Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI ACE INHIBITOR LISINOPRIL TERHADAP KEJADIAN BATUK KERING PADA PASIEN HIPERTENSI DI KOMUNITAS GEREJA DI KABUPATEN MALANG Rehmadanta Sitepu; Eva Sefiana; F.X. Haryanto Susanto
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Lisinopril adalah obat antihipertensi dari golongan obat angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEi) yang dapat memiliki efek samping batuk kering. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan menilai resiko pada penggunaan obat golongan ACE inhibitor yang menimbulkan batuk kering pada pasien hipertensi di lingkup gereja. Metode: Desain penelitian ini analitic case control. Kriteria inklusi adalah pasien hipertensi yang menggunakan obat golongan ACE inhibitor >3 bulan, rentang umur 35-60. Subjek terdiri dari 49 pasien yang menggunakan Lisinopril (ACE inhibitor) dan 49 pasien yang tidak menggunakan Lisinopril (Non-ACE inhibitor) yang diambil secara nonprobability sampling pada bulan April-Mei 2020. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner. Kejadian batuk kering akibat dievaluasi menggunakan Algoritma Naranjo. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Simpulan dan saran: Hasil menunjukkan penggunaan ACE inhibitor memiliki hubungan yang bermakna pada faktor usia, pekerjaan, dan riwayat merokok. Responden dengan usia 46-50 tahun dan Ibu rumah tangga  memiliki resiko kejadian batuk kering lebih kecil 0,8 (p= 0,035, 95%; CI= 0,004-0,817) dan 2,78 (p= 0,016, 95%; CI= 1,51-57,65) kali dibandingkan dengan responden Non ACE inhibitor. Sedangkan responden dengan riwayat tidak merokok memiliki resiko kejadian batuk kering empat kali lebih besar pada pengobatan dengan ACE inhibitor (p= 0,043, 95%; CI= 1,00-8,00).
Korelasi Pelayanan Kefarmasian dan Citra Rumah Sakit dalam Analisa SWOT Instalasi Farmasi RS Baptis Batu Charina Halim Sugiono; Rollando Rollando; FX. Haryanto Susanto; Eva Monica
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 9, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.235 KB) | DOI: 10.22146/jmpf.41599

Abstract

Good pharmacy services are expected to build the positive image of the hospital. This includes the enhancement of competitive advantage among hospitals. The expected output of this research is identifying the effect of three dimensions of pharmacy services; interpersonal relations, therapy management and general satisfaction, to the image of the Baptis hospital, Batu City. The implementation of SWOT analysis is expected to determine the effect between variables, and the hospital can improve the competitive advantage. This study used quantitative and qualitative methods. Quantitative research involved 200 respondents and the method of statistical analysis was Multiple Linear Regression to investigate the effect of pharmacy services on the hospital image. The results of the study prove that pharmacy personnel at the Pharmacy Installation of Baptist Hospital Batu has provided good service, cared for patients, showed respect, and gave their willingness to provide information, education, counseling, and good activities. While the rating is classified as low, but still in good range is the patient's response time which is in the dimensions of general patient satisfaction. Qualitative research used the SWOT analysis and involved pharmacists of the Baptis Hospital. Generally, the result of statistical analysis revealed that the dimensions of pharmacy services have a positive effect on the hospital hospital image, both partially and simultaneously. In addition, the result of SWOT analysis demonstrated that Baptis Hospital is included in the first quadrant, which means the hospital runs a strategy that leads to the growth of the hospital. The hospital is in the perfect position that allows the management to rely on the strength in order to develop rapidly.
