Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pakan Fermentasi dan Kesehatan Bebek di Unit Usaha Dayah Jeumala Amal Mudastsir Mudastsir; M. Aman Yaman; Al Kautsar; Agam Rizki; Icha Tridayana; Nailis Salsabila; M. Farhan Putra Emil; Fachrul Akbar; Koji Al Adam
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5zzmay58

Abstract

Biaya pakan yang tinggi dan belum optimalnya penerapan manajemen kesehatan ternak menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha peternakan bebek di Unit Usaha Dayah Jeumala Amal Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola serta santri dalam pembuatan pakan fermentasi berbasis bahan baku lokal dan penerapan manajemen kesehatan bebek. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan partisipatif yang melibatkan 20 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur keterlibatan peserta, penguasaan materi, dan tingkat kepuasan terhadap pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterlibatan peserta dalam praktik lapangan mencapai 91%, penguasaan materi teori dan praktik sebesar 88%, serta tingkat kepuasan peserta mencapai 93%, yang seluruhnya termasuk kategori sangat baik. Peserta mampu memahami teknik pembuatan pakan fermentasi berbahan baku lokal, manfaat penerapan biosekuriti, sanitasi kandang, dan pengelolaan kesehatan bebek. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta serta mendukung penerapan teknologi pakan alternatif dan manajemen kesehatan ternak yang lebih baik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan bebek dan mendukung keberlanjutan unit usaha peternakan di lingkungan Dayah Jeumala Amal.
Efek Lama Pemeraman Silase Ampas Tebu (Saccharum officinarium L.) dengan Penambahan Urea dan Kapur (Ca(OH)2) Terhadap Kualitas Nutrisi Koji Al Adam; Mawarni; Nanda Fatmala; Aiya Sofia; Diah Fridayati; Yayuk Kurnia Risna
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 2: June, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i2.3229

Abstract

ABSTRAK. Besarnya limbah ampas tebu yang dihasilkan belum mampu dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga ampas tebu yang dihasilkan sering kali dibuang dan diabaikan. Pembakaran ampas tebu yang secara masif dilakukan membuat pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas tebu sebagai pakan ternak dengan mengkaji kualitas silase ampas tebu (saccharum officinarum L.) dengan penambahan urea dan kapur terhadap lama pemeraman. Penelitian ini dilaksanakan di Lab MIPA Universitas Almuslim dan Lab Pelayanan Publik BSPJI Banda Aceh. Berlangsung selama 05 Desember 2023 sampai 05 Maret 2024. Penelitian ini menggunakan limbah ampas tebu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan penelitian ini terdiri dari P0 (control/ tanpa perlakuan), P1 (20 hari pemeraman), P2 (25 hari pemeraman), dan P3 (30 hari pemeraman). Parameter yang diamati meliputi pH, Suhu, SK (Serat Kasar), PK (Protein Kasar), dan Aroma. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (Analisis Of Variance/ ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa silase ampas tebu berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu, pk, aroma, dan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, dan serat kasar. Kata Kunci: Ampas Tebu; Serat Kasar; Protein Kasar; Fermentasi; Pemeraman.
FERMENTASI SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN KURMA DAN MADU TERHADAP KUALITAS DAYA SIMPAN PADA SUHU RUANG DAN DINGIN Siti Aisyaturrahmi; Koji Al Adam; Nanda Fatmala
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 3: October, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/wh44ee82

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh fermentasi susu kambing dengan penambahan kurma dan madu terhadap kualitas daya simpan suhu ruang dan suhu dingin, yang dilaksanakan di Laboratorium MIPA Universitas Almuslim Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, pada bulan Agustus - September 2025. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor A : Kombinasi Penambahan Kurma dan Madu (3 taraf), A0 = Tanpa penambahan (kontrol), A1 = Penambahan kurma dan madu 5% dan A2 = Penambahan kurma dan madu 10%. Faktor B : Suhu Penyimpanan selama 24 jam (2 Taraf): B1 = Suhu ruang (±25–28°C) dan B2 = Suhu dingin (±4°C). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan kurma dan madu pada susu kambing fermentasi dapat meningkatkan kualitas produk, terutama pada aspek warna, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan panelis. Konsentrasi 10% memberikan tingkat kesukaan tertinggi, sedangkan konsentrasi 5% menghasilkan tekstur yang lebih optimal. Perbedaan suhu penyimpanan mempengaruhi kualitas susu kambing fermentasi. Penyimpanan pada suhu ruang menyebabkan penurunan pH lebih cepat dan rasa menjadi lebih asam akibat aktivitas bakteri asam laktat yang lebih tinggi, sedangkan penyimpanan pada suhu dingin mampu memperlambat proses pengasaman sehingga kualitas kimia dan organoleptik produk lebih stabil. Suhu penyimpanan yang paling optimal untuk mempertahankan kualitas susu kambing fermentasi dengan penambahan kurma dan madu adalah suhu dingin, karena dapat menjaga kestabilan pH, rasa, serta karakteristik organoleptik produk lebih baik dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang.
KARAKTERISTIK KADAR AIR DAN SIFAT ORGANOLEPTIK TELUR ITIK ASIN PADA BERBAGAI LAMA PENGASAPAN Nanda Fatmala; Diah Fridayati; Koji Al Adam
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/3j38db93

