Perawat Dalam Penerapan Model Praktik Keperawatan Primer Di Instalasi Gawat Darurat RS Advent Bandung Daniel Shandy Niek Corsello; Lyna M. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53091

Abstract

Model Praktik Keperawatan Primer (MPKP) merupakan pendekatan keperawatan yang berfokus pada tanggung jawab personal perawat terhadap pasien, khususnya di lingkungan dinamis seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, pengalaman perawat dalam menerapkan MPKP di IGD masih kurang dipahami, terutama di konteks rumah sakit swasta seperti RS Advent Bandung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman perawat dalam menerapkan MPKP di IGD RS Advent Bandung, dengan fokus pada keberhasilan, pemahaman, tantangan, dan strategi adaptasi. Metode Penelitian: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan tematik deskriptif Sandelowski (2000). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh perawat yang terlibat dalam penerapan MPKP di IGD RS Advent Bandung. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi tema utama, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa perawat berhasil menerapkan MPKP, meningkatkan kualitas asuhan, otonomi, dan kepercayaan pasien. Pemahaman MPKP berkembang melalui pelatihan dan pendampingan, meskipun awalnya menghadapi kebingungan. Implementasi dilakukan secara bertahap dan terstruktur, namun tantangan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan koordinasi antar unit muncul. Perawat mengembangkan strategi adaptasi efektif, seperti sistem buddy, template dokumentasi cepat, dan pelatihan manajemen stres. Dukungan sistem, termasuk pelatihan tambahan dan infrastruktur teknologi, diperlukan untuk keberlanjutan MPKP.
Penerapan Manajemen UKS Berbasis Kolaborasi Interprofesional Di Sekolah Berasrama: Studi Fenomenologi Heideggerian Samot Lydia Tambunan; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55268

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari upaya keperawatan kesehatan komunitas di lingkungan sekolah. Pada sekolah berasrama, pengelolaan UKS menghadapi tantangan khusus berupa keberlanjutan kebutuhan kesehatan peserta didik, intensitas interaksi harian, serta keterlibatan berbagai profesi. Namun, penerapan manajemen UKS masih cenderung berfokus pada aspek administratif, sementara pengalaman dan makna kolaborasi antarprofesi belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna pengalaman pemangku kepentingan dalam penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional di sekolah berasrama SLA Purwodadi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik Heideggerian. Partisipan terdiri atas Direktur sekolah, Kepala sekolah, Bendahara, Guru, Kepala asrama, Tenaga kesehatan/perawat, dan metron bagian gizi yang terlibat langsung dalam pengelolaan UKS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data menggunakan langkah-langkah Colaizzi yang dimodifikasi secara interpretatif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) UKS sebagai praktik kepedulian kolektif dalam konteks kehidupan berasrama; (2) kolaborasi interprofesional sebagai proses dinamis dalam negosiasi peran dan tanggung jawab; (3) kepemimpinan kontekstual sebagai faktor pendukung keberlanjutan pelaksanaan UKS; dan (4) tantangan struktural dan kultural dalam praktik kolaborasi. Penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional dimaknai sebagai praktik keperawatan komunitas yang kontekstual dan relasional. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan UKS di sekolah berasrama perlu mempertimbangkan pengalaman pelaksana dan dinamika kolaborasi antarprofesi, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif.
Analisis Sentimen K-Popers di Twitter (X) terhadap Harga Tiket Konser Menggunakan Metode Support Vector Machine: Studi Kasus: Golden Disk Awards 2024 Sutjiningtyas, Sri; Samsul Budiarto; Hutapea, Marlyna Infryanty; Nurulqolbi Mutmainnah
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 2 (2025): METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputersisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/jmika.Vol9No2.pp350-355

Abstract

Korean Pop (K-Pop) in Indonesia has grown rapidly, creating a large and influential community of fans, known as “K-Popers”. The popularity of K-Pop is supported by digital technology that allows easy access to South Korean music and entertainment content. Social media, including Twitter (X), became the main platform for K- Pop fans or K-Popers to interact and share opinions about the South Korean music industry. The ticket price of The 38th Golden Disc Awards (GDA) 2024 in Jakarta became a controversial hot topic, causing debate among fans regarding the overpriced ticket price. This study aims to analyze the sentiment of K-Popers towards GDA 2024 ticket prices using the Support Vector Machine (SVM) method to classify positive and negative sentiments related to GDA 2024 ticket prices. The analysis showed that negative sentiment was more dominant with 62.31% of 2698 tweets, indicating the need to evaluate the ticket price policy by the organizers. Sentiment classification with SVM method achieved the highest accuracy of 85.19% with polynomial kernel at the proportion of training and test data of 90:10, indicating that this method is good at classifying positive and negative sentiments. This research provides insights for event organizers regarding fan responses and can help in planning ticket pricing policies and marketing strategies so as to increase subsequent customer satisfaction.
Peran Ujian Kompetensi Perawat Sebagai Instrumen Penjaminan Mutu Praktik Keperawatan: Tinjauan Sistematis Hutapea, Lyna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55390