Analisis Hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang FX Haryanto Susanto; Nancy Isnawati Simbolon; Eva Monica
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.5451

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang baik diharapkan dapat mempengaruhi dan membentuk kualitas pelayanan serta kepuasan pasien yang baik pula. Hal ini menyangkut kepentingan rumah sakit itu sendiri berdasarkan kualitas pelayanan yang telah mereka jalankan selama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien rawat jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (IFRS UMM) berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan. Penelitian ini dilakukan di RS UMM. Output yang diharapkan dari penelitian ini yakni mengetahui pengaruh dari lima dimensi kualitas pelayanan yakni tangibles (berwujud/ fisik), reliability (keandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (kepastian/ keyakinan) dan empathy (empati) terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif ini menggunakan 100 responden dan diolah menggunakan regresi linear berganda yang berguna untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian statistik menunjukkan bahwa secara uji simultan, uji parsial maupun koefisien determinasi (R2) kelima dimensi mutu kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien, dimana hasil dari uji simultan adalah 18,843 (0,000). Hasil dari uji parsial pada dimensi tangibles adalah 2,451 (0,016), pada dimensi reliability adalah 4,349 (0,000), pada dimensi responsiveness adalah 2,105 (0,038), pada dimensi assurance adalah 2,241 (0,027) dan pada dimensi empathy adalah 2,177 (0,032). Koefisien determinasi (R2) adalah 0,501, yang berarti jika kualitas pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan mengalami peningkatan maka berpengaruh pula terhadap kepuasan pasien di instalasi farmasi rawat jalan tersebut.
POTENSI FRAKSI AKTIVITAS ANTIBAKERI DAN ANTIRADIKAL DARI KULIT BATANG FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br) FX Haryanto Susanto
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.071 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6463

Abstract

Penduduk Nusa Tenggara Timur memanfaatkan kulit batang tumbuhan Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai tumbuhan obat untuk mengobati penyakit liver, gastroentritis, dan penambah stamina. Kulit batang Faloak mengandung senyawa fenol, flavonoid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya antibakteri dan antioksidan dari fraksi hasil pemisahan ekstrak etanol kulit Faloak. Fraksi 3 menunjukan aktivitas antibakteri yang tinggi (IC50) pada bakteri B. subtilis (90.51 µg/mL), E. coli (80.12 µg/mL), S.aureus (77,87 μg/mL), dan S.thypi (61.23 µg/mL). Uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa fraksi 2 mempunyai aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total yang paling tinggi (34,16 ± 0,76 mg GAE).
EVALUASI PENYESUAIAN DOSIS OBAT PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI KOMUNITAS INDONESIA KIDNEY CARE CLUB (IKCC) Venty Yuliasari; Martanty Aditya; Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 2 (2021): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v1i2.97

Abstract

Abstrak Ginjal kronik merupakan penyakit yang terjadi karena penurunan fungsi ginjal yang progresif dan menyebabkan kerusakan ginjal atau gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan melakukan evaluasi terhadap kesesuaian penggunaan dosis obat pada pasien penderita penyakit ginjal kronis pada stage 3 hingga end stage renal disease berdasarkan dengan derajat keparahan ginjal yang dialami oleh pasien. Jenis penilitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara online menggunakan google formulir yang kemudian akan dilakukan pengolahan data dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan berdasarkan dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan penyakit ginjal kronis pada stage 3 hingga end stage renal disease dengan atau tanpa penyakit komorbid, memiliki data hasil tes laboratorium berupa nilai serum kreatinin , mengisi data penggunaan obat rutin dengan lengkap. Total responden yang memenuki kriteria tersebut sebanyak 42 pasien dengan rentang usia 15 sampai 84 tahun serta mengonsumsi