Abstract

Egg preservation through the smoking process is carried out by utilizing heat and smoke compounds produced from the combustion of specific materials. This study aimed to evaluate the effect of smoking duration on the moisture content and organoleptic quality of salted duck eggs. The experiment was arranged using a Completely Randomized Design (CRD) with five smoking durations (0, 3, 6, 9, and 12 hours) and four replications. The observed parameters included moisture content, shell color, aroma, and panelists’ preference level. The collected data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results indicated that variations in smoking duration did not significantly affect the moisture content but had a significant effect on the organoleptic quality of salted duck eggs. The smoking process tended to reduce the moisture content, with values ranging from 39.41% to 54.45%. Organoleptic characteristics improved as the smoking duration increased, with the best results obtained in P4 (12 hours of smoking), which achieved scores of 3.95 for shell color, 3.45 for aroma, and 6.55 for overall preference. Therefore, a smoking duration of 12 hours produced the best quality salted duck eggs, characterized by a darker brown shell color, a stronger smoky aroma, and a high level of panelist acceptance. In addition, the moisture content remained within an acceptable range, indicating that the product quality was well maintained. Keywords: Moisture content, organoleptic properties, salted duck eggs,  smoking   
PERSENTASE BOBOT ORGAN PENCERNAAN AYAM BROILER UMUR 28 HARI PADA PEMELIHARAAN SISTEM CLOSED HOUSE Zulmahera Zulmahera; Koji Al Adam; Yayuk Kurnia Risna
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.26533

Abstract

Kandang Closed House merupakan kandang tertutup yang seluruhnya bisa dikontrol secara otomatis, mulai dari sistem ventilasi, pemberian pakan, minum, suhu dan kelembaban di dalam kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase bobot organ pencernaan (gizzard, proventrikulus dan usus) dan bobot hati, jantung serta lemak abdomen pada ayam broiler yang dipelihara pada sistem Closed House selama 28 hari. Penelitian telah dilaksanakan di peternakan ayam broiler di Desa Pante Baro Buket Panyang Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen dengan 11.000 ekor ayam strain Lohman MB 202. Metode yang digunakan adalah metode survey dan analisis data secara deskriptif. Data primer didapat dengan survey ke peternak. Data sekunder terdiri dari data yang diperoleh berdasarkan studi literatur. Parameter yang diukur adalah bobot hidup dan persentase bobot organ pencernaan seperti bobot proventrikulus, bobot gizzard dan bobot usus serta persentase bobot hati, jantung dan lemak abdomen. Hasil menunjukkan bahwa rataan bobot hidup sebesar 2040,33±46,70 g/ekor dan persentase bobot proventrikulus sebesar 0,42%±0,03, bobot gizzard 1,65%±0,04, dan bobot usus 2,81%±8,19. Persentase bobot hati, jantung dan lemak abdomen berturut-turut sebesar 1,98%±0,03, 0,56%±0,02, 1,81%±0,21. Pemeliharaan ayam broiler pada kandang sistem closed house memberikan lingkungan yang nyaman sehingga berdampak positif terhadap persentase bobot organ pencernaan
GENETIC CHARACTERIZATION OF THE GROWTH HORMONE (GH) GENE IN GAYO BUFFALO FOR THE CONSERVATION OF LOCAL FOOD RESOURCES Aiya Sofia; Koji Al Adam; Nanda Fatmala
STOCK Peternakan Vol 8, No 2 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i2.2047

Abstract

Gayo buffalo is a source of local livestock germplasm that has the potential to support local resource-based food security. This study was conducted to identify polymorphisms of the Gayo buffalo growth hormone gene. The PCR-RFLP (polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism) procedure was developed to determine the polymorphism of the growth hormone gene. DNA was isolated from blood samples by the salting out method. The 7 buffalo blood samples used from Central Gayo were carried out by PCR technique using the HaeIII restriction enzyme. DNA isolation was carried out using a pair of primers 5'-GTA AGG ATG GCT CTG CCA GGT3' and GH reverse 5'-TGC ATG ATG CTG TCC CTC TGG A-3', The PCR product was digested by the HaeIII restriction enzyme. The amplification result was a specific single band with a 451 bp fragment and produced 100% AA genotype where the GH gene in Gayo buffalo is monomorphic. This initial genetic information can be used as a basis for managing and preserving Gayo buffalo genetic resources in supporting the sustainability of the provision of animal-based food based on local livestock.