Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Ketahanan Pangan dengan Budidaya Hidroponik dan Polybag Nabila, Diana Ayu; Solahudin, Dindin; Setiawan, Asep Iwan
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 4 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i4.30864

Abstract

Alih fungsi lahan menjadi begitu marak dilakukan karena meningkatnya jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program budidaya hidroponik dan polybag, proses pelaksanaan program hingga hasil program tersebut dalam upaya penguatan ketahanan pangan. Teori yang digunakan adalah milik Jim Ife tentang pemberdayaan masyarakat bahwa upaya memandirikan masyarakat dengan bermodal potensi setiap individu dan kelompok berguna dalam meningkatkan kesejahteraan individu, kelompok, dan negara. Pendekatan penelitian ini yaitu studi lapangan, analisis data kualitatif, dan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga memerlukan pendekatan sosialisasi program kepada masyarakat, proses implementasi pemberdayaan oleh fasilitator dalam pengkajian potensi masyarakat, serta pelatihan dan pendampingan dalam program. Dengan adanya tahapan-tahapan tersebut, program akan terlaksana dengan baik.
Pemberdayaan Perempuan Korban Kekerasan Seksual Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Bandung Anjani, Awalia; Solahudin, Dindin; Tresnawaty, Betty
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 3 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i3.32344

Abstract

Penelitian ini memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah a. mengetahui proses penyadaran  yang dilakukan oleh DP3A Kota Bandung kepada  perempuan korban kekerasan seksual, b. meengetahui bagaimana proses pembentukan keamampuan korban kekerasan seksual oleh DP3A Kota Bandung dalam hal tertentu, c. mengetahui bagaimana proses transformasi terhadap pemberdayaan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh DP3A Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan penelitian deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hubungan antar manusia, yang dipelopori oleh Elton Mayo, dan teori dari Karls yaitu teori pemberdayaan perempuan. Pemberdayaan yang dilakukan oleh DP3A Kota Bandung kepada perempuan korban kekerasan seksual dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing korban. Dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan, DP3A Kota Bandung juga bekerjasama dengan instansi yang terkait, guna memaksimalkan pemberdayaan yang dilakukan.
Analisis Kualitatif Pemahaman Jemaah Tentang Rukun Haji Berdasarkan Perbedaan Latar Belakang Pendidikan Risma, Risma Nuruljihan; Solahudin, Dindin; Hilman, Fathin Anjani
Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra Vol. 4 No. 2 (2025): Mabrur: Academic Journal Of Hajj and Umra
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjhu.v4i2.51167

Abstract

Ibadah haji adalah rukun Islam yang wajib bagi umat yang mampu, namun pemahaman jemaah tentang pelaksanaannya bervariasi sesuai latar belakang pendidikan. Jemaah berpendidikan rendah (SD-SMP) membutuhkan waktu dan penjelasan sederhana, sementara jemaah berpendidikan menengah hingga tinggi (SMA - Perguruan Tinggi) lebih cepat memahami dan mengaitkan materi dengan makna spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan perbedaan pemahaman berdasarkan pendidikan, menunjukkan bahwa variasi pendidikan memengaruhi cara dan tempo pemahaman, meskipun esensi ibadah tetap sama.
Punk Faith: How Muslim Punks Use Their Voices for Social Change and Community Engagement Solahudin, Dindin; Rojudin, Rojudin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v5i1.43533

Abstract

The interplay between religion and subculture presents a fascinating lens to examine social change, particularly in urban contexts. This study explores the phenomenon of Muslim Punk communities in Indonesia, a unique fusion of global subcultural identities and local Islamic values. Grounded in the discourse of globalization and transnationalism, the research highlights how subcultures transcend national boundaries, adapting to local norms and religious contexts while maintaining their core identity. Utilizing a phenomenological approach, data were collected from 24 community members (21 males and 3 females) aged 18–30 years, through in-depth interviews, observations, and field notes. The findings reveal that permissive parenting and rebellion against authoritarian familial structures are significant factors driving individuals toward the punk subculture. However, the research also uncovers a significant correlation between religious intensity and community detachment, with heightened religious adherence prompting individuals to reconsider behaviors conflicting with Islamic principles. Quantitative analysis of religious practices, such as daily prayers, fasting, and Quran recitation, coupled with qualitative insights into community dynamics—such as dress codes, substance use, and social rituals—illustrates how religiosity influences self-regulation and social conformity. The study concludes that increased religiosity reduces deviant behaviors, fostering a shift away from subcultural attachment. This phenomenon underscores the innate human inclination toward spiritual fulfillment, transcending subcultural identities and societal norms. By examining the intersection of religion and subculture, this research contributes to broader discussions on globalization, social change, and identity formation in developing countries. It provides critical insights into how global subcultures adapt to localized religious and moral frameworks, offering a valuable perspective for understanding the dynamic interplay between culture and spirituality in an increasingly interconnected world.
Gender Bias and Religious Conservatism in Indonesia: An Analysis of the Shuniyya Ruhama Case on Social Media Fitri, Susanti Ainul; Marzal, Novrizon; Mukhroman, Iman; Effendi, Dudy Imanuddin; Solahudin, Dindin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v5i4.48335

Abstract

This study analyzes how gender bias and religious conservatism are reproduced through social media in Indonesia, using the viral case study of Shuniyya Ruhama, a female religious teacher who was attacked online for expressing religious views that were considered incompatible with conservative interpretations. The objective of this study is to uncover the dynamics of the representation of female religious authority and resistance to it in the digital space. The methodology employed is Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA), utilizing data from the platforms X (Twitter), Threads, and TikTok, using a purposive sampling technique. Findings indicate that women who deliver religious sermons often face delegitimization through misogynistic religious narratives that reinforce the hegemony of religious patriarchy. Symbolic representations in the form of labeling, hate speech, and the removal of women’s religious authority status reveal unequal power dynamics. On the other hand, counter-narratives emerge from progressive communities advocating for equality in religious interpretation and women’s religious authority. This study shows that social media is not neutral, but rather an ideological arena where conservative discourse is both perpetuated and challenged. The implications of this study include the need for a reformulation of gender-fair media representation and support for digital public spaces that are inclusive of women in religious discourse.