Abstract

Penjaminan mutu praktik keperawatan merupakan isu strategis global seiring meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan dan tuntutan keselamatan pasien. Ujian kompetensi perawat telah diadopsi secara luas sebagai instrumen regulatif untuk memastikan standar minimal kompetensi profesional; Namun kontribusinya terhadap penjaminan mutu praktik keperawatan masih menjadi perdebatan akademik. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis secara kritis bukti ilmiah mengenai peran ujian kompetensi perawat sebagai instrumen penjaminan mutu praktik keperawatan. Tinjauan telaah literatur sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 30 artikel ilmiah akses terbuka yang diterbitkan antara tahun 2020–2026 diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, PubMed, dan CINAHL melalui strategi pencarian terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis tematik dan penelaahan epistemologis. Empat tema analitik utama diidentifikasi, yaitu: (1) Ujian kompetensi sebagai instrumen standarisasi kompetensi minimum, (2) Hubungan ujian kompetensi dengan kesiapan praktik perawat pemula (3) Keterbatasan ujian kompetensi dalam menilai kompleksitas praktik keperawatan (4) Ujian kompetensi sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu berlapis. Temuan menunjukkan bahwa ujian kompetensi efektif sebagai mekanisme penyaringan awal, namun belum mampu menangkap dimensi kontekstual, relasional, dan adaptif praktik keperawatan. Ujian kompetensi perawat berkontribusi terhadap penjaminan mutu pada level struktural, tetapi perlu diintegrasikan dengan model asesmen formatif dan berbasis praktik untuk menjamin mutu praktik keperawatan secara komprehensif.
Co-Authors Albert Rinaldy Sibarani Alex Jeremy Situmeang Alex Leo Nardo Sipayung Alicia Nayoan Alvin Salim Angeline Priscilla Hutapea Aritonang, Mendarissan Arthur Simanjuntak Beverlee Kawalo Carlos Edoardo Sagala Carlos Sagala Cindy Grace Harefa Daniel Shandy Niek Corsello Diana Hasyim Dimita Hemalli Premasari Purba Elisabeth, Duma Megaria Emma Rosinta Simarmata Eva Julia G. Harianja Eva Julia Gunawati Harianja Evi Martha Suryani Gabriella Tulungen Gortap Lumbantoruan Harianja, Eva J. G. Harlen G. Simanullang Harlen Gilbert Simanullang Hutagalung, Johanna Kezia Hutajulu, Ika Putri Hutapea, Dwight Mahaputera Marulitua Ika Putri Hutajulu Indra Kelana Jaya Irma Ayu Malau Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jennifer Simaremare Jepriyanta N. Brahmana Jeremia Jonathan Tambunan Jeudi A. T. P. Sianturi Jhon Oktavian Jimmy F. Naibaho Jonathan H. Saragih Jujur Marentha Nababan Junika Napitupulu Mahendra Tlapta Sitepu Malau, Ulina Sihol Maria Paulina Wauran Moris Raichel Sitanggang Mufria J. Purba Nada Ria Hasibuan Nainggolan, Rena Napitupulu, Thomson Januari Nora Listia Situmorang Nurulqolbi Mutmainnah Osella Natasya Ginting Petty Exclesia Pardosi Purba, Dianty Putri Purba, Dimita H. P. Purba, Dimita Hemalli Premasari Purba, Eviyanti Novita Rafles Sebayang Rasmulia Sembiring Rena Nainggolan Resianta Perangin-Angin Reyner Daven Sihotang Rijois I. E. Saragih Rimbun Siringoringo, Rimbun Ruth Jelina Br Sitepu Sakti Simangunsong Samot Lydia Tambunan Samsul Budiarto Sara Agustina Shania Carrity Virginia Woisiri Sihombing, Yohanna Paulina Silalahi, Arina Prima Silalahi, Hermon Ansfrid Dasarta S Simanjuntak, Stevani L. Z. Simarmata, Ester Agustine Sitepu, Indrawaty Sitorus, Wilona Edra Rachel Situmeang, Parujuan Sondang Lusiana Sitinjak Sri Sutjiningtyas Stevani Laura Zois Br. Simanjuntak Sultan Gultom Surbakti, Wahyu Irmanto Tambunan, Jeremia Jonathan Tarigan, Santa Nova Elsa Liza Tarigan, Vionika Sari br Torong, Yepta Efraim Ulina Sihol Malau Venda Angelica Sekerone Veronika Lumbantoruan Wilson Siahaan Winda Sari Sitanggang Wulan Sulastri Marbun Yesita Sandi Langitan Yohana Angelita Manullang Yohanna, Margaretha Yolanda Y. P. Rumapea Yomima Herwawan