Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA MACAM MACAM MADU PADA BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE DIFUSI AGAR DAN DILUSI CAIR Siti Aisyah Ratna Putri; Haryanto Susanto; Sabrina Handayani Tambun; Teguh Oktiarso
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v2i2.153

Abstract

This study is an experimental laboratory, conducted to get the antibacterial activity in the types of multiflora honey, randu honey, mente honey, rambutan honey, sono honey, acacia honey, rubber honey. In this study, preliminary tests, phytochemical screening, and antibacterial tests have been carrying out to determine the Minimum Inhibitory Level (MIC) and Minimum Killing Rate (KBM) at concentrations of 20, 25, 50, and 100%. Phytochemical test results it's known that each honey contains positive alkaloids, flavonoids, glycosides, and saponins. Antibacterial test results showed that each honey's positively had antibacterial activity. MIC and KBM obtained showed that each honey can inhibit the growth of bacteria, but only rambutan honey in Escherichia coli bacteria cannot kill bacteria. Keywords: antibacterial, honey, MIC, KBM, E.coli, S.aureus, disc diffusion, dilution
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PHBS DAN PROTOKOL KESEHATAN PADA WARGA PACITAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 Rika Dwi Indasari; Haryanto Susanto; Eva Monica
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v2i2.157

Abstract

COVID-19 adalah penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan coronavirus (SARS CoV-2) dengan gejala umum berupa demam, sakit tenggorokan, sesak nafas, dan dapat menular melalui droplet dari pasien terinfeksi. Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan. Pemberian edukasi tentang PHBS dan protokol kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19 sehingga dapat meningkatkan perilaku masyarakat dalam melakukan pencegahan penularan COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian one-group pretest-posttest dengan memberikan kuesioner kertas sebelum dan setelah pemberian edukasi. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dengan menggunakan media slide dan flipchart. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan uji non parametrik Wilxocon. Pada uji statistik Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi 0,000 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19 sebelum dan sesudah diberikan edukasi.
KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP ANTIBIOTIK DAN KETEPATAN PENGGUNAANNYA Novela Cantikasari; Haryanto Susanto; Eva Monica
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 3 No. 1 (2022): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v3i1.160

Abstract

Abstrak Antibiotik merupakan jenis obat yang paling umum digunakan dalam penanganan infeksi bakteri. Sayangnya, masyarakat sering kali menggunakan obat antibiotik tanpa pemeriksaan dan peresepan dokter, di mana hal tersebut justru akan menyebabkan resistensi bakteri. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi tingkat pengetahuan masyarakat terkait antibiotik dan ketepatan penggunaannya, serta keterkaitan antara keduanya. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini, dengan data primer yang diperoleh secara langsung menggunakan kuesioner. Sampel yang dikaji yaitu 148 responden yang terpilih berdasarkan teknik Random sampling. Lokasi spesifik pengambilan data adalah di Jl. Legundi RT 01 dan 02, Sananwetan, Kota Blitar, dengan waktu sampling pada bulan Mei hingga Juni 2021. Selain menganalisis deskripsi karakteristik dan pengetahuan masyarakat, studi ini turut meninjau korelasi antara pengetahuan dan penggunaan obat antibiotik melalui analisis korelasi Spearman. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat (83,8%) ternyata memiliki pengetahuan yang rendah terkait antibiotik, sementara penggunaan antibiotik juga tergolong sangat rendah (95,9%). Selanjutnya, analisis korelasi mengonfirmasi bahwa pengetahuan masyarakat terkait antibiotik memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan antibiotik. Fakta tersebut perlu menjadi pertimbangan bagi tenaga kesehatan atau dinas kesehatan setempat untuk untuk meningkatan pengetahuan masyarakat terkait antibiotik dan ketepatan pengunaannya melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, antibiotik, obat
Evaluasi Antihipertensi Amlodipin dan Kombinasi Amlodipin dengan Candesartan terhadap Kualitas Hidup Pasien Hipertensi beserta Komorbid Aprillia Dian Partisia; Haryanto Susanto; Godeliva Adriani Hendra
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 3 No. 1 (2022): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v3i1.180