obat secara rutin. Sampel yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif penggunaan dosis obat, frekuensi pemberian, dosis obat yang digunakan pasien akan berdasarkan dengan perhitungan glomerular filtration rate (GFR) yang dilakukan dengan menggunakan data nilai serum kreatinin, usia, dan jenis kelamin pada masing-masing pasien. Analisis hasil penelitian diperoleh bahwa dari 42 terdapat 19 pasien (45%) mendapatkan terapi obat yang memenuhi kesesuaian dosis seharusnya dan 23 pasien (55%) mendapatkan terapi obat yang tidak memenuhi kesesuaian dosis. Kata Kunci : Dosis Obat, GFR, Kesesuaian Dosis, Penyakit Ginjal Kronis. Abstract Chronic kidney is a disease that occurs due to a progressive decline in kidney function and causes kidney damage or kidney failure. This study aims to analyze and evaluate in appropriate for use of drug doses in patients with chronic kidney disease at stage 3 to end stage renal disease based on the degree of kidney severity experienced by the patient. This type of research is nonexperimental research by collecting data online using a google form which will then be processed with a descriptive design. Data were collected based on inclusion criteria, for patients with chronic kidney disease at stage 3 to end stage renal disease with or without comorbid disease, having laboratory test results data in the form of serum creatinine values, filling in complete data on routine drug use. The total number of respondents who met these criteria were 42 patients ranging in age from 15 to 84 years and who consumed drugs regularly. The sample obtained is then analyzed descriptively using drug dosage, frequency of administration, drug dose used by the patient will be based on the calculation of the glomerular filtration rate (GFR) which is carried out using data on the serum creatinine value, age, and sex in each patient. The analysis of the results showed that out of 42 there were 19 patients (45%) who received drug therapy that fulfilled the appropriate dosage and 23 patients (55%) received drug therapy that did not meet the dosage suitability. Keywords : Chronic Kidney Disease, Drug Dosage, Dosage Suitability, GFR.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK, PENGAMATAN APOPTOSIS DAN SIKLUS SEL DARI EKSTRAK BIJI Pterygota alata (roxb.) R. Br. TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Ade Irene Beactris Saudale; Rollando; FX Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPterygota alata (Roxb) R. Br atau yang biasa dikenal dengantanaman Bipa atau Coconut Buddha adalah tanamanmultifungsi yang tersebar di Myanmar serta India danmemiliki manfaat sebagai obat penyakit kulit, diabetesmellitus, gembur- gembur dan lain sebagainya. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk melihat aktivitas sitotoksik,pengamatan apoptosis serta siklus sel terhadap sel kankerpayudara MCF-7. Tanaman di ekstrak menggunakan metodemaserasi sehinga diperoleh ekstrak kental yang digunakandalam pengujian. Uji sitotoksik menggunakan metode MTTassay dimana akan terbaca hasil absorbansi menggunakanELISA reader dengan parameter dari pengujian ini yakni nilaidari IC50. Pengujian Apoptosis dan siklus sel menggunakanmetode flowcytometry. Hasil hasil penelitian pengujiansitotoksik didapatkan nilai IC50 sebesar 2,44µg/mL.Pengujian siklus sel didapatkan akumulasi yang terjadi padafase S sebesar (22,11%) dan dapat menginduksi apoptosis.Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa bijipterygota alata memiliki aktivitas sitotoksik, dapatmeningkatan induksi apoptosis dan juga siklus sel terhadap selkanker payudara MCF-7 dan dapat dikembangkan sebagaiagen kemoterapi kanker payudara.Kata Kunci: Pterygota alata, kanker payudara, MCF-7,sitotoksik, apoptosis, siklus sel.AbstractPterygota alata (Roxb) R. Br or commonly known as the Bipaor Buddha Coconut plant is a compatible plant that is spreadin Myanmar and India and has benefits as a remedy for skindiseases, diabetes mellitus, friability and so forth. The purposeof this study was to look at cytotoxic activity, pregnancy cycle,and cell cycle against breast cancer MCF-7. Plants wereextracted using the maceration method so thick viscous extractwas used for testing. Cytotoxic test using the MTT assaymethod which will read the results of absorbance using ELISAreader with the parameters of this test is the value of IC50.Apoptosis and cell cycle testing uses the flow cytometrymethod. The results of the cytotoxic test results obtained IC50values of 2.44?g / mL. Cell cycle testing was obtained whichoccurred in the S phase by (22.11%) and can induce apoptosis.From the results of the study, it can be concluded that thepterygoid alata seeds have cytotoxic activity, can increaseapoptosis induction, and also the cell cycle to breast cancerMCF-7 and can be developed as a chemotherapy agent forbreast cancer.Keywords: Pterygota alata, Breast Cancer, MCF-7, cytotoxic,apoptotic, cell cycle.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BATANG TUMBUHAN BAJAKAH KALALAWIT (Uncaria Gambir Roxb.) PADA ORGAN GINJAL HEWAN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Nurmiati; Rollando; FX Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBajakah kalalawit (Uncaria Gambir Roxb.) dari bangsa Rubiales merupakan salah satu dari 1000tanaman di Indonesia yang dapat digunakan untuk obat tradisional, tanaman ini berasal dari pedalamanProvinsi Kalimantan Tengah yang belum tersebar luas ke daerah lain. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efek uji toksisitas ekstrak batang bajakah kalalawit terhadap gambaran histopatologi organginjal tikus putih jantan galur Wistar dengan parameter kadar kreatinin dan ureum. Penelitian inimerupakan eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan selama15 hari. KN diberi CMC Na, KP di induksi gentamisin, PI, P2, P3 diberi ekstrak batang bajakah kalalawitdosis 750mg/kgBB/hari, 1200mg/kgBB/hari, 1500mg/kgBB/hari. Analisis data dianalisis dengan statisticSPSS 16. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak batang bajakah kalalawit berpengaruh terhadapparameter kadar kreatinin dan ureum. Terjadinya peningkatan kadar ureum pada perlakuan III dosis 1500mg/KgBB yaitu 26 mg/dl dan kreatinin pada perlakuan I dosis 750 mg/KgBB yaitu 3,29 mg/dl danperlakuan III dosis 1500 mg/KgBB yaitu 4,766 mg/dl. Hasil uji histopatologi menunjukkan terjadinyakerusakan pada tubulus dan glomerulus berupa terjadinya perubahan pada degenerasi hidrofobik, nekrosisdan nefritis intersititialis tubulus.Kata kunci: Ekstrak Batang Bajakah Kalalawit (Uncaria Gambir Roxb.), Kadar Ureum danKreatinin, Histopatologi Organ Ginjal.AbstractBajakah kalalawit (Uncaria Gambir Roxb.) from the Rubiales order is one of 1000 plants inIndonesia that could be used for traditional medicine, this plant originates from the inland of CentralKalimantan that has not been spread widely to the other regions. The purpose of this study was tounderstand the effect of toxicity test of Bajakah Kalalawit stem extract against the histopathologicaldescription of the renal organ of male Wistar rats with creatinine and urea levels. This study wasexperimental research with Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments for 15 days.KN was given CMC Na, KP was induced gentamicin, and PI, P2, P3 were given Bajakah kalalawitstem extract with the variations of dose, which were 750mg/kgBB/day, 1200mg/kgBB/day,1500mg/kgBB/day. Data analysis was analyzed with SPSS Statistics version 16. The study resultindicated that stem extract of Bajakah kalalawit affected the parameters of creatinine and urea levels.The increment urea level was found at treatment III with the dose of 1500 mg/KgBB obtained valueof 26 mg/dl and the increment of creatinine was found at treatment I with the dose of 750 mg/KgBBobtained value of 3,29 mg/dl and on treatment III with the dose of 1500 mg/KgBB obtained valueof 4,766 mg/dl. The result of histopathological test showed that there was the damage on the tubularand glomerulus that indicated by the changes in hydrophobic degeneration, necrosis and interstitialisnephritis tubules.Keywords: Stem Extract of Bajakah Kalalawit (Uncaria Gambir Roxb.), Creatinine and UreaLevels, Histopathological of Renal Organ.