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular dan memiliki prevelensi tertinggi yang didiagnosa di fasilitas kesehatan, penyakit hipertensi memiliki dampak pada berbagai aspek kualitas hidup seperti fisik, psikologis, sosial. Hipertensi menjadi sangat berbahaya ketika penderita tidak mengontrolnya. Tetapi yang tepat untuk mengontrol tekanan darah sangat dibutuhkan untuk mengurangi resiko peningkatan kematian. Penelitian ini ialah penelitian observasional mempergunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif dan penyebaran kuesioner kualitas hidup dan efek samping pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit “X” Bengkulu Selatan. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan uji Wilxocon, Mann- withney, chi- square Pada hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi <0.05 yang berati H0 ditolak, H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah pre dan post pada pasien hipertensi rawat jalan yang mendapatkan amlodipin dan kombinasi amlodipin dengan candesartan. Pada uji chi- square nilai signifikansi >0.05 yang berati H0 diterima, H1 ditolak yang artinya tidak terdapat hubungan antara kualitas hidup dengan pasien hipertensi yang mendapatkan amlodipin dan kombinasi amlodipin dengan candesartan.
Antibiotics and Antivirals in COVID-19: Clinical Outcomes Godeliva Adriani Hendra; Monika Turnip; FX. Haryanto Susanto
Academia Open Vol 8 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.8.2023.6662

Abstract

The clinical manifestations of COVID-19 disease are mainly caused by an irregular host response associated with excessive expression of inflammatory markers. Patients with mild, moderate, and severe symptoms of COVID-19 with or without comorbidities use a combination of antiviral drugs and antibiotics. This study aimed to determine the relationship between the use of antiviral drugs and antibiotics on the clinical outcomes of COVID-19 patients. The research design used a cross-sectional study with retrospective data collection. The inclusion criteria were COVID-19 patients hospitalized at Panti Waluya Sawahan Malang Hospital with or without comorbidities, positive RT-PCR results, and receiving antibiotic and antiviral therapy. The clinical outcome is a patient improvement if the length of stay is 14 days, and the patient worsens if it is >14 days. There is no relationship between antibiotics and antiviral drugs on the clinical outcomes of COVID-19 patients (p>0,05). Highlights: Excessive expression of inflammatory markers contributes to the clinical manifestations of COVID-19. Combination therapy of antiviral drugs and antibiotics is commonly used for COVID-19 patients. The study found no significant relationship between the use of antibiotics and antiviral drugs and the clinical outcomes of COVID-19 patients Keywords: antibiotics, antiviruses, COVID-19, clinical improvement, clinical deterioration
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PELANGGAN TENTANG PENGGUNAAN OBAT KONTRASEPSI PIL KOMBINASI DI BEBERAPA APOTEK DAERAH KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG Maula , Anikko Yulinda Nur; Susanto, FX Haryanto; Monica, Eva
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 4 No. 1 (2023): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v4i1.251

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) adalah suatu cara pemerintah mengatasi permasalahan pertumbuhan penduduk. Pil KB adalah satu dari beragam alat kontrasepsi dipergunakan untuk menghindari kehamilan. Pada tahun 2019, peserta pengguna kontrasepsi pil menempati urutan kedua setelah pengguna kontrasepsi suntik, menurut data profil yang diberikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang. Berdasarkan informasi pengguna alat kontrasepsi di Kecamatan Turen peneliti melakukan penelitian di beberapa Apotek di Kecamatan Turen untuk mengetahui tingkat pengetahuan akseptor pil KB dengan demikian penelitian ini diharapkan dengan pemberian penyuluhan bisa memberi pengaruh pada tingkat pengetahuan wanita usia subur dalam penggunaan pil KB dengan cara yang benar serta tepat. Rancangan penelitian mempergunakan penelitian deskriptif kualitatif. Responden yang dipergunakan yaitu pelanggan yang membeli di Apotek Daerah Kecamatan Turen Kabupaten Malang dengan mempergunakan purposive sampling. Pengambilan data yang dipergunakan yaitu metode survey dengan membagikan kuisioner terstruktur kepada responden yang mencukupi kriteria inklusi. Terdapat 3 variabel pada penelitian ini, meliputi tingkat pengetahuan sebagai variabel independen, tingkat kepatuhan sebagai variabel dependen, serta usia, pendidikan, pekerjaan sebagai variabel confounding. Analisis data penelitian ini mempergunakan uji Chi-square dan uji Korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil dan pembahasan, sebanyak 183 dari 274 responden memperoleh hasil tergolong dalam tingkat pengetahuan dan kepatuhan yang sangat baik. Dari hasil penelitian dibuat kesimpulan bahwasanya tidak terdapat hubungan signifikan diantara tingkat pengetahuan dan kepatuhan. Hasil penelitian ini diharapkan pihak Apotek lebih meningkatkan pemberian kuisoner kepada pelanggan obat kontrasepsi pil kombinasi dengan demikian dapat membantu tercapainya efek terapi yang diharapkan. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Kepatuhan, obat kontrasepsi
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ICU Intensive Care Unit DI RUMAH SAKIT MITRA SEHAT DENGAN METODE DDD Defined Daily Dose DAN GYSSENS Molly, Pucthree; Susanto, FX Haryanto; Nugraha, Dhanang Prawira
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 4 No. 1 (2023): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v4i1.254