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI FARMASI DAN KIMIA DI UNIVERSITAS MA CHUNG TERHADAP BAHAYA SENYAWA KIMIA (DIKLOROMETAN, ETIL ASETAT, KLOROFORM, DAN ESTER) Atarodang Beatrico Lyo; Rollando; FX Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTerdapat dua Program Studi di Universitas Ma Chung yangberhubungan erat dengan penggunaan bahan-bahan kimia dilaboratorium termasuk senyawa diklorometan, etil asetat,kloroform, dan ester yaitu program studi farmasi dan kimia.Meski erat hubungannya, tetapi dalam kegiatan praktikumseharihari kepatuhan dan kesadaran dalam penggunaan AlatPerlindungan Diri belum efektif di laboratorium. Hal inidikarenakan kurangnya pengetahuan mahasiswa terhadapdampak kesehatan dan cara meminimalisir risiko paparanselama bekerja, bersinggungan, dan menggunakan senyawasenyawa kimia termasuk juga senyawa diklorometan, etilasetat, kloroform dan ester.. Sehingga dibutuhkan intervensiuntuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuanmahasiswa sebelum dan sesudah diberi intervensi, serta untukmengetahui apa saja dampak akut dari paparan senyawadiklorometan, etil asetat, kloroform, dan ester yang dialamioleh mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimental dengan jenis penelitian cohort study danmenggunakan two-group pretest-posttest design.Berdasarkan uji Mann Whitney, hasil p-value yang didapatkanuntuk kelompok kontrol adalah 0,005 dan untuk kelompok ujiadalah 0,000. Persentase responden yang mengalami pusingsebanyak 85,3%, mual sebanyak 44,0%, 2030% mengalamiiritasi kulit, kebingungan, iritasi saluran pernapasan, rasakantuk berlebihan, iritasi mata, dan muntah, 017% mengalamikehilangan kesadaran, kejang, detak jantung tidak stabil, dantremor. Hasil kesimpulan menyatakan bahwa edukasi berupapemberian leaflet dan video memberikan perbedaan yangsignifikan pada tingkat pengetahuan mahasiswa. Sedangkandampak akut dari paparan diklorometan, etil asetat,kloroform, dan ester yang paling banyak dialami olehmahasiswa adalah pusing dan mual.Kata Kunci: Efektivitas Edukasi, Paparan Senyawa Kimia,Tingkat Pengetahuan.AbstractThere are two Study Programs at Ma Chung University thatare closely related to the use of chemicals in the laboratoryincluding dichloromethane compounds, ethyl acetate,chloroform, and esters, namely pharmaceutical and chemicalstudy programs. Although it is closely related, in dailypracticum activities compliance and awareness in the use ofPersonal Protection Equipment have not been effective in thelaboratory. This is due to the lack of student knowledge onhealth impacts and how to minimize the risk of exposureduring work, contact, and use of chemical compoundsincluding dichloromethane compounds, ethyl acetate,chloroform, and esters. So intervention is needed to increasestudent knowledge. This study aims to determine changes inthe level of knowledge of students before and after beinggiven an intervention, as well as to find out what are the acuteeffects of exposure to dichloromethane compounds, ethylacetate, chloroform, and esters experienced by students. Thisstudy is an experimental study with a cohort study and uses atwogroup pretest-posttest design. Based on the MannWhitney test, the p-value obtained for the control group was0.005 and the test, the group was 0,000. The percentage ofrespondents who experienced dizziness was 85.3%, nausea asmuch as 44.0%, 2030% experienced skin irritation, confusion,respiratory irritation, excessive drowsiness, eye irritation, andvomiting, 0-17% experienced loss of consciousness,convulsions, unstable heartbeat, and tremors. The conclusionstates that education in the form of leaflets and videos gives asignificant difference in the level of student knowledge.While the acute effects of exposure to dichloromethane, ethylacetate, chloroform, and esters most experienced by studentsare dizziness and nausea.Keywords: Education Effectiveness, Exposure to ChemicalCompounds, Knowledge Level
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BATANG TUMBUHAN BAJAKAH KALALAWIT (Uncaria Gambir Roxb) PADA ORGAN HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Indriani Nuraini Widya; Rollando; FX Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBajakah kalalawit merupakan tanaman khas Kalimantan yangdimanfaatkan sebagai obat dan dianggap aman karena berasaldari alam. Namun, kemanannya harus dibuktikan denganpenelitian tentang efek toksik dari tanaman bajakah kalalawitterhadap organ hati yang berfungsi dalam detoksifikasi. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui efek toksik sertaperubahan histologi organ hati hewan uji tikus yang diberikanekstrak batang tumbuhan bajakah kalalawit. Penelitian inimenggunakan 5 kelompok uji yaitu Kontrol Negatif, KontrolPositif, Perlakuan 1, Perlakuan 2, dan Perlakuan 3. Hasilpenelitian menunjukan bahwa semua kelompok uji tidakmengalami peningkatan kadar SGOT dan Gamma GT denganrentang kadar SGOT tiap kelompok yaitu 34.56, 48.02, 21.72,18.28 dan 36.84 IU/L sedangkan rentang kadar Gamma GT tiapkelompok yaitu 12.106, 40.15, 20.096, 38.098, dan 25.866 IU/L.Berdasarkan pengamatan histopatologi organ hati diketahuibahwa, kelompok kontrol negatif tidak mengalami degenerasidan nekrosis, sedangkan kontrol positif, perlakuan 1, perlakuan 2,dan perlakuan 3 mengalami degenerasi dan nekrosis ringan. Sertaperlakuan 3 periportal ± bridging nekrosis sedang. Kesimpulanpada penelitian yaitu pemberian ekstrak batang bajakah kalalawittidak memberikan efek terhadap peningkatan kadar SGOT danGamma GT serta dapat menyebabkan terjadinya perubahangambaran histopatologi organ hati berupa degenerasi (ringan) dannekrosis (sedang) pada dosis tertinggi yaitu dosis 1500 mg/kg BBtikus.Kata kunci: Ekstrak batang bajakah kalalawit; SGOT; GammaGT; Histopatologi organ hati.AbstractBajakah Kalalawit is a typical plant of Kalimantan which is usedas medicine and is considered safe because it comes from nature.However, its safety must be proven by research on the toxic effectsof Kalalawit plant on the liver that functions in detoxification. Thepurpose of this study was to determine the toxic effects andhistological changes in the liver of rat test animals that were givenextracts of stem of bajakah kalalawit plant. This study uses 5 testgroups, namely Negative Control, Positive Control, Treatment 1,Treatment 2, and Treatment 3. The results showed that all testgroups did not experience an increase in SGOT and Gamma GTlevels with a range of SGOT levels per groupie 34.56, 48.02,21.72, 18.28 and 36.84 IU / L while the range of Gamma GT levelsper group were 12,106, 40.15, 20,096, 38,098, and 25,866 IU / L.Based on histopathological observations of the liver, it is knownthat the negative control group did not experience degenerationand necrosis, while the positive control, treatment 1, treatment 2,and treatment 3 experienced mild degeneration and necrosis. Andtreatment of 3 periportal ± moderate bridging necrosis. Thisresearch concludes that the administration of Kalalawit stemextract did not have an effect on increasing levels of SGOT andGamma GT and could cause changes in the histopathologicalpicture of the liver in the form of degeneration (mild) and necrosis(moderate) at the highest dose of 1500 mg/kg BW in rats.Keywords: Bajakah Kalalawit stem extract; SGOT; GammaGT; Histopathology of the liver.
ANTIOXIDANT TESTING OF ANTIOXIDANT ACTIVITY ON SEVERAL TYPES OF MONOFLORAL HONEY OF APIS MELLIFERA BEES USING DPPH AND FRAP METHODS Siti Nur Aini; Alexander T Noya; Sabrina Handayani Tambun; Haryanto Susanto
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v2i2.149

Abstract

Senyawa antioksidan dipercaya dapat menghambat terjadinya proses oksidasi dengan mekanisme menghambat proses inisiasi atau propagasi reaksi oksidasi berantai, bahan alam seperti madu dapat digunakan sebagai pembawa senyawa antioksidan. Oleh sebab itu, diperlukannya metode untuk menganalisa aktivitas antioksidan yang selektif untuk menganalisa sampel tersebut. Metode pengujian antioksidan seperti DPPH dan FRAP dibedakan berdasarkan mekanisme reaksinya, sementara pelarut yang digunakan untuk maserasi dipilih berdasarkan sifat kepolarannya. Sampel yang digunakan sebagai standar antioksidan dipilih berdasarkan struktur flavon dan flavonoid yang umumnya mewakili dasar struktur antioksidan bahan alam. Metode uji DPPH ditemukan paling efektif dan efisien dibandingkan dengan metode FRAP dengan nilai IC50ekstrak metanol madu berturut-turut 16,9;33,8;35,7;80,6;83,4;106,7 dan nilai IC50ekstrak N-heksan madu berturut-turut 12,4;14,1;16,4;18,9;29,4;29,7. Kolerasi antara kedua metode uji terbukti sangat tinggi (R>0,95) sehingga diantara keduanya dapat saling menggantikan dalam dilakukannya analisis