Abstract

Tingginya kejadian angka infeksi pada pasien dewasa menyebabkan peningkatan kuantitas penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik dapat menyebabkan peningkatan morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan oleh karena itu perlu adanya evaluasi untuk penggunaan antibiotika. Evaluasi penggunaan antibiotik ini dilakukan di ruang ICU (Intensive Care Unit) Rumah Sakit Mitra Sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan data retrospektif dari periode 1 Januari sampai 31 Maret 2023. Evaluasi penggunaan antibiotik ini menggunakan metode ATC/ DDD dan Gyssens. Metode ATC/DDD merupakan sistem klasifikasi yang mengelompokkan obat berdasarkan struktur kimia, farmakologi dan tujuan terapetik. Metode Gyssens didefinisikan sebagai metode kualitatif yang digunakan untuk mengevaluasi pada penggunaan antibiotika dengan menilai ketepatan dalam penggunaan antibiotik yang digolongkan menjadi kategori 0-VI. Sampel penelitian terdiri dari 53 pasien dewasa rawat inap Rumah Sakit Mitra Sehat, dimana didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil metode ATC/DDD menunjukkan antibiotik yang memiliki nilai DDD/100 hari rawat inap tertinggi adalah levofloxacin. Berdasarkan metode gyssens diperoleh penggunaan tertinggi adalah kategori penggunaan antibiotik secara tepat . Kata kunci: Antibiotik, ATC/DDD/100 Patient-days, Gyssens, ICU
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH DI RUMAH SAKIT BALA KESELAMATAN BOKOR DENGAN METODE DEFINE DAILY DOSE DAN GYSSENS Kirana, Alda Galuh; Susanto, FX Haryanto; Nugraha, Dhanang Prawira
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 4 No. 1 (2023): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v4i1.258

Abstract

Infectious diseases remain a significant public health concern, especially in developing countries. Infection involves the transmission and multiplication of infectious agents within the host's body. An infection is a condition caused by pathogenic microorganisms, with or without accompanying clinical symptoms (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2017). The aim of this study is to provide an overview of surgical patients and the pattern of antibiotic use based on the DDD and Gyssen methods at Bala Keselamatan Bokor Hospital. This observational study was conducted retrospectively by reviewing patients' medical records at the hospital from January 1 to March 31, 2023. The data were then analyzed using the Gyssens and ATC/DDD methods. The results of the study showed that surgical patients have two main characteristics based on age and gender. The highest age range was 56 to 65 years, accounting for (25%) of the cases, with the majority being male, constituting (28%) of the cases. The second-highest age range was 46 to 56 years, making up (23%) of the cases, with females comprising (29%) of the cases. Regarding the evaluation of the quantity of antibiotic use using the ATC/DDD method, the highest DDD value was observed for ceftriaxone with a percentage of (7.6%).
EDUKASI HOME PHARMACY CARE TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TBC (Tuberculosis) DI PUSKESMAS BUGUL KIDUL PASURUAN Susanto, FX. Haryanto; Hendra, Godeliva Adriani; Yulianda, Leli Dwi
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v4i2.310

Abstract

Implementation of The "My TB Alarm" Mobile Application as an Educational Instrument in Measuring Adult Tuberculosis Patient Adherence Hendra, Godeliva Adriani; Susanto, FX Haryanto; Choirunniza, Aqidatun Naffiah
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v20i2.8380

Abstract

Ketidakpatuhan dalam terapi TBC menjadi tantangan utama dalam program pengendalian dan pencegahan TBC. Ketidakpatuhan dalam terapi TBC meningkatkan risiko morbiditas, mortalitas, dan resistensi obat baik pada tingkat individu maupun komunitas. Adapun solusi untuk mengupayakan peningkatan kepatuhan terapi TBC dengan penggunaan mobile application. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian mobile application “My TB Alarm” terhadap kepatuhan terapi pasien TBC dan hubungan antara data demografi pasien terhadap kepatuhan pasien TBC. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan pengambilan data secara prospektif. Pre-test dan pemberian intervensi mobile application “My TB Alarm” diberikan hari ke-1, kemudian hari ke-30 diberikan intervensi kembali dan post-test. Pretest-posttest berupa kepatuhan minum OAT yang berdasarkan selisih waktu scan obat dengan waktu alarm yang dipasang, dimana dikatakan patuh bila selisihnya <2jam. Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, status menikah, pendapatan, komorbid, IMT, jenis OAT terhadap kepatuhan pasien TBC (p>0,05), namun terdapat hubungan antara jenis TBC terhadap kepatuhan pasien (p<0,05). Terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata selisih waktu minum obat antara sebelum dan sesudah diberikan “My TB Alarm” (p=0,021). Kesimpulan, mobile application “My TB Alarm” dapat meningkatkan kepatuhan pada pasien